Tentang Seremonial Itu

Februari 7, 2016

SAMSUNG CAMERA PICTURES

 

Dahulu kala para penguasa untuk memberikan pengumuman kepada masyarakat yang dikuasainya cukup dengan cara dan alat sederhana. Misal, jika raja akan memberitahukan sesuatu kepada rakyatnya cukuplah pembantu raja membuat woro-woro dengan memukul kentongan di setiap daerah. Setelah itu rakyat akan berkumpul di lapangan luas mendengarkan titah raja. Sederhana dan tidak memakan waktu lama. Hal ini bisa terlaksana karena jumlah rakyat yang sedikit dan tingkat kepatuhan yang baik.

Zaman berkembang. Jumlah penduduk teramat banyak dengan tingkat pendidikan yang makin baik. Woro-woro alias pengumuman sekarang tidak bisa lagi dipandang sebagai hal yang sederhana. Pengumuman sekarang sudah menjelma menjadi seremoni. Seremoni memerlukan persiapan yang matang; tujuannya jelas; memerlukan waktu dan ruang; ada sasaran yang dituju dan tentu ada panitianya. Untuk memenuhi semua itu membutuhkan biaya. Jer basuki mowo beyo.

Betapa tidak mudahnya sekarang membuat pengumuman yang menjadi seremoni itu. Karena pengumuman itu adalah awal pintu masuk jalan mencapai kesuksesan hal besar yang ingin dituju. Terpikirkah oleh Anda, bahwa sebelum menjadi seseorang dan menduduki jabatan publik tertentu yang yang diperebutkan melalu saluran demokrasi, seorang mesti keluar biaya yang besar? Kalau hasil yang didapatkan tidak sesuai dengan ekspektasi, maka wajarlah banyak orang yang mengalami stress, bahkan gangguan kejiwaan. Sungguh kasihan mereka.

Nah, di tempat saya gawe sekarang, hari Jumat 5 Februari 2016 yang lalu ada sedikit woro-woro yang menghadirkan pejabat setempat. Hari itu ada peninjauan atas proyek yang sedang dikerjakan. Peninjauan dilakukan Walikota Ambon, pejabat dinas terkait, media massa dan tokoh masyarakat. Tujuan peninjauan itu adalah untuk menunjukkan progress pembangunan kepada masyarakat. Tentunya masyarakat akan tahu setelah diberitakan oleh media massa, yaitu tv nasional & lokal, surat kabar setempat dan surat kabar nasional. Prinsipnya, ya, tak jauh dari woro-woro.

Keterangan foto :

Walikota Ambon (baju putih berkaca mata memegang pemukul) didampingi pejabat dinas terkait memukul tifa tanda dimulainya peninjauan proyek.

 

 

Kasus Mirna Salihin

Januari 31, 2016

Kalau anda mengharapkan saya akan menulis tentang kasus seperti judul diatas, Anda berhak kecewa. Saya pakai judul itu hanya sebagai test case saja terhadap kepopuleran key word diatas bila diketik di mesin pencari semacam google, ask, dll. Kasus itu kan lagi jadi trending topik dan berita yang banyak dicari pembaca berita online, maka saya pengen test apakah banyak orang “nyasar” ke blog saya. Tak niat mau meningkatkan traffic atau hal negatif lainnya, saya menggunakan judul seperti diatas. Hanya pengen nyoba aja, dan apa akibatnya terhadap kunjungan di blog saya. Kalau mau meningkatkan traffic blog, menurut saya kita harus banyak membaca blog orang lain dan meninggalkan komentar. Ibarat di dunia nyata, kalau kita sering silaturahmi dengan orang, baik kenalan lama maupun kenalan baru, pastinya tentu akan banyak relasi. Banyak relasi maka banyaklah kawan Anda, mudahlah hidup you, semoga juga memudahkan segala urusan ente dan banyak rezeki, aamin..!

Lama tidak menulis menjadikan kaku segalanya. Otak kaku untuk berpikir merangkai kata menjadi kalimat. Nalar kaku karena lama tidak latihan mengejawantahkan imajinasi yang terbayang menjadi sebuah rangkaian kisah. Dan jaripun ikut kaku karena tidak terbiasa menyentuh keyboard untuk memunculkan karakter di depan layar kompi. Tapi mata tak kaku, karena setiap hari ada saja spending time untuk berlama-lama di depan layar kompi untuk browsing segala macam yang kadang gak perlu, :) Begitulah rupanya kalau penggunaan waktu tidak diatur dengan baik. Ada juga saya membuat jadual harian, tapi tidak dipatuhi dengan sepenuh hati.

Nah, menulislah saya sore ini, (minggu, 31 Januari 2016), untuk menghilangkan kekakuan. Pisau lama tak diasah majallah dia. #majal artinya tumpul; tidak tajam.  Otak lama tak dipakai untuk berpikir membuat tulisan ternyata juga bisa buat bingung. Bingung apa yang mau ditulis, bingung apa topik yang mau dibahas, bingung mau menulis darimana. Bahkan mau menulis saja saya bingung, :P

Tapi, bro/sis, enjoy saja. Menulis itu harus dinikmati. Makan saja kalau tak dinikmati suap demi suap terasa gak enak, mungkin bisa terasa menyiksa. Nah, apalagi ini menulis, pasti butuh keinginan kuat buat mewujudkan buah pikiran menjadi tulisan. Enjoy-kan diri dulu sebelum berpikir. Buat rileks, gak usah tegang kayak mau menghadapi ujian sekolah/kuliah, tak usah grogi macam pertama kali menghadapi calon mertua, apalagi sampai keluar keringat dingin seperti ditagih utang oleh debt collector. Tenangkan diri dan nikmati proses kreatif menulis. Banyak cara untuk menikmati proses menulis. Lain padang lain belalang. Lain orang beda pula cara menikmati menulis dan membangkitkan imajinasi. Kadang hal kecil yang menyenangkan bisa menjadi doping, sehingga melancarkan membuat tulisan. Bila melakukan hal kecil itu, kata-kata keluar begitu lancar, membuat rangkaian kalimat menjadi paragraf tak ada hambatan. Paragraf demi paragraf bisa diselesaikan tanpa perlu menguras otak, seolah kita punya tabungan kalimat yang tak berbatas.

Bagi saya untuk membantu menggairahkan dan rileks dalam menulis saya biasa mendengarkan lagu yang saat menulis itu membantu perasaan saya menjadi senang, mengeluarkan imajinasi, kadang lagu yang bisa saya nyanyikan juga saat menulis itu. Sambil menulis juga sesekali menyanyi, :)  Hal kecil lainnya yang membantu membuat saya senang ketika menulis adalah secangkir teh manis, dimana air rebusannya sudah dicampur dengan jahe yang dibuat memar + ditambah cengkeh secukupnya. Sepertinya kedua hal itu, -mendengarkan musik dan secangkir teh hangat- membuat kadar hormon  endorphin saya meningkat. Jadilah menulis ini membuat saya senang dan nyaman. Gak kaku lagi, bro/sis…hehehe…

Ketika membuat tulisan ini saya ditemani secangkir teh hangat dan sambil mendengarkan lagu-lagu dari almarhum Zalmon. Zalmon merupakan salah satu penyanyi pop Minang yang legendaris. Salah satu lagu yang saya dengar berulang-ulang adalah lagu berjudul Padiah Diseso Janji. Cekidot… ini videonya:

Saya suka lagu itu karena satu panorama alam yang ditampilkan dalam video itu mengingatkan saya akan kampuang nan jauah dimato. Lainnya adalah suara talempong yang sayup terdengar dalam alunan musik memberikan nuansa manis dan enak didengar bagi telinga.

Tulisan ini gak pakai tema. Hanya sekedar update blog. Kalau ada yang bisa mengambil manfaat dari tip menulis berbahagialah Anda. Nikmati saja hidup ini apa adanya. Banyak masalah, nikmati… Lagi bahagia, nikmati…

***

Saya akan tetap berkomitmen memberikan buku gratis bagi yang memberikan komentar. Belajar dari beberapa kali kasus, nama blog saya umumkan tapi yang empunya blog tak menghubungi saya dan mengirimkan alamat lengkap. Saya akan menghubungi via email orang yang mendapatkan buku gratis, setelah memberikan komentar dan ada alamat email.

 

 

 

 

Saya Suka Dengar Radio

Desember 31, 2015

Guglielmo Marconi

Ya, saya lebih senang dengar radio. Ini adalah hobi yang diwariskan oleh almarhum Bapak saya.         Karena Beliau adalah pendengar setia radio, -mungkin sejak muda- maka sejak kecil saya sudah mendengarkan siaran radio. Waktu saya kecil itu siaran yang sering didengarkan adalah siaran radio lokal yaitu RRI Padang. Memang pada waktu itu, tahun 80-an, itulah satu-satunya siaran radio yang cukup bersih didengarkan di kampung saya yang berada cukup jauh dari ibukota propinsi. Ada siaran radio dari stasiun lain yang bisa ditangkap oleh radio dua band milik Bapak saya waktu itu, yaitu RRI Bukittinggi, RRI Pekanbaru, RRI Jambi dan sesekali RRI Medan serta radio RTM (radio dan televisi Malaysia).

Jika pada waktu siang hari hanya siaran radio milik pemerintah seperti saya sebutkan diatas yang bisa didengarkan dengan cukup baik. Maka diwaktu malam hari ada beragam siaran radio yang bisa didengarkan dengan baik. Baik disini artinya suaranya cukup jernih dengan bunyi kemorosok yang timbul tenggelam. Ada tambahan siaran radio dari negara tetangga, yaitu Malaysia dan India yang bisa kami dengarkan. Kalau dari Malaysia biasanya malam hari yang bisa didengarkan selain siaran radio dari tanah semenanjung juga dapat ditangkap siaran radio dari Sabah dan Serawak. Dari India lebih banyak lagi, ada sekitar lima siaran radio dalam bahasa India yang gelombangnya dapat ditangkap oleh radio saya. Walau banyak pilihan siaran radio tapi kami cukup setia dengan RRI Padang karena acaranya yang kami suka. Kalau Bapak saya suka acara warta-berita, siaran pedesaan dan siraman rohani, maka saya suka acara pilihan pendengar dan kesenian daerah yaitu rabab pada waktu malam minggu. Pada pukul 20.00 wib wajib untuk menyetel siaran BBC London melalui gelombang SW, karena saat itulah Bapak saya mendengarkan kabar dunia melalu warta-berita. Saya masih terngiang-ngiang suara almarhum Hasan Ashari Oramahi dan Inke Maris ketika membacakan berita. Mendengarkan siaran radio BBC London ini nanti akan dengarkan lagi pukul 06.00 wib. Tetangga saya jika malam akan menyetel siaran radio dari India yang banyak memutar lagu-lagu Hindustan, dimulai jam 23.00 wib dan berakhir ketiga azan subuh berkumandang. Jadi tidurnya dihibur oleh nyanyian Hindustan sampai masuk waktu sholat subuh :)

Zaman berganti. Kemajuan teknologi telah memudahkan saya untuk mengakses siaran radio melalui jaringan internet. Saya terkenang lagi hobi saya masa kecil dulu, maka hampir tiap hari saya mendengarkan radio online. Jika saya ingat akan kampung halaman saya akan live streaming radio Minang online. Banyak sekali radio Minang online yang bisa didengarkan yang memutarkan lagu-lagu Minang dan kesenian tradisional Minang yaitu berupa rabab dan saluang. Ada 82 stasiun radio online dari Sumatera Barat menurut http://erdioo.net  yang sebagian besar memperdengarkan lagu-lagu Minang. Kalau saya kangen suatu daerah yang pernah saya diami untuk bekerja, maka saya akan mendengarkan siaran radio online dari daerah tersebut, yang memang juga saya dengarkan pada radio transistor sewaktu bertugas di daerah tersebut. Jika saya ingat akan kenangan pada suatu tempat, maka saya akan mendengarkan radio online dari daerah dimana tempat tersebut berasal.

Dari sekian banyak radio online yang saya dengar saat ini, pagi hari saya mendengarkan Radio Damai FM untuk mendengarkan ciloteh yang diselingi lagu dua orang penyiarnya dalam bahasa Minang yang mengabarkan kejadian yang berlaku di Sumatera Barat secara umum khususnya Pariman. Walaupun saya bukan orang yang berasal dari Pariaman, tapi saya memilih radio ini karena penerimaan siarannya yang cukup bagus, serta serba-serbi sedikit kabar kampung halaman yang bisa saya dapatkan. Menyenangkan sekali pagi hari dihibur radio ini.

Diatas jam 15.00 wit, mata sudah lelah ada rasa kantuk menjelang, maka saya akan mendengarkan Radio Cakra (Cah Karanganyar). Ini adalah radio online yang khusus memutarkan lagu-lagu dangdut koplo dalam berbagai versi. Ada dangdut rock koplo, dangdut reggae koplo, dangdut campursari koplo dan banyak lainnya. Pokoknya kalau sampeyan mau goyang badan dan kepala menghilangkan kejenuhan cobalah live streaming online itu, dijamin asik bagi yang suka, :) Kalau malam hari dimana dibutuhkan suasana tenang untuk relaksasi tubuh saya suka mendengarkan radio Retjo Buntung Yogyakarta. Disamping tiga radio online diatas ada beberapa radio lagi yang saya dengarkan yaitu : Sushi FM Padang, Rama FM Bandung & Cianjur, Elpas Bogor, Serambi FM Aceh, Volare FM Pontianak dan beberapa radio online dari Malaysia. Juga beberapa radio online dari Purwokerto & Banyumas sering juga saya dengarkan kerena saya suka mendengarkan penyiarnya bicara ngapak, :)

Entah mengapa saya tidak suka mendengarkan radio online yang mainstream seperti Prambors Jakarta, Elshinta Jakarta, Ardan Bandung dan lain-lain. Selera tiap orang memang beda.

***

Posting ini juga ada hadiah buku gratis bagi yang memberikan komentar. Selamat tahun 2016, semoga segala sesuatunya lebih baik lagi di tahun ini.

*foto diatas adalah Guglielmo Marconi, penemu radio. Sumber foto dari wikipedia.

One Day No Rice, Sulitkah?

Desember 9, 2015

Satu prestasi baik dari seseorang sudah sepantasnya kita apresiasi. Sehari tanpa nasi ini adalah salah satu cetusan ide bagus yang diimplementasikan dalam bentuk tindakan nyata. Benar, adalah Walikota Depok Jawa Barat, Nur Mahmudi Ismail yang membuat terobosan ini tahun 2012. Menurut wikipedia, “Program ini diawali dengan diterbitkannya SK Walikota Depok No. 010/27-um tanggal 10 Februari 2012 yang memerintahkan seluruh penjual makanan di kantin di Balai Kota Depok untuk tidak menjual nasi yang terbuat dari beras setiap hari Selasa, namun menyediakan makanan pengganti seperti kentang, singkong, dan umbi-umbian lainnya. Kebijakan ini muncul setelah diskusi antara Nur Mahmudi Ismail dan Profesor (riset) Djoko Said Damardjati mengenai kesuksesan program serupa di Korea Selatan. Melalui program One Day No Rice ini, masyarakat diminta untuk mengurangi konsumsi beras dan beralih ke makanan pokok lain seperti umbi-umbian yang sebenarnya tersedia dalam jumlah besar di pasar tradisional.”

Nampaknya program ini mendapatkan sambutan baik dari masyarakat. Terbukti setiap hari selasa para pegawai di lingkungan Balai Kota Depok mengikuti program ini, yakni sehari makan tanpa nasi dan tanpa makanan yang terbuat dari beras. Tak hanya pemda, perusahaan swasta yang berada di Depok juga banyak yang mendukung program ini. Tidak saja di Depok, banyak daerah lain yang mengadopsi program ini. Sedikitnya sudah berjumlah 15 daerah, yaitu daerah tingkat satu (propinsi) dan daerah tingkat dua (kabupaten/kota) yang sudah mengikuti program sehari tanpa nasi ini. Di Kota Padang untuk menurunkan permintaan beras yang begitu tinggi, karena kebiasaan penduduknya yang makan nasi minimal dua kali sehari, -kayak saya dulu- walikota mensiasatinya dengan program One Day No Rice. Produksi beras dari lahan pertanian yang ada di Kota Padang hanya mampu memenuhi 40% dari kebutuhan, sisanya impor dari Solok (penghasil beras paling enak, kampung saya lho, :) ), Pesisir Selatan dan Padang Pariaman.

Program One Day No Rice (ODNR) tidak hanya menurukan konsumsi beras perkapita, diversifikasi pangan, dan meningkatkan produksi makanan pokok lain seperti umbi-umbian, tetapi juga bisa menurunkan inflasi. Salah satu jurus untuk menurunkan inflasi yang begitu tinggi di Propinsi Bengkulu, pemdanya juga akan menerapkan program ONDR. Saya pikir kalo program ONDR ini diberlakukan secara massif dan nasional akan memberikan dampak penurunan konsumsi beras secara signifikan, sehingga pemerintah cq bulog dan menteri pertanian tidak akan pusing memikirkan stok beras nasional. Gak usah pusing, pak, kebutuhan pokok bisa dipenuhi dengan diversifikasi pangan. Tapi, ya, begitu deh, pemikiran pejabat pusat itu kadang tidak bisa saya pahami. Beras kurang, cari solusi yang enak : impor. Enak bagi pemberi kebijakan dan enak bagi pengusaha. Gak enak bagi end user macam saya, gimana mau enak beras bulog biasanya bau apek dan kadang ada ulat. Enak untuk pemberi kebijakan dan pengusaha karena simbiosis mutualisme, juga biasanya karena seperti kata pepatah lama Melayu : Kalau Tidak Ada-berada Takkan Tempua Bersarang Rendah, hahaha…

Oke, oke… kita akhiri saja sifat skeptis dan curiga seperti kalimat diatas. Saya khusnudzon saja sama pemerintah. Kalo sama papa minta saham saya, sih, su`udzon. Lha, dari transkrip percakapan dan rekaman audio sudah terang-benderang ada niat yang tidak baik, lebih tepat niat memperkaya diri sendiri. Weleh, weleh…malah melebar kemana-mana, nih. tulisan.  Stop, stop, kembali ke topik.

menu wajib tiap hari selasa

Sejak tiga bulan lalu saya sudah mengikuti program ODNR. Setiap hari selasa saya membiasakan diri saya sendiri untuk makan kentang rebus sebagai pengganti nasi. Menu makan siang saya adalah satu butir kentang rebus, sepotong ikan goreng/ikan gulai, dan sayur secukupnya. Sayur bisa berbentuk gulai, rebus atau goreng. Karena di lahan proyek ada tiga pohon rimbang yang selalu berbuah, maka hampir tiap hari selasa saya makan buah rimbang. Lalu untuk sore hari saya makan setengah butir kentang rebus dan satu butir telur rebus + satu gelas susu kental manis. Diawal memulai program satu hari tanpa nasi ini memang saya merasakan perut gak kenyang. Bagaimana mau kenyang, lha, wong sudah terbiasa makan nasi. Untuk makan sore, saya sudah hampir lima bulan tidak makan nasi. Sebagai gantinya saya makan salah satu dari makanan ini : roti, oat meal, buah-buahan, mie. Perasaan perut tidak kenyang hanya saya rasakan pada hari pertama menjalani ONDR. Setelahnya, sesudah berjalan tiga bulan ini saya merasa baik-baik saja. Tak sulit menjalankan sehari tanpa nasi. #yang sulit itu sehari tanpa kamu, :)

Sampai saya menulis untuk posting ini, saya tidak merasakan ada kelainan dengan sistem pencernaan saya. Malah sekarang kalau BAB lebih lancar dari biasa, dan juga lebih teratur. Saya juga tidak merasakan badan saya lemas. Padahal saya tidak sarapan pagi. Kalo pagi saya minum segelas air  hangat + perasan air jeruk, jam 10.00 saya makan satu roti seberat ±100 gram. Suer, saya sekarang merasa lebih sehat. Anda pengen juga sehat? Anda bisa mencoba mengikuti pola makan saya. Kalo gak cocok, menu makan dan kebiasaan makan bisa ente modifikasi sendiri sesuai kenyamanan you. Saya tantang Anda untuk ikut berpartisipasi aktif menyukseskan ONDR. Minimal aktif untuk diri sendiri dulu. Anda ikut program ONDR berarti sudah ikut menurunkan konsumsi beras per kapita, artinya juga sudah ikut memperkuat ketahanan pangan. Nanti hilirnya ikut meniadakan impor beras. #katanya negara agraris tapi impor beras, malu sama Vietnam.

Konsumsi beras perkapita per tahun di negara gemah ripah loh jinawi sangat tinggi. Menurut Walikota Padang, rata-rata konsumsi beras warga Kota Padang, mencapai 121,6 kilogram per tahun per kapita. Sementara untuk tingkat nasional, menurut Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan, konsumsi beras sebanyak 130 kilogram per tahun per kapita. Dibanding Jepang konsumsi beras kita jomplang sekali. Konsumsi beras Jepang hanya 30 kilogram per tahun per kapita. Masyarakat Jepang banyak makan ikan. Okelah, terlalu jauh membandingkan kita dengan Jepang yang negara maju itu. Kita bandingkan dengan Vietnam saja. Vietnam menghabiskan beras sekitar 80 kilogram per tahun per kapita. Ada perbedaan sangat besar konsumsi beras antara masyarakat Vietnam dengan masyarakat Indonesia, yaitu 50 kilogram per tahun per kapita. Jadi hal yang mudah diterima akal sehat jika Vietnam mengekspor berasnya ke Indonesia. Ada kelebihan produksi beras yang sangat banyak di Vietnam akibat konsumsi yang rendah jika dibandingkan dengan Indonesia.

sesekali bolehlah makan enak

Hari selasa kemaren, 8 Desember 2015, saya dapat menu sedikit istimewa. Ada tambahan gulai kepala ikan, sayur gulai rebung, mie goreng dan sambal. Syukur sekali, Alhamdulillah. Kepala ikan itu kelihatan saja besar, padahal yang banyak tulangnya, hehehe…

***

Untuk Posting Kalau Tidak Ada-berada, Takkan Tempua Bersarang Rendah, yang mendapatkan buku gratis adalah: papanpelangi.wordpress.com; spreadthepearl.wordpress.com; dan ramadoni.com. Silahkan kirim alamat lengkap via email ke alris587[@]gmail dot kom. Masih ada buku gratis dari saya, silahkan berkomentar sesuai topik.

Kalau Tidak Ada-berada, Takkan Tempua Bersarang Rendah

Desember 2, 2015

Judul posting ini adalah sebuah peribahasa lama Melayu. Ketika penulis masih sekolah dasar dan sekolah menengah lanjutan pertama peribahasa ini cukup sering didengar, karena harus dihapalkan dan kadang diujikan dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Kalau jaman saiki, coba deh tanya anak sekolah setingkat smp tahu gak peribahasa itu dan artinya? Saya yakin banyak yang akan menggeleng, teu wawuh alias gak tau.

Diwaktu saya kecil ketika di kampung, burung Tempua ini memang bersarang rendah. Kebanyakan yang saya temui waktu itu dia akan bersarang di pohon Cangkiang. Pohon cangkiang adalah sejenis pohon dadap dimana pohonnya berduri, daunnya juga berduri terutama pada tulang daun. Pohon cangkiang ini biasanya tumbuh di tanah pematang sawah. Sehingga banyaklah burung Tempua yang bikin sarang di pohon itu, karena bahan sarang yang mudah didapatkan berupa rumput dan daun padi, juga karena sumber makanan yang berlimpah di area sekitar dia membuat sarang.

Kenapa burung Tempua bersarang rendah? Dia bersarang rendah karena ada-berada tadi. Sepanjang yang saya tau kalau burung Tempua bersarang rendah di sekitar pohonnya pasti ada sarang ular, lebah atau penyengat. Kalau tidak ada yang melindungi burung Tempua akan membuat sarang di tempat tinggi seperti pohon kelapa, atau pohon lainnya yang tinggi.

Di samping kantor proyek sejak dua bulan lalu burung Tempua ini membuat sarang di pohon yang tinggi. Dia membuat sarang di ujung dahan. Nah, saya yakin pohon itu gak ada sarang ular, lebah atau penyengat. Pangkal pohon itu tumbuh di dekat sebuah warung yang merangkap tempat tinggal, di dahan atau pohonnya saya tidak menemukan ada sarang lebah atau sarang tawon.

di pohon tinggi dan di ujung dahan

bersarang di pohon tinggi dan di ujung dahan

Dulu di kampung sering juga saya menjumpai burung Tempua membuat sarang di ujung daun pohon kelapa. Kalau membuat sarang seperti itu tentu sulit untuk diambil, sudahlah pohon kelapanya tinggi sarangnya di ujung lagi.

sarang burung tempua di pohon kelapa

sumber gambar dari sono

Supaya anda tidak penasaran dengan pohon Cangkiang di bawah ini adalah bentuk pohon tersebut. Sayang sekali gambarnya agak kecil. Saya sudah gugling tapi belum ketemu gambar pohon Cangkiang yang lebih jelas. Nama latin untuk pohon ini saya juga belum tahu, mungkin ada yang bisa bantu.

sumber gambar dari sini

sumber gambar dari sini

Tonton video yang saya ambil dari Youtube berikut ini, betapa mengagumkan cara burung Tempua jantan membuat sarang. Selama pembuatan sarang, sang betina akan memperhatikan si aa membangun rumah impian. Ternyata burung Tempua jantan adalah pekerja keras dan arsitek yang mumpuni.

—————————————————————————————————————-

Silè berpantun sikit makcik:

Burung tempua bersarang rendah
Sarangnya elok dipandang mata
Hajat bersua di malam indah
Semoga mimpi menjadi nyata

—————————————————————————————————————-

Posting yang lalu berjudul Arrrggghhh… Susahnya Rutin Olahraga, yang mendapatkan buku gratis dari saya adalah : edu4bali.wordpress.com; hensamfamily;  dan pwgara.wordpress.com. Silahkan kirim alamat lengkap via japri ke alris587[@]gmail dotkom. Buku akan saya kirim setelah alamat lengkap saya terima. Tersedia buku gratis bagi tiga orang yang memberikan komentar untuk posting kali ini.

***

Sis & bro, sekarang kan lagi ribut-ribut tuh kasus pembagian divestasi saham Freeport Indonesia sampai menjual nama dan melibatkan banyak petinggi negeri ini. Kasus itu terjadi karena ada-berada juga, hehehe…

Arrrggghhh… Susahnya Rutin Olahraga

November 26, 2015

Ketika masih tinggal di ibu kota negara saya masih jogging selama 30 menit sampai satu jam dua sekali seminggu + main skipping dengan lompatan sebanyak 1000 – 1500  setiap jogging tersebut. Lumayanlah menjaga stamina dengan cara murah meriah. Olahraga jogging juga gak butuh modal banyak, hanya sepatu yang nyaman pakai dan pakaian olahraga sepantasnya.

Olahraga ini, ya jogging, banyak manfaatnya. Menurut situs http://manfaat.co.id banyak sekali manfaat olahraga jogging. Ada 20 manfaat bagi kesehatan fisik dan keseimbangan mental. Manfaat bagi kesehatan fisik yaitu: memperbaiki kualitas tidur; untuk kesehatan jantung; membakar kalori dalam tubuh; membentuk tubuh ideal; kulit terlihat lebih cerah; mampu identifikasi gejala penyakit; meningkatkan konsentrasi; memperbesar betis dengan alami; melancarkan siklus menstruasi; meningkatkan nafsu makan; paha lebih berisi; mengatasi sesak nafas; memperkuat tulang kaki.

Sedangkan untuk keseimbangan mental olahraga jogging memberikan manfaat: bersemangat sepanjang hari; produktifitas kerja; berumur lebih panjang; meningkatkan rasa percaya diri; lebih bersosialisasi; menjadi pribadi yang giat; terhindar dari stress.

sehat dengan skipping

sehat dengan skipping, gambar dari sini

Mari kita lihat manfaat olahraga skipping menurut situs tersebut diatas.

  1. Menurunkan Berat Badan

Anda punya problem dengan berat badan seperti yang saya alami? Maksud saya adalah berat badan anda tidak ideal. Berolahraga skipping selama satu jam mampu membakar kalori sampai 1000 kalori. Olahraga skipping yang dilakukan membakar lemak dalam tubuh yang kemudian dikeluarkan bersama keringat.

  1. Meningkatkan Kapabilitas

Manfaat olahraga skipping atau lompat tali yang dilakukan dapat meningkatkan kepadatan  tulang. Juga meningkatkan kapabilitas tubuh secara menyeluruh.

  1. Mengencangkan Otot

Kekencangan otot kita dapat makin baik jika kita rutin dan secara teratur melakukan olahraga skipping ini. Otot dapat semakin kencang sebagai efek lompatan tersebut, terutama otot kaki dan otot bagian bawah tubuh lainnya.

Namun tak hanya otot bagian kaki dan bagian bawah lainnya, otot bagian atas seperti lengan dan bahu pun mendapatkan manfaatnya, hal ini dikarenakan tangan adalah sebagai poros dari putaran tali.

  1. Mengoptimalkan Energi Dalam Tubuh

Olahraga skipping mampu membantu seseorang dalam menambah energi di dalam tubuh, sebab olahraga skipping ini dilakukan dengan menggunakan energi. Maka latihan yang dilakukan akan mampu membiasakan tubuh mengeluarkan energi yang tersimpan di dalam sehingga mampu mengoptimalkan energi di dalam tubuhnya di kemudian hari di lain waktu.

  1. Membentuk Tubuh

Membentuk tubuh dalam artian ini adalah bentuk tubuh berotot pada bagian tertentu yang dihasilkan dari olahraga skipping. Otot bagian kaki akan semakin kencang namun tetap ramping dan tidak berlemak pada bagian betis, sehingga ini menambah keindahan pada kaki. Lengan juga mendapatkan manfaat berupa otot yang terbentuk karena tangan digunakan sebagai poros berputarnya tali.

  1. Menambah Tinggi Badan

Bagi yang masih dalam masa pertumbuhan olahraga ini merangsang pertambahan tinggi badan.  Masa remaja adalah masa pertumbuhan dimana seseorang mampu tumbuh mendapatkan tinggi ideal.  Sehingga olahraga skipping sering dijadikan salah satu program bagi banyak remaja dalam hal meninggikan badan.

  1. Meningkatkan Fertilitas

Ketidakteraturan pola menstruasi adalah salah satu permasalah ringan yang terjadi pada organ reproduksi wanita. Selain itu masalah kesulitan mendapatkan keturunan dan lain-lain. Ternyata, skipping adalah olahraga yang berfungsi membantu memperbaiki fungsi reproduksi termasuk meningkatkan fertilitas.

  1. Mencegah Osteoporosis

Olahraga skipping yang dilakukan secara rutin akan sangat bermanfaat untuk mencegah terkena osteoporosis di kemudian hari. Osteoporosis adalah kondisi dimana terjadi kerapuhan atau pengeroposan pada tulang. Manfaat olahraga skipping mampu meningkatkan kualitas atau kepadatan tulang seseorang, sehingga skipping sangat berguna untuk mengurangi resiko terjadinya pengeroposan tulang atau osteoporosis.

  1. Meningkatkan Stamina dan Keseimbangan Tubuh

Lompat tali (skipping) yang dilakukan secara teratur akan mampu meningkatkan stamina tubuh, serta kelenturan tubuh. Tidak hanya itu saja, lompatan yang dilakukan juga mampu meningkatkan keseimbangan tubuh kita.

  1. Meningkatkan Kinerja Otak

Pada dasarnya olahraga skipping adalah hasil kombinasi dari irama gerakan lompatan dan ketpatan waktu dalam melewati rintangan berupa putaran tali. Hal ini berarti membuat otak bekerja lebih cepat dan tepat dalam hal mengkalkulasikan gerakan melompat yang dilakukan dan waktu yang tepat untuk melompat melewati tali yang berputar.

Akibatnya kita melatih otak kita agar terbiasa untuk bekerja dengan cepat dan tepat. Koordinasi tubuh yang baik, kemampuan gerak reflex, keseimbangan tubuh, serta meningkatkan kinerja otak pun akhirnya dapat kita peroleh sebagai manfaat dari olahraga skipping.

Sejak tinggal di Ambon dari beberapa waktu lalu saya sulit sekali untuk berolahraga rutin. Olahraga rutin saya cuma jalan kaki dari tempat tinggal ke tempat kerja berupa jalan kaki selama dua puluh menit, yaitu 10 menit waktu berangkat kerja dan 10 menit waktu pulang kerja. Saya paksakan untuk jalan kaki pergi dan pulang kerja. Kalo mau senang saya bisa saja menumpang kendaraan teman gak usah jalan kaki. Tapi demi sehat dan supaya tetap bersemangat kerja saya jalani jalan kaki. Sulitnya saya olahraga rutin 100% karena kemalasan saya saja.

Beberapa waktu yang lalu sewaktu ke Jakarta pulangnya saya sengaja membawa tali skipping. Niatnya, sih, buat olahraga skipping lagi. Biar badan sehat, dan mendapatkan manfaat seperti tertulis diatas. Semoga minggu depan sudah mulai olahraga skipping. Memulai sesuatu memang terasa berat dan malas. Seperti saya menulis posting ini, :)

***

Untuk posting berjudul Rimbang Beda dengan Leunca, yang mendapatkan buku gratis dari saya adalah : sisihidupku.wordpress.commasrozak.com; dan dherdian.wordpress.com. Kepada yang terpilih silahkan kirim alamat lengkap via japri ke alris587[@]gmail dotkom. Buku akan saya kirim setelah alamat lengkap saya terima. Selamat hari guru. Walau terlambat saya harus mengucapkan selamat pada orang yang membuka jendela dunia dan ilmu pengetahuan buat saya dan semua orang.

Posting kali ini juga akan ada pemberian buku gratis bagi tiga orang yang memberikan komentar. Silahkan berkomentar sesuai topik.

Rimbang Beda dengan Leunca

Oktober 26, 2015

Bagi orang udik macam saya ini makan mentah buah Rimbang dan kacang panjang adalah hal biasa. Almarhum Bapak saya umur 70-an kalau membaca buku tak pakai kaca mata. Mata beliau masih bisa membaca buku dengan huruf normal, -mungkin ukuran huruf Times New Roman 12- itu mungkin salah satu manfaat kebiasaan Beliau makan sayuran mentah, terutama Rimbang dan kacang panjang. Sekarang disaat mayoritas teman-teman saya kalau membaca buku sudah membutuhkan kaca mata, saya masih dapat membaca tanpa kaca mata. Sesuatu banget ya, hehe… Alhamdulillah. Inilah manfaat daripada makan mentah beberapa sayur hijau, diantaranya Rimbang dan kacang panjang.

Saya pernah tinggal beberapa tahun di tanah Priangan. Hal ini semakin menambah kecintaan saya pada lalapan karena kebiasaan masyarakatnya yang suka lalapan. Mayoritas orang Sunda suka lalapan. Kebanyakan sayur yang jadi lalapan  bagi masyarakat Sunda adalah mentimun, leunca, kemangi, selada, daun dewa, tespong, poh-pohan, antanan, daun reundeu, jengkol, petai, kacang panjang, terong, dan banyak lagi. Tak hapal semua saya tentang lalapan orang Sunda ini. Tapi secara umum itulah sayuran yang biasa dijadikan lalapan yang biasa disajikan di warsun. Kegemaran orang Sunda makan dengan lalapan mungkin akibat budaya dan kehidupan masyarakatnya yang berhubungan erat dengan alam. Akhirnya membuat orang Sunda punya pengetahuan tentang tumbuhan mana yang bisa dimakan dan mana yang tidak dapat dimakan.

Rimbang adalah salah satu lalapan yang saya suka. Sebutan untuk tanaman ini tidak ada dalam bahasa nasional. Yakinlah saya akan hal itu. Orang Ambon menyebutnya terung kecil, mungkin karena isi dalamnya seperti terung. Sejauh ini di Ambon Rimbang ini tidak dimakan, hanya digunakan oleh anak-anak sebagai peluru mainan bedil-bedilan. Orang Sunda menamakan takokak. Tapi ada juga jalma Sunda yang menyebutnya terung pipit. Istri kakak sepupu saya (ipar) yang berasal dari Cianjur pinggiran menyebut begitu. Wong Jowo menyebut buah ini pokak. Nama Rimbang sendiri ditemui di Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Jambi. Saya pernah tanya teman, di Jambi memang juga dinamakan Rimbang. Di pedalaman kabupaten Ketapang Kalimantan Barat, yaitu daerah Marau, saya tanyakan ke orang Dayak penduduk tempatan apa nama buah itu? Mereka jawab terung kecil. Maka, menurut saya sah nama tanaman ini Rimbang, :)

Dia termasuk tumbuhan dari suku terung-terungan (Solanaceae) hidup dari dataran rendah sampai pada ketinggian 3000 mdpl. Saya yakin lagi akan dataran dimana dia ini hidup. Waktu saya kecil ada pohon Rimbang yang tumbuh subur di ladang bapak saya. Ketinggian ladang itu sekitar 2000 mdpl. Pagi tadi saya panen Rimbang, pohonnya cuma setengah meter dari permukaan laut jika air laut pasang (lihat foto dibawah). Tumbuhan ini kini tersebar luas di wilayah tropis. Di Indonesia, ia tumbuh liar di hutan semak dan hutan-hutan terbuka.

pohon rimbang

pohon rimbang

rimbang

Leunca berbatang tegak dan banyak bercabang dengan tinggi 30-175 cm. Buahnya berupa buah buni, bulat-bulat dan berisi banyak biji dengan penampang sekitar 0,8-1 cm. Tanaman leunca sengaja ditanam orang di kebun-kebun. Dia termasuk tanaman semusim. Sedangkan Rimbang tumbuhan semak kecil tingginya dapat mencapai 5 m. Hampir semua bagian tumbuhan ini berduri, kecuali hanya buah yang ditutupi rambut. Rimbang berbuah sepanjang musim.

Buah Rimbang kulitnya lebih tebal dari kulit leunca / lencak, dari bentuk daunnya, daun Rimbang lebih besar dan kasar sedangkan daun lencak daunya kecil dan sedikit agak licin, perbedaan pada batangnya Rimbang berduri sedangkan batang lencak tidak berduri. Rasa buah Rimbang agak getir sedangkan buah leuncak pahit agak manis.

Buah Rimbang dipakai sebagai sayuran. Almarhumah ibu saya memasukkan rimbang yang sudah dibelah ke dalam gulai tauco. Gulai tauco ala kampung saya adalah sayur bersantan tanpa cabe merah giling, yang berisi kacang buncis, kentang  rimbang, serta tambahan tauco, cabe hijau yang dibelah dan kerupuk kulit. Orang Minangkabau biasa memasukkan buah Rimbang ke dalam pakis yang digoreng dan gulai pakis. Orang Mandailing dan Batak memasak gulai daun singkong pakai Rimbang.

makan siang saya begitu lahap dengan lalapan buah Rimbang ini, :P

makan siang saya begitu lahap dengan lalapan buah Rimbang ini, :P

cukup untuk 3 kali makan :)

cukup untuk 3 kali makan :)

***

Seperti biasa akan ada bagi-bagi buku gratis, bisa novel atau buku lainnya. Silahkan berkomentar secara sopan. Akan ada 3 eksemplar buku gratis buat pengomentar terbaik versi saya.

Selamat kepada muhaiminazzet.wordpress.com dan ririekhayan.com yang sudah mendapatkan buku gratis dari saya untuk posting Saya Suka Andrea Hirata. Buku sudah diterima oleh ybs. Saya tunggu seminggu lagi terhitung sejak 26 Oktober 2015 kepada jodieisme.worpress.com untuk mengirimkan alamat kepada saya. Jika sudah lewat waktunya buku untuk anda akan saya berikan ke orang lain.

Saya Suka Andrea Hirata

September 9, 2015

Salah satu yang saya suka dari novel-novel karya Andrea Hirata adalah cara dia mendeskripsikan dan mengungkapkan sesuatu. Cara dia mengungkapkan sesuatu itu dalam bentuk kalimat membuat saya terkesima, takjub dan kagum. #padahal takjub dan kagum itu artinya sama lho, menurut http://kbbi.web.id/ , :)  Kata-kata yang digunakan standar bahasa Indonesia, tidak banyak menggunakan bahasa asing, paling menyisipkan bahasa Melayu sebagai bahasa ibu dan bahasa Inggris. Tapi selipan kata-kata dari bahasa Melayu dan Inggris litupun sedikit. Jadi memang banyak menggunakan bahasa Indonesia yang baku. Juga saya suka karena Andrea menulis kisah ironi menjadi parodi dan menertawakan kesedihan dengan balutan pandangan intelegensia. Kalimat yang berwarna oranye bergaris bawah dan miring itu saya copot dari wikipedia. Ya, saya suka ironi yang dijadikan parodi itu, karena Andrea menuliskannya dengan cara tidak kasar.

Saya sudah membaca novel Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor, Maryamah KarpovPadang Bulan & Cinta di Dalam Gelas,  dan Ayah yang merupakan novel terbaru beliau. Yang belum saya baca adalah novel Sebelas Patriot, karena mau beli belum ketemu, :) Beberapa dari novel yang saya sudah baca itu saya baca ulang beberapa kali. Saya baca beberapa kali karena memang bikin nagih :) Kenapa bikin nagih? Banyak alasan bisa dibuat. Tapi sebaiknya anda baca saja novel-novel Andrea Hirata, nanti setelah anda baca beberapa kali mungkin kita bisa jadi punya persamaan pendapat kenapa baca novel karya Andrea Hirata bikin ketagihan.

Nah, kembali ke apa yang tertulis di paragraf pertama tadi tentang mengungkapkan sesuatu, saya tulis dibawah ini cuplikan dari novel Cinta di Dalam Gelas. Saya ambil dari Mozaik 8 berjudul Kopi, Sebuah Kisah di Dalam Gelas. Tidak semua isi dari Mozaik 8 itu saya tulis, hanya sekitar 3 halaman. Selamat membaca.

***

       Mereka yang menghirup kopi pahit umumnya bernasib sepahit kopinya. Makin pahit kopinya, makin berlika-liku petualangannya. Hidup mereka penuh intaian marabahaya. Cinta? Berantakan. Istri? Pada minggat. Bisnis kena tipu