<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Alrisblog</title>
	<atom:link href="http://alrisblog.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://alrisblog.wordpress.com</link>
	<description>belajar tiada henti</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Jan 2012 17:21:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='alrisblog.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Alrisblog</title>
		<link>http://alrisblog.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://alrisblog.wordpress.com/osd.xml" title="Alrisblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://alrisblog.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kopi Ternikmat di Dunia</title>
		<link>http://alrisblog.wordpress.com/2011/12/24/kopi-ternikmat-di-dunia/</link>
		<comments>http://alrisblog.wordpress.com/2011/12/24/kopi-ternikmat-di-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Dec 2011 04:43:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alrisblog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alrisblog.wordpress.com/?p=711</guid>
		<description><![CDATA[Saya mungkin sudah ribuan kali minum kopi (lebay dot kom), meskipun bukan seorang coffee addict. Sejak berumur enam tahun saya sudah menghirup dan menyedot cairan hitam pekat beraroma khas itu. Maklum sebagai petani yang salah satu usahanya adalah berkebun kopi, orang tua saya terutama ayah, adalah penikmat minuman kopi yang berhasil. Ya, berhasil setiap pagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alrisblog.wordpress.com&amp;blog=4965122&amp;post=711&amp;subd=alrisblog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya mungkin sudah ribuan kali minum kopi (lebay dot kom), meskipun bukan seorang coffee addict. Sejak berumur enam tahun saya sudah menghirup dan menyedot cairan hitam pekat beraroma khas itu. Maklum sebagai petani yang salah satu usahanya adalah berkebun kopi, orang tua saya terutama ayah, adalah penikmat minuman kopi yang berhasil. Ya, berhasil setiap pagi membikin minuman kopi untuk dirinya sendiri kalau ibu saya lagi ngambek karena saban pagi harus menyediakan minuman kopi panas, minuman kesukaan suaminya. Berhasil  tiap pagi bangun subuh-subuh untuk menyalakan api di tungku, menjerang air sampai mendidih  dan membuat minuman kopi kalau dia lebih dulu bangun tidur daripada istrinya,-ya, iyalah ibu saya, karena selama hayat beliau dikandung badan saya gak pernah, tuh, punya ibu tiri. Berhasil menularkan kebiasaan minum kopi kepada tiga orang anak laki-laki, generasi penerus minum kopi selanjutnya.</p>
<p>Topografi daerah pedesaan dimana saya dilahirkan rupanya telah ikut berkontribusi melestarikan keturunan kami untuk menjadi peminum kopi dari generasi ke generasi. Daerah pegunungan dipagi hari memang berudara dingin, sehingga sangat cocok sekali bila menghangatkan badan dengan segelas minuman kopi dan menghirup asap rokok yang banyak mudharatnya itu. Sebelum melakukan aktifitas bertani meminum segelas kopi ini telah menjadi semacam tradisi dan ritual untuk mengisi perut dan menunda datangnya lapar lebih cepat. Sebagai bagian dari perbukitan Barisan yang memanjang sepanjang pulau Sumatera, tanah perbukitan di kampung saya, Muaralabuh, juga sangat cocok ditanam tanaman kopi. Sekitar tahun tujuh puluhan sampai tahun delapan puluhan kampung kami adalah salah satu penghasil kopi terbaik di Sumatera Barat. Jadi, ya, wajar saja kalau sebagian besar penduduknya peminum kopi. Lha, wong, penghasil kopi tentu yang jadi penikmat pertama enaknya hasil kebun kopi tentulah penduduk setempat. Tentu tesis ini akan berbeda kalau hal itu kita gunakan untuk pertambangan migas. Kalimatnya mungkin jadi begini: lha, wong, penghasil migas yang menikmati hasilnya tentu para pejabat terkait dan perusahaan multinasional situkang eksplorasi, dan produksi. Penduduk tempatan cukuplah sebagai penonton dan punya kebanggaan daerahnya masuk dalam peta dunia penghasil migas. Soal jadi penikmat seperti pekebun kopi lain cerita, coy…!!!     </p>
<p>Bagaimana dengan faktor keturunan? So, pasti sebagian besar penduduk pedesaan macam saya ini punya kebiasaan minum kopi turun-temurun. Tanah yang subur telah memanjakan tanaman kopi untuk tumbuh subur dan berbuah bagus. Karena punya tanaman kopi, setidaknya untuk kebutuhan sendiri, mereka, -para moyang saya- tidak perlu bersusah-susah blusukan ke Eropah untuk mendapatkan bubuk kopi. Cukup dengan mengolah hasil kebun sendiri, dan mereka sudah bisa mendapatkan bubuk kopi untuk kebutuhan keluarga. Begitulah yang saya lihat sendiri, ibu dari ayah saya alias nenek saya memang peminum kopi, ayah saya apalagi mungkin sudah kategori coffee addict. Macam minum obat saja ayah saya minum kopi, tiga kali sehari. Jadi kalau saya ikut jadi peminum kopi tidak ada kelainan, lha, wong dari sononya udah menurunkan gen pembawa sifat peminum kopi. Akan jadi lain kalau saya jadi peminum sereal, karena di kampung saya tidak ada tanaman sereal. Kalaupun saya minum sereal dipastikan itu sereal hasil impor dari negara jauh.</p>
<div id="attachment_759" class="wp-caption aligncenter" style="width: 210px"><a href="http://alrisblog.files.wordpress.com/2011/12/secangkir-kopi.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-759" title="secangkir kopi" src="http://alrisblog.files.wordpress.com/2011/12/secangkir-kopi.jpg?w=200&#038;h=160" alt="" width="200" height="160" /></a><p class="wp-caption-text">secangkir kopi nikmat</p></div>
<p>Sebagaimana ditulis di paragraf awal tulisan ini, saya minum kopi sejak berumur enam tahun. Setidaknya itulah yang saya ingat. Ketika kecil itu kebiasaan ayah saya yang minum kopi sebelum berangkat bertani rupanya menarik perhatian saya. Awalnya ayah saya tidak memberikan minuman kopi itu ke saya. Dengan mengatakan itu minuman obat, rasanya pahit. Kesan yang tertangkap diwaktu kecil ketika mendengar kata obat adalah rasanya pahit. Satu dua kali ayah saya memang berhasil membohongi saya untuk tidak ikut minum kopi ketika di pagi hari dia menikmati kopinya. Tapi lewat seminggu, karena ngototnya anak kecil, akhirnya ayah saya luluh juga. Diawali dengan mencicipi ujung sendok yang sudah dicelupkan ke gelas kopi, saya menikmati rasa minuman kopi pertama. Rasanya memang pahit, tapi ada terselip secercah rasa manis. Minum kopi perdana saya berakhir dengan kesan minuman kopi itu memang pahit dan tidak enak. Penilaian seorang bocah pasti. Saya penasaran, rasanya pahit tapi setiap pagi ayah rajin minum kopi. Suatu kali saya mencuri kesempatan minum kopi kepunyaan ayah tanpa di ketahuinya. Ndilalah, kok, kali ini rasa manisnya lebih dominan. Saya kepergok ibu ketika mau menikmati minuman kopi itu pada sendokan ke lima. Beliau cuma tersenyum dan bilang itu minuman ayah, anak kecil gak boleh minum banyak-banyak.</p>
<p>Puluhan tahun minum kopi apakah ada kelainan dengan ginjal anda? Sampai saat ini, puji syukur kepada Tuhan, seperasaan saya ginjal saya baik-baik saja. Berkemih saya sampai saat ini juga masih lancar-lancar aja, kecuali kalo lagi terserang sakit anyang-anyang karena meminum minuman panas dan dingin ber-es bersamaan dalam tempo yang tidak terlalu lama. Penyaring alami buatan Tuhan itu sampai saat ini masih bekerja normal menyaring minuman kopi dan minuman lainnya yang saya tenggak. Ginjal saya yang salah satu fungsinya menyaring zat-zat yang telah tidak terpakai (zat buangan atau sampah/limbah) yang merupakan sisa metabolisme tubuh nampaknya masih setia bekerja bagus. Sekali lagi saya bersyukur atas karunia Ilahi, ginjal bekerja tidak seperti mesin buatan manusia. Tidak terbayangkan bagi saya kalau ginjal harus service reguler setelah sekian lama bekerja, lalu overhaull setelah melewati sekian tahun operasi. Walau belum pernah general check-up maka saya berpikiran positif aja, ginjal saya baik-baik saja dan sehat.</p>
<p>Setiap orang mungkin punya kenangan paling berkesan saat minum kopi. Bisa jadi karena  racikan kopinya, tempat meminum kopi itu, karena sejarah warung kopi, karena lokasi daerah darimana kopi itu berasal atau bisa juga tersebab ada romantisme saat mendapatkan bojone atau ibunya anak-anak. Misal saat apel dulu ke rumah camer disuguhin kopi maknyus, atau si camer coffee addict sehingga kalo gak bawa bubuk kopi gak boleh ketemu si neng. Bermacam ceritalah bisa dikemukakan.     </p>
<p>Tempat yang bikin saya merasakan kopi terenak sedunia adalah sebuah kampung penyeberangan perahu klotok dipinggir sungai Kelampai, Ketapang. Saya tidak bisa mengungkapkan dengan kata-kata yang tepat untuk menggambarkan betapa nikmatnya kopi yang saya minum saat itu. Secangkir kopi dengan rasa manis yang tidak terlalu dalam, ditambah makanan kecil sepotong roti yang ada rasa manisnya sedikit. Kedua itu, minuman kopi dan sepotong roti, saya nikmati setelah menempuh perjalanan bersepeda motor selama dua jam ditengah terik panas matahari bumi khatulistiwa. Saya nikmati sambil membaca novel Bumi Manusia di warung berudara sepoi-sepoi di pinggir sungai. Rasa minuman kopi itu begitu nikmat mungkin karena rasa letih yang mendera tubuh saya, kerongkongan yang sudah kering kerontang, dan adanya hembusan angin sepoi-sepoi yang menyapu sekujur tubuh selama saya menikmati secangkir kopi. *foto saya dapat dari <a title="situs google" href="http://www.google.co.id/search?sclient=psy-ab&amp;hl=id&amp;site=&amp;source=hp&amp;q=foto%2Bsecangkir%2Bkopi">sini</a></p>
<p>Dimana Anda menikmati kopi ternikmat?</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />Filed under: <a href='http://alrisblog.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alrisblog.wordpress.com/711/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alrisblog.wordpress.com/711/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alrisblog.wordpress.com/711/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alrisblog.wordpress.com/711/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alrisblog.wordpress.com/711/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alrisblog.wordpress.com/711/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alrisblog.wordpress.com/711/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alrisblog.wordpress.com/711/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alrisblog.wordpress.com/711/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alrisblog.wordpress.com/711/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alrisblog.wordpress.com/711/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alrisblog.wordpress.com/711/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alrisblog.wordpress.com/711/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alrisblog.wordpress.com/711/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alrisblog.wordpress.com&amp;blog=4965122&amp;post=711&amp;subd=alrisblog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alrisblog.wordpress.com/2011/12/24/kopi-ternikmat-di-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>36</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1e758b1a63079f7ed877ea3b6fdb1f6b?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alrisblog</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://alrisblog.files.wordpress.com/2011/12/secangkir-kopi.jpg?w=200" medium="image">
