Ada Apa, bro…
Sungguh saya tidak menyadari kalau hari ini, -maksudnya waktu saya memulai membuat tulisan ini untuk posting- telah memasuki tanggal sembilan bulan sembilan tahun dua ribu sembilan. Semua angka yang berakhiran dengan sembilan.
Bagi sebagian orang mungkin ini saat yang tepat untuk membuat sesuatu atau moment dalam hidup yang tidak terlupakan. Misalnya, bagi yang belum punya pacar pas tanggal sembilan bulan sembilan tahun dua ribu sembilan “nembak” cewek idamannya selama ini. Dan yang di “dor” nerima tembakan sang arjuna dengan hati berbunga, senang tanpa terpaksa. Pikir mereka dunia serasa milik berdua *yang lain ngontrak tanpa bayar* Atau yang sudah tunangan hampir karatan, jauh-jauh hari sudah merencanakan tanggal sembilan bulan sembilan tahun dua ribu sembilan menghadap petugas KUA untuk meresmikan hubungan, legal secara hukum agama dan hukum negara. Dan bukankah mumpung di bulan penuh barokah ini hal yang baik itu punya nilai lebih. Barangkali juga ada yang menunggu di tanggal, bulan, dan tahun itu untuk membuat “make a wish” untuk kehidupan yang lebih baik. Why not?
Bagaimana dengan saya sendiri? Yang jelas saya tidak butuh “nembak” pacar atau menghadap penghulu untuk nikah lagi. Lha, wong anak sudah dua orang dari satu orang istri. Kalo membuat “make a wish” mungkin bisa jadi untuk dipikirkan, bro. “Hari geneee masih bikin make a wish? Terlambat, coy,” celetuk seorang teman yang suka mengkritik tidak pada tempatnya. “Emangnya kalo mau mengkritik harus ada tempatnya, ya,” protes suara dari dalam diri saya.
Oke, ok kita tinggalkan soal make a wish dan kritik-mengkritik. Bagi saya tanggal sembilan bulan sembilan di tahun dua ribu sembilan ini, saya telah menjalani ibadah puasa bulan romadhon hari yang ke sembilan belas. Karena hitungan puasa saya mengikuti cara pemerintah c.q. departemen agama, maka sudah lebih separoh bulan latihan dan training iman ini saya jalani.
Seharus kalo sudah selesai training keimanan selama sebulan, keluarnya harusnya dengan performance diri yang maknyus. Harapan saya, sih, emang begitu. Cuma waktulah nanti yang akan membuktikannya.
Nah, bagaimana tanggal sembilan bulan sembilan tahun dua ribu sembilan ente?
catatan : Diperlukan waktu seminggu lebih untuk bisa tulisan ini dapat dibaca oleh saudara-saudara sekalian diseluruh penjuru bumi. Sungguh rupanya internet sudah jadi barang mewah bagi saya saat ini. Ibaratnya kata lagu bang Rhoma : kalau sudah tiada baru terasa…
-
Arsip
- Desember 2009 (3)
- November 2009 (1)
- Oktober 2009 (2)
- September 2009 (1)
- Agustus 2009 (2)
- Juli 2009 (1)
- April 2009 (1)
- Maret 2009 (2)
- Februari 2009 (4)
- Januari 2009 (8)
- Desember 2008 (6)
- November 2008 (4)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS