Terdamparku Disini

Disinilah aku sekarang, di pedalaman Ketapang. Sebuah kabupaten yang termasuk ke dalam wilayah Propinsi Kalimantan Barat. Kabupaten ini juga beribukota sama dengan nama kabupatennya, yaitu Ketapang.

Mengapa aku bisa sampai di Ketapang? Apakah aku dipindahkan tukang sulap, ilusionis, mentalis, hipnotis dan sejenisnya itu sehingga bisa berada di Ketapang? Atau ketika bermimpi aku berjalan bisa melewati segala rintangan, berjalan diatas air,  bisa terbang juga, tahu-tahu sampai di Ketapang? Kawan, semua itu tidak terjadi atas diriku. Kalau ilusionis, mentalis, hipnotis, tukang sulap dan sejenisnya itu bisa memindahkan orang antar pulau secara massal pemerintah tidak perlu pusing memikirkan segala macam moda transportasi massal yang terjangkau oleh daya beli rakyat. Pemerintah cukup mengadakan tukang sulap dan konco-konconya sebanyak-banyaknya. Hanya diperlukan usaha menyekolahkan rakyat untuk dibentuk jadi tenaga handal untuk jadi ilusionis, mentalis, hipnotis, tukang sulap yang nantinya bertugas sebagai alat mobilitas yang murah dan efektif. Bisa dipastikan biaya untuk menyekolahkan tukang sulap dan sejenisnya itu jauh lebih murah daripada biaya pembangunan infrastruktur transportasi. Tapi syukurlah pemindahan orang dan benda lainnya oleh seorang tukang sulap dan kaum sejenisnya hanya terjadi di acara televisi yang ditayangkan malam hari.

Ikhwal keberadaanku bisa sampai di Ketapang jelas melalui alat transportasi, tidak bisa bim salabim, abra kadabra, lalu secepat kilat -kilat yang mendahului datangnya petir itu- dalam hitungan detik diriku mencelat terbang melayang secara ajaib tanpa dilihat mata manusia dan tiba-tiba sampai di Ketapang. Tidak sesederhana dan semudah itu. Ada proses yang aku lalui secara kasat mata.

Kemiskinan sering membawa orang kepada hal-hal yang tidak baik. Itu sudah sering dikatakan para pensyarah agama. Para penganjur kebaikan yang tanpa mematok tarif itu, -semoga saja tetap begitu adanya- menganjurkan supaya memerangi kemiskinan dengan usaha yang sungguh-sungguh. Kalau pemerintah jangan ditanya lagi, memanglah tugas pemerintah menghilangkan rakyat yang miskin. Eh, salah omong, maksudku pemerintah berkewajiban mengentaskan kemiskinan dari rakyatnya. Terkadang sering kemiskinanlah yang terlebih dahulu melenyapkan rakyat tidak berpunya dari muka bumi daripada usaha pemerintah. Misal, seorang penduduk meninggal dunia terkena sakit malaria karena tidak terobati. Dia tidak sanggup beli pil kina yang murah, murah versi yang punya uang tentu saja, tersebab kemiskinannya.

Kadang aku bertanya, biarlah itu jadi pertanyaan konyol, benarkah pemerintah berusaha melenyapkan kemiskinan? Sekian bulan menganggur tidak ada satupun  pegawai pemerintah yang menemuiku untuk sekedar bertanya mengapa aku menganggur. Bahkan Pak RTpun, kalau Beliau itu masih dianggap sebagai kepanjangan tangan pemerintah, tidak sudi menanyakan statusku apakah masih berstatus pegawai swasta sebagaimana aku dulu mengisi formulir untuk membuat KTP dan pada baris pekerjaan kuisi dengan kata pegawai swasta. Aku, orang udik ditengah kota, merasa dicuekin. Diabaikan kadang terasa sangat menyedihkan. Apalagi, ada aparat pemerintah, yang menawarkan solusi atas persoalan pengangguran yang saya hadapi. Tidak ada itu, kawan! Dari situasi seperti itu aku suka mengambil kesimpulan dini dan mungkin saja tidak benar, -suka-suka yang menilailah-,  pemerintah memang tidak ada urusan dengan aku sebagai pengangguran. Beda kalau aku ini pengusaha atau menduduki jabatan puncak suatu perusahaan bonafid  pasti ada perhatian pemerintah kepadaku. Lha, iya, pasti ada perhatian minimal tersangkut pajak yang harus kusetor kepada pemerintah. Aku adalah penduduk negeri, rakyat yang jadi pengangguran. Dan rupanya pemerintah tidak peduli denganku. Karena aku adalah adalah rakyat, maka pemerintah tidak peduli dengan aku tersebab pengangguran. Amboi..! Sungguh suatu konklusi yang prematur hasil olahan pemikiran yang dangkal tanpa data valid, hanya berdasar rasa putus asa seseorang tanpa pekerjaan. Kesimpulan ngawur ini tidak dianjurkan untuk diikuti.

Daripada meratapi kegelapan, nyalakanlah lilin untuk menerangi kegelapan itu. Demikianlah nasihat bijak yang sering kubaca di buku-buku motivasi dan self help. Aku mengartikannya daripada menyalahkan pihak lain, -pihak pertama yang pasti disalahkan oleh para penganggur pasti pemerintah- lebih baik berbuat untuk memecahkan masalah diri sendiri. Mengharapkan orang lain untuk memecahkan masalah diri sendiri adalah perbuatan langka yang jarang ditemui dijaman nafsi-nafsi ini. Orang lain sudah sibuk guna menyelesaikan problemnya sendiri, sehingga tidak punya waktu untuk menyelesaikan masalah orang lain. Tapi, kawan, untuk membuat masalah kita selesai memang melalui orang lain atas usaha kita sendiri. Tuhan pun akan membantu menyelesaikan masalah kita melalui perantara orang lain. Dan pertolongan Tuhan datang melalui silaturahmi. Artinya punya hubungan baik dengan sesama. Maka berderinglah teleponku disuatu hari.

“Halo..halo…,” suara seseorang dari seberang sana, suara yang sudah kukenal.

“Halooo…,” aku jawab dengan huruf O dibunyikan panjang untuk meyakinkan kalau dia mendengar suaraku.

“Gimana kabar, bos.”

“Baik, juragan.” jawabku

“Ngerjain proyek dimana sekarang?”

“Sudah hampir dua bulan ini nganggur,” aku menjawab dengan penekanan pada kata nganggur.

“Mau gak kerja di Kalimantan?”

“Asal cocok, kenapa tidak?”

“Saudara saya lagi cari Pelaksana untuk proyek infrastruktur kebun sawit di Ketapang.”

“Boleh, boleh… Aku minta nomor teleponnya, ya. Aku akan hubungi langsung saudara Pak Warno itu. Nanti kutanyakan bagaimana prosedurnya kepada dia,” kataku bersemangat macam anak kerbau yang baru ketemu induknya setelah disapih tiga hari. Gembira bukan kepalang.

“Namanya Mukhlas, ini nomor hpnya. Catat ya, nomornya: nol delapan satu dua, satu nol tiga enam, lima nol….(edited).”

“Ok, sudah kucatat. Suwun, yo. Kuhubungi dia secepatnya, abis ini aku SMS dulu dia untuk perkenalan.”

“Iya, semoga sukses,” kata teman saya itu. Setelah sedikit bercerita ngalor-ngidul kami mengakhiri percakapan itu dengan sebuah ucapan salam keselamatan cara agama yang saya yakini.

Usai pembicaraan pertelepon yang membahagiakan itu, aku berkirim SMS kepada saudara Mukhlas, isinya mengenalkan diri dan menanyakan kebenaran informasi dari saudara sepupunya. Hpku kembali berdering, dilayar kubaca nama Mukhlas.

“Halo, halo, ini mas Alris, ya?” suara Mukhlas dari seberang sana.

“Ya, saya sendiri.”

Rupanya Mukhlas sudah mendapat sedikit informasi mengenai pengalaman kerjaku dari saudara sepupunya. Juga  profil tentang aku sudah diceritakan seperlunya oleh saudara sepupunya itu.

“Gimana, emang minat mau kerja di Kalimantan?”

“Kalau cocok kenapa tidak?” jawabku

“Saya butuh Pelaksana dan dua orang Logistik proyek. Kalau mas Alris minat, bikin surat lamaran lengkap antar langsung ke PT….(edited) alamatnya di Jl. Hayam Wuruk no….(edited), Harmoni, Jakarta.”

“Oke, mas. Aku bikin lamaran lengkap itu. Nanti hari rabu kuantar ke alamat yang disebutkan tadi. Terima kasih, lho, sudah kasih info ke aku.”

“Nanti kalau ada yang tanya, bilang rekomendasi dari Mukhlas, Site Manajer yang di Ketapang. Kalau bisa ketemu Pak…(edited) sekalian. Itu direktur operasionalnya,” Mukhlas menjelaskan.

“Ok, mas, siap,” jawabku. Kegembiraan terpancar di wajahku secerah sinar matahari menjelang sore Jakarta saat itu.

Setelah berbasa-basi dan saling mengucapkan sukses, pembicaraan indah itu aku akhiri dengan ucapan salam khas yang berlaku umum versi agama yang aku anut.

Esoknya aku menyiapkan persyaratan yang dibutuhkan untuk sebuah lamaran pekerjaan. Membuat surat lamaran kerja; curriculum vitae bin riwayat hidup; memfotokopi ijazah, surat pengalaman kerja, KTP, SIM C; membuat pas foto ukuran 4×6 cm. Bahkan NPWP pun saya buatkan hardcopy-nya,-rasanya tidak afdhol hidup kalau berdiam di negeri gemah ripah loh jinawi tidak punya NPWP, bayar pajak itu lain persoalan. Setelah semua syarat untuk sebuah lamaran pekerjaan lengkap, seluruh berkas itu kumasukkan ke amplop berwarna coklat yang bertali diujungnya. Besok hari akan saya antarkan lamaran itu ke perusahaan kontraktor yang diinformasikan oleh sdr. Mukhlas.

Rabu, 7 Juni 2010, -Kawan, aku ingat persis tanggalnya- hari itu sekitar jam sembilan pagi dengan keyakinan tinggi dan rasa optimis meluap aku berangkat dari tempat kumenginap di Depok. Dengan konsentrasi terpusat pada jalan raya yang dilalui aku melaju pakai sepeda motor buatan Jepang menuju kantor perusahaan kontraktor yang akan kulamar itu. Dibutuhkan waktu dua jam dari Depok sampai ke daerah Harmoni, Jakarta dimana lokasi perusahaan itu berada. Setelah menemui pegawai front office, menyampaikan maksud kedatanganku, aku disuruh oleh pegawai itu menghadap Bapak J yang berada di lantai dua kantor itu. Aku naik ke lantai dua, masuk ruangan Bapak J langsung diterima yang bersangkutan. Aku serahkan berkas surat lamaran. Dibaca Beliau, lalu:

“Sudah lama kenal sama Mukhlas?”

“Baru, Pak,” kataku.

“Saudara sepupunya temanan sama aku, kami  pernah bekerja dalam satu proyek yang sama,” aku menambahkan. Setelah sedikit bicara pengenalan diriku, Bapak J memberitahukan, bahwa wawancara berikutnya seminggu lagi, masalah teknis, akan dilakukan oleh Bapak A. Aih.., kata wawancara selalu bikin aku dagdigdug.  Basa-basi ala kadarnya, lalu aku mohon diri dari ruangan Bapak J dan segera pulang.

Seminggu kemudian aku kembali menyambangi kantor perusahaan, bertemu dengan Bapak A. Setelah berkenalan, Bapak A membaca cvku dan mulai bertanya atas pengalaman kerja yang tertulis di cv itu. Aku memberikan penjelasan singkat, tidak bertele-tele, jelas dan langsung kepada apa yang dimaksud oleh yang tertulis dalam cv itu. Beliau cukup puas mendengar penjelasanku. Atau mungkin dia punya waktu pendek sehingga sengaja menunjukkan raut muka puas, mana taulah awak!

Bapak A berkata, “Semua penjelasan tadi perlu pembuktian dilapangan. Bisa saja cv dibuat sebagus mungkin, tapi kalau tak cakap dalam bekerja? Manalah laku.” Aku mengamini sabda Beliau dengan takzim. Lalu Bapak A memberikan tantangan untuk berangkat ke lapangan dalam waktu dekat. Lapangan adalah penamaan lain dari proyek yang sedang dikerjakan biasanya berada jauh dari kantor. Aku terima tantangan itu dengan syarat hari raya lebaran idul fitri aku dipulangkan ke Jakarta transportasi ditanggung perusahaan. Lalu aku minta dievaluasi  setelah lebaran. Kalau kinerjaku memuaskan perusahaan, silahkan dikirim lagi ke proyek. Jika performace aku tidak memberikan kontribusi positif buat perusahaan kontrak kerja antara aku dan perusahaan tidak usah dilanjutkan. Beliau setuju dengan permintaanku itu. Aku kembali disuruh menghadap Bapak J tiga hari setelah wawancara itu.

Sesuai dengan yang dijanjikan Bapak A supaya menghadap lagi ke Bapak J, maka tiga hari kemudian aku bertemu lagi dengan Bapak J. Pembicaraan dengan Bapak J berlangsung tidak terlalu lama, sekitar setengah jam. Beliau cuma menjelaskan hak yang saya terima sebagai karyawan, contact person, jalur komunikasi dalam proyek dan kapan aku diberangkatkan ke lokasi proyek di Kalimantan. Pada saat itu aku minta draft kontrak kerja dengan  perusahaan. Setelah item-item kontrak disetujui, pada saat itu juga kontrak kerja langsung aku tandatangani. Tiga hari setelah penandatangan kontrak kerja, aku diberangkatkan ke  lokasi proyek yang berada, nun jauh, di pedalaman Ketapang, Kalimantan Barat. Kenapa nun jauh? Dusun terdekat dari proyek, yaitu dusun masyarakat Dayak setempat, berjarak 10 kilometer. Kalau mau ke ibukota kabupaten, Ketapang, maka harus berkendara motor selama lebih kurang delapan jam, -kalau cuaca baik- dengan sekali menyeberangi sungai dengan perahu klotok. Angkutan umum hanya ada dalam mimpi. Bahwa mimpimu akan jadi kenyataan, yaitu ada jalan negara dengan perkerasan yang memadai, tunggulah waktu 10 atau lima belas tahun lagi. Itupun Anda belum keburu dipanggil ke alam lain oleh Sang Khalik. Proyeknya berada di tengah kebun sawit milik salah satu konglomerat negeri ini.

Dimulailah pengabdian, penghambaan diri tepatnya, untuk orang lain jilid berikutnya dalam hidupku. Inilah keadaan benci tapi butuh.
Tulisan ini ada copy paste-nya disini.

catatan lebay:
Atas kebaikan Site Manajer Proyek aku bisa mengetik dan posting tulisan ini. Terima kasih IndosatM2.
Aku posting tulisan ini dengan diiringi lagu Nikita by Elton John. Ingatanku melayang ke anak-anakku, airmataku meleleh. Cengengkah..?


186 Tanggapan to “Terdamparku Disini”

  1. Wempi Says:

    Wah ketapang jadi ingat kawan disana, ketapang jadi kerampang

  2. nurhayadi Says:

    Semoga sukses dunia akhirat mas, semoga pilihan hidupnya berkah

  3. Annisa D. Anggraini Says:

    teman saya juga terdampar di ketapang. dan cerita2 nya juga mirip ama cerita di atas. bener2 kasian saya ngliat dia..

    tapi..apapun yang harus dijalani, harus dinikmati.mungkin ini jalan buat dapetin pahala dengan jalan ikhlas. semoga bisa memajukan ketapang, . . . :D

  4. HALAMAN PUTIH Says:

    Sabar dan tawakal, insya Allah akan membuahkan hasil yang kita harapkan.

  5. nindaaa Says:

    kemana aja ris? saya juga lama ngga kesini sih

  6. sky Says:

    semua demi penghidupan yg lebih baik….mau diapalagi …terpaksa menghamba dulu…. :D

  7. Denuzz BURUNG HANTU Says:

    sedih juga ya kalo keadaannya begini …
    apalagi harus mencari nafkah jauh dari keluarga dan di tempat yang begitu asing …
    sabar, kak … Tuhan selal puny arencana baik untuk makhluk-Nya …

  8. achoey Says:

    Tetap semangat
    Semoga sukses!