			<media:title type="html">secangkir kopi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Malas</title>
		<link>http://alrisblog.wordpress.com/2011/12/08/malas/</link>
		<comments>http://alrisblog.wordpress.com/2011/12/08/malas/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Dec 2011 17:03:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alrisblog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alrisblog.wordpress.com/?p=714</guid>
		<description><![CDATA[Saya  minta maaf buat pengunjung blog saya, setiap anda berkunjung memang tidak ada posting sampai saya publish tulisan ini, yang ketemu posting itu-itu melulu alias posting yang sudah uzur dimakan waktu. Memang tidak ada update  setahun lebih. Beberapa teman dunia maya mengingatkan saya untuk bikin posting baru. Apa daya semangat lagi redup, kemalasan memagut saya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alrisblog.wordpress.com&amp;blog=4965122&amp;post=714&amp;subd=alrisblog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya  minta maaf buat pengunjung blog saya, setiap anda berkunjung memang tidak ada posting sampai saya publish tulisan ini, yang ketemu posting itu-itu melulu alias posting yang sudah uzur dimakan waktu. Memang tidak ada update  setahun lebih. Beberapa teman dunia maya mengingatkan saya untuk bikin posting baru. Apa daya semangat lagi redup, kemalasan memagut saya. Bikin catatan untuk bahan posting malas setengah hidup, menulis catatan kecil sekedar pemantik rasa cinta menulis lebih malas lagi. Apalagi menulis lebih panjang berbentuk satu karangan minta ampun malasnya. Gak tau kenapa super malas begini. Mungkin karena: tinggal di hutan; pekerjaan bertukang yang menguras tenaga; gak punya lepi kayak kaum menengah di perkotaan; pc kantor yang di password oleh sang komandan. Itulah yang mungkin membuat saya malas menulis. Eh bukan itu ding, bukan karena semua itu,bro. Yang dikemukakan tadi pasti  alasan seorang pemalas. Malas, ya, malas aja…</p>
<p>Tinggal di hutan bikin malas menulis? Justru sewaktu bekerja di hutan<a title="blog Ichanx" href="http://blog.ichanx.net"> teman</a> dunia maya saya ini banyak bikin posting. Bahkan dari kumpulan posting itu dia berhasil menjadikannya sebuah buku penghilang obat stress. Jadi gak ada alasan tinggal di hutan bikin malas menulis. Tinggal di hutan menjadikan malas menulis, itu hanya alasan bagi orang seperti saya yang memang belum mempunyai darah biru, eh salah, darah jiwa penulis. Sang penulis hebat Pramudya Ananta Toer mungkin menghasilkan Tetralogi Buru setelah bekerja rodi siang hari membabat hutan untuk membuat sawah, lalu waktu malam Beliau menulis novel-novel hebat yang mencerahkan itu. Tenaga terkuras disiang hari tidak membuat Beliau malas mengasah otak mencurahkan fikiran membuat tulisan diwaktu senggangnya. Jadi pekerjaan<a title="facebook ambo" href="http://http://www.facebook.com/profile.php?id=100002545782611"> bertukang</a> yang menguras tenaga ternyata tidak membuat malas menulis. Lagi ini hanya alasan pemalas.</p>
<p>Penulis hebat tahun 1800-an tidak mengenal pc, apalagi lepi. Mereka membuat tulisan pada lembaran kertas tulis. Ketika itu menulis paling canggihpun hanya memakai mesin ketik, tidak kenal mereka yang namanya computer. Toh, dengan peralatan yang ada saat itu mereka menghasilkan tulisan yang abadi. Tidak sedikit buah karya mereka merupakan tulisan terbaik sepanjang masa. Jadi tidak punya lepi atau pc bikin malas menulis? Ah, ini satu lagi alasan tidak perlu yang dikemukakan orang malas menulis.</p>
<p>Atau saya kehabisan ide buat membuat tulisan. Nah, ini satu lagi alasan yang tidak laku dan tidak logis yang dikemukan oleh sipemalas menulis. Ide datang dan dibiarkan pergi setiap saat. Apapun yang dilihat, didengar, dirasakan, dan dialami bias jadi ide dan dikembangkan jadi bahan tulisan. Tidak perlu peristiwa yang dialami orang lain, kejadian yang dialami sendiri adalah sumber ide yang tak pernah kering. Misal, foto dibawah ini, adalah satu ide yang yang dapat dikembangkan menjadi tulisan.</p>
<div id="attachment_722" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://alrisblog.files.wordpress.com/2011/12/hutan-asli1.jpg"><img class="size-medium wp-image-722" title="hutan asli" src="http://alrisblog.files.wordpress.com/2011/12/hutan-asli1.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">hutan asli yang masih tersisa</p></div>
<p>Ini tentunya salah satu ide segar buat dijadikan bahan tulisan bagi orang yang biasa otaknya terlatih dan biasa menulis dalam otak, seperti dikatakan oleh uda <a title="facebook EWA" href="http://http://www.facebook.com/profile.php?id=1022283614">Ersis Warmansya Abbas</a>. Bagaimana hutan alami itu dipaksa bertransformasi jadi lahan kebun sawit seperti foto dibawah ini, barangkali ditangan seorang mahasiswa S3 bisa dijadikan bahan disertasi untuk menggondol gelar doktor.</p>
<div id="attachment_724" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://alrisblog.files.wordpress.com/2011/12/kebun-sawit1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-725" title="kebun sawit" src="http://alrisblog.files.wordpress.com/2011/12/kebun-sawit1.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">hutan berubah jadi kebun sawit sejauh batas horizon</p></div>
<div id="attachment_728" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://alrisblog.files.wordpress.com/2011/12/jalan-parah.jpg"><img class="size-medium wp-image-728" title="jalan parah" src="http://alrisblog.files.wordpress.com/2011/12/jalan-parah.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">perlu kehati-hatian dan fokus kalau menaklukkan jalan ini</p></div>
<p>Salah satu bahan alam untuk membuat bangunan yang akan dibuat adalah pasir. Nah, cara penduduk tempatan mendapatkan pasir bisa menjadi bahan cerita untuk tulisan yang renyah.</p>
<div id="attachment_730" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://alrisblog.files.wordpress.com/2011/12/sedot-pasir.jpg"><img class="size-medium wp-image-730" title="sedot pasir" src="http://alrisblog.files.wordpress.com/2011/12/sedot-pasir.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">menyedot pasir alam di sungai yang jernih alami</p></div>
<div id="attachment_732" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://alrisblog.files.wordpress.com/2011/12/pasir-yosep.jpg"><img class="size-medium wp-image-732" title="pasir yosep" src="http://alrisblog.files.wordpress.com/2011/12/pasir-yosep.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">pasir kualitas nomor satu</p></div>
<p>Cerita mengenai kelompok rumah yang dibangun ditengah hamparan kebun sawit juga sangat memungkinkan untuk bahan tulisan yang memikat bagi otak terlatih menulis dan kreatif.</p>
<div id="attachment_741" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://alrisblog.files.wordpress.com/2011/12/pondok-knca2.jpg"><img class="size-medium wp-image-741" title="pondok knca2" src="http://alrisblog.files.wordpress.com/2011/12/pondok-knca2.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">komplek perumahan ditengah kebun</p></div>
<div id="attachment_744" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://alrisblog.files.wordpress.com/2011/12/cendana11.jpg"><img class="size-medium wp-image-744" title="cendana1" src="http://alrisblog.files.wordpress.com/2011/12/cendana11.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">rumah untuk pemetik buah, tukang pupuk dan sejenisnya. walau ditengah hutan tapi rumahnya bukan rss loh...</p></div>
<div class="mceTemp"></div>
<div class="mceTemp"></div>
<div class="mceTemp"></div>
<div class="mceTemp"></div>
<div class="mceTemp"></div>
<div class="mceTemp"></div>
<div class="mceTemp"></div>
<div class="mceTemp"></div>
<div class="mceTemp"></div>
<div class="mceTemp"></div>
<div class="mceTemp"></div>
<div class="mceTemp"></div>
<div class="mceTemp"></div>
<div class="mceTemp"></div>
<div class="mceTemp"></div>
<div class="mceTemp"></div>
<div id="attachment_745" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://alrisblog.files.wordpress.com/2011/12/rumah-staff.jpg"><img class="size-medium wp-image-745" title="rumah staff" src="http://alrisblog.files.wordpress.com/2011/12/rumah-staff.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">kalau anda setingkat grade..., maka rumah inilah nanti tempat tinggal anda</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_748" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://alrisblog.files.wordpress.com/2011/12/jln-mulus-cnda.jpg"><img class="size-medium wp-image-748" title="jln mulus cnda" src="http://alrisblog.files.wordpress.com/2011/12/jln-mulus-cnda.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">mulus habis diperbaiki kalau gak hujan, tapi berdebu minta ampun...</p></div>
<p>Banyak sumber ide yang bisa dijadikan bahan tulisan yang selama ini saya sia-siakan dan berlalu begitu saja. Mudah-mudahan kali lain memori bisa dipanggil dan posting baru bisa mengalir lancar, selancar jalan layang non tol yang lagi dibangun dari Pasar Cipete Selatan ke Blok M, Jakarta.  *gak ada hubungan jalan layang ituh dengan posting ini kaleee&#8230;</p>
<p>catatan gak penting buat dhewe:<br />
*ternyata draft posting ini sudah ngendon di blog ini sejak 22 September 2011, cuma gak di publish<br />
*saya beberapa kali nyungsep di jalan berlumpur seperti foto diatas. sungguh terbukti saya tidak berbakat jadi pembalap sepeda motor, xixixi&#8230;</p>
