Bom Meledak Lagi, Sebel…
Endra : Kama se salamo ko, da?
Alris : Indak kama-kama do, Endra. Ambo kadang lai di Jakarta, tapi sajak dua bulan balakang di tampek bini di kampuangnyo.
Endra : Ooh, baitu. Patuiklah indak pernah mancigok di online.
Alris : Ambo sasakali lai online cuma untuak mancaliak email lamaran karajo.
Endra : Jadi uda masih nganggur?
Alris : Yo, baitulah…
Begitulah kutipan percakapan saya dengan seorang teman sewaktu online di Yahoo! Messenger beberapa hari yang lalu. Pembaca blog ini pastinya bertanya juga, kemanakah gerangan si empunya, kok blognya gak pernah di update. Kenapa tanggapan dari komentator gak pernah ditanggapi dan postingannya gak nambah-nambah. Dan mungkin ada yang berpikir nyeleneh, jangan-jangan yang punya blog kena firus H1N1? Sehingga perlu diisolasi untuk sementara waktu, gerak langkahnya dipantau aparat yang berwenang dan dalam pengawasan pihak depkes.
Eeeeits…jangan berpikiran macam-macam dulu para pembaca yang budiman. –benarkah pembaca blog saya ini banyak yang budiman?- Saya sebenarnya gak kemana-mana, tapi ada dimana-mana. Tidak memungkinkan saat ini buat saya untuk pergi kemana-mana. Lha, wong pengangguran mau dapat biaya perjalanan dari mana? Kalo masih kerja biasa ada abidin yang tanggungjawab. Itu, lho, atas biaya dinas dari perusahaan. Jadinya, ya, saya paling banter ada dimana-mana dalam daerah DKI Jakarta dengan sepeda motor kreditan -yang sudah dipaksakan lunas seminggu setelah “surat cinta” dari mantan perusahaan diterima, kebayangkan dikejar tukang tagih kalo masih belum lunas kredit motor- dan sekitar kampungnya istri saya. Kalo saya di ada dimana-mana di ibu kota Negara tercinta ini bukan dalam menikmati liburan atau sejenisnya, tapi dalam istilah komunitas TDA adalah dalam rangka menjemput rejeki dari-NYA. “Lha, kalau di kampung istri loe ngapaian Ris? “ tanya seorang teman yang pengen tau aja urusan orang lain. Ya, jelas bukan dalam rangka plesiran, dong. Punya anak istri kan loe harus tanggungjawab, ya nggak. Ah, lebih baik saya tidak membahas plesiran, urusan anak & istri atau pergi kemana-mana. Sebaiknya ditanya aja kenapa postingannya gak nambah. Ya, lebih afdhol, tho!
Begitulah, ibu/bapak, saudara/i dan adik/kakak pembaca blog saya ini, membuat tulisan untuk posting dengan segala keterbatasan yang saya rasakan saat ini, -ditengah masa pengangguran panjang- ternyata amat susah. Mesin tik saya gak punya, apalagi PC atau notebook yang memudahkan saya untuk membuat tulisan. Semangat, sih, tetap menyala –api emang menyala- tapi tangan susah untuk bergerak menari diatas buku menorehkan buah pikiran. Kebayang gak jaman waktu SMP atau SMA begitu semangat membuat tulisan di buku diary. Itu sebenarnya sangat membantu untuk terampil dan membuang sifat malas menulis. Sejak jaman computer kebiasaan baik itu malah menguap seiring perkembangan prosesor yang amat cepat melejit kemampuannya dalam memproses data. Tapi perkembangan kemampuan menulis tangan saya malah semakin menurun drastis. Dan saya terus terang tidak terbiasa bikin diary, otomatis tangannya kurang terlatih dalam menulis. Makanya posting saya gak nambah hampir tiga bulan. Tiga bulan bukan waktu yang sedikit, banyak yang bisa dikerjakan dalam kurun waktu itu. Dan saya cuma wira-wiri mengerjakan yang lain. “Tiga bulan kamu cuma wira-wiri doang, enak dong,” celetuk seorang kawan yang tidak memahami perasaan seorang pengangguran kayak saya. *awas loe yang suka nyeletuk ntar kalo gua kaya loe bakalan gua traktir makan-makan di boloo2 atau ayam bakar mas mono =))* Alhasil tidak ada satupun tulisan yang berhasil diselesaikan dan di posting dalam kurun waktu yang sangat lama itu.
Nah, tulisan ini saya kerjakan sambil mengedit foto-foto SPREI, BED COVER dan BANTAL SELIMUT yang mulai saya jajakan ke beberapa teman di daerah. Beruntung punya teman yang baik hati dan bersedia meminjamkan notebook kepada saya malam hari waktu dia tidur. Kalo siang jelas gak bisa, laptopnya dipakai dibawa ke tempat kerja maneh na. Gitu, bos. Sekian dulu, ya. Silahkan menikmati foto jualan saya, jika anda berminat jangan malu kontak saya aja lewat hp : nol delapan satu lima tiga dua empat dua tujuh lima empat lima atau via japri saya : alris587 [at] gmail dot kom. Koleksi yang kami ada stok adalah Sprei merek My Love, My Mode, Internal, Belladona; Bed Cover merek Kintakun, My Mode, Majesty, My Love, Belladona; Bantal Selimut merek Kintakun, Chelsea, My Love; Bantal Cinta merek CIN; Matras merek Romfe. Salam.
Sprei dan Bed Cover My Mode & My Love

Bantal Selimut Chelsea
Sehari sebelum posting ini saya publish meledak lagi bom di hotel JW Marriott dan hotel Ritz Carlton. Dan sewaktu saya baca berita online di detik.com sudah banyak jatuh korban jiwa. Sungguh perbuatan biadab yang membunuh dan menyengsarakan banyak orang. Dengan pemilu yang relatif aman dan keamanan selama ini rada kondusif dengan adanya bom itu maka kembali orang asing menyangsikan keselamatan dirinya untuk datang berbisnis dan berusahan di bumi tercinta. Untuk meyakinkan orang luar akan keamanan di Indonesia dibutuhkan waktu yang lama, bro. Sektor infrastruktur yang mulai bangkit dan bergerak lagi setelah tengkurep waktu menjelang dan selama pemilu bakalan stand by lagi kayaknya, nih. Kalo begitu bakalan lama dong gua nganggur. Coba, siapa yang mau membangun kalo main bom begituan. Ah…!!! sebel saya sama kaum tukang meracik, bikin dan meledakkan bom yang meledakkan sesuatu gak tau juntrungannya. Semoga loe pade masuk neraka (doa pengangguran yang lagi sebel, jangan diikuti)
-
Arsip
- Desember 2009 (3)
- November 2009 (1)
- Oktober 2009 (2)
- September 2009 (1)
- Agustus 2009 (2)
- Juli 2009 (1)
- April 2009 (1)
- Maret 2009 (2)
- Februari 2009 (4)
- Januari 2009 (8)
- Desember 2008 (6)
- November 2008 (4)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS