Kopi Ternikmat di Dunia

Saya mungkin sudah ribuan kali minum kopi (lebay dot kom), meskipun bukan seorang coffee addict. Sejak berumur enam tahun saya sudah menghirup dan menyedot cairan hitam pekat beraroma khas itu. Maklum sebagai petani yang salah satu usahanya adalah berkebun kopi, orang tua saya terutama ayah, adalah penikmat minuman kopi yang berhasil. Ya, berhasil setiap pagi membikin minuman kopi untuk dirinya sendiri kalau ibu saya lagi ngambek karena saban pagi harus menyediakan minuman kopi panas, minuman kesukaan suaminya. Berhasil  tiap pagi bangun subuh-subuh untuk menyalakan api di tungku, menjerang air sampai mendidih  dan membuat minuman kopi kalau dia lebih dulu bangun tidur daripada istrinya,-ya, iyalah ibu saya, karena selama hayat beliau dikandung badan saya gak pernah, tuh, punya ibu tiri. Berhasil menularkan kebiasaan minum kopi kepada tiga orang anak laki-laki, generasi penerus minum kopi selanjutnya.

Topografi daerah pedesaan dimana saya dilahirkan rupanya telah ikut berkontribusi melestarikan keturunan kami untuk menjadi peminum kopi dari generasi ke generasi. Daerah pegunungan dipagi hari memang berudara dingin, sehingga sangat cocok sekali bila menghangatkan badan dengan segelas minuman kopi dan menghirup asap rokok yang banyak mudharatnya itu. Sebelum melakukan aktifitas bertani meminum segelas kopi ini telah menjadi semacam tradisi dan ritual untuk mengisi perut dan menunda datangnya lapar lebih cepat. Sebagai bagian dari perbukitan Barisan yang memanjang sepanjang pulau Sumatera, tanah perbukitan di kampung saya, Muaralabuh, juga sangat cocok ditanam tanaman kopi. Sekitar tahun tujuh puluhan sampai tahun delapan puluhan kampung kami adalah salah satu penghasil kopi terbaik di Sumatera Barat. Jadi, ya, wajar saja kalau sebagian besar penduduknya peminum kopi. Lha, wong, penghasil kopi tentu yang jadi penikmat pertama enaknya hasil kebun kopi tentulah penduduk setempat. Tentu tesis ini akan berbeda kalau hal itu kita gunakan untuk pertambangan migas. Kalimatnya mungkin jadi begini: lha, wong, penghasil migas yang menikmati hasilnya tentu para pejabat terkait dan perusahaan multinasional situkang eksplorasi, dan produksi. Penduduk tempatan cukuplah sebagai penonton dan punya kebanggaan daerahnya masuk dalam peta dunia penghasil migas. Soal jadi penikmat seperti pekebun kopi lain cerita, coy…!!!     

Bagaimana dengan faktor keturunan? So, pasti sebagian besar penduduk pedesaan macam saya ini punya kebiasaan minum kopi turun-temurun. Tanah yang subur telah memanjakan tanaman kopi untuk tumbuh subur dan berbuah bagus. Karena punya tanaman kopi, setidaknya untuk kebutuhan sendiri, mereka, -para moyang saya- tidak perlu bersusah-susah blusukan ke Eropah untuk mendapatkan bubuk kopi. Cukup dengan mengolah hasil kebun sendiri, dan mereka sudah bisa mendapatkan bubuk kopi untuk kebutuhan keluarga. Begitulah yang saya lihat sendiri, ibu dari ayah saya alias nenek saya memang peminum kopi, ayah saya apalagi mungkin sudah kategori coffee addict. Macam minum obat saja ayah saya minum kopi, tiga kali sehari. Jadi kalau saya ikut jadi peminum kopi tidak ada kelainan, lha, wong dari sononya udah menurunkan gen pembawa sifat peminum kopi. Akan jadi lain kalau saya jadi peminum sereal, karena di kampung saya tidak ada tanaman sereal. Kalaupun saya minum sereal dipastikan itu sereal hasil impor dari negara jauh.