<br />Filed under: <a href='http://alrisblog.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alrisblog.wordpress.com/714/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alrisblog.wordpress.com/714/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alrisblog.wordpress.com/714/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alrisblog.wordpress.com/714/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alrisblog.wordpress.com/714/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alrisblog.wordpress.com/714/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alrisblog.wordpress.com/714/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alrisblog.wordpress.com/714/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alrisblog.wordpress.com/714/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alrisblog.wordpress.com/714/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alrisblog.wordpress.com/714/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alrisblog.wordpress.com/714/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alrisblog.wordpress.com/714/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alrisblog.wordpress.com/714/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alrisblog.wordpress.com&amp;blog=4965122&amp;post=714&amp;subd=alrisblog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alrisblog.wordpress.com/2011/12/08/malas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1e758b1a63079f7ed877ea3b6fdb1f6b?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alrisblog</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://alrisblog.files.wordpress.com/2011/12/hutan-asli1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">hutan asli</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://alrisblog.files.wordpress.com/2011/12/kebun-sawit1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">kebun sawit</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://alrisblog.files.wordpress.com/2011/12/jalan-parah.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">jalan parah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://alrisblog.files.wordpress.com/2011/12/sedot-pasir.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">sedot pasir</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://alrisblog.files.wordpress.com/2011/12/pasir-yosep.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">pasir yosep</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://alrisblog.files.wordpress.com/2011/12/pondok-knca2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">pondok knca2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://alrisblog.files.wordpress.com/2011/12/cendana11.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">cendana1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://alrisblog.files.wordpress.com/2011/12/rumah-staff.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">rumah staff</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://alrisblog.files.wordpress.com/2011/12/jln-mulus-cnda.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">jln mulus cnda</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Terdamparku Disini</title>
		<link>http://alrisblog.wordpress.com/2010/09/30/terdamparku-disini/</link>
		<comments>http://alrisblog.wordpress.com/2010/09/30/terdamparku-disini/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Sep 2010 09:02:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alrisblog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alrisblog.wordpress.com/?p=703</guid>
		<description><![CDATA[Disinilah aku sekarang, di pedalaman Ketapang. Sebuah kabupaten yang termasuk ke dalam wilayah Propinsi Kalimantan Barat. Kabupaten ini juga beribukota sama dengan nama kabupatennya, yaitu Ketapang. Mengapa aku bisa sampai di Ketapang? Apakah aku dipindahkan tukang sulap, ilusionis, mentalis, hipnotis dan sejenisnya itu sehingga bisa berada di Ketapang? Atau ketika bermimpi aku berjalan bisa melewati [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alrisblog.wordpress.com&amp;blog=4965122&amp;post=703&amp;subd=alrisblog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Disinilah aku sekarang, di pedalaman Ketapang. Sebuah kabupaten yang termasuk ke dalam wilayah Propinsi Kalimantan Barat. Kabupaten ini juga beribukota sama dengan nama kabupatennya, yaitu Ketapang.</strong></p>
<p><strong>Mengapa aku bisa sampai di Ketapang? Apakah aku dipindahkan tukang sulap, ilusionis, mentalis, hipnotis dan sejenisnya itu sehingga bisa berada di Ketapang? Atau ketika bermimpi aku berjalan bisa melewati segala rintangan, berjalan diatas air,  bisa terbang juga, tahu-tahu sampai di Ketapang? Kawan, semua itu tidak terjadi atas diriku. Kalau ilusionis, mentalis, hipnotis, tukang sulap dan sejenisnya itu bisa memindahkan orang antar pulau secara massal pemerintah tidak perlu pusing memikirkan segala macam moda transportasi massal yang terjangkau oleh daya beli rakyat. Pemerintah cukup mengadakan tukang sulap dan konco-konconya sebanyak-banyaknya. Hanya diperlukan usaha menyekolahkan rakyat untuk dibentuk jadi tenaga handal untuk jadi ilusionis, mentalis, hipnotis, tukang sulap yang nantinya bertugas sebagai alat mobilitas yang murah dan efektif. Bisa dipastikan biaya untuk menyekolahkan tukang sulap dan sejenisnya itu jauh lebih murah daripada biaya pembangunan infrastruktur transportasi. Tapi syukurlah pemindahan orang dan benda lainnya oleh seorang tukang sulap dan kaum sejenisnya hanya terjadi di acara televisi yang ditayangkan malam hari.</strong></p>
<p><strong>Ikhwal keberadaanku bisa sampai di Ketapang jelas melalui alat transportasi, tidak bisa bim salabim, abra kadabra, lalu secepat kilat -kilat yang mendahului datangnya petir itu- dalam hitungan detik diriku mencelat terbang melayang secara ajaib tanpa dilihat mata manusia dan tiba-tiba sampai di Ketapang. Tidak sesederhana dan semudah itu. Ada proses yang aku lalui secara kasat mata.</strong></p>
<p><strong>Kemiskinan sering membawa orang kepada hal-hal yang tidak baik. Itu sudah sering dikatakan para pensyarah agama. Para penganjur kebaikan yang tanpa mematok tarif itu, -semoga saja tetap begitu adanya- menganjurkan supaya memerangi kemiskinan dengan usaha yang sungguh-sungguh. Kalau pemerintah jangan ditanya lagi, memanglah tugas pemerintah menghilangkan rakyat yang miskin. Eh, salah omong, maksudku pemerintah berkewajiban mengentaskan kemiskinan dari rakyatnya. Terkadang sering kemiskinanlah yang terlebih dahulu melenyapkan rakyat tidak berpunya dari muka bumi daripada usaha pemerintah. Misal, seorang penduduk meninggal dunia terkena sakit malaria karena tidak terobati. Dia tidak sanggup beli pil kina yang murah, murah versi yang punya uang tentu saja, tersebab kemiskinannya.</strong></p>
<p><strong>Kadang aku bertanya, biarlah itu jadi pertanyaan konyol, benarkah pemerintah berusaha melenyapkan kemiskinan? Sekian bulan menganggur tidak ada satupun  pegawai pemerintah yang menemuiku untuk sekedar bertanya mengapa aku menganggur. Bahkan Pak RTpun, kalau Beliau itu masih dianggap sebagai kepanjangan tangan pemerintah, tidak sudi menanyakan statusku apakah masih berstatus pegawai swasta sebagaimana aku dulu mengisi formulir untuk membuat KTP dan pada baris pekerjaan kuisi dengan kata pegawai swasta. Aku, orang udik ditengah kota, merasa dicuekin. Diabaikan kadang terasa sangat menyedihkan. Apalagi, ada aparat pemerintah, yang menawarkan solusi atas persoalan pengangguran yang saya hadapi. Tidak ada itu, kawan! Dari situasi seperti itu aku suka mengambil kesimpulan dini dan mungkin saja tidak benar, -suka-suka yang menilailah-,  pemerintah memang tidak ada urusan dengan aku sebagai pengangguran. Beda kalau aku ini pengusaha atau menduduki jabatan puncak suatu perusahaan bonafid  pasti ada perhatian pemerintah kepadaku. Lha, iya, pasti ada perhatian minimal tersangkut pajak yang harus kusetor kepada pemerintah. Aku adalah penduduk negeri, rakyat yang jadi pengangguran. Dan rupanya pemerintah tidak peduli denganku. Karena aku adalah adalah rakyat, maka pemerintah tidak peduli dengan aku tersebab pengangguran. Amboi..! Sungguh suatu konklusi yang prematur hasil olahan pemikiran yang dangkal tanpa data valid, hanya berdasar rasa putus asa seseorang tanpa pekerjaan. Kesimpulan ngawur ini tidak dianjurkan untuk diikuti.</strong></p>
<p><strong>Daripada meratapi kegelapan, nyalakanlah lilin untuk menerangi kegelapan itu. Demikianlah nasihat bijak yang sering kubaca di buku-buku motivasi dan self help. Aku mengartikannya daripada menyalahkan pihak lain, -pihak pertama yang pasti disalahkan oleh para penganggur pasti pemerintah- lebih baik berbuat untuk memecahkan masalah diri sendiri. Mengharapkan orang lain untuk memecahkan masalah diri sendiri adalah perbuatan langka yang jarang ditemui dijaman nafsi-nafsi ini. Orang lain sudah sibuk guna menyelesaikan problemnya sendiri, sehingga tidak punya waktu untuk menyelesaikan masalah orang lain. Tapi, kawan, untuk membuat masalah kita selesai memang melalui orang lain atas usaha kita sendiri. Tuhan pun akan membantu menyelesaikan masalah kita melalui perantara orang lain. Dan pertolongan Tuhan datang melalui silaturahmi. Artinya punya hubungan baik dengan sesama. Maka berderinglah teleponku disuatu hari.</strong></p>
<p><strong>“Halo..halo&#8230;,” suara seseorang dari seberang sana, suara yang sudah kukenal.</strong></p>
<p><strong>“Halooo&#8230;,” aku jawab dengan huruf O dibunyikan panjang untuk meyakinkan kalau dia mendengar suaraku.</strong></p>
<p><strong>“Gimana kabar, bos.”</strong></p>
<p><strong>“Baik, juragan.” jawabku</strong></p>
<p><strong>“Ngerjain proyek dimana sekarang?”</strong></p>
<p><strong>“Sudah hampir dua bulan ini nganggur,” aku menjawab dengan penekanan pada kata nganggur.</strong></p>
<p><strong>“Mau gak kerja di Kalimantan?”</strong></p>
<p><strong>“Asal cocok, kenapa tidak?”</strong></p>
<p><strong>“Saudara saya lagi cari Pelaksana untuk proyek infrastruktur kebun sawit di Ketapang.”</strong></p>
<p><strong>“Boleh, boleh&#8230; Aku minta nomor teleponnya, ya. Aku akan hubungi langsung saudara Pak Warno itu. Nanti kutanyakan bagaimana prosedurnya kepada dia,” kataku bersemangat macam anak kerbau yang baru ketemu induknya setelah disapih tiga hari. Gembira bukan kepalang.</strong></p>
<p><strong>“Namanya Mukhlas, ini nomor hpnya. Catat ya, nomornya: nol delapan satu dua, satu nol tiga enam, lima nol&#8230;.(edited).”</strong></p>
<p><strong>“Ok, sudah kucatat. Suwun, yo. Kuhubungi dia secepatnya, abis ini aku SMS dulu dia untuk perkenalan.”</strong></p>
<p><strong>“Iya, semoga sukses,” kata teman saya itu. Setelah sedikit bercerita ngalor-ngidul kami mengakhiri percakapan itu dengan sebuah ucapan salam keselamatan cara agama yang saya yakini.<br />
</strong></p>
<p><strong>Usai pembicaraan pertelepon yang membahagiakan itu, aku berkirim SMS kepada saudara Mukhlas, isinya mengenalkan diri dan menanyakan kebenaran informasi dari saudara sepupunya. Hpku kembali berdering, dilayar kubaca nama Mukhlas.</strong></p>
<p><strong>“Halo, halo, ini mas Alris, ya?” suara Mukhlas dari seberang sana.</strong></p>
<p><strong>“Ya, saya sendiri.”</strong></p>
<p><strong>Rupanya Mukhlas sudah mendapat sedikit informasi mengenai pengalaman kerjaku dari saudara sepupunya. Juga  profil tentang aku sudah diceritakan seperlunya oleh saudara sepupunya itu.</strong></p>
<p><strong>“Gimana, emang minat mau kerja di Kalimantan?”</strong></p>
<p><strong>“Kalau cocok kenapa tidak?” jawabku</strong></p>
<p><strong>“Saya butuh Pelaksana dan dua orang Logistik proyek. Kalau mas Alris minat, bikin surat lamaran lengkap antar langsung ke PT&#8230;.(edited) alamatnya di Jl. Hayam Wuruk no&#8230;.(edited), Harmoni, Jakarta.”</strong></p>
<p><strong>“Oke, mas. Aku bikin lamaran lengkap itu. Nanti hari rabu kuantar ke alamat yang disebutkan tadi. Terima kasih, lho, sudah kasih info ke aku.”</strong></p>
<p><strong>“Nanti kalau ada yang tanya, bilang rekomendasi dari Mukhlas, Site Manajer yang di Ketapang. Kalau bisa ketemu Pak&#8230;(edited) sekalian. Itu direktur operasionalnya,” Mukhlas menjelaskan.</strong></p>
<p><strong>“Ok, mas, siap,” jawabku. Kegembiraan terpancar di wajahku secerah sinar matahari menjelang sore Jakarta saat itu.</strong></p>
<p><strong>Setelah berbasa-basi dan saling mengucapkan sukses, pembicaraan indah itu aku akhiri dengan ucapan salam khas yang berlaku umum versi agama yang aku anut.</strong></p>
<p><strong>Esoknya aku menyiapkan persyaratan yang dibutuhkan untuk sebuah lamaran pekerjaan. Membuat surat lamaran kerja; curriculum vitae bin riwayat hidup; memfotokopi ijazah, surat pengalaman kerja, KTP, SIM C; membuat pas foto ukuran 4&#215;6 cm. Bahkan NPWP pun saya buatkan hardcopy-nya,-rasanya tidak afdhol hidup kalau berdiam di negeri gemah ripah loh jinawi tidak punya NPWP, bayar pajak itu lain persoalan. Setelah semua syarat untuk sebuah lamaran pekerjaan lengkap, seluruh berkas itu kumasukkan ke amplop berwarna coklat yang bertali diujungnya. Besok hari akan saya antarkan lamaran itu ke perusahaan kontraktor yang diinformasikan oleh sdr. Mukhlas.</strong></p>
<p><strong>Rabu, 7 Juni 2010, -Kawan, aku ingat persis tanggalnya- hari itu sekitar jam sembilan pagi dengan keyakinan tinggi dan rasa optimis meluap aku berangkat dari tempat kumenginap di Depok. Dengan konsentrasi terpusat pada jalan raya yang dilalui aku melaju pakai sepeda motor buatan Jepang menuju kantor perusahaan kontraktor yang akan kulamar itu. Dibutuhkan waktu dua jam dari Depok sampai ke daerah Harmoni, Jakarta dimana lokasi perusahaan itu berada. Setelah menemui pegawai front office, menyampaikan maksud kedatanganku, aku disuruh oleh pegawai itu menghadap Bapak J yang berada di lantai dua kantor itu. Aku naik ke lantai dua, masuk ruangan Bapak J langsung diterima yang bersangkutan. Aku serahkan berkas surat lamaran. Dibaca Beliau, lalu:</strong></p>
<p><strong>“Sudah lama kenal sama Mukhlas?”</strong></p>
<p><strong>“Baru, Pak,” kataku.</strong></p>
<p><strong>“Saudara sepupunya temanan sama aku, kami  pernah bekerja dalam satu proyek yang sama,” aku menambahkan. Setelah sedikit bicara pengenalan diriku, Bapak J memberitahukan, bahwa wawancara berikutnya seminggu lagi, masalah teknis, akan dilakukan oleh Bapak A. Aih.., kata wawancara selalu bikin aku dagdigdug.  Basa-basi ala kadarnya, lalu aku mohon diri dari ruangan Bapak J dan segera pulang.</strong></p>
<p><strong>Seminggu kemudian aku kembali menyambangi kantor perusahaan, bertemu dengan Bapak A. Setelah berkenalan, Bapak A membaca cvku dan mulai bertanya atas pengalaman kerja yang tertulis di cv itu. Aku memberikan penjelasan singkat, tidak bertele-tele, jelas dan langsung kepada apa yang dimaksud oleh yang tertulis dalam cv itu. Beliau cukup puas mendengar penjelasanku. Atau mungkin dia punya waktu pendek sehingga sengaja menunjukkan raut muka puas, mana taulah awak!</strong></p>
<p><strong>Bapak A berkata, “Semua penjelasan tadi perlu pembuktian dilapangan. Bisa saja cv dibuat sebagus mungkin, tapi kalau tak cakap dalam bekerja? Manalah laku.” Aku mengamini sabda Beliau dengan takzim. Lalu Bapak A memberikan tantangan untuk berangkat ke lapangan dalam waktu dekat. Lapangan adalah penamaan lain dari proyek yang sedang dikerjakan biasanya berada jauh dari kantor. Aku terima tantangan itu dengan syarat hari raya lebaran idul fitri aku dipulangkan ke Jakarta transportasi ditanggung perusahaan. Lalu aku minta dievaluasi  setelah lebaran. Kalau kinerjaku memuaskan perusahaan, silahkan dikirim lagi ke proyek. Jika performace aku tidak memberikan kontribusi positif buat perusahaan kontrak kerja antara aku dan perusahaan tidak usah dilanjutkan. Beliau setuju dengan permintaanku itu. Aku kembali disuruh menghadap Bapak J tiga hari setelah wawancara itu.</strong></p>
<p><strong>Sesuai dengan yang dijanjikan Bapak A supaya menghadap lagi ke Bapak J, maka tiga hari kemudian aku bertemu lagi dengan Bapak J. Pembicaraan dengan Bapak J berlangsung tidak terlalu lama, sekitar setengah jam. Beliau cuma menjelaskan hak yang saya terima sebagai karyawan, contact person, jalur komunikasi dalam proyek dan kapan aku diberangkatkan ke lokasi proyek di Kalimantan. Pada saat itu aku minta draft kontrak kerja dengan  perusahaan. Setelah item-item kontrak disetujui, pada saat itu juga kontrak kerja langsung aku tandatangani. Tiga hari setelah penandatangan kontrak kerja, aku diberangkatkan ke  lokasi proyek yang berada, nun jauh, di pedalaman Ketapang, Kalimantan Barat. Kenapa nun jauh? Dusun terdekat dari proyek, yaitu dusun masyarakat Dayak setempat, berjarak 10 kilometer. Kalau mau ke ibukota kabupaten, Ketapang, maka harus berkendara motor selama lebih kurang delapan jam, -kalau cuaca baik- dengan sekali menyeberangi sungai dengan perahu klotok. Angkutan umum hanya ada dalam mimpi. Bahwa mimpimu akan jadi kenyataan, yaitu ada jalan negara dengan perkerasan yang memadai, tunggulah waktu 10 atau lima belas tahun lagi. Itupun Anda belum keburu dipanggil ke alam lain oleh Sang Khalik. Proyeknya berada di tengah kebun sawit milik salah satu konglomerat negeri ini.</strong></p>
<p><strong>Dimulailah pengabdian, penghambaan diri tepatnya, untuk orang lain jilid berikutnya dalam hidupku. Inilah keadaan benci tapi butuh.</strong><br />
Tulisan ini ada copy paste-nya <a title="blog PakOsu" href="http://PakOsu.wordpress.com/">disini.</a></p>
<p>catatan lebay:<br />
Atas kebaikan Site Manajer Proyek aku bisa mengetik dan posting tulisan ini. Terima kasih IndosatM2.<br />
Aku posting tulisan ini dengan diiringi lagu Nikita by Elton John. Ingatanku melayang ke anak-anakku, airmataku meleleh. Cengengkah..?</p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://alrisblog.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alrisblog.wordpress.com/703/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alrisblog.wordpress.com/703/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alrisblog.wordpress.com/703/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alrisblog.wordpress.com/703/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alrisblog.wordpress.com/703/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alrisblog.wordpress.com/703/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alrisblog.wordpress.com/703/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alrisblog.wordpress.com/703/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alrisblog.wordpress.com/703/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alrisblog.wordpress.com/703/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alrisblog.wordpress.com/703/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alrisblog.wordpress.com/703/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alrisblog.wordpress.com/703/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alrisblog.wordpress.com/703/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alrisblog.wordpress.com&amp;blog=4965122&amp;post=703&amp;subd=alrisblog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alrisblog.wordpress.com/2010/09/30/terdamparku-disini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>183</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1e758b1a63079f7ed877ea3b6fdb1f6b?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alrisblog</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Daripada Gak di-Update</title>
		<link>http://alrisblog.wordpress.com/2010/09/09/daripada-gak-di-update/</link>
		<comments>http://alrisblog.wordpress.com/2010/09/09/daripada-gak-di-update/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Sep 2010 19:39:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alrisblog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alrisblog.wordpress.com/?p=689</guid>
		<description><![CDATA[Naa.. lama nian blog Alris tidak diupdate, ya. Memang begitulah kenyataannya, kawan. Ibarat mau makan besar, ini Alris beri dulu makanan pembuka. Nanti menyusul posting tentang kemana aja selama ini Alris  &#8220;nyungsep dan tenggelam.&#8221;  Sementara ini foto-foto dulu,ya. Satunya foto narsis salah satu my angel: motivator ulung nomor satu sedunia. Dan tahukah anda senjata yang  [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alrisblog.wordpress.com&amp;blog=4965122&amp;post=689&amp;subd=alrisblog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Naa.. lama nian blog Alris tidak diupdate, ya. Memang begitulah kenyataannya, kawan. Ibarat mau makan besar, ini Alris beri dulu makanan pembuka. Nanti menyusul posting tentang kemana aja selama ini Alris  &#8220;nyungsep dan tenggelam.&#8221;  Sementara ini foto-foto dulu,ya. Satunya foto narsis salah satu my angel: motivator ulung nomor satu sedunia.</p>
<div id="attachment_690" class="wp-caption aligncenter" style="width: 439px"><a href="http://alrisblog.files.wordpress.com/2010/09/kami-berkubang-disini.jpg"><img class="size-medium wp-image-690" title="Kami berkubang disini" src="http://alrisblog.files.wordpress.com/2010/09/kami-berkubang-disini.jpg?w=429&#038;h=321" alt="" width="429" height="321" /></a><p class="wp-caption-text">Kalau hujan beginilah jalan yang kami lalui setiap hari jika mau pergi dan pulang kerja. Keluh-kesah tidak berlaku disini, kawan!</p></div>
<div id="attachment_692" class="wp-caption aligncenter" style="width: 441px"><a href="http://alrisblog.files.wordpress.com/2010/09/my-heart1.jpg"><img class="size-medium wp-image-692" title="my heart" src="http://alrisblog.files.wordpress.com/2010/09/my-heart1.jpg?w=431&#038;h=321" alt="" width="431" height="321" /></a><p class="wp-caption-text">Inilah salah satu motivatorku, penyemangatku, untuk berbuat terbaik dalam menjalankan &quot;siksaan menyenangkan&quot; itu. Tak cukup kata untuk mengungkapkannya.</p></div>
<p>Dan tahukah anda senjata yang  bisa mengalahkan malaysia kalau kita berperang melawan mereka? Abra kadabra&#8230; ini dia:</p>
<div id="attachment_693" class="wp-caption aligncenter" style="width: 442px"><a href="http://alrisblog.files.wordpress.com/2010/09/senjata-pemusnah-rakyat-miskin.jpg"><img class="size-medium wp-image-693" title="Senjata pemusnah rakyat miskin" src="http://alrisblog.files.wordpress.com/2010/09/senjata-pemusnah-rakyat-miskin.jpg?w=432&#038;h=473" alt="" width="432" height="473" /></a><p class="wp-caption-text">Tidak perlu repot-repot kita berperang untuk melumpuhkan negeri jiran yang sering mengklaim produk budaya Indonesia sebagai milik mereka dan sering melecehkan negara kita, cukup ekspor sebanyak-banyaknya barang ini ke negara mereka.</p></div>
<p>Nah, kalau yang foto terakhir itu didapat dari situs <a title="web kaskus" href="http://www.kaskus.us/">kaskus.us</a>. Copy paste dari posting ini ada <a title="lagi blog punya ALRIS" href="http://PakOsu.wordpress.com/">disinan</a>.</p>
