Buat Para Biker
Para biker berhati-hatilah dalam berkendara memacu motor anda ke tempat kerja. Ternyata kalau wajah tidak tertutup sempurna oleh helm yang anda gunakan akan ada penyakit serius yang bisa menyerang anda akibat terpaan angin pada wajah yang berlangsung selama melakukan perjalanan. Untuk itu belilah helm yang melindungi wajah secara sempurna demi kesehatan. Menjaga lebih baik daripada mengobati setelah anda kena penyakitnya. Untuk sesama biker berikut saya postingkan sebuah info yang saya dapat dari kiriman email seorang teman.
Awas Stroke Karena Sering Naik Motor
Aman Berkendara
Awas Lumpuh Wajah!
Awas Lumpuh Wajah!
Jangan anggap enteng terpaan angin yang terus-menerus menampar bagian wajah. Paparan secara intens ini berpotensi mengakibatkan kelumpuhan di wajah.
“Bahasa medisnya Bell’s Palsy. Ini semacam stroke di wajah. Bedanya stroke dalam keadaan tak sadar. Bell’s Palsy penderita masih dalam keadaan siuman,” jelas dr. Enrico A. Rina ldi, kepala klinik PT Ristra Indolab..
Penyebab Bell’s Palsy yakni angin yang masuk ke dalam tengkorak atau Foramen Stilo Mastoideum. Angin dingin dari arah depan ini membuat syaraf di sekitar wajah sembab lalu membesar. Akibatnya syaraf terjepit. Ini yang menyebabkan kelumpuhan
Hal ini yang dialami oleh Widiarko Guruh, staf desain grafis Majalah MOTOR. “Wajah terasa kaku. Mata sulit digerakkan. Sekarang dalam proses fisioterapi. Kejadian yang sama juga dialami oleh beberapa pengendara di lokasi pengobatan,” jelasnya.
Dari pengalamannya dan rekannya yang sesama penderita terungkap, mereka tidak menggunakan helm tertutup. Akibatnya, angin yang rutin menerpa bagian muka mengakibatkan syaraf nomor tujuh mengalami pembengkakan.
“Syaraf itu bernama Nervous Fascialis. Biasanya penderita mengalami gejala awal rasa nyeri di kepala, di dalam telinga dan sudut rahang. Timbulnya mendadak dan di pagi hari,” jelas dokter yang juga pengendara Yamaha Mio 2006 ini.
Untuk itu, dr. Enrico mewanti agar pengendara motor tidak asal menggunakan perlengkapan keselamatan. “Helm fullface yang benar satu-satunya cara agar terhindar dari Bell’s Palsy. Pilihlah helm yang tidak terlalu ketat juga tidak longgar,” jelasnya.
Ia juga menegaskan penggunaan helm halfface ditambah google tidak cukup membantu.. Sebab, peranti itu hanya melindungi bagian mata. Muke ente masih tetap kan tampar angin.
Penderita Bell’s Palsy mesti mendapat perawatan yang cepat. Dikasih Preadnisone. “Kecenderungannya mata juga kering. Teteskan tiap hari. Sebagian besar penderita akan sembuh spontan. Makin cepat pengobatan makin baik,” ungkapnya.
PENTINGNYA BERJAKET
Selain itu dr.. Endrico juga memberi wejangan. Bukan Cuma wilayah muka, bagian dada juga perlu mendapat proteksi. Kan masih banyak pengendara yang tidak mengindahkan bagian ini. Padahal, terdapat organ vital di sector itu.
“Gunakan jaket tertutup. Angin dingin saat berkendara bisa membuat organ
terganggu dalam waktu yang lama,” jelasnya
& Komentar »
Tinggalkan komentar
-
Arsip
- Desember 2009 (3)
- November 2009 (1)
- Oktober 2009 (2)
- September 2009 (1)
- Agustus 2009 (2)
- Juli 2009 (1)
- April 2009 (1)
- Maret 2009 (2)
- Februari 2009 (4)
- Januari 2009 (8)
- Desember 2008 (6)
- November 2008 (4)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS
Tip yang bagus …ya mana tahu ntar jadi biker euy
Kena dech…..wah berbahaya juga ya naik motor tanpa alat pelindung yang memadai. Setiap hari saya pulang pergi mengajar menenmpuh jarak 100km lebih. Di jalan kurang lebih 3 jam. Berangkat jam 7 pagi pulang jam 4 sore. Mudahan aja tidak kena kelumpuhan wajah ya..
wah pastingan yang penting bagi saya juga yang memiliki hoby di situ hem tapi kalo naik motor cuman pas lagi kepengen jalan dan kepentingan yang simple saja kok
makasih nih tips nya
eh lupa salam kenal juga ya mas alamat email saya yang ada di komentar kok
Wah, aku baru tahu kalau wajah pun bisa lumpuh karena terpaan angin semacam itu. Bermanfaat sekali ini. Terkadang kita tidak begitu menganggap hal seperti itu sebagai syarat yang esensial. Thanx.
Thanx juga telah mampir ke rumahku ya.
pakabar, da alris? lai sehat?
kasus bell’s palsy cukup banyak dijumpai di klinik saraf, bahkan penderitanya ada juga yang masih kanak-kanak.
komplikasi serius adalah radang kornea mata (keratitis) sebab kesukaran menutup kelopak mata itu. saat tidur pun sebaiknya mata penderita ditutup dengan kain kasa lembab untuk mencegah kekeringan.
selain bikers, pengendara mobil yang selalu membuka jendelanya atau orang yang bepergian dengan jendela kendaraan terbuka juga perlu waspada.
artikel yang bagus, da. terima kasih.
wah, jadi kepikiran mengenai istilah stroke ini sehingga rasanya ingin mengklarifikasi sedikit.
untuk menghindari kesalahpahaman, sebaiknya bell’s palsy tidak dituliskan sebagai stroke, karena landasan patogenesis keduanya sangat berbeda.
sementara stroke diakibatkan oleh menurunnya suplai/asupan darah (O2) di otak, bell’s palsy adalah proses peradangan serabut saraf kranial ketujuh (nervus fasialis).
mohon maaf bagi yang tidak berkenan dan terima kasih, da.
Thanks, tips untuk pengendara motor seperti saya.
Wah,.. maksih tipsnya mbak,… kebetulan saya pake motor setiap hari kekantor,… mudah2an dihindarkan dari bell’s palsy itu
Wah,.. maksih tipsnya Pak,… kebetulan saya pake motor setiap hari kekantor,… mudah2an dihindarkan dari bell’s palsy itu
Saran yang bagus, Pak Alris, saya juga seorang pengendra motor. Selama ini tetap pakai helm tertutup.
wah…thanks atas penegtahuan ini…sangat diperlukan!
Wahh serem ya….anak sulungku dulu kemana-mana naik motor…..
dan sayapun emang merasakan walau jarak dekatpun yang namanya helm ma jaket wajib selalu saya pake…apalagi nginget umur dah mau nginjek usia 30 takut ntar tuanya kena…
tips yang bagus neh da, ambo copy yo..
btw,ohya da ambo link blognyo yo
Setuju banget seh tip’s nya. Wahai saudaraku bikers pake tuh helm yang fullface,.. jangan anggap spele keselamatan, karena tanpa selamat antum nggak sampai ke tujuan.
nice inpo gan hehehehe
heh? untung saya bukan biker
WAH…….
salam kenal juga ….
thank’z taz kunjugannya pada blogger saya…!!!!
@ SISTEC
Trims juga.