secangkir kopi nikmat

Sebagaimana ditulis di paragraf awal tulisan ini, saya minum kopi sejak berumur enam tahun. Setidaknya itulah yang saya ingat. Ketika kecil itu kebiasaan ayah saya yang minum kopi sebelum berangkat bertani rupanya menarik perhatian saya. Awalnya ayah saya tidak memberikan minuman kopi itu ke saya. Dengan mengatakan itu minuman obat, rasanya pahit. Kesan yang tertangkap diwaktu kecil ketika mendengar kata obat adalah rasanya pahit. Satu dua kali ayah saya memang berhasil membohongi saya untuk tidak ikut minum kopi ketika di pagi hari dia menikmati kopinya. Tapi lewat seminggu, karena ngototnya anak kecil, akhirnya ayah saya luluh juga. Diawali dengan mencicipi ujung sendok yang sudah dicelupkan ke gelas kopi, saya menikmati rasa minuman kopi pertama. Rasanya memang pahit, tapi ada terselip secercah rasa manis. Minum kopi perdana saya berakhir dengan kesan minuman kopi itu memang pahit dan tidak enak. Penilaian seorang bocah pasti. Saya penasaran, rasanya pahit tapi setiap pagi ayah rajin minum kopi. Suatu kali saya mencuri kesempatan minum kopi kepunyaan ayah tanpa di ketahuinya. Ndilalah, kok, kali ini rasa manisnya lebih dominan. Saya kepergok ibu ketika mau menikmati minuman kopi itu pada sendokan ke lima. Beliau cuma tersenyum dan bilang itu minuman ayah, anak kecil gak boleh minum banyak-banyak.

Puluhan tahun minum kopi apakah ada kelainan dengan ginjal anda? Sampai saat ini, puji syukur kepada Tuhan, seperasaan saya ginjal saya baik-baik saja. Berkemih saya sampai saat ini juga masih lancar-lancar aja, kecuali kalo lagi terserang sakit anyang-anyang karena meminum minuman panas dan dingin ber-es bersamaan dalam tempo yang tidak terlalu lama. Penyaring alami buatan Tuhan itu sampai saat ini masih bekerja normal menyaring minuman kopi dan minuman lainnya yang saya tenggak. Ginjal saya yang salah satu fungsinya menyaring zat-zat yang telah tidak terpakai (zat buangan atau sampah/limbah) yang merupakan sisa metabolisme tubuh nampaknya masih setia bekerja bagus. Sekali lagi saya bersyukur atas karunia Ilahi, ginjal bekerja tidak seperti mesin buatan manusia. Tidak terbayangkan bagi saya kalau ginjal harus service reguler setelah sekian lama bekerja, lalu overhaull setelah melewati sekian tahun operasi. Walau belum pernah general check-up maka saya berpikiran positif aja, ginjal saya baik-baik saja dan sehat.

Setiap orang mungkin punya kenangan paling berkesan saat minum kopi. Bisa jadi karena  racikan kopinya, tempat meminum kopi itu, karena sejarah warung kopi, karena lokasi daerah darimana kopi itu berasal atau bisa juga tersebab ada romantisme saat mendapatkan bojone atau ibunya anak-anak. Misal saat apel dulu ke rumah camer disuguhin kopi maknyus, atau si camer coffee addict sehingga kalo gak bawa bubuk kopi gak boleh ketemu si neng. Bermacam ceritalah bisa dikemukakan.     

Tempat yang bikin saya merasakan kopi terenak sedunia adalah sebuah kampung penyeberangan perahu klotok dipinggir sungai Kelampai, Ketapang. Saya tidak bisa mengungkapkan dengan kata-kata yang tepat untuk menggambarkan betapa nikmatnya kopi yang saya minum saat itu. Secangkir kopi dengan rasa manis yang tidak terlalu dalam, ditambah makanan kecil sepotong roti yang ada rasa manisnya sedikit. Kedua itu, minuman kopi dan sepotong roti, saya nikmati setelah menempuh perjalanan bersepeda motor selama dua jam ditengah terik panas matahari bumi khatulistiwa. Saya nikmati sambil membaca novel Bumi Manusia di warung berudara sepoi-sepoi di pinggir sungai. Rasa minuman kopi itu begitu nikmat mungkin karena rasa letih yang mendera tubuh saya, kerongkongan yang sudah kering kerontang, dan adanya hembusan angin sepoi-sepoi yang menyapu sekujur tubuh selama saya menikmati secangkir kopi. *foto saya dapat dari sini

Dimana Anda menikmati kopi ternikmat?

 

55 Tanggapan ke “Kopi Ternikmat di Dunia”

  1. Dhafian Berkata:

    Kalo aku minum kopi ternikmat ya didaerahku karena memang benar2 berasal dari kopi asli. kalo mau silahkan coba kopi asli dari daerahku. ;-)
    BTW salam kenal yach..

    @Dhafian
    daerahnya dimana mas? salam kenal kembali.

  2. yourha Berkata:

    saya juga suka kopi. tapi nebeng sama si kakek.
    kakek saya penggila kopi. sekarang gag lagi. karena, penyumbatan. jdi si kakek susah BAK.
    skrang si kakek jdi gila teh..

    @yourha
    kalo saya suka aja, gak penggila kopi

  3. Wempi Berkata:

    kopi akur, rantauprapat,
    secangkir kopi ditemani roti keras berselai, palakak wawaw.
    Lamak tenan…

    @Wempi
    kopi akur, kopi apo tu???

  4. Zico Alviandri Berkata:

    Saya justru gak terbiasa dengan kopi. Ayah saya juga suka minum kopi di pagi hari sebelum berangkat kerja. Kalau saya gak curi-curi kesempatan untuk minum kopi ayah, saya malah ditawarin. Tapi ga pernah jadi addict.

    Sekarang saya ditawarin jualan kopi luwak sama temen. Cuma karena ga serius, ga dapet pelanggan satu pun :D

    Di Muaralabuh ada luwaknya juga kah bro?

  5. Satria jagad Berkata:

    wah..info yang menarik..kopi yang membuat nikmat adalah kopi gratis gan…apalagi kopi yang di buatin istri tercinta………mantap gan…he ehehe

  6. Outbound Malang Berkata:

    saya juga termasuk orang yang ga terlalu addicted sama kopi. cuma kalo bangsa2nya cappucinno, moccacinno, dkk yang ga pure kopi, saya suka..
    hehe
    sama aja addicted kopi non pure mungkin ya?
    halah! (bahasa apa itu non pure cofee)
    salam :)

  7. Iman Berkata:

    Selalu suka dengan harumnya aroma kopi, bikin mabuk kepayang. Rasanya juga sedemikian nikmat. Tapi entah kenapa setiap kali meminum kopi kepala saya langsung pening dan perut jadi terasa nggak enak.

    Dan jadilah saat ini saya sebagai penikmat minuman teh setiap pagi :)

  8. rumah tenun troso Berkata:

    emang, kopi ternyata tidak ada duanya, dari jaman dahulu ampe sekarang kopi tidak bisa ditinggalkan.

  9. anny Berkata:

    Kopi suka sekali diminum dalam berbagai waktu dan cuaca :)
    Tak membosankan juga tak membuat efek yang berbahaya.
    Kopi apapun saya rasanya enak kecuali yg terlalu banyak cream nya saya tdk suka :D

  10. Dhenok Habibie Berkata:

    waahh kalo saya udah minum kopi sejak kecil uda.. orang tua saya penikmat kopi semua, dan sejak kecil pun sesekali mereka memberikan sesendok dua sendok kepada saya.. itulah kenapa sampai sekarang saya pun lebih memilih Kopi daripada Teh.. hehe :D

  11. SITI FATIMAH AHMAD Berkata:

    Assalaamu’alaikum wr.wb, mas Alris…

    Senang dapat kembali menyatu diri di dunia maya dan membalas kunjungan mas Alris di blog saya. Terima kasih diucapkan.

    Saya kurang minum kopi kerana tidak suka baunya yang kuat tetapi masih bisa menyajikan minuman itu kepada ahli keluarga yang suka meminumnya. Saya suka minum air coklat dan teh.

    Didoakan sukses dan tetap menulis untuk kongsian minda yang sihat.

    Salam mesra dari Sarikei, Sarawak. :D

  12. sunarno2010 Berkata:

    minum kopi dari sejak masih anak-anak? wah udah kecanduan ya,

  13. Asop Berkata:

    Setuju! Kopi itu nikmat! :)

    Minum kopi itu ya minum kopi tubruk, bukan kopi instan yang tak berampas! :D Kopi bubuknya pun jangan yang sembarangan, lebih baik beli dari produsennya langsung dari daerah. Jangan minum kopi yang berlambang kapal api atau wajah singa. :mrgreen:

    Kalau mau dalam bentuk lain, ya minum espresso, atau bagi yang perutnya lemah minumlah cappuccino. :)

    Saran saya, jangan minum kopi dengan gula. :D Kopi yang baik (proses penyangraiannya sempurna) bisa diminum tanpa pemanis. Tak akan ada rasa pahit. Yang ada adalah rasa asam khas biji kopi masing2 daerah. :)

    Nggak usah takut kena penyakit akibat minum kopi. Asal sehari minumnya gak lebih dari tiga gelas (bukan cangkir) saya rasa gak masalah. :) Kalau mau minum kopi sebaiknya perut dalam keadaan terisi, jangan dalam keadaan lapar. Lambung bisa sakit, kasihan lambung. Bisa memicu terjadinya maag. Makanya, bagi yang punya maag akut, kopi dan teh adalah pantangan.

    Untuk urusan ginjal, karena kopi bersifat diuretik alias bikin kencing, memang harus diimbangi dengan minum air putih yang banyak. Kalau minum kopi terus tapi jarang minum air putih, itu sama aja dengan mendekatkan diri pada penyakit ginjal. :|

    @Asop

    wah, makasih nih tambahan informasi yang bermanfaat ini. sukses selalu.

  14. model busana muslim Berkata:

    waduuhhh saya pecinta berat kopiii……..seandainya ada yg jual kopi nikmat se dunia di dkt rmh…bisa” sehari 3 x saya beli….xixixixii
    nice info :)

  15. indobrad Berkata:

    hadoh jadi pengen mencoba kopi Muaralabuh itu. :D

    @indobrad
    kalo saya pulang kampung nanti saya bawain

  16. chocoVanilla Berkata:

    Saya dulu juga mengawali hari dengan minum kopi, tapi kopi instan 3 in 1 bukan yang pekat :mrgreen:

    Karenanya saya kena maag ‘coz minum kopi dengan perut kosong :cry:
    Sekarang dah jarang minum kopi :D

  17. opreker Berkata:

    Akhirnya blog ini berpenghuni lagi yach :) , welcome back :)

  18. Rivanlee Berkata:

    saya pencinta kopi nih hehehe menurut saya kopi yang nikmat hadir karna suasana yg nikmat juga :mrgreen:

  19. oriie rianzy Berkata:

    kalo aku ,lebih suka air putih? Minuman yg manis2 ,jarang bgt aku menikmantinya?,,

  20. kirana Berkata:

    walaupun bukan kopi addict, saya juga suka kopi. baik yang pure kopi ataupun yang sudah dicampur susu, krim, atau yang lain. kopi terenak? menurut saya yang tidak terlalu pahit tapi juga tidak terlalu manis. kopi instant yang saya suka yg merk kapal api. kl kopi yang dah dicampur, sampai saat ini masih suka semua merk. belum ada yg g disuka. hehee..

    Salam kenal mas Alris ^_^

  21. nengbiker Berkata:

    saya belom ngerti di mana enaknya kopi, padahal sukanya ngopi cantik. hehehehehe

  22. Titiw Berkata:

    Sayangnya saya penikmat teh mas. Bukan kopi.. Tapi jika membaca deskripsinya tentang kopi.. Sepertinya sudah advance sekali nih soal perkopian.. :D

    @Titiw
    Saya belum advance, baru kelas penikmat amatiran, :)

  23. سيف الانوار (@efullhanggono) Berkata:

    kopinya di sini. pisangnya di blog sebelah. nyam-nyam

    @ (@efullhanggono)
    pisang coklat disebelah mantap bro

  24. mida Berkata:

    Minum kopi sejak umur 6 th? Wow…
    Memang paling enak minum kopi ditemani angin sepoi dan bacaan bagus… Setarbak lewat dehhh… Hehe…
    Btw, salam kenal ya…

  25. xamthone Berkata:

    jdi pengen nyobain nih…
    gmna sih rasanya kopi ter enak se dunia ???
    penasaran

  26. dmilano Berkata:

    Saleum,
    sudahkah sobat merasakan kopi gayo?

    saleum

  27. agen xamthone plus balikpapan Berkata:

    mantap nih kalo ngopi pagi pagi gini….

  28. ewaldoapra Berkata:

    saya juga penikmat amatiran kopi .. hehe
    jadi penasaran nih pengen ke ketapang.. :D

  29. zulhaq Berkata:

    selalu iri dengan orang yg bisa menikmati kopi
    kalo gw, selalu sakit perut :(

  30. penuliscemen Berkata:

    Buat saya setiap kopi dalam bentuk olahan apapun itu nikmat. mau dicampur susu oke. Kopi hitam oke. Semua rasa nya beda-beda. lain lain nikmatnya.

  31. achoey el haris Berkata:

    Saya mah gak suka ngopi sobat
    Apalagi kopi pahit gak pake gula :)

  32. fanz Berkata:

    kopi? cuma suka cappucino. abis kopinya pait sih. hehehe

  33. Gusti 'ajo' Ramli Berkata:

    sebisa mungkin untuk menghindari minum kopi, anjuran dokter keluarga…

  34. irsanfinazli Berkata:

    Saya minum kopi sejak bayi… sebagai salah satu terapi preventif. cuman ya sesendok teh aja lalu sudah….

  35. Aditya Eka Prawira Berkata:

    Yah, sayangnya saya bukan penikmat kopi. Jadi, seenak apa pun kopi itu, jadinya percuma :(

  36. adelays Berkata:

    Sebenernya sy bukan penggemar kopi tulen juga sih…
    Setelah coba sana coba sini.. eh.. ternyata sy suka white coffee luwak.. rasanya pas dan tidak bikin kembung…..

    Rasanya mantafff banget…

  37. kakaakin Berkata:

    Hehe… penggemar kopi ya…
    Saya sih jadi tukang bikin kopi aja. Saya lebih memilih teh daripada kopi.

  38. susu segar Berkata:

    klo sama kopi tubruk enakan mana bang. . . ???

  39. tuaffi Berkata:

    saya juga suka sekali dengan kopi.. :) kopi terikmat adalah yang dibuat langsung oleh Ibu saya dengan penuh kasih sayang, saat melihat saya yang sibuk mengerjakan tugas lewat tengah malam.. hehe

  40. DeRie Berkata:

    PEngen banget :-)

  41. Lilly Berkata:

    Salam dari Malaysia. Aku juga suka minum kopi. Jika aku ke Indonesia satu hari nanti, pasti tidak ketinggalan untuk aku cuba minum kopi dari tahi musang. Kata orang seberang, rasanya sedap sekali. Yakah?

  42. xamthone plus Berkata:

    harumnya nyampe kemari gan,,,

  43. Info Indonesia Berkata:

    Sayapun ketagihan kopi, apalagi ditemani sepiring goreng pisang dipagi hari :D

  44. niee Berkata:

    iya,, kopi sumatera emang kopi paling enak di dunia kan yak? Aku sering baca dibeberapa artikel ttg hal ini.. Tapi aku sendiri bukan penikmat kopi seh, walaupun kalau ada yang buatin aku minum juga :D

  45. hidupiniseperti Berkata:

    Saya paling suka minum kopi di starbucks. bawa laptop. lalu nulis. Beuh..surga dunia itu bagi saya :D

  46. ririe khayan Berkata:

    Sebagian besar laki-laki di keluarga saya penikmat kopi, kalau yg perempuan hanya sesekali saja minum. Nah kalau espcially saya, gak sampai addict juga gak tiap hari…tp termasuk penikmat kopi juga. Selama masih dalam porsi yg wajar kan kopi justru bermanfaat untuk kesehatan..

  47. erwin Berkata:

    Kopi Toraja yang saya minum sekarang ini betul betul nikmat.. :D

  48. agen gamat luxor medan Berkata:

    kopi memang bisa membuat kita rilex..dan bisa menghilangkan ngantuk..

  49. ekstrak jus kulit manggis Berkata:

    wah kopi manta jadi pengen nihhhhh

  50. Gamat Luxor Batam Berkata:

    pada saat-saat darurat saya membutuhkan banyak kafein…
    tapi saya lebih memilih teh daripada kopi.

  51. gamat luxor indonesia Berkata:

    kopi bikin mantap, sukses ya

  52. xamthone plus Berkata:

    minum kopi hangat di pagi hari,
    beuuuuuhh,
    manstap,
    ya walau kopinya gk senikmat itu.

  53. Lina Berkata:

    saya juga penyuka kopi…lebih enak memang kopi hitam

  54. obat alami asam urat Berkata:

    sukses terus ya.,.kopinya enak

  55. stupid monkey Berkata:

    secangkir kopi dan sepotong kopi saja sudah nikmat ya sob, apalagi kalo dua potong, hehey :D

    saya sekeluarga malah penikmat kopi semua, dari kecil selalu dibikinin kopi sama emak, tapi tempat yg paling mantab untuk nyeruput si hitam kental ini adalah di pegunungan nan sepi, itu kalo kata saya :D

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.