<br />Filed under: <a href='http://alrisblog.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alrisblog.wordpress.com/689/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alrisblog.wordpress.com/689/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alrisblog.wordpress.com/689/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alrisblog.wordpress.com/689/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alrisblog.wordpress.com/689/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alrisblog.wordpress.com/689/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alrisblog.wordpress.com/689/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alrisblog.wordpress.com/689/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alrisblog.wordpress.com/689/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alrisblog.wordpress.com/689/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alrisblog.wordpress.com/689/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alrisblog.wordpress.com/689/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alrisblog.wordpress.com/689/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alrisblog.wordpress.com/689/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alrisblog.wordpress.com&amp;blog=4965122&amp;post=689&amp;subd=alrisblog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alrisblog.wordpress.com/2010/09/09/daripada-gak-di-update/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>143</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1e758b1a63079f7ed877ea3b6fdb1f6b?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alrisblog</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://alrisblog.files.wordpress.com/2010/09/kami-berkubang-disini.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Kami berkubang disini</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://alrisblog.files.wordpress.com/2010/09/my-heart1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">my heart</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://alrisblog.files.wordpress.com/2010/09/senjata-pemusnah-rakyat-miskin.jpg?w=273" medium="image">
			<media:title type="html">Senjata pemusnah rakyat miskin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bodong</title>
		<link>http://alrisblog.wordpress.com/2010/07/14/bodong/</link>
		<comments>http://alrisblog.wordpress.com/2010/07/14/bodong/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Jul 2010 01:00:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alrisblog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alrisblog.wordpress.com/?p=678</guid>
		<description><![CDATA[Istilah bodong biasa dikaitkan dengan suatu barang yang tidak dilengkapi dengan surat-menyurat yang sah.  Suatu barang dikatakan bodong lazimnya tidak diminati oleh pembeli yang waras. Kalaupun ada yang nekad membeli barang bodong pasti niatnya membeli barang itu untuk mengambil suatu keuntungan. Bagaimana status seseorang yang menduduki suatu jabatan yang teramat penting di negeri ini tanpa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alrisblog.wordpress.com&amp;blog=4965122&amp;post=678&amp;subd=alrisblog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Istilah bodong biasa dikaitkan dengan suatu barang yang tidak dilengkapi dengan surat-menyurat yang sah.  Suatu barang dikatakan bodong lazimnya tidak diminati oleh pembeli yang waras. Kalaupun ada yang nekad membeli barang bodong pasti niatnya membeli barang itu untuk mengambil suatu keuntungan.</p>
<p>Bagaimana status seseorang yang menduduki suatu jabatan yang teramat penting di negeri ini tanpa dilengkapi landasan hukum yang sah? Apakah dia berhak menduduki dan menyandang predikat jabatannya itu? Menurut pendapat pribadi saya, yang bukan sarjana hukum, kalau orang menduduki suatu jabatan tanpa landasan hukum yang jelas,  maka dia tidak sah menduduki jabatan itu. Mendapat sebutan jabatannya saja tidak berhak apalagi mengaku-ngaku sebagai sebagai pejabatnya. Kalau begitu ya, bolehlah disebut bodong, atau kalau tidak abu-abu. Tidak mungkin jabatan suatu institusi negara harus disamakan dengan dunia preman yang berlandaskan ucapan sang bos. Asal sudah keluar perintah lisan sang bos maka sianak buah resmi menyandang jabatan yang diperintahkan sang bos. Bakalan tidak ada yang berani membantah, apalagi mempertanyakan hasil fit and proper test segala. Dunia preman, coy!</p>
<p>Kalau untuk menduduki jabatan institusi negara tentuk tidak harus disamakan dengan organisasi preman. Tidak harus begitu bukan? Harus punya tata tertib, punya standar tertentu dan yang penting ada payung hukumnya. Kalau cuma perintah lisan, lalu seseorang bisa menduduki jabatan tertentu,  bisa kacau negara.  Lha, negara tidak ada aturan, pasti kacau. Nanti banyak orang mengaku-ngaku pejabat dan menduduki jabatan tertentu tanpa ada aturan main, hanya berdasarkan perintah lisan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.  Pernyataan <a title="blog yusril ihza mahendra" href="http://yusril.ihzamahendra.com/">Yusril Ihza Mahendra</a>, yang mempersoalkan keabsahan jabatan Hendarman Supandji sebagai jaksa agung menarik untuk disimak dan dicermati. Bagi saya pribadi ini menyangkut dengan satu kata: BODONG.</p>
<p>Sebagaimana diketahui Yusril Ihza Mahendra bukanlah sarjana teknik lalu memangku jabatan dibidang hukum. Diketahui orang banyak kalau dia adalah guru besar hukum tata negara. Untuk sampai ke tingkat mendapatkan predikat guru besar hukum tata negara tentu dia sudah melalui pendidikan dan memenuhi persyarat yang ditentukan oleh institusi yang memberikan gelar dia sebagai guru besar. Kalau anda tidak percaya omongan saya, tanya saja lembaga <a title="situs UI" href="http://www.ui.ac.id/"><span style="text-decoration:underline;">ini</span></a> mengenai benar apa tidak Yusril Ihza Mahendra guru besar hukum tata negara.</p>
<p>Menyangkut kredibilitas jabatan yang diemban oleh Hendarman Supandji, bahkan ketua Mahkamah Konstitusi , Mahfud MD, mengakui jabatan itu memang bermasalah terkait dengan administrasi hukum. “Ada problem hukum dalam jabatan Pak Hendarman. Kalau menurut UU Kejaksaan, Jaksa Agung itu adalah jaksa karir, maka Pak Hendarman harus sudah pensiun karena usia,” kata Mahfud MD sebagaimana dimuat korat Berita Kota, 3 Juli 2010. “Menurut UU Kementerian, Jaksa Agung itu pejabat setingkat menteri, seperti Kapolri dan Panglima TNI. Memang, jabatan setingkat menteri itu tidak ada pensiun. Masalahnya kalau Hendarman Supandji, sebagai Jaksa Agung diangkat seperti menteri , harus diangkat lagi dengan SK pengangkatan dalam kabinet,” ungkap Mahfud MD.  Nah, kawan, seorang Ketua Mahkamah Konstitusi saja sudah mengakui ada problem dalam jabatan yang diemban oleh Jaksa Agung sekarang.</p>
<p>Mahkamah Konstitusi bukanlah lembaga main-main. Lembaga ini berhak dan berwenang membatalkan hukum yang dibuat oleh lembaga legislatif lain. Sudah banyak aturan hukum berbentuk perda isinya ngawur yang dibatalkan oleh lembaga terhormat ini. Semoga nanti keputusan yang diberikan oleh Mahkamah Konstitusi terkait uji materi pasal 19 dan pasal 22 UU Kejaksaan yang diajukan Yusril Ihza Mahendra dapat memberikan pencerahan kepada kita yang buta akan mengartikan pasal itu. Sekadar diketahui, mantan Menteri Hukum dan HAM itu mengajukan uji materi pasal 19 dan 22 UU Kejaksaan dihubungkan dengan Pasal 1 dan Pasal 28D ayat (1) UUD 1945 sebagaimana tertuang dalam Keppres 187/M tahun 2004; Kepres 31/P tahun 2007; dan Kepres 83/P tahun 2009.</p>
<p>Ada dasar hukumnya yang dijadikan landasan untuk mengatakan bahwa Hendarman Supandji adalah sah sebagai Jaksa Agung, sebagaimana yang sering dikatakan oleh Menteri Sekretaris Kabinet, Sudi Silalahi. Beliau mengatakan landasannya adalah UU Kementerian Negara. Saya tidak menemukan satupun kata Kejaksaan dalam UU Kementerian Negara itu. Saya yakin tidak ada kesalahan menyalin oleh Kepala Biro Peraturan Perundang-undangan Bidang Politik dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Negara RI, Wisnu Setiawan. Saya sudah membaca undang-undang itu sebelum tulisan ini saya posting.  Disini saya buatkan link undang-undang yang dimaksud, tinggal anda klik<a title="UU Kementerian Negara" href="http://sda.pu.go.id/hukum/DATA/produk%20hukum/UU/UU_39_2008.pdf"> <span style="text-decoration:underline;">ini</span></a>.</p>
<p>Tulisan ini tidak bermaksud untuk memihak kepada Yusril Ihza Mahendra tersangkut dia ditetapkan sebagai tersangka kasus sisminbakum. Tidak ada untung atau ruginya bagi saya dia dijadikan tersangka. Dia dihukum, saya tidak rugi, dia bebas murni saya juga tidak beruntung. Begitupun dengan Hendarman Supandji, dia sah sebagai Jaksa Agung saya tidak untung, apalagi dia tidak sah sebagai Jaksa Agung saya juga tidak rugi. Tulisan ini hanya ekspresi dari olah pikir, ternyata saya bisa juga bikin tulisan walau tidak ada mood. Nunggu mood kapan jadinya tulisan, sampai datang lebaran kuda juga tidak bakalan ada tulisan baru di blog saya ini, hehehe…</p>
<p>Para blogger, selamat menulis. Kalau mau menulis jangan tunggu mood, menulis, ya, tulis saja. Semoga anda semua nanti bisa menghasilkan tulisan hebat seperti novelis yang saya kagumi ini, Andrea Hirata. Btw, saya belum bisa beli novel terbaru <a title="web Andrea Hirata" href="http://www.andrea-hirata.com/">Andrea Hirata</a> karena memang belum ada dana buat membelinya. Maklum profesi pengacara (pengangguran banyak acara) ternyata banyak mendatangkan mudarat daripada manfaatnya. Ada yang mau nyumbang novel itu? Saya tunggu dengan tangan terbuka dan hati cerah, secerah pagi ini menyambut Jakarta.</p>
<br />Filed under: <a href='http://alrisblog.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alrisblog.wordpress.com/678/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alrisblog.wordpress.com/678/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alrisblog.wordpress.com/678/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alrisblog.wordpress.com/678/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alrisblog.wordpress.com/678/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alrisblog.wordpress.com/678/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alrisblog.wordpress.com/678/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alrisblog.wordpress.com/678/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alrisblog.wordpress.com/678/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alrisblog.wordpress.com/678/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alrisblog.wordpress.com/678/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alrisblog.wordpress.com/678/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alrisblog.wordpress.com/678/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alrisblog.wordpress.com/678/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alrisblog.wordpress.com&amp;blog=4965122&amp;post=678&amp;subd=alrisblog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alrisblog.wordpress.com/2010/07/14/bodong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>63</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1e758b1a63079f7ed877ea3b6fdb1f6b?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alrisblog</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Love</title>
		<link>http://alrisblog.wordpress.com/2010/07/05/love/</link>
		<comments>http://alrisblog.wordpress.com/2010/07/05/love/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Jul 2010 21:33:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alrisblog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alrisblog.wordpress.com/?p=675</guid>
		<description><![CDATA[cinta itu&#8230; bagaikan anak panah yang siap menancap kemana arah yang ia tuju&#8230; kuat,erat, dan tak akan mampu berkarat cinta itu… tak sepaham dengan logika. cinta itu… tak mampu melihat perbedaan cinta itu… tak mempunyai MATA tapiiii!!!!!!!! kita harus mempunyai MATA HATI, agar kita bisa melihat seberapa dalam ia mencintai kita&#8230; Dari membuka file seorang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alrisblog.wordpress.com&amp;blog=4965122&amp;post=675&amp;subd=alrisblog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>cinta itu&#8230;<br />
bagaikan anak panah yang siap menancap kemana arah yang ia tuju&#8230;<br />
kuat,erat, dan tak akan mampu berkarat<br />
cinta itu…<br />
tak sepaham dengan logika.<br />
cinta itu…<br />
tak mampu melihat perbedaan<br />
cinta itu…<br />
tak mempunyai MATA<br />
tapiiii!!!!!!!!<br />
kita harus mempunyai MATA HATI, agar kita bisa melihat seberapa dalam ia mencintai kita&#8230;</strong></p>
<p>Dari membuka file seorang teman saya temukan puisi diatas. Menurut saya cukup menarik, maka posting.</p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://alrisblog.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alrisblog.wordpress.com/675/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alrisblog.wordpress.com/675/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alrisblog.wordpress.com/675/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alrisblog.wordpress.com/675/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alrisblog.wordpress.com/675/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alrisblog.wordpress.com/675/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alrisblog.wordpress.com/675/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alrisblog.wordpress.com/675/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alrisblog.wordpress.com/675/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alrisblog.wordpress.com/675/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alrisblog.wordpress.com/675/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alrisblog.wordpress.com/675/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alrisblog.wordpress.com/675/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alrisblog.wordpress.com/675/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alrisblog.wordpress.com&amp;blog=4965122&amp;post=675&amp;subd=alrisblog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alrisblog.wordpress.com/2010/07/05/love/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>69</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1e758b1a63079f7ed877ea3b6fdb1f6b?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alrisblog</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sudah Terpenuhi</title>
		<link>http://alrisblog.wordpress.com/2010/06/30/sudah-terpenuhi/</link>
		<comments>http://alrisblog.wordpress.com/2010/06/30/sudah-terpenuhi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jun 2010 23:39:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alrisblog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alrisblog.wordpress.com/?p=667</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Tuhan yang maha segalanya. Setelah melalui masa penantian panjang (belasan tahun) akhirnya saudara kita, YUSRIAL, penderita lumpuh kaki sudah mendapatkan apa yang diimpikannya selama ini, yaitu sebuah kursi roda.  Terima kasih kepada semua penyumbang, semoga bantuan yang diberikan akan dijadikan amal ibadah berlipat ganda oleh NYA. Sisa bantuan yang tersisa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alrisblog.wordpress.com&amp;blog=4965122&amp;post=667&amp;subd=alrisblog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Tuhan yang maha segalanya. Setelah melalui masa penantian panjang (belasan tahun) akhirnya saudara kita, YUSRIAL, penderita lumpuh kaki sudah mendapatkan apa yang diimpikannya selama ini, yaitu sebuah kursi roda.  Terima kasih kepada semua penyumbang, semoga bantuan yang diberikan akan dijadikan amal ibadah berlipat ganda oleh NYA. Sisa bantuan yang tersisa akan diberikan kepada yang berhak. Sekali lagi terima kasih semua.</p>
<br />Filed under: <a href='http://alrisblog.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alrisblog.wordpress.com/667/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alrisblog.wordpress.com/667/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alrisblog.wordpress.com/667/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alrisblog.wordpress.com/667/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alrisblog.wordpress.com/667/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alrisblog.wordpress.com/667/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alrisblog.wordpress.com/667/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alrisblog.wordpress.com/667/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alrisblog.wordpress.com/667/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alrisblog.wordpress.com/667/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alrisblog.wordpress.com/667/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alrisblog.wordpress.com/667/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alrisblog.wordpress.com/667/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alrisblog.wordpress.com/667/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alrisblog.wordpress.com&amp;blog=4965122&amp;post=667&amp;subd=alrisblog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alrisblog.wordpress.com/2010/06/30/sudah-terpenuhi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1e758b1a63079f7ed877ea3b6fdb1f6b?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alrisblog</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gak Ada Tulisan Baru, Kalau Mau ada Disana</title>
		<link>http://alrisblog.wordpress.com/2010/05/03/gak-ada-tulisan-baru-kalau-mau-ada-disana/</link>
		<comments>http://alrisblog.wordpress.com/2010/05/03/gak-ada-tulisan-baru-kalau-mau-ada-disana/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 May 2010 18:58:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alrisblog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alrisblog.wordpress.com/?p=661</guid>
		<description><![CDATA[Ya, sesuai janji dalam hati. Kalau bantuan sumbangan dari simpatisan belum mencukupi untuk membeli kursi roda buat sdr kita yang membutuhkan itu, Alrisblog belum mengeluarkan tulisan baru untuk di posting. Sementara ini tulisan saya yang lain bisa dinikmati disini, http://pakosu.wordpress.com/ Ibarat semburan gas liar di Sidoarjo, mandeg disini nyembur disana, hehehe&#8230; Saya belum menchek buku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alrisblog.wordpress.com&amp;blog=4965122&amp;post=661&amp;subd=alrisblog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ya, sesuai janji dalam hati. Kalau bantuan sumbangan dari simpatisan belum mencukupi untuk membeli kursi roda buat sdr kita yang membutuhkan itu, Alrisblog belum mengeluarkan tulisan baru untuk di posting. Sementara ini tulisan saya yang lain bisa dinikmati <a title="PakOsu bicara" href="http://pakosu.wordpress.com/">disini</a>, http://pakosu.wordpress.com/</p>
<p>Ibarat semburan gas liar di Sidoarjo, mandeg disini nyembur<a title="PakOsu bicara lagi" href="http://pakosu.wordpress.com/"> disana</a>, hehehe&#8230;</p>
<p>Saya belum menchek buku tabungan dan juga belum ada konfirmasi dari penyumbang ke hp saya, jadi belum ada penambahan jumlah sumbangan yang terkumpul. Terima kasih.</p>
<br />Filed under: <a href='http://alrisblog.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alrisblog.wordpress.com/661/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alrisblog.wordpress.com/661/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alrisblog.wordpress.com/661/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alrisblog.wordpress.com/661/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alrisblog.wordpress.com/661/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alrisblog.wordpress.com/661/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alrisblog.wordpress.com/661/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alrisblog.wordpress.com/661/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alrisblog.wordpress.com/661/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alrisblog.wordpress.com/661/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alrisblog.wordpress.com/661/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alrisblog.wordpress.com/661/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alrisblog.wordpress.com/661/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alrisblog.wordpress.com/661/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alrisblog.wordpress.com&amp;blog=4965122&amp;post=661&amp;subd=alrisblog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alrisblog.wordpress.com/2010/05/03/gak-ada-tulisan-baru-kalau-mau-ada-disana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>48</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1e758b1a63079f7ed877ea3b6fdb1f6b?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alrisblog</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dia Tidak Sempurna</title>
		<link>http://alrisblog.wordpress.com/2010/04/05/dia-tidak-sempurna/</link>
		<comments>http://alrisblog.wordpress.com/2010/04/05/dia-tidak-sempurna/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Apr 2010 21:07:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alrisblog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alrisblog.wordpress.com/?p=613</guid>
		<description><![CDATA[Malu saya kalau tidak bisa menolong sesama setelah mendengarkan cerita sepupunya. Namun bagaimana caranya menolong dia yang sedang mengharapkan bantuan ini? *sekilas cerita tentang sipemohon bantuan ini ada di paragraf dibawah ini, berupa petikan surat-menyurat saya dengan suatu yayasan* Dari segi finansial keadaan saya seharusnya sudah masuk kategori orang yang harus ditolong. Kalau diibaratkan bank [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alrisblog.wordpress.com&amp;blog=4965122&amp;post=613&amp;subd=alrisblog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Malu saya kalau tidak bisa menolong sesama setelah mendengarkan cerita sepupunya. Namun bagaimana caranya menolong dia yang sedang mengharapkan bantuan ini? *sekilas cerita tentang sipemohon bantuan ini ada di paragraf dibawah ini, berupa petikan surat-menyurat saya dengan suatu yayasan* Dari segi finansial keadaan saya seharusnya sudah masuk kategori orang yang harus ditolong. Kalau diibaratkan bank dalam masa krisis 1998 saya ini  sudah bleeding, punya CAR minus 25%, masuk kategori B dan harus diinjeksi dengan obligasi pemerintah untuk direkapitalisasi. Tapi karena saya ini bukan badan usaha berbentuk perbankkan, maka bantuan berbentuk BLBI yang maknyusss itu tidak pernah mampir. Bantuan tanpa kewajiban harus mengembalikan itu hanya ada diangan-angan saya, tapi jadi kenyataan bagi bank-bank penerima dana BLBI…hiks</p>
<p>Nyaris  setahun ini saya bergelut dengan keadaan yang tidak menentu karena berbagai faktor. Hanya dua bulan secara full saya bekerja dibawa teman untuk bantu-bantu dia mengawasi pembangunan proyek seperti terpampang fotonya di posting <a title="Guiness Book of Record from Indonesia" href="http://alrisblog.wordpress.com/2010/01/22/guiness-book-of-record-from-indonesia/">ini</a>.</p>
<p>“Hanya dua bulan? Lalu selebihnya kemana aja loe?” tanya seorang teman yang suka mengurusi urusan orang lain. Dia tidak pikir saya akan tersinggung, marah, geram, sedih atau nangis cengeng dengan tersebab pertanyaannya itu.</p>
<p>Diantara empati dan keinginan untuk menolong saya membandingkan diri saya dengan dia. Secara fisik saya sehat. Anggota tubuh masih lengkap : mata masih utuh dan berfungsi; telinga masih bisa mendengar dengan baik;  tangan &amp; jari-jarinya masih lengkap dan berfungsi baik;  kaki masih ada dua-duanya dan jari-jarinya utuh juga; perangkat <a title="punyaku sama dengan punyamu (laki)" href="http://www.konseling.net/artikel_seks/anatomi_penis.htm">“ituh”</a> juga masih ada serta berfungsi dengan sangat baik. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />   Dan diatas itu semua otak masih bisa digunakan, saya masih waras.  “Lha, iyalah. Kalau loe gak sehat pikiran loe udah di-grogol-kan,” kata teman saya sambil cengengesan. Ya, maksud teman itu tentulah saya dimasukkan ke rumah sakit jiwa yang ada di Grogol, Jakarta Barat untuk direparasi atau diperbaiki kesehatan mental dan fikiran. Tapi syukurlah saya masih diberi kepercayaan oleh yang MAHA PUNYA untuk berfikiran sehat dan sehat jiwa raga.</p>
<p>Bagaimana saya bisa membantu saudara sepupu kawan itu. Karena yang dia butuhkan adalah sebuah kursi roda untuk orang dewasa, maka akal pikiran saya langsung berputar, dan … *tuing* teringatlah akan orang-orang dermawan yang suka memberi bantuan lewat yayasan. Diantara sekian banyak yayasan pasti ada salah satu yang bersedia memberikan bantuan. Begitulah jalan pikiran saya ketika itu.</p>
<p>Lalu didapat darimana alamat yayasan-yayasan itu? “Gak usah bingung kau ALRIS,” kata nurani saya.Jaman sudah canggih. Segala macam informasi ada di dunia maya. Maka bertanyalah saya pada mbah <a title="situs google" href="http://www.google.co.id/">google</a>.</p>
<p>Dari sekian banyak alamat yayasan yang saya dapat akhirnya saya jatuhkan pilihan pada yayasan<a title="yayasanmaria monique lastwish" href="http://www.mariamonique.org/"> ini</a>. Kenapa ke yayasan ini? Karena menurut salah satu berita yang saya baca yayasan itu membantu pengadaan kursi roda.  Saya  beranikan diri, nekad aja menulis surat dan dikirim via email. Maka terjadilah saling balas surat seperti dibawah ini :</p>
<p><strong>From: yafni alris &#8211; &lt;<a href="mailto:alris587@gmail.com" target="_blank">alris587@gmail.com</a>&gt;<br />
Date: Mon, 1 Mar 2010 12:54:03 +0700<br />
To: &lt;<a href="mailto:monique_lastwish@yahoo.com" target="_blank">monique_lastwish@yahoo.com</a>&gt;</strong></p>
<p><strong>Subject: Tata cara&#8230;</strong></p>
<p><strong>Kepada Yth,<br />
Yayasan Maria Monique Lastwish<br />
JL. Griya Agung No.25.</strong></p>
<p><strong>Kepada Yth,<br />
</strong> <strong>Yayasan Maria Monique Lastwish<br />
JL. Griya Agung No.25.<br />
Sunter &#8211; Jakarta</strong></p>
<p><strong>Dear,<br />
Saya dapat alamat yayasan ini dari hasil pencarian di Google. Saya ingin mendapatkan penjelasan cara untuk mendapatkan kursi roda buat orang cacat yang diadakan oleh </strong><strong>Yayasan Maria Monique Lastwish. </strong></p>
<p><strong>Calon penerima kursi roda ini adalah cacat kedua kakinya dan saat ini menderita lumpuh akibat kecelakaan motor yang dialaminya sekian puluh tahun yang lalu. Selama ini penderita cacat ini diasuh/dibantu oleh saudaranya. Tapi sejak kejadian gempa yang menimpa kota Padang beberapa bulan lalu, dimana rumah yang ditempatin beliu selama ini rubuh akibat gempa, oleh saudaranya (kakak perempuan) beliau di bawa ke kota Bandung. Sayang saudaranya hanyalah seorang janda dengan tanggungan dua orang anak, menghidupi keluarga dari usaha fotokopi  yang berpenghasilan pas-pasan,  kalau tidak disebut kategori miskin. Beliau penderita cacat lumpuh ini ingin mengurangi beban kakaknya, solusinya beliau pengen dibeliin kursi roda supaya tidak selalu tergantung akan bantuan orang lain. Dengan adanya kursi roda beliau bisa bermobilitas, dan kalau ada modal pengen jualan pulsa untuk aktifitas dan meringankan beban kakak yang menampungnya.(cerita ini saya dapatkan dari kakak sepupunya)</strong></p>
<p><strong>Saya beranikan menulis email ini dengan niat membantu sesama. Secara finansial saya belum bisa berbuat banyak, kebetulan bisa ngenet jadi, ya, mudah-mudahan semoga pesan ini sampai dan mendapat kabar gembira buat yang bersangkutan.</strong></p>
<p><strong>Demikianlah saya sampaikan, semoga ada tanggapan dan harapan positif buat penderita. Semoga Tuhan YME melancarkan jalan baik yang dijalankan Yayasan Maria Monique Lastwish.</strong></p>
<p><strong>Salam,<br />
ALRIS<br />
081383529484</strong></p>
<p><strong>Pada 1 Maret 2010 13:00, &lt;<a href="mailto:monique_lastwish@yahoo.com" target="_blank">monique_lastwish@yahoo.com</a>&gt; menulis:<br />
Minta tl alamat dan nama anak dan umur, team YMM akan surfei,tks<br />
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss&#8230;!</strong></p>
<p><strong>Pada 1 Maret 2010 13:09, yafni alris &#8211; &lt;<a href="mailto:alris587@gmail.com" target="_blank">alris587@gmail.com</a>&gt; menulis:<br />
Gembira tak terkira, itulah perasaan saya saat ini. Begitu cepat tanggapannya. Saya bersyukur banget.<br />
Saya akan segera memberi tahu </strong><strong>Yayasan Maria Monique Lastwish begitu saya dapat data-data yang dibutuhkan. Saat ini saya lagi di Subang ada keperluan yang tak kalah peliknya. Bila saya ke Jakarta saya akan segera menemui kakak sepupunya sipenderita lumpuh itu untuk minta data yang diperlukan. Terima kasih.</strong></p>
<p><strong>Kapanpun saya bersedia dihubungi via hp saya untuk keperluan kebajikan ini. Tuhan YME menyertai langkah mulia ini, amin.</strong></p>
<p>Kalau dimuat semua surat-menyurat saya dengan yayasan itu lumayan panjang dan saya khawatir bikin bosan orang yang baca, terakhir saya terima surat dari yayasan itu adalah sbb:</p>
<p><strong>Pada 4 Maret 2010 18:52,  &lt;<a href="mailto:monique_lastwish@yahoo.com" target="_blank">monique_lastwish@yahoo.com</a>&gt; menulis:<br />
Waitlist reason:    <a href="mailto:monique_lastwish@yahoo.com" target="_blank">monique_lastwish@yahoo.com</a> is not on <a href="https://www.boxbe.com/approved-list" target="_blank">your Guest List</a> | <a href="https://www.boxbe.com/anno?tc=1821076435_337372726" target="_blank">Approve sender</a> | <a href="https://www.boxbe.com/anno?tc=1821076435_337372726&amp;dom" target="_blank">Approve domain</a> <img src="http://www.boxbe.com/images/bullet1_s.png" alt="" width="10" /><img src="http://www.boxbe.com/stfopen?tc=1821076435_337372726" alt="" /><br />
Maaf sblmnya kami memberikan utk anak2 tp kami akan kash tahu teman2 dan bila ada yg mau donate, akan km infokan, sblmya tks, team YMM<br />
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss&#8230;!</strong></p>
<p>Sampai saya posting tulisan ini belum ada lagi kabar dari yayasan itu, misal memberikan informasi bahwa mereka sudah ada stok kursi roda yang dibutuhkan. Saya tidak menyalahkan, karena yayasan ini hanya menyediakan kursi roda untuk anak-anak. Atensi yang diberikan oleh yayasan itu lewat email ke saya sudah membuat hati terobati. Mereka care.</p>
<p>Saya juga pernah mengirimkan pesan lewat fesbuk ke bapak <a title="Bambang Soesatyo" href="http://www.facebook.com/home.php?#!/profile.php?id=1043420470&amp;ref=ts">ini</a> dan bapak <a title="Agun Gunandjar Sudarsa" href="http://www.facebook.com/home.php?#!/agun234?v=wall&amp;ref=ts">ono</a>. Isi pesannya setali tiga uang alias sami mawon, persis, surat saya ke yayasan tadi. Kedua bapak tadi adalah  salah dua anggota legislatif dan mereka masuk kategori selebritis. Sampai saat menulis ini tidak ada balasan pesan dari beliau-beliau. Saya berbaik sangka, karena kesibukan mungkin beliau tidak sempat membaca pesan saya. Atau bisa jadi yang membuat akun di situs jaringan sosial itu atas nama beliau bukan beliau-beliau sendiri yang bikin sehingga pesannya tidak sampai, Wallahu`alam.</p>
<p>Sore tadi sehabis nonton di tetangga melihat lomba jet darat F1 yang diadakan di Sepang, Malaysia saya teringat lagi akan penderitaan sepupu kawan saya itu. Karena belum juga ada bantuan, maka saya buatlah tulisan ini sehabis sholat maghrib, dan saya posting menjelang subuh.  Saya terinspirasi oleh <a title="Koin buat Prita Mulyasari" href="http://www.detiknews.com/read/2009/12/23/090952/1264836/10/prita-mulyasari-hadiri-penyerahan-koin-rp-650-juta-ke-bi">bantuan</a> para blogger dan masyarakat untuk Prita Mulyasari dalam melunasi utang dalam perkaranya dengan rumah sakit di Tangerang beberapa bulan lalu. Betapa dahsyatnya kekuatan silaturahim!</p>
<p>Nah, anda para blogger dan pembaca blog saya ini silahkan, -kalau ikhlas, legowo dalam membantu dan beramal- menyumbang guna dibelikan kursi roda untuk diberikan kepada saudara kita yang fotonya ada dibawah ini. Nomor rekening penampung sumbangan saya tulis ada di <a title="About me" href="http://alrisblog.wordpress.com/about/?preview=true&amp;preview_id=2&amp;preview_nonce=c2cf16bcd2"><strong>About</strong></a> blog saya ini. Terima kasih.</p>
<p><a href="http://alrisblog.files.wordpress.com/2010/04/yusrial.jpg"><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-634" title="YUSRIAL" src="http://alrisblog.files.wordpress.com/2010/04/yusrial.jpg?w=200&#038;h=150" alt="" width="200" height="150" /></a></p>
<p>Atas usul dari seorang pembaca blog ini, maka <a title="daftar dan jumlah sumbangan untuk beli kursi roda" href="http://alrisblog.wordpress.com/about/">disini</a> bisa dilihat daftar penyumbang dan jumalah sumbangan terkumpul.</p>
<br />Filed under: <a href='http://alrisblog.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alrisblog.wordpress.com/613/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alrisblog.wordpress.com/613/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alrisblog.wordpress.com/613/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alrisblog.wordpress.com/613/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alrisblog.wordpress.com/613/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alrisblog.wordpress.com/613/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alrisblog.wordpress.com/613/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alrisblog.wordpress.com/613/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alrisblog.wordpress.com/613/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alrisblog.wordpress.com/613/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alrisblog.wordpress.com/613/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alrisblog.wordpress.com/613/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alrisblog.wordpress.com/613/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alrisblog.wordpress.com/613/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alrisblog.wordpress.com&amp;blog=4965122&amp;post=613&amp;subd=alrisblog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alrisblog.wordpress.com/2010/04/05/dia-tidak-sempurna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>137</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1e758b1a63079f7ed877ea3b6fdb1f6b?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alrisblog</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.boxbe.com/images/bullet1_s.png" medium="image" />

		<media:content url="http://www.boxbe.com/stfopen?tc=1821076435_337372726" medium="image" />

		<media:content url="http://alrisblog.files.wordpress.com/2010/04/yusrial.jpg?w=200" medium="image">
			<media:title type="html">YUSRIAL</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gak Tahan Lama</title>
		<link>http://alrisblog.wordpress.com/2010/03/26/gak-tahan-lama/</link>
		<comments>http://alrisblog.wordpress.com/2010/03/26/gak-tahan-lama/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Mar 2010 11:34:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alrisblog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alrisblog.wordpress.com/?p=595</guid>
		<description><![CDATA[“Saya gak tahan lama, nih,” kata saya kepada seorang sambil ngobrol ngalor-ngidul disuatu sore Jakarta menjelang hujan. Tanpa menunggu penjelasan saya berikutnya apa konteks pembicaraan saya itu, sang teman itu nyerocos begini : “Ah, kamu bercanda, ya.” “ Masa gak tahan lama loe bisa punya dua anak’” “Berarti selama ini istrimu tersiksa, dong. Loe egois, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alrisblog.wordpress.com&amp;blog=4965122&amp;post=595&amp;subd=alrisblog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Saya gak tahan lama, nih,” kata saya kepada seorang sambil ngobrol ngalor-ngidul disuatu sore Jakarta menjelang hujan. Tanpa menunggu penjelasan saya berikutnya apa konteks pembicaraan saya itu, sang teman itu nyerocos begini :<br />
“Ah, kamu bercanda, ya.”<br />
“ Masa gak tahan lama loe bisa punya dua anak’”<br />
“Berarti selama ini istrimu tersiksa, dong. Loe egois, ya, maunya enak sendiri.”<br />
“Kamu udah puas sementara istrimu&#8230;”</p>
<p>“Hei..hei&#8230;stop, stop.” Saya mengguncang tubuh teman sambil menyuruh dia berhenti bicara sebelum dia terlanjur bicara jauh melenceng dari apa yang saya maksud dan fantasinya semakin liar. Lalu saya menjelaskan apa yang saya maksud dengan tidak tahan lama.</p>
<p>Saya sudah hampir sebulan tidak bikin posting baru di blog saya yang menurut sebagian teman cukup saja tulisan dan tampilannya. Ya,maksudnya blog saya cukup seadanya, tulisannya cukup sebagai tulisan seorang pemula. Nafsu untuk menulispun ikut hilang lenyap ditelan masalah yang datang silih berganti seperti bus-bus di terminal keberangkatan menunggu giliran. Semangat menulis menggelora selama ini yang terpelihara rapi sedikit demi sedikit ikut tergerogoti. Kalau hai ini dibiarkan terus-menerus, cita-cita jadi penulis beken seperti <a title="biografi Anton Chekov " href="http://www.theatrehistory.com/russian/chekhov001.html">Anton Chekov</a> atau novelis lokal luar biasa Andrea Hirata bisa melayang tanpa pamit.</p>
<p>Berkat dari blogwalking dan bacaan dari buku Breaking Through Your Success Barriers karangan Frank F. Lunn, buku La Tahzan karangan <a title="Biografi Dr. `Aidh al Qarni" href="http://youngmuslimsindo.blogspot.com/2005/09/biografi-dr-aidh-abdullah-al-qarni.html">Dr. `Aidh al Qarni</a>, buku Menulis Itu Jenius susunan Roland Fishman, dan buku Mati Ketawa Cara Rusia yang disunting Z. Dolgopolova, akhirnya saya putuskan untuk menghentikan puasa menulis. Saya tidak tahan untuk tidak menulis. Seperti orang yang sudah lama tidak tersalurkan nafsu biologisnya, pasti awalnya grusa-grusu dan pengen mulai cepet. Pokoknya yang terfikir tubruk aja, hajar bleh..! Begitulah rupanya, nafsu menulis saya bangkit lagi, bergelora lagi. Jadi untuk menulis saat ini prinsip saya adalah tubruk aja dan hajar bleh. Mumpung lagi nafsu . Saya berharap onfire terus dalam menulis.</p>
<p>Oh, ya, dari keempat buku yang saya baca hanya buku Mati Ketawa Cara Rusia  yang saya tamatkan membacanya, bahkan sudah saya baca sampai 10 kali dalam waktu hampir sebulan ini. Buku terbitan PT. Pustaka Grafitipers cetakan kedua yang dirilis April 1986 itu bikin saya ketagihan untuk membacannya, lagi, lagi dan lagi. Buku La Tahzan baru terbaca sekitar 30%, dua buku lainnya hanya terselesaikan membacanya  sekitar 60%.</p>
<p>Nah, sidang pembaca berikut saya posting beberapa cerita yang saya copot dari buku Mati Ketawa Cara Rusia.</p>
<p><strong>Kennedy menghadap Tuhan dan memohon, “Tuhan berapa lama lagikah baru rakyatku bergahagia?”<br />
“Lima puluh tahun lagi,” kata Tuhan.<br />
Kennedy menangis dan berlalu.<br />
De Gaulle menghadap Tuhan dan memohon, “Tuhan berapa lama lagikah baru rakyatku bergahagia?”<br />
“Seratus tahun lagi,” kata Tuhan.<br />
De Gaulle menangis dan berlalu.<br />
<em>Presiden Indonesia</em> menghadap Tuhan dan memohon, “Tuhan berapa lama lagikah baru rakyatku bergahagia?”<br />
Tuhan menangis dan berlalu.</strong></p>
<p><strong><a title="Mahmoud Ahmadinejad" href="http://kolom-biografi.blogspot.com/2009/03/biografi-mahmoud-ahmadinejad.html"><em>Ahmadinejad</em></a> tiba di <em>Jakarta</em> untuk sebuah kunjungan resmi. Pukul delapan pagi, ia keluar ke balkon penginapannya, dan melihat kemacetan lalu lintas, bis yang penuh sesak dengan manusia, mobil pribadi dan sepeda motor.<br />
“Siapa mereka?” Ahmadinejad bertanya kepada presiden tuan rumah.<br />
“Merekalah tuan dan pemilik negeri ini,” jawab sang presiden.<br />
Pukul sepuluh , Ahmadinejad kembali ke balkon. Di jalanan ia menyaksikan beberapa limousin hitam meluncur dengan anggun.<br />
“Dan siapa mereka?” Ahmadinejad bertanya.<br />
“ Itulah kami,” sahut presiden dengan nada bangga. “Kami para hamba sahaya rakyat.”</strong></p>
<p><strong>Seorang arsitek Soviet meninjau ke luar negeri. Disana, ia dibawa ke rumah seorang arsitek tuan rumah. Tamu Soviet itu diajak berkeliling.<br />
“Ini ruang utama,” tuan rumah menerangkan. “Itu ruang duduk, disana kamar belajar saya, itu kamar anak-anak, ini kamar tidur utama, dan diseberang sana ada kamar terpisah untuk para tamu. Itu dapur, kamar makan, dua kamar mandi, dan kamar peturasan…”<br />
“Sangat bagus,” ujar arsitek Soviet itu.<br />
“Bagaimana di negerimu?”<br />
“Di Soviet? Sama aja, hanya kami tidak membagi-bagi ruangan…”</strong></p>
<p><strong>Kereta api itu tiba di stasiun. Dari sebuah kompartemennya, turun seorang anak lelaki kecil bersama ibunya.  Mereka diiringi seorang prajurit dengan dada penuh bintang dan tanda jasa. Di peron sudah menunggu ayah anak lelaki itu.<br />
“ Saya ingin memperkenalkan engkau dengan teman sekamar kami di kereta api, “ ujar ibu anak itu kepada suaminya. “Ia adalah pahlawan Uni Soviet!”<br />
“ Pahlawan apa!” anak kecil itu menukas. “Di kereta api, ia tidak tidur kalau tidak ditemani ibu.”</strong></p>
<p><em>catatan : Presiden Indonesia menghadap Tuhan dibuku aslinya adalah <a title="Leonid Ilyich Brezhnev " href="http://www.youtube.com/watch?v=rjLBdT1jVL0">Brezhnev</a>;<strong> </strong></em><em>Ahmadinejad tiba di Jakarta dibuku aslinya adalah Nehru tiba di Moskow. Sengaja kalimatnya saya &#8220;selewengkan&#8221; supaya ada rasa dalam negeri. </em><strong><em> <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </em></strong></p>
<p><em>Posting ini juga untuk mengenang setahun wafatnya <a title="Sassie Kirana" href="http://sachzqirana.wordpress.com/">Sassie Kirana</a></em><strong><em>, </em></strong><em>hiks&#8230;</em><strong><em><br />
</em></strong></p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://alrisblog.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alrisblog.wordpress.com/595/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alrisblog.wordpress.com/595/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alrisblog.wordpress.com/595/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alrisblog.wordpress.com/595/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alrisblog.wordpress.com/595/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alrisblog.wordpress.com/595/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alrisblog.wordpress.com/595/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alrisblog.wordpress.com/595/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alrisblog.wordpress.com/595/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alrisblog.wordpress.com/595/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alrisblog.wordpress.com/595/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alrisblog.wordpress.com/595/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alrisblog.wordpress.com/595/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alrisblog.wordpress.com/595/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alrisblog.wordpress.com&amp;blog=4965122&amp;post=595&amp;subd=alrisblog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alrisblog.wordpress.com/2010/03/26/gak-tahan-lama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>173</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1e758b1a63079f7ed877ea3b6fdb1f6b?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alrisblog</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
