Mari Beramal

Juni 28, 2015

Tak terasa sudah satu bulan dua minggu blog ini tidak di-update dengan posting baru. Setiap kali masuk komentar dari pembaca blog saya sudah pengen untuk update dengan posting baru. Setiap kali ingin update rasa malas menulis langsung menyergap diri saya. Memang malaslah yang jadi faktor utama mengapa lama nian blog saya ini tidak di-update.

Kerja di lapangan di alam terbuka dengan kondisi cuaca yang kadang panas kadang hujan ternyata berpengaruh terhadap kondisi tubuh. Kalo panas serasa kebakar badan. Mungkin ini karena tempat kerja di pinggir laut panasnya jadi lebih. Jika hujan lumayan adem, tapi harus tetap kerja. Ditambah lagi harus banyak berdiri dan mondar-mandir sejak jam delapan pagi sampai jam sembilan atau sepuluh malam. Bahkan pernah bekerja sampai jam dua belas malam. Terus terang dengan kondisi seperti itu membuat daya tahan tubuh gampang cepat merosot. Saya cepat merasa lelah. Badan capek. Kalo malam saya cepat sekali mengantuk. Jadi begitu nempel ke kasur gak berapa lama saya pasti sudah tertidur. Istilahnya pelor, nempel langsung molor, hehe… Lalu bangun-bangun sudah pagi. Waktu untuk menulis hampir tidak ada. Sebenarnya waktu untuk menulis teramat banyak, cuma manajemen waktu saya teramat kacau.

tuh...dipinggir laut

tuhkan… dipinggir laut dan mau hujan nih

kalo panas begini bikin badan cepat dehidrasi

kalo panas begini bikin badan cepat dehidrasi

Setelah team bekerja keras dan sudah menyelesaikan pekerjaan bored pile sebanyak 154 titik akhirnya untuk sementara waktu pekerjaan di hold. Pekerjaan dihentikan sementara karena setelah dilakukan PDA Test ternyata Daya Dukung Aksial Tiang tidak tercapai seperti yang direncanakan. Untuk itu dilakukan redesign terhadap pondasi. Nah, sambil menunggu pekerjaan dilanjutkan adalah waktu banyak untuk membuat tulisan dan diposting di blog saya yang tanpa tema ini.

Beramal Yuk..!

Setiap memasuki bulan ramadhan ini saya selalu terbayang masa kecil waktu di kampung dulu. Banyak kenangan masa kecil yang selalu tersimpan di memori saya. Salah satunya adalah kegemaran saya mengunjungi musabaqoh tilawatil quran (di kampung saya di sebut perlombaan) yang diadakan tiap kampung. Pesertanya adalah utusan kampung atau surau yang ada di kampung tersebut. Kalo di kampung tersebut tidak ada surau maka peserta adalah utusan kampung. Biasanya peserta yang seperti ini belajar mengajinya di kampung tetangga. Tapi kalo ada surau di kampung tersebut maka dia adalah utusan surau yang mewakili kampung. Umur peserta musabaqoh tilawatil quran antar kampung ini biasanya dibatasin mulai dari kelas 5 atau 6 sekolah dasar maksimal masih mengikuti pendidikan di sekolah menengah pertama (smp /mtsn). Dimasa jeda musabaqoh tilawatil quran itu, yaitu sekitar jam 00.00 s/d 01.30, ada lelang singgang ayam (ayam panggang versi kampung). Dana yang terkumpul dari lelang ini digunakan untuk pembangunan surau dan kegiatan pemuda.

singgang ayam

singgang ayam, foto dari sini

Yang menarik adalah hadiah untuk pemenangnya. Jaman dulu saya kecil hadiah untuk pemenang pertama adalah seekor kambing berumur lebih kurang enam bulan. Lalu hadiah pemenang kedua dan hadiah pemenang ketiga biasanya perangkat rumah tangga seperti alat memasak, bahkan juga ada selimut. Tapi hadiah kedua dan hadiah ketiga itu masih ditambah duit sekedarnya.

Nah, jaman berganti. Sejak beberapa waktu, sudah puluhan tahun, hadiah untuk pemenang musabaqoh tilawatil quran antar kampung itu sudah berbentuk uang tunai. Pemberian uang tunai ini sebagai hadiah sah-sah saja. Tapi bagi saya pribadi pemberian hadiah yang baik itu adalah berbentuk barang yang bermanfaat atau binatang ternak yang bisa jadi modal yang terus berkembang. Kalo hadiah uang di jaman yang materialis ini godaan untuk menggunakannya untuk hal yang tidak bermanfaat sangat besar. Untuk anak umur 13 tahun uang itu bisa jadi untuk memenuhi keinginannya, bukan untuk memenuhi kebutuhannya. Misal beli gadget , atau bahan konsumtif lainnya yang tidak perlu. Saya prihatin dengan perilaku konsumtif non selektif yang sudah merambah sampai ke kampung.

Pada musabaqoh tilawatil quran yang akan diadakan dalam bulan ramadhan tahun ini di surau di kampung, saya berkeinginan untuk hadiahnya bukan lagi berbentuk uang, tapi barang yang bermanfaat, tidak gadget. Hadiah untuk pemenang kesatu adalah seekor kambing. Keinginan sudah saya sampaikan ke panitianya dan gayung bersambut. Jadi masalah adalah uang untuk membeli kambing tersebut. Diperlukan uang sejumlah lebih kurang dua juta rupiah untuk membeli seekor kambing betina muda (kalo uangnya nanti ada kelebihan alias beli kambing kurang dari dua juta rupiah, maka sisanya itu akan disedekahkan untuk pembangunan surau). Mengandalkan hasil iuran di kampung yang penduduknya 99,999% petani membutuhkan waktu lama.