  9. iLLa Says:

    dimanapun kaki berpijak, disitu langit dijunjung ^^
    *dah bener gak ya, redaksi kata2nya?

  10. deady Says:

    semoga pekerjaan ini diridhoi Allah selalu ya, mas.
    sukses selalu untuk, mas:)

  11. atanotonogoro Says:

    semangat aja. sukses. yang penting niat awalmu apa. kejar dong :D raih. reach reach. up up! hahahaa.

  12. ThomasSabo Says:

    It’s the very thing i want to catch. Thanks!,.

  13. mariasunarto Says:

    meniti kehidupan menjalani berat tapi itu pembelajaran yang membuat kita menghargai orang tua kita,bagaimana mereka juga pernah menjalani hidup ini dengan tabah. salam hangat buat keluarga ya mas .

  14. Mega Says:

    selamat bertugas bang

  15. probangun Says:

    semoga sukses dan tetap semangat brother….salam kenal

  16. edda Says:

    berkunjuuung :D

    asal jgn terdampar di gurun pasir aja :D

  17. Yohan Wibisono Says:

    Nice Article, inspiring. Aku juga suka nulis artikel bidang bisnis di blogku : http://www.TahitianNoniAsia.net, silahkan kunjungi, mudah-mudahan bermanfaat. thx

  18. Cheap Silver Jewlry Says:

    This is the wonderful thing i spend long time to find

    it.

  19. thomas silver jewelry Says:

    It’s the very thing i want to catch. Thanks!

  20. dina.thea Says:

    semoga sukses dan dimudahkan ya urusannya

  21. mandor tempe Says:

    tetap semangat meskipun bekerja di tempat yang jauh di sana

  22. dhodie Says:

    Dinikmati saja bro.. In the name of experience, sapa lah tau nanti pengalaman itu berguna untuk jenjang karir berikutnya.

    Keep fighting ya!

  23. luvi Says:

    semangaaat!!! semoga bisa segera berkumpul dengan anak2 di rumah.. :)

  24. adexz Says:

    tetap semangat ya kawan……………!!!!

  25. Saung Web Says:

    Ini namanya perjuangan hidup sob.. selamat berjuang ya

  26. Link Tea Says:

    Lama2 juga terbiasa .. asal jangan terdampar di kutub utara aja hehe

  27. b43r Says:

    iya mas semua juga butuh adaptasi toh ?

  28. airachma Says:

    jadi ikut sedih…pas bilang kangen anak-anak…

    semangat pak!

    insya allah ada berkah untuk pengorbanan dan ibadah bekerja :)

    amin

  29. ichanx Says:

    wah… selamat dapet kerjaan baru uda alris… semoga betah, dan jadi pilihan yang terbaik yaaa

  30. moxie Says:

    semoga sukses yaaa

  31. katakatalina Says:

    jauh sekali memang, 2 kali naik pesawat kalo dari jakarta. saya pernah ke sana, dan jatuh cinta pada udangnya yang gede gede.
    salamat berjuang di sana kawan, alhamdulillah rejekinya di sana. semoga bisa enjoy

  32. ceritapenulis Says:

    met bertugas ya

  33. Zico Alviandri Says:

    Sudah suratan, da. Jalani saja dengan optimis :)

  34. unires Says:

    selamat bertugas ya mas, semoga sukses dunia khirat

  35. fitr4y Says:

    keadaan benci tapi butuh .. hehehe :D

  36. fitr4y Says:

    ckckck … masih terdampar th ???

    lama bgt, hayooo semangat, tulis semua kisah kerja mu biar ku baca,,,

    salam :D

  37. ai Says:

    selamat bertugas… :D

  38. Runa Van Error Says:

    Berjuang mas
    nangis bukan berarti cengeng

  39. Bang Aswi Says:

    Ingin sekali bermain ke daratan Kalimantan. Itu yang sayah rindukan (sebenarnya ingin berkelana ke luar Pulau Jawa). Mungkinkah?

  40. yuditav69 Says:

    Salam kenal

  41. N@n@ng Says:

    Itulah kehidupan mas, tanpa kita rencanakan karena ALLAH azawajala yang punya rencana.

  42. Nanang Abdullah Says:

    Semoga tetap semangat, kalau sudah beradaptasi akan terbiasa juga

  43. Karina Says:

    semoga kuat menghadapi semua cobaan, dan selalu sukses menjalani pekerjaan ya mas! salam kenal. :)

  44. Ali ridha Says:

    bisa aja aku mahu ke sana.

  45. ysalma Says:

    Ketapang masih Indonesia juga,, masih negeri tercinta ini,
    so tetap semangat meraih mimpinya, anda yakin semua bisa :)

  46. Danu Akbar Says:

    wah.. panjang ceritanya.. blm sempet baca sampe abis nih. hehe

  47. iam Says:

    Tetep semangat dan harus kuat :)

  48. niQue Says:

    Banyak kata bijak yang bisa jadi ditulis di sini untuk melipur hati yang nelangsa, mencari nafkah untuk keluarga tapi harus berjauhan dari mereka hiksss…
    tapi mari kita coba syukuri, jika sekarang sampeyan sudah sampai di Ketapang berarti itulah yang terbaik dari Yang Maha Kaya, di sanalah Dia ijinkanmu menjemput rejeki dariNya.
    ketimbang di ibukota juga susah, malah bikin anak istri makan senin kemis? Sing ikhlas ya mas, sing sabar, tetap semangat, tetap berbagi lewat blog ini.

    salam kenal!

  49. kawanlama95 Says:

    Selamat ya dah kerja di situ semoga tetap betah dan mesyukuri apa yang didapat, jangan lupa ya kalo pesen kue ke http://kawanlama95.wordpress.com/2011/02/01/cara-membuat-brownies-coklat/

  50. unggulcenter Says:

    Haru berani untuk memutuskan, ketika sudah memutuskan, harus berani untuk menanggung resikonya…

    Pertimbangan paling penting adalah masalah keluarga .. kalau single saya yakin Mas Alris sudah hantam saja ya nggak.. Jadi, banyak2 beribadah dan kuatkan hati dan berikan yang terbaik. Jika suatu waktu tiba2 rasanya mau pulang dan pindah dari jenis pekerjaan ini, Do It! Jika masih enjoy, enjoy it!

    Semoga sukses!

  51. pink Says:

    semangat terus. jalani aja. jangan lupa berdoa. pasti sukses.

  52. ToPu Says:

    niy kisah ditulis waktu ngantor kah…

  53. ladeva Says:

    Heiiii Pak Alris, Bapak dapat award dari saya nich http://ladeva.wordpress.com/2011/02/06/award-pertama-saya/

    Cek ya :)

  54. mrpall Says:

    hmmmm aku juga pernah tuh terdampar tp di kasur…piss….salam knal

  55. nitnot Says:

    perjalanan yang panjang ya…. bagus ceritanya…

  56. Al's Says:

    thanks bro dah berkunjung di blog ane, masalah terdampar ga sah resah pun tak perlu gelisah, selama masih bisa online plus blogging enjoy aja….

  57. Lintang Hamidjoyo Says:

    Kok nyasar sampai sana, 7 thn lalu masih serem daerahnya, magic nya bo’ kata org, katanya tempat tongkrongan mafia kayu….ga tau skrg….

  58. abu4faqih Says:

    Subhanallah, demi anak-istri bekerja jauh di seberang lautan, semoga berkah ya Mas. Allah melindungi mereka, insya’Allah. Jangan lupa do’a setelah sholat :)
    Saya pernah juga ke Kalbar tapi cuma semingguan, pengalaman yang tak terlupakan masuk ke pedalaman Borneo. Sukses, Mas. Btw, gak sempat update blog ya, sudah lama banget. Jangan-jangan sudah pulang dari sana :D

  59. diajeng Says:

    semoga segera bisa berkumpul dengan orang2 yg disayanginya ya :) semangaaaat :)

  60. TUKANG CoLoNG Says:

    di kalimatan ada ketapang juga ya? kiraen di jatim aja.. :D

  61. resep masakan Says:

    Hidup memang sarat makna dan penuh perjuangan kawan.. gutlak..

  62. Pendar Bintang Says:

    Perjalanan yang seru…..ini yang dinamakan perjuangan! Selalu semangat!

    Kebetulan ada sepupu yang kerja di daerah sana yang sering cerita kek gini…jadi bisa membayangkan…..

    Selalu semangat dan Semoga benci jadi cinta :)

  63. rinaldirusli Says:

    Wah menemukan lagi guru kebijakan.

    salam kenal,

    newbie blogger

  64. decrewz Says:

    Teringat pulak Jai pada kenangan zaman sekolah. Masa tu Jai ada tubuhkan satu kumpulan motor yang diberi nama ‘KRT – Ketapang Racing Team’…

  65. EdaLatiff Says:

    salam kenal..

    kunjungan balas disini..=)

  66. djemari Says:

    trimakasi info na sobat,,, nice post

  67. awan sedang mendung Says:

    kata orang : hidup itu mudah, jalani saja dan jangan lihat ke belakang..
    tapi lagilagi itu cuma katakata. kita sendiri yang ngasi kekuatan ke katakata itu. selamat berjuang bung. yakinlah semua akan dibalasNya. ingatlah, semua orang juga berjuang. banyak juga yang gagal.

  68. rawins Says:

    enak yah kerja di sawit..?
    santai saja bos, aku juga terdampar di bartim ngurusin batu bara…
    heheh

  69. rinaldimunir Says:

    Terharu membaca perjuangan Pak Alris, semoga sukses dengan pekerjaannya dan mendapat rezki yang barokah.

  70. alrisblog Says:

    @ Pak Rinaldi,
    Terima kasih sudah berkunjung. Semoga doanya dikabulkan, Amin.

  71. abdee Says:

    begitulah nasib hidup diperantauan mas .. tetap semangat !! hidup itu perjuangan tanpa henti-henti .. berjihad demi menafkahi anak & istri, sukses mas. :)
    btw, makasih dah mampir ke blog saya.

  72. Sya Says:

    Semangat berkerja ya, demi masa depan yang cerah :)

  73. gogo caroselle Says:

    Hello ketapang!! :)
    nice words ris…, dan semoga sukses ya di ketapang!
    salam kenal and cherios! :)

  74. wahyu nurudin Says:

    nagnggur itu enaknya punya waktu yang buanyak sekali. bisa ke mana- saja. asal gratis. kalau nganggur cari aja mlm gimana?

  75. gege_riyadi Says:

    sebuah pelajaran hidup yg menarik,.. baik utk saya yg masih muda, tentang pilihan utk memilih

  76. aRuL Says:

    Menikmati hidup di tempat kerja, semoga menyenangkan, banyak pelajaran hidup yg bisa didapatkan di sana…. :)
    semoga sukses

  77. Kurnia Septa Says:

    sama saja, saya juga ditemaptkan di daerah terpencil dengan jalan yang sulit, :(

  78. Saiful ghozi Says:

    suatu saat kerja di lokasi seperti itu menadi kenangan yang tak aka terlupakan. Saya 3 tahun di Nanga Pinoh kalbar juga, di lokasi perusahaan Kayu. salam..

  79. Anugrha13 Says:

    semangat…semoga semua bisa dilalui dengan hati gembira :)

  80. zee Says:

    Saat harus ke tempat yang rasanya asing, karena bahasa, makanan, lingkungan, memang pasti ada sedikit rasa kurang nyaman dan terasa sepi pula.
    Mudah2an sih makin lama makin betah ya.

  81. oil and gas gift Says:

    bagus sekali tulisannya mas

  82. bisnis antigagal Says:

    nice info..!! terus posting ya..!

  83. maman Says:

    wahaha….
    nais post gan….

  84. mpokb Says:

    Rasanya saya belum pernah mengambil keputusan seberat itu. Salut saya atas keberanian Bung Alris. Semoga ini jadi keputusan terbaik.

  85. adelays Says:

    Menyambangi sahabat Alris di siang hari..
    Apa kabarnya nih.. kok nggak update sejak lama, sahabatku ??

  86. Watch The Cape Says:

    Hidup memang penuh misteri

  87. munir_jb Says:

    :), apapun jalan kita, selama kita menanggung segala amanatnya, pasti kebaikan akan selalu kita terima. dalam bentuk suka maupun duka.

    salam kenal :D

  88. bchree Says:

    di manapun kakai berbijak di situ langit dijunjung ….. kata-kata ini salalu saya titipkan pada sahabat yang akan pergi keperantauan. hari ini juga pingin saya sampaikan ke sahabatku satu ini, salam kenal semoa sehat dan selalu dilindungi-Nya
    …………………………………………….
    mohon maaf, mohon doa dan bantuannya di
    http://bchree.wordpress.com/2011/03/09/mohon-do’a-dan-bantuannya/
    jazakumullah

  89. Watch Archer Episode 2 Says:

    Semua itu pasti ada hikmahnya…

  90. syaiful Says:

    Assalamualaikum.

    Ketapang kalau tidak salah pohon kayu daunnya besar besar bagus untuk hiasan di depan rumah sebagai pelindung.
    mudah mudahan nyaman di tempat yang baru dan selalulah berkarya.

    “Jangan Berhenti Tangan Mendayung, Nanti Arus Membawa Hanyut” salam kenal blognya bagus.

  91. Sawali Tuhusetya Says:

    selamat bekerja di tempat yang baru, mas alris, semoga tambah semangat, sukses, dan menghasilkan banyak rezeki yang barokah, amiin.

  92. grosirseragamsekolah Says:

    nice post bro.. sukses selalu blognya

  93. TUKANG CoLoNG Says:

    komennya hampir seratus! keren

  94. holichaxor Says:

    iya banyak banget comment nya y pak, sipp dech, great m8

  95. ipungmbuh Says:

    Wah keluarga besar Isat ya? sama dengan saya dulu.
    Sukses, Mas. :D

  96. Artikel Internet Says:

    Mantab.., Jarang update nih gan :D

  97. sriherlina Says:

    sabar ya teman..

  98. Short Sales Says:

    semoga bisa bermanfaat untuk semua

  99. edratna Says:

    Sekarang di Ketapang ya…..
    Jika dinikmati dan kita menyenangi pekerjaan kita, tak terasa maka kita juga akan krasan. Apalagi menyenangkan, jauh dari kemacetan.

  100. aryna Says:

    Salam kenal,
    Tidak ada sedikitpun hikmah yang dapat dipetik dari ‘pengangguran’
    Apapun aktifitasnya yang penting berkarya
    Semoga sukses, sentosa, berkah selalu…^_^

  101. Sukadi Says:

    tetap semangat, keluarga memang punya daya magnet yang luar biasa, mereka bisa membuat kita tertawa, dan pula menangis…
    semoga sukses :)

  102. halobro Says:

    moga sukses ya bos. salam

  103. Resep Makasan Says:

    Blognya bagus, tapi sayang udah gak pernah di update ,…. hehe, salam senal

  104. Resep Masakan Says:

    Blognya bagus, tapi sayang udah tidak pernah di update .. salam kenal ..

  105. boyin Says:

    lama2 akan kerasan kok mas…apalagi kalo alam yang alami dibandingkan dengan sumpeknya jakarta, maka mas alris akan senang dan betah disana…

  106. maket kapal Says:

    pokoknya semangat deh

  107. rumah minimalis Says:

    Salam kenal,
    Tidak ada sedikitpun hikmah yang dapat dipetik dari ‘pengangguran’
    Apapun aktifitasnya yang penting berkarya
    Semoga sukse selalu

  108. bensap Says:

    wowowowowowoodfsf

  109. salamsayang.com Says:

    Ijin singgah y OM..
    saya lg blogwalking

  110. forex Says:

    waw cerita yg fantastis.. lumayan buat artikel tugas sekolah om. makasih ya om

  111. Harga Hotel Indonesia Says:

    Lama tidak bikin tulisan lagi, ayo menulis lagi dong

  112. Nevients – Today Headline Says:

    Tetap semangat dan berdo’a, hidup itu memang harus dijalani dengan kerja keras agar dapat sukses. salam kenal untuk anda..

  113. obinhut Says:

    salam dari anak kalbar di Sambas…

  114. vany Says:

    btw, skrg posisi dimana, mas?
    masih terdampar di ketapang?
    semoga sukses dg pekerjaan barunya ya…. :)
    dan blognya jgn lupa di-update dong…hehehe

  115. Fonega Says:

    kondisi pali ga enak beuuuh

  116. Fonega Says:

    hadapi dengan senyuman yah, kata Ungu begitu :D

  117. septarius Says:

    ..
    wah ceritanya panjang juga..
    semoga sukses ditanah rantau..
    ..

  118. ysalma Says:

    postingan barunya mana,
    udah merapatkan Ris, :)

  119. hanif mahaldy Says:

    wah, kalimantan, jadi kangen, saya 18 tahun di sana, dan mengadu nasib ke pulau jawa, pengen juga bisa jalan2 ke ketapang.

  120. 'Ne Says:

    Begitulah.. terkadang kita memang dihadapkan pada keadaan benci tapi butuh alias dipaksa kebutuhan, tapi semoga masih tetap menikmatinya..
    hati2 bertugas di sana, terutama masalah sawit di kalimantan rasanya bukan hal yang mudah menghadapi penduduk lokalnya..

  121. Kamal Hayat Says:

    Bisnis kelapa sawirt ya.. mau donk ikutan hehe

  122. tutinonka Says:

    Semoga kerasan dan mendapatkan kebaikan di Ketapang ya, bang Alris. Jika dikerjakan dengan sungguh hati dan dengan gembira, pekerjaan apapun pasti akan mendapat berkah Allah SWT.

  123. bowo Says:

    kisahnya bagus… perjalanan hidup yang bisa juga menjadi inspirasi untuk kita semua. dengan bersyukur kita pasti banyak mendapatkan hidayah dari-Nya.

  124. halobro Says:

    semangat terus bro…..

  125. aryabudi Says:

    penuh inspirasi…. semangat terus kawan…

  126. hanhan Says:

    Semua pekerjaan yang baik akan mendapatkan hasil yang baik pula, sukses selalu sobat…. :)

  127. imoe Says:

    apa kabar niyyy bro

  128. djangan pakies Says:

    saya juga pernah merantau 5 tahun ke pontianak, apa yang sampean rasakan walo beda namun kurang lebih sama. Semua butuh perjuangan, kesabaran, tawakkal dan Insya Alloh hasilnya menjadi barokah

  129. info kesehatan Says:

    semangat-semangat
    salam sukses,,,

  130. dewifatma Says:

    Ini postingan setahun lalu ya, Bang? Masih di Ketapang?

    Semangat..always semangaaattt..!!

  131. Baju Tanah Abang Says:

    yang sbar ya…slam kenal

  132. Berita Terbaru Says:

    semangat bang cerita yang inspiratif

  133. Gusti 'ajo' Ramli Says:

    tetap semangat dan selalu sabar…
    Garam Manis

  134. iwan prasetya Says:

    First; you’ didn’t like this. But, then, you will conditioned. Kayak saya Mas, wkt pertama terdampar di Kab Barito Timur, Kalteng. Sedih, 360 derajat beda dlm byk hal. Tp stlh saya pasrah dan belajar menelaah ada apa di balik semua ini, Tuhan, Allah, memberikan pertolongan2Nya dan membukakan mata saya; kenapa saya harus berada di tempat ini..Semoga Anda tetap bisa bertahan dan jadi pemenang

  135. Mbah Jiwo Says:

    Petualangan terus mas, maaf jujur saya ndak sempat baca semuanya, cuma judul ama beberapa paragraf.

    Doa saya untuk mas Alris, mudah2an sehat selalu dimanapun berada. Merdeka!!

  136. zulhaq Says:

    sakseus selalu di udara, laut dan daratan :D

  137. vizon Says:

    Hmmm… sudah setahun lebih petualangan baru ini ya Ris…
    Sepertinya bakal banyak cerita yang terekam olehnya.
    Ingin sekali mengetahuinya…
    Sudilah kiranya berbagi melalui postingan terbaru..
    Setuju, setuju, setuju…? hehehe…. :)

    @uda Vizon
    Setuju….*tapi ini bukan nyanyian koor di gedung terhormat…

  138. die Says:

    Kapan-kapan main ke Sintang atau Melawi mas….
    Mungkin bisa share ilmu persawitannya.

    @ die
    Ok, ditunggu undangannya, hehehe…

  139. marsudiyanto Says:

    inguk2 lagi dipostingan luamaaaaa

  140. gadgetboi Says:

    lakon kehidupan … :mrgreen:

  141. Ravens Says:

    Walau terdampar tapi akan punya banyak pengalaman. salam kenal pula

  142. nopha kartika Says:

    jauh juga ya terdamparnya sampai di kalimantan..
    mas,artikel barunya donk.ngga sabar pengen baca. he…he…he…

  143. mima Says:

    waaaahh.. jauh ya mas..
    demi keluarga berjuang ditempat yang nun jauh disana..
    mudah2n diberi kelancaran dan keberkahan ya mas ^^
    ditunggu tulisan berikutnya :D

  144. jelly gamat Says:

    wahh mantap mas,
    saya trtarik dengan kalimat “inilah kadaan benci tapi butuh”..

  145. Kakaakin Says:

    kalo sempat, mampir ke Samarinda ya…
    Hehehe…
    Masih suasana lebaran nih… maaf lahir batin ya…

    @ Kakaakin
    Kalo ada kesempatan iya ntar mampir. Sama memaafkan…

  146. Danu Akbar Says:

    Maaf mas, kalo boleh saya saran, hurufnya jangan di blog semua.

    Just in my humble opinion :)

    Salam menuju sukses,

    Danu Akbar.

  147. Irfan Handi Says:

    Akhirnya aku terdampar juga disini. Nitip jejak gan. http://irfanhandi.wordpress.com/
    Salam hangat dari Lombok.