Untuk itu dengan niat baik ada kesempatan bagi pembaca blog saya untuk ikut berpartisipasi menyumbang uang untuk pembelian kambing satu ekor. Silahkan menyumbang berapapun anda mau dan ikhlas. Insya Allah saya amanah, sumbangan itu saya sampaikan ke panitia nun jauh berada di Muaralabuh, Solok Selatan, Sumatera Barat.  Sumbangan bisa ditransfer ke nomor rekening 09482 01359 BCA Rawamangun atas nama Yafni Alris. Bagi peyumbang mohon konfirmasi ke alris587@gmail.com jika uang sudah ditransfer, sebutkan nama dan jumlah uang yang disumbang. Saya tidak akan publish jumlah uang yang disumbangkan. Sumbangan paling lambat saya terima tanggal 11 Juli 2015.

Bagi tujuh penyumbang akan mendapatkan hadiah buku gratis novel klasik karangan Buya Hamka. Teristimewa tiga penyumbang terbesar disamping buku novel ada tambahan hadiah satu buah batu akik jahanam yang berasal dari Ternate. Foto batu akik jahanam Ternate seperti dibawah ini.

siap dikirim ke 3 orang penyumbang

siap dikirim ke 3 orang penyumbang terbesar

Pada posting periode lalu yang mendapatkan buku gratis adalah : mondasiregar.wordpress.com , atapermata.wordpress.com , dan shiq4.wordpress.com. Selamat kepada pemenang, hadiah sudah diterima masing masing pemenang.

 

 

 

 

Menikmati Pisang Goreng & Singkong Goreng, Water Blow dan Gulai Kakap Merah di Santai Beach Latuhalat

Mei 16, 2015

Sudah tiga minggu saya di Ambon City of Music. Sehari-hari yang saya lihat adalah pantai landai dengan ombak yang relative kecil. Pengen menikmati keindahan pantai dan lautnya dengan suasana beda akhirnya kesampaian juga.  Maka yang kami nikmati hari minggu 10 Mai kemaren adalah pantai dengan ombak bergulung menghantam dinding pemecah ombak. Ombak itu berasal dari laut lepas nun jauh di laut Banda.

kondisi pantai jam 13.00 wit, ombak belum besar

kondisi pantai jam 12.00 wit, ombak belum besar

Santai Beach, begitulah orang di Ambon menyebut. Terletak di Dusun Ukuhuri Desa Latuhalat, Kecamatan Nusaniwe. Pantai ini berjarak lebih kurang 7 km dari pusat kota Ambon (ini jarak kira-kira, karena saya tidak mencatat jarak yang ditempuh menggunakan mobil). Kalau anda mau menuju Pantai Natsepa yang sudah terkenal itu, pantai ini berada sebelumnya. Memang tidak ada plang nama petunjuknya. Tapi pantai ini sudah cukup beken juga, jadi cukup anda bertanya kepada penduduk setempat untuk menuju tempatnya.

ketika ombak belummenggila nikmati berenang agak ke tengah

ketika ombak belum menggila nikmati berenang agak ke tengah

Ketika kami sampai di pantai tersebut waktu sudah menunjukkan pukul 12.00 wit. Ombak masih belum begitu besar. Pengunjung masih berani untuk berenang agak ke tengah, seperti yang beta lakukan.

Pasir Santai Beach ini putih, agak kasar dan sangat bersih. Air lautnya pun sangat jernih. Saking jernihnya kita bisa menyaksikan ikan berenang di tempat agak dalam. Ketika itu saya menyaksikan penduduk setempat menangkap ikan dengan cara dipanah. Teman saya diberi dua ekor ikan oleh kawannya peduduk setempat yang saat itu sedang menyelam berburu memanah ikan.

santai beach

santai beach

pasir kasar bersih tanpa lumpur

pasir kasar bersih tanpa lumpur

Sebagaimana di kebanyakan pantai di negeri tercinta Indonesia ini, disetiap ada keramaian dimanfaatkan oleh penduduk setempat untuk mendapatkan nilai tambah dengan adanya keramaian itu. Warga Dusun Ukuhuri menawarkan jasa penyewaan tikar bagi pengunjung yang tidak membawa tikar. Ada juga yang berjualan minuman dan makanan kecil. Bagi saya yang sangat enak itu makan pisang goreng dan singkong goreng dengan cocolan sambal yang dijajakan oleh mama-mama.

santai beachsantai beachnusa beach

Jika sewaktu kami datang gelombang laut yang menghantam pemecah ombak (breakwater) masih belum besar (lihat foto paling atas). Semakin sore ombak semakin besar dan permukaan air laut juga semakin naik. Ini saatnya menikmati secara langsung water blow yang mempesona.

yuk rasakan water blow

yuk rasakan water blow

sesaat setelah gelombang pecah menghantam breakwater

sesaat setelah gelombang pecah menghantam breakwater

orang bagian ujung menikmati hempasan obak

orang bagian ujung menikmati hempasan ombak

Sebelum memulai berenang dan merasakan sensasi water blow kami menikmati makan siang dengan gulai ikan kakap merah yang maknyus masakan istri teman. Gulai ikannya uenak tenan.

santai beach

santai beach

terima kasih pak Tuasikal & istri yang sudah menyediakan makanan enak

terima kasih pak Tuasikal & istri yang sudah menyediakan makanan enak

Sore kami pulang dengan rasa puas berganda. Walaupun badan capek berenang dan merasakan water blow selama tiga jam tapi kami puas. Badan segar dan pikiran segar kami dapatkan. Suatu saat kami berencana lagi kesana. Terima kasih Tuhan atas karunia dan nikmat-Mu.

Woro-woro : tersedia tiga eksemplar buku gratis bagi yang memberikan komentar. Pemenang akan diumumkan di posting berikutnya.

Kue Lapis dan Batu Bacan

Mei 10, 2015

Minggu kemaren kami melewati kawasan Batu Merah, Ambon dan singgah membeli kue seperti dibawah ini. Sebenarnya kami sudah sering melewati daerah itu kalau pulang dari daerah kota atau kawasan Amplaz. Sering juga lewat di depan toko yang menjual kue ini, cuma gak pernah mampir. Nah, kemaren lewat lagi di depan toko itu kebetulan perut terasa lapar. Yo, tak tuku wis. #kuenya sudah saya potong-potong.

dua jenis kue lapis

dua jenis kue lapis

kue lapis labu

kue lapis labu

kue lapis pisang

kue lapis pisang

Kue lapis itu sesuai namanya, ada yang terbuat dari labu dan pisang. Rasanya enak. Dimakan sambil leyeh-leyeh ditemani secangkir teh manis. Oh, indahnya hidup.

Oh, ya, kalau anda berkunjung ke Ambon bisa membeli kue itu, dan kue-kue lainnya, di toko kue Hily@h Bakeri di Jalan Rijali, Batu Merah.

Batu Bacan

Ambon terkenal sebagai penghasil batu akik sekelas permata. Mungkin bisa disamakan dengan permata kalau kita bicara Bacan Doko dan Bacan Palamea. Kedua batu itu memang lagi naik daun. Bicara harga, kalau batunya sudah masak bisa berharga puluhan juta rupiah untuk ukuran sebesar jempol. Gak percaya? Coba aja deh anda googling.

Jiwa dagang saya timbul begitu melihat perdagangan batu bacan di sekitar Jalan Kopi, Jalan Coklat dan kawasan seputaran itu. Begitu beraneka rupa warna dan nama batu yang diperdagangkan. Beberapa kerabat saya hubungi, gayung bersambut. Keluarga saya di kota lain antusias untuk menjual batu bacan dari Ambon ini. Beberapa teman juga minta dikirimkan batu bacan untuk mereka jual. Tantangan timbul untuk mendapatkan batu bahan untuk saya perjual belikan.

Bagaimana caranya untuk mendapatkan batu bacan dengan harga yang memadai untuk dijual lagi? Karena saya baru sekitar tiga minggu lebih sedikit di kota Ambon tentu saya tak punya kenalan distributor batu bacan.

Mengikuti ajaran beberapa buku yang pernah saya baca dan menonton Mentoring Bareng Kang Rendy di Youtube, saatnya saya praktek ilmu itu. Jadi saudara-saudara kalau pengen di mudahkan perbanyaklah teman, seringlah bersilaturahmi dan niat yang baik dalam berbuat sesuatu. Saya niatkan perdagangan ini untuk membantu banyak orang. Katanya begini, kalau kita menguasai ilmu yang diajarkan oleh guru atau dosen kita, maka nilai A tidak perlu anda kejar lagi. Mengerti maksud saya? Kalau belum mengerti belajar lagi sana gih….

Dan hari sabtu 9 Mai 2015 kemaren saya beli batu bacan relaksa dan bacan kuning golkar.

 

bacan relaksa dan bacan kuning golkar

bacan relaksa dan bacan kuning golkar

bacan relaksa

bacan relaksa

bacan kuning golkar

bacan kuning golkar

Dan dengan mengucap bismillahirromanirrohim perdagangan ini dimulai..!

Untuk posting saya yang berjudul Saya Suka Bekerja di Sini yang berhasil mendapatkan buku gratis adalah :

  • mondasiregar.wordpress.com
  • bloggustina.wordpress.com
  • atapermata.wordpress.com
  • firstychrysant.wordpress.com
  • shiq4.wordpress.com

Selamat kepada yang mendapatkan buku gratis. Buku akan dikirim setelah alamat tujuan pengiriman saya terima.

Sagu Tumbuk

Mei 4, 2015

Sehabis jumatan kami segera keluar dari masjid raya Al-Fatah Ambon, menuju kawasan Ambon Plaza (Amplaz) untuk suatu keperluan beserta rekan sekerja. Saya menemukan makanan seperti foto di bawah ini.

dibungkus plastik tipis, bentuk bulat panjang

dibungkus plastik tipis, bentuk bulat panjang

Ya, itulah sagu tumbuk salah satu makanan khas Ambon. Terbuat dari sagu, kenari dan gula merah (gula aren). Diolah sedemikian rupa sehingga menjadi jajanan enak dan bergizi. Rasanya campuran rasa sagu, kenari dan manis gula merah. Sagunya terasa lembut dengan butiran halus, harum kenari serta manis khas gula aren. Enaklah pokoknya.

tersedia dua ukuran besar dan kecil

tersedia dua ukuran besar dan kecil

Harga per pis untuk bungkus besar 5k dan bungkus kecil 2,5k. Bisa jadi salah satu oleh-oleh dari kota manise.

Saya Suka Bekerja di Sini

April 27, 2015

“Jadikanlah pekerjaan sebagai hobi, baik anda bekerja untuk orang lain maupun bekerja untuk diri sendiri. Cintailah pekerjaanmu karena dari sanalah anda digaji”

ayo tebak dimana ini?

ayo tebak dimana ini?

Setelah sekian lama, -lima setengah bulan tepatnya- jadi manusia bebas merdeka sejak bekerja terakhir jadi anak buah, akhirnya ambo kembali mengabdikan diri buat orang lain. Ya, akhirnya saya bekerja lagi dibawah arahan orang lain alias jadi karyawan lagi. Lima setengah bulan rasanya waktu yang tidak terlalu lama. Kalau dijalani dengan ada kegiatan tentu waktu berlalu dengan cepat: tau-tau sudah awal bulan, tau-tau sudah tengah bulan dan tau-tau sudah akhir bulan. *akhir bulan tapi gak ada gajian. Begitu seterusnya, sampai saya sadari sudah lima setengah bulan waktu berlalu semenjak saya bekerja terakhir di perusahaan bangun-membangun alias civil contractor. Dalam kurun waktu itu dua bulan lebih kurang saya gunakan untuk ikut training Welding Inspector di UI Salemba. Tiga setengah bulan terakhir wira-wiri gak jelas, yang jelas cuma masukin lamaran kerja via internet dan silaturahmi.

Sekarang kembali jadi orang gajian alias karyawan. Perjalanan untuk menjadi orang gajian ini lumayan lama. Satu setengah bulan lebih lama gak sih? Lama bagi orang yang tidak punya kegiatan. Makanya saya sempat jadi manusia kalong beberapa lama, tidur setelah subuh bangun kesiangan selama menunggu kepastian dari perusahaan yang sekarang. Tapi syukurlah masa menunggu berakhir happy ending bagi kedua belah pihak. Sebelumnya saya menolak beberapa tawaran pekerjaan, karena menurut saya penghargaan yang diberikan tiap bulan (gaji bro…) tidak sesuai dengan keahlian dan pengalaman kerja yang saya punya. Kalo kata bang haji Rhoma tawaran yang diberikan itu sungguh t e r l a l u. *kapan ya pemerintah RI punya standar gaji minimum yang baku untuk berbagai profesi dan posisi di perusahaan swasta? Kayaknya gak kepikiran tuh sama pemerintah hal yang begituan…

Oleh perusahaan tempat saya bekerja sekarang saya dikirim ke kota ini. Kota yang indah, ada lautnya ada bukitnya. Kota yang banyak melahirkan keturunan penyanyi bersuara emas. Hasil lautnya yang berupa ikan melimpah. Setiap pagi penjual menawarkan door to door ikan segar baru ditangkap dari laut. Saya suka ikan, maka hobi saya makan ikan menemukan tempatnya. Salah satu makanan yang sudah saya jajal adalah gulai ikan kuah kuning. Enak sekali, menurut saya. Pasti enaklah, karena ikannya masih segar hasil tangkapan pagi hari. Giliran selanjutnya yang harus segera saya cicipi adalah ikan asap. Orang sini menyebutnya ikan asar. Sepertinya ikan itu enak sekali. Sewaktu melewati Pasar Mahardika saya melihat ikan asap itu masih segar, baru keluar dari tungku asap dan langsung dibawa ke pasar. Menggoda dan menggugah selera.

Banyak yang saya suka dari tempat bekerja sekarang. Lokasi proyeknya dipinggir laut. Jadi dulu itu sebagian lahan adalah laut lalu diurug dengan batu-batu kapur, tanah, pasir & batu dari gunung. Lautnya tidak berombak besar hanya riak-riak kecil saja, bahkan cendrung tenang menurut saya. Untuk keselamatan dan keamanan tidak boleh semua orang masuk ke lokasi proyek. Serasa memiliki pantai pribadi di lokasi proyek ini. Kapan saja bisa mandi-mandi dan berenang kece di laut. Setiap pagi menyaksikan nelayan setempat menjaring ikan. Dan tiap hari menghirup udara segar laut sepuasnya. Sunset? Pasti ada itu. Cuma tenggelamnya matahari dibalik bukit di seberang sana.

Beberapa foto dibawah berbicara, juga akan jadi petunjuk di kota apa saya berada sekarang. Kalau dibaca teliti tulisan diatas ada beberapa kata kunci yang menjelaskan dimana saya berada saat ini. Tolong perhatikan foto-fotonya, kalo ada yang tau nama kotanya nanti akan saya berikan hadiah satu eksemplar buku gratis. Tersedia lima eksemplar buku gratis untuk posting kali ini. Silahkan tebak di kota apa saya bekerja sekarang. Posting yang lalu yang mendapatkan buku gratis adalah : www.indahjelita.com dan http://putirenobaiak.wordpress.com

Buku segera dikirim ke alamat yang bersangkutan, selamat.

setiap pagi melihat nelayan menjaring ikan

setiap pagi melihat nelayan menjaring ikan

salah satu jembatan megah sedang dibangun di kota ini

jembatan megah sedang dibangun

salah satu pahlawan nasional wanita juga berasal dari kota ini

salah satu pahlawan nasional wanita juga berasal dari kota ini

satu buah duren ini dimakan setelah makan siang, rasanya kok masih kurang? :)

satu buah duren ini dimakan setelah makan siang, rasanya kok masih kurang? :)

Nasi Kebuli Bogor

April 12, 2015

Nasi Kebuli  bagi sebagian orang mungkin asing, maklumlah nasi ini bukan asli Indonesia. Melainkan berasal dari Timur Tengah. Sebagaimana diceritakan oleh Wikipedia Nasi kebuli adalah hidangan nasi berbumbu yang bercitarasa gurih yang ditemukan di Indonesia. Nasi ini dimasak bersama kaldu daging kambing, susu kambing, dan minyak samin. Disajikan dengan daging kambing goreng dan kadang ditaburi dengan irisan kurma atau kismis. Hidangan ini populer di kalangan warga Betawi di Jakarta dan warga keturunan Arab di Indonesia. Nasi kebuli menunjukan pengaruh budaya Arab Timur Tengah dan India Muslim, tepatnya tradisi Arab Yaman. Nasi ini mirip dengan nasi Biryani. Mirip lho ya, jadi tidak sama.

Dalam budaya Betawi nasi kebuli biasanya disajikan dalam perayaan keagamaan Islam, seperti lebaran, kurban, atau maulid. Nah, ternyata nasi kebuli juga populer di kawasan kota yang banyak terdapat warga keturunan Arab, seperti Surabaya dan Gresik. #apakah cumilebay turunan arab asimilasi jawa? secara dia berasal dari Gresik, haha…

rumah makan kebuli bogor dua bangunan sebelum rs salak

rumah makan kebuli bogor dua bangunan sebelum rumah sakit salak

Beberapa hari lalu saya ke Bogor lagi urus pajak sepeda motor yang sudah koit tiga tahun. #harusnya bayar pajak cukup online. jaman internet gini samsat masih aja kerja  manual, gak efisien, ngabisin duit dan ngabisin waktu. payaah ente…

dunsanak kasadonyo timeout dulu ya, mau jogging dan skipping nih. lanjutan ceritanya nanti jam sembilan malam.

Lanjut lagi, ya, ceritanya.

Tadi olahraga, warming-up sekitar 10 menit saya jogging 15 menit lalu saya lanjutkan skipping selama 20 menit. Badan terasa capek, keringat bercucuran sampai basah tuh bajo kaos yang saya pakai. Sewaktu saya menulis cerita ini, badan saya  enak sekali dan pikiran fresh. Alhamdulillah, betapa enaknya hidup.

Nah, kalau anda lagi ada keperluan, ada acara, atau memang sengaja mengunjungi kota Bogor dan pengen makan nasi kebuli silahkan berkunjung ke tempat ini. Kalau anda dari depan Istana Bogor tinggal menyebarang jalan. Rumah makan ini dua bangunan setelah Rumah Sakit Salak, masih sejajar RS Salak arah ke Air Mancur atau Jambu Dua.

tampak depan

tampak depan

Nasi kebuli ini  rasanya unik, gurih, dan beraroma harum yang dihasilkan dari aneka rempah-rempah. Goreng daging kambingnya terasa lembut. Dan istimewanya ada tambahan rendang daging, daun selada dan irisan tomat dan seporsi acar.

satu porsi cukup kenyang

satu porsi cukup kenyang

nasi kebuli, rendang daging, goreng daging kambing, daun selada, irisan tomat

nasi kebuli, rendang daging, goreng daging kambing, daun selada, irisan tomat

Siang itu, makan seporsi nasi kebuli sudah mengenyangkan. Sebagai penutup makan siang yang berkesan ini saya pesan jus buah strawberry.

suasanya di dalam hommy, bersih dan menyenangkan

suasananya di dalam hommy, bersih dan menyenangkan

Pada posting saya yang berjudul Omaga! Aku Ingin Tidur Normal yang mendapat buku gratis adalah  http://danirachmat.com dan http://kekekenanga.wordpress.com. Mas Dani sudah menerima buku dari saya, sedang mba Keke belum mengirim alamat jadi buku belum saya kirim. Untuk posting ini tersedia dua buah buku gratis, buku berjudul Rahasia Sukses Terbesar karangan Jennie S. Bev. Silahkan meninggalkan komentar. Waktu posting tulisan baru nanti saya umumkan siapa yang mendapat buku tersebut.

RM. KEBULI

Jl. Jend. Sudirman 14A Bogor

Telepon (0251) 8379329

HP 0813 8034 4204, 0878 7237 4468

Omaga! Aku Ingin Tidur Normal

Maret 27, 2015

Sudah beberapa bulan ini saya susah untuk tidur lebih awal. Setidaknya tidur normallah kalau dimalam hari. Maksudnya tidur kayak orang kebanyakan, yang sudah ngedengkur jam 10 atau 11 malam. Ya, paling telat tidur jam 12 atau jam satu malam, biar badan sehat, pikiran segar dan punya waktu lebih banyak di pagi hari untuk berbuat sesuatu. Saya mengalami tidur tak normal sejak lebih kurang tiga bulan yang lalu. #makanya saya sering bw dan meninggalkan komentar di posting blog saat-saat subuh itu, untuk killing time dan berharap mata ngantuk.

pakai jam weker buat bangunin ente tidur. sumber foto dari sini

pakai jam weker buat bangunin ente tidur. sumber foto dari sini

Tak tidur normal bagaimana? Begini. Saya baru bisa menguap-nguap dan mata mulai lelah setelah kumandang azan subuh berkumandang. Artinya itu baru bisa tidur jam setengah lima pagi. #sebagai muslim kudu sholat subuh dulu baru bobo. Jadi saya tidur jam lima pagi lewat. Lalu bangunnya jam berapa? Biasaa.. tidur dulu secukupnya baru bangun. Saya bangun sekitar jam 9 atau jam 10 siang. Kalau ada janji penting yang harus ditepati, -misal wawancara kerja- saya stel jam weker (digital) sesuai hitungan waktu yang dibutuhkan untuk sampai ditempat tujuan. Akibatnya waktu bangun badan lemes, mata berat dan kepala puyeng. Ya, akibat kurang tidur, bro, itulah yang saya rasakan.

Pernah saya mengikuti wawancara kerja di PT.MAP Tbk janji sama sipengundang untuk hadir jam 10.00 wib. Karena takut terlambat datang saya tidak tidur semalaman itu. Akibatnya kondisi tubuh saya tidak fresh. Saya lihat di kaca sewaktu mau berangkat, dibawah mata saya agak menggembung. Saya terselamatkan, tidur dalam taksi lebih kurang 40 menit dalam perjalanan menuju wisma bni 46. Waktu tempuh perjalanan normal sebenarnya tidak selama itu, tapi karena macet dan lagi ada kegiatan pembangunan MRT akhirnya bisa molor sampai 45 menit. Sopir taksi putih yang ada lambang E itu membangunkan saya setelah sampai tujuan. Sebelumnya saya sudah mengatakan nama gedung yang akan dituju kepada sopir, juga sopir taksinya familiar dengan gedung tersebut. 

Saya baca beberapa tulisan di blog tentang kekurangan tidur ini. Banyak banget akibat buruknya dan mengerikan. Nih, akibat dan penyakit yang bisa anda dapatkan kalau kurang tidur : (sumber  http://manfaat.co)

  1. Kurang fokus saat berkendara
  2. Menurunnya konsentrasi saat berpikir
  3. Tubuh rentan terkena berbagai penyakit
  4. Mempengaruhi emosional misal sering marah, kelihatan murung, sering mengalami stress
  5. Berdampak tidak baik bagi kesehatan kulit dan mata
  6. Sering lupa
  7. Obesitas
  8. Daya tahan tubuh lemah
  9. Memicu serangan jantung koroner
  10. Meningkatkan resiko terserang penyakit kanker
  11. Resiko diabetes meningkat
  12. Resiko terserang penyakit stroke
  13. Meningkatkan tingkat stress
  14. Suhu tubuh rendah
  15. Lebih sulit berolahraga
  16. Gairah sek menurun
  17. Menyebabkan depresi
  18. Meningkatkan resiko kematian

Waduh menyeramkan sekali akibat kurang tidur ini, OMG. Saya pengen hidup sehat. Kalo gitu kudu stop tidur kemalaman. Mulai besok harus tidur jam 23.00 wib. Gimana caranya? Besok sore harus jogging dan main skipping minimal satu jam. Kenapa gak sekarang aja tidur jam 23.00 wib? Ya, gak bisalah, lha, wong tulisan posting ini dibuat jam 01.45 selesai jam 03.20 wib. Dan mata nyalang aja nih gak ada ngantuk-ngantuknya. :(  Kalo gitu menghibur diri dulu, ya, dengerin instrumentalia musik blues.

 

olahraga yuk biar sehat. sumber gambar dari sono

olahraga yuk biar sehat
sumber gambar dari sono

Seperti biasa akan ada dua eksemplar buku gratis yang akan didapatkan oleh pengomentar. Satu buku sudah didapatkan oleh danirachmat.com karena dia langsung beri komentar begitu posting saya publish. Syaratnya: belum mendapatkan buku dari saya dan tidak bertempat tinggal di luar negeri. Posting lalu yang mendapat kiriman buku adalah  pendarbintang.wordpress.com dan renggostarr.com

GRC : Glassfibre Reinforced Concrete [Ini Dulu Salah Satu Bagian yang Saya Kerjakan ]

Maret 14, 2015

Dua orang pengomentar dengan jumlah kata terbanyak akan mendapatkan buku gratis, dengan syarat belum pernah mendapatkan buku dari saya dan tidak bertempat tinggal di luar negeri

*   *   *

Sesuatu yang ada di pikiran bila lama dibiarkan mengendap biasanya mudah hilang. Contoh, bila anda biasa berbicara berbahasa Inggris lancar, cas, cis, cus..kayak air mengalir deras. Karena sesuatu hal anda harus berkomunikasi dalam bahasa Arab misalnya, dan itu berlaku cukup lama, maka kemungkinan kelamaan kemampuan anda berbahasa Inggris akan mengalami degradasi. Lama-lama bahkan bisa jadi hilang. Ibarat pisau lama gak digunakan dan tidak diasah tumpullah itu barang.

Seperti saya, -saat ini job seeking #semoga ada yang nyangkut dari tiga wawancara kerja dengan tiga user berbeda- lama-lama pengetahuan yang didapat di lapangan dulu kalau tidak direfresh bisa-bisa hilang juga. Lha, gimana gak hilang selama non job ini gak ada refresh pengetahuan lapangan. Buku yang dibaca malah tentang manajemen, siasat jitu lolos psikotes, lalu searching cara menjawab pertanyaan :  Coba jelaskan tentang diri anda,  My weaknesses are, My strenghts are, Kenapa anda keluar dari pekerjaan terakhir #kepo nih pewawancara :)  Job descriptions  of latest position, Organisation chart (Latest Position) dan Alasan kenapa perusahaan harus menerima anda.

Sebagai tenaga kerja kalau mau mengaku profesional pengetahuan harus tetap update gak peduli sedang menganggur atau lagi job duty. Kalau tidak menguasai ilmu dan pengetahuan yang  merupakan dasar keahlian yang  anda punya janganlah menganggap diri profesional. Nanti anda diketawain sama user yang ngetes saat anda wawancara kerja. Iya, kaaan…

beberapa pemakaian GRC

beberapa pemakaian GRC

Nah, ini dia, salah satu yang saya kerjakan dulu di proyek adalah pemasangan GRC untuk pelapis kolom kingcross dan balok baja.

Sedikit tentang GRC

GRC merupakan singkatan dari Glassfiber Reinforced Cement, bahan yang pertama kali dikenalkan di Inggris. Masuk ke Indonesia pada akhir 70-an dan merupakan salah satu pengembangan dari beton. Walaupun belum terlalu umum, saat ini GRC mulai banyak digunakan di rumah tinggal dan juga gedung-gedung tinggi.

Beberapa Kelebihan GRC

1. Beton yang Ringan

GRC disebut beton ringan karena bahan pembentuknya hampir sama dengan beton biasa. Baik  beton biasa maupun GRC dibentuk dari campuran semen dan pasir. Bedanya, kalau beton biasa memiliki tulangan baja di dalamnya, GRC menggunakan serat (glassfiber) sebagai penguatnya. Karena penguat tersebut bahannya berupa serat, GRC menjadi lebih ringan dibandingkan dengan beton biasa. Selain ringan, pemakaian serat ini juga memungkinkan GRC dibuat tipis. Ketebalannya bisa ditekan sampai sekitar 8 mm.

Kekuatan GRC tidak bisa disamakan dengan kekuatan beton bertulang. GRC memang dibuat tidak untuk mendukung beban. Saat ini GRC banyak dipakai sebagai bahan pelapis kolom, lisplank, talang, bahkan atap yang berbentuk kubah. Harap dicatat, atap dari GRC di sini tidak menampung beban apapun kecuali beban dari beratnya sendiri. Sementara untuk kolom, ia hanya berfungsi sebagai “kulit”.

2. Dicetak Sesuai Keinginan

Salah satu keunggulan GRC adalah ia bisa dicetak sesuai dengan keinginan pemesan. Bentuk yang sangat rumit seperti ukir-ukiran pun mampu dihasilkan dari proses pencetakan GRC. Karena alasan inilah GRC banyak dimanfaatkan sebagai elemen dekoratif pada sebuah bangunan.

3. Tanpa Perawatan

Boleh dikatakan GRC ini merupakan bahan bangunan yang bebas perawatan. Bahan ini bisa disamakan dengan beton dalam soal keawetan dan daya tahan terhadap cuaca. Karena alasan inilah GRC sering digunakan sebagai ornamen pada bagian luar gedung. Pengalaman beberapa orang GRC bahkan bisa tahan sampai 30 tahun.

Bergaya Klasik dan Bernilai Seni Tinggi

Saat ini bangunan yang bergaya klasik dan bernilai seni tinggi banyak menggunakan GRC untuk eksterior dan interior. Ukiran dan profil ornament bangunan juga sudah banyak menggunakan GRC. Tempat tinggal bergaya klasik, yang banyak ukiran dan ornamen, banyak memakai ornamen dari bahan GRC karena beberapa alasan, salah satu adalah waktu yang relatif lebih cepat untuk produksi dan pengerjaan yang lebih simpel.

*   *   *

Vendor pengadaan dan pemasangan GRC yang saya pakai di proyek kemaren sudah punya pengalaman cukup lama dan mumpuni. Beberapa proyek yang sudah ditanganinya antara lain apartemen st. moritz di Jakarta; tower empire apartemen kemang village di Jakarta; masjid raya semen padang; pecatu klapa dua di Bali dan masih banyak lagi. Berikut foto-foto proyek yang dikerjakan oleh vendor tersebut.

tower empire - apartemen kemang village

tower empire – apartemen kemang village

masjid raya semen padang

masjid raya semen padang

pecatu - klapa dua bali

pecatu – klapa dua bali

apartemen st moritz jakarta

apartemen st moritz jakarta

masjid agung almuhhidin - kota bima

masjid agung almuhhidin – kota bima

kalo ini proyek tempat gawe dulu

kalo ini proyek tempat nyong gawe dulu

Karena sudah terjalin hubungan baik antara saya dan perusahaan grc itu, saya dipercaya sebagai freelance marketing. Jadi saudara-saudara jika ada ornamen, profil atau bagian dari pekerjaan bangunan yang membutuhkan GRC silahkan hubungi : alris587@gmail.com

sumber bacaan : http://sekilasinfokampus.blogspot.com

 

 

 

Nongkrong Sore di Dadony Resto

Maret 5, 2015

Sore menjelang perut berdentang. Apa pasal? Oh, ternyata perut belum diisi makanan sejak dari pagi.

Rupanya sejak jadi “pengacara” (pengangguran gak punya acara) gak ada lagi rutinitas sarapan pagi. Bukan, bukan karena gak ada uang. Suer itu bukan alasan utama. Sepertinya perut saya ikut menyesesuaikan diri dengan keadaan dompet yang semakin tipis sejak jadi jobless. Sejatinya sejak bekerja di perusahaan terakhir memang sudah sangat jarang sarapan pagi. Niat awalnya pengen hidup sehat dengan mengurangi asupan karbohidrat dan lemak. Berkelanjutan sampai saat ini dengan hanya minum air putih sampai jam makan siang. Yaaa.. paling minum teh manis kalo bener-bener udah keliyengan, wuhaha…

Tempat asik buat kongkow

tempat asik buat kongkow

Dadony Resto

Cling..*** Aha, ide cemerlang segera diwujudkan.

Seminggu lalu, tepatnya 25 Februari 2015, saya termasuk seorang yang beruntung di acara rutin Minang Badendang yang diadakan oleh RRI Pro4 Jakarta. Pada acara tersebut dihadirkan bintang tamu uda Dony sebagai pemilik Dadony Resto. Dalam acara tersebut da Dony membagikan voucher makan di restonya apabila menjawab benar pertanyaan yang diajukan oleh da Dony dan Darmawan Ismail (pakcik Wawan) sebagai pembawa acara siaran. Sebagai orang yang pintar #sombong, saya berjaya menjawab pertanyaan yang diajukan oleh beliau berdua. Pertanyaanya, “Sebutkan martabak yang jadi favourite pengunjung di Dadony Resto?” Jawabannya : Martabak Rendang Spesial. Jawaban tersebut menghantarkan saya menikmati kuliner bercitarasa Minang di Dadony Resto di Kalibata City Tower, sore ini kamis pon 5 Maret 2015, bertepatan dengan 14 jumadil ula 1436 H, atau 星期四 十五 日 星期四 2566. Alhamdulillah, puji syukur kehadirat-Nya, Sang Empunya Nikmat.

Memandang Sang Mentari yang Mau Tenggelam

masih bisa kunikmati disela apartemen

masih bisa kunikmati disela gedung jangkung

Perjalanan dari Petogogan (pada tau gak Petogogan? Kalo gak ngeh gugling, gih.. jaman internetan gini informasi sangat gampang dicari. Hatur nuhun bro Sergey Brin dan Larry Page) ke Kalibata City melalui Jl. Wijaya Satu, Jl. Kapten Tendean, Jl. Gatot Subroto, Jl. Raya Pasar Minggu dan Jl. Kalibata membutuhkan waktu 40 menit. Kegiatan pembangunan jalan layang di Jl. Kapten Tendean bikin macet. Tapi gak apa-apa, ya, ntar jalan layangnya selesai jalan itu bakalan lancar seperti Jl. Antasari (bagian bawah). Yang macet juga di depan gedung Bidakara sampai lampu merah pertigaan Jl. Pasar Minggu ke Jl. Duren Tiga. Kalo gak macet bukan Jakarta, ya kan…

Sampai di Dadony Resto yang berada di Kalibata City Tower Ebony BL 01 saya segera konfirmasi. Rupanya saya memang sudah dicatat oleh pegawai Dadony Resto, urusan jadi lancar. #samo2 urang awak indak banyak tanyo do :)  Sambil menunggu pesanan saya berupa Nasi Goreng Cabe Ijo dan  Martabak Rendang Spesial saya duduk manis sambil menikmati sinar surya yang mau tenggelam ditemani segelas jus… #jusgakada,stokstroberi ntek, :(

Tempat Nongkrong Asik

mari  mampir

mari mampir

Berada tepat di sudut lantai dasar (ground floor) mudah untuk mencari lokasinya. Saya sukses dapat tempat duduk yang asik. Bisa memandang dan menikmati sinar mentari sore yang mau tenggelam. Hembusan sepoi-sepoi angin sore menambah nikmat.

Dadony Resto yang di Kalibata City ini menyediakan enam bangku, setiap bangku ada enam kursi. Jadi  anda yang bertempat kerja di seputaran Kalibata, Jl. Dewi Sartika, Cilitan, Pasar Minggu, dan Pancoran   kalo pengen nongkrong kece dengan kawan sepulang kerja sambil menunggu jalan gak macet, tempat ini bisa menjadi salah satu alternative tempat kongkow.

Menu

Tersedia banyak pilihan sesuai selera anda. Semua bercitarasa Minang. Nih, daftar menunya, pilih sendiri.

menu
menu
Menu1
menu

 

 

 

 

 

 

 

Menjelang magrib saya menghabiskan sepiring nasi goreng cabe ijo. Perut kenyang pikiran tenang. Sedangkan seporsi Martabak Rendang Spesial saya bawa pulang untuk dinikmati sambil buat draft tulisan yang  sudah di post ini.

bikin perut kenyang

bikin perut kenyang

Dadony Resto beralamat di :

– Jl PLN Duren Tiga No 38, Kelurahan Pancoran, Jakarta

– Kalibata City, Tower Ebony BL 01, Kalibata, Jakarta

•WhatsApp: +(62)21-98872488 ┃ Kontak BB: 53573DC6
•Twitter: @dadonyresto
•Instagram: dadonyresto
•Path: @dadonyresto ┃Martabak Rendang

•Website: http://dadonyresto.com

Yahuuu… buku gratis masih tersedia bagi yang meninggalkan komentar. Pengomentar nomor tujuh dan nomor 10 kali ini yang mendapatkannya. Syaratnya belum pernah dapat buku dari saya dan tidak tinggal di luar negeri.

Kalo Rezeki Gak Akan Kemana

Februari 28, 2015

Seminggu lalu ambo berencana membaca buku, eh bukan ding, tapi diktat berjudul Perencanaan dan Pengendalian Proyek karangan Bp. Ir. Aries K. Putra, MBA. Saya perlu membaca diktat itu untuk mengulang, mengingat dan mencharge lagi pengetahuan tentang manajemen proyek. Ada wawancara kerja yang akan saya lalui  dengan salah satu perusahaan swasta yang berkantor di Wisma BNI 46 di Jalan Sudirman, Jakarta. Biasanya materi wawancara seputaran pengalaman dan jobdes di perusahaan sebelumnya. Nah, di diktat itu diuraikan segala sesuatu mengenai manajemen proyek, struktur organisasi, tugas & wewenang personal dalam manajemen konstruksi, sistem pengendalian dan mekanisme tender. Apa yang diuraikan dalam diktat itu sudah saya jalani dilapangan kerja. Tapi masa menganggur yang sudah cukup lama ini saya merasa knowledge tentang manajemen proyek perlu dipelajari lagi. Diktat itu dulu saya beli melalui online. Lalu Pak Aries mengirimkan softcopy-nya melalui email dan saya print. Ini dia penampakan diktat itu.

dikat karangan Pak Aries

dikat karangan Pak Aries

kalo rejeki gak akan kemana

kalo rezeki gak akan kemana

Lalu apa hubungannya diktat dengan foto uang diatas? Sesuai judul posting ini, Kalo Rezeki Gak Akan Kemana. Ini dia punya cerita.

Diktat itu sudah lama tidak saya jamah. Ya, sekitar empat bulan lebih. Sewaktu saya membersihkan  cover yang berdebu dan kotor, saya kibar-kibarkan itu diktat. Ndilalah, pada berlompatan dari dalam diktat itu uang sebanyak enam lembar: satu lembar uang pecahan 50 ribu, satu lembar uang pecahan 10 ribu, satu lembar uang pecahan dua ribu rupiah dan tiga lembar uang pecahan seribu. Semua dalam satuan rupiah. Sehingga semuanya berjumlah 65 ribu rupiah. Berarti sudah empat bulan lebih duit itu mendekam dalam lembaran diktat. Tuhan maha tahu kebutuhan umatnya, pertolongan datang disaat yang tepat. Saat itu saya lagi butuh pitih untuk membeli oatmeal instan dan obat nyamuk elektrik. Ketika itu uang di dompet juga lagi seret. Maklumlah pengangguran mau darimana datangnya gaji? Ya, gak ada yang menggaji. Uang itu menyelamatkan kebutuhan saya untuk beli oatmeal dan obat nyamuk elektrik. Kalo sudah diputuskan Tuhan jadi milik kita, maka rezeki itu tidak akan kemana-mana. Dari dulu jargon itu sudah saya yakini. Saat ini semakin yakin saya akan kebenaran dan janji Tuhan.

Mein Kampf dan Madilog

Siapa yang tidak kenal Hitler dan Tan Malaka. Dua tokoh yang membuat sejarah hebat dunia. Saya mau jual buku dibawah ini kepada siapa saja yang mau beli, dan selagi masih ada. Harganya cukup harga pertemanan, dengan ketentuan ongkos kirim ditanggung pembeli. Bagi yang berminat silahkan hubungi email saya : alris587@gmail dot kom, atau tinggalkan permintaan di komentar nanti saya hubungi.

mein kampf

madilog

 

 

 

 

 

 

Horeee….dua orang blogger (satu laki, satu perempuan) yang berasal dari Yogyakarta yang memberikan komentar disini akan mendapatkan buku gratis. Buku motivasi karangan Ipho Santosa. Blogger yang berasal dari kota lain masih ada kesempatan mendapatkan buku gratis di postingan berikutnya.


Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 217 pengikut lainnya.