  148. Ismail Agung Says:

    apakah ada orangutan di sekitar areal perkebunan sawit?

    klo ada, boleh kah minta infonya.

    thanks.

  149. sibair Says:

    Cerita yang sangat luar biasa mas.. :(

  150. dd Says:

    Ikutan mendamparkan diri di sini ya, met kenal aja….moga sukses blognya. met ngeblog….

  151. saya sendiri Says:

    selamat bergabung.. nice post :)

  152. gajah_pesing Says:

    jadi ikut merasakan apa yang ada disana.. jauh dari keramaian kota, terkadang memang jenuh namun dapat membawa ketentraman hati, selamat bertugas kawan.. semoga mendapatkan manfaat yang berarti disana :)

  153. sarahtidaksendiri Says:

    ketapang… aQ br denger nama itu.. hehe, maafkan sy.. >_<

  154. FirdausTech.com Says:

    Keren mas brooo ,., q juga suka berpetualang dan merantauuuuu,., lo di desaku merantau wajib jika orang itu sudah beranjak dewasa

  155. Corat Coret ala Paulina Says:

    kalau semua di jalani denga ikhlas jadi berasa ringan kok. sukses selalu ya….

  156. irfanandi Says:

    sy jg terdampar disini.. :D
    semoga sukses wahai sahabat,, ;-)

  157. Membuat Blog Gratis Says:

    semoga sukses di sana .

    salam kenal :)

  158. boyin Says:

    mas alris maaf baru bisa berkunjung….tetep semangat ya mas..semuanya memang untuk keluarga…

  159. obatalami27 Says:

    wah mantap mass makin nambah pengalaman tuh

  160. miawruu Says:

    waaah… keren pengalaman dan perjuangannya. trs skrg.. msh ttp kerja dikalimantan kah?? ceritain lg donk suka duka nya slm kerja disana :O

  161. bunga Says:

    dimana langit di junjung di situ bumi di pijak,,selamat bagi anak2 perantau

  162. giewahyudi Says:

    Ketapang itu jauh dari Samarinda ya?

  163. alkahfi77 Says:

    izin nyimak dulu sob,kunjungan perdana,,salam kenal kembali ya

  164. nona enno Says:

    jadi ikutan sedih nih.. :(

    yang sabar ya oom… :) tetep semangat dalam tiap harinya :)

  165. annesya Says:

    kunjungan pertama. salam kenal… :)

  166. Pengobatan Alternatif Herbal Says:

    Mudah-mudahan dalam pekerjaannya selalu mendapat rezki yang berlimpah dan barokah. salam…jamur dewa

  167. Iman Says:

    Wah lagi di kalimantan nih rupanya? Ada hari liburnya kan bro? #dikeplak

    tetap semangat dan nikmati kehidupan di sana, Insya Allah tetap menjadi hamba2 yang bersyukur. Sukses selalu :)

    @ Iman: sekarang udah di Jakarta.

  168. a! Says:

    karena tulisannya sudah panjang bukan kepalang, jadi aku komen singkat saja: kirain itu ketapang di banyuwangi. :)

    @ a! : Ketapang juga di Jakarta… :)

  169. miawruu Says:

    kapan update nya?? d tggu pengalaman lainnya looh :O

  170. Agen XAMthone Plus Says:

    Waduh pengalaman yang sangat mantab, di tunggu pengalaman yang lainnya..

  171. Penyakit Dan Obat Says:

    Pengalaman yang mantab,,
    ditunggu pengalaman yang lainnya , tentu nya yang lebih menarik

  172. Dokter Anak Says:

    hai..salam kenal yaaa…sukses buat anda

  173. sakti Says:

    terdampar ya, semoga betah kerjanya

  174. chiikum4risa Says:

    salam alris..
    kunjungan dari chii buat kamu..
    semoga ceria2 selalu =)

  175. baju wanita Says:

    jadi pengen main ke kalimantan lagi nih..heheheh…salam kenal yaa…

  176. Toko Bunga Says:

    Very nice story!!

  177. jarwadi Says:

    ketapang itu yang berbatasan dengan malaysia ngga? aku pernah ke pontianak satu tahun yang lalu. dari pesawat terlihat di sana tinggal tanah tanah gundul dan hutan hutan tidak banyak lagi :(

  178. jaket kulit garut Says:

    postingannya panjang, tapi entah kenapa kok saya gak bisa berenti baca.. kaya jadi teringat kisah saya sendiri mas.. saya juga parantau mas.. jangan menyerah.. terus berjuang..!!!

  179. monda Says:

    masih belu update ya?
    abisnya rajin komen tapi nggak ada artikel baru
    udah bolak balik ke sini lho

  180. nuuii Says:

    Pasti ada rencana indah dibalik sebuah peristiwa! SEMANGAT :)

  181. unggulcenter Says:

    Balik kesini… masih tulisan yang ini hehehe.. ayo om, apdeetttt

    @unngulcenter

    Sudah diupdate om…

  182. via Says:

    sy tau blog ini dr temen, katanya menarik….well sy iseng2 buka ternyata bener jg yaa…artikel2nya bagus nambah pengetahuan…dtggu updatenya ya

    @via
    ok, makasih kunjungannya.

  183. agen xamthone plus balikpapan Says:

    kren tuh kisah nya mas bro…
    lam kenal ya..

  184. nophakartika Says:

    good luck yaaaaaaaaaaa :D

  185. obat asam urat herbal Says:

    artikelnya sungguh ajib gan..

  186. jaket kulit Says:

    mantap nih artikel nya…sampai2 tidak beranjak dari tempat duduk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 87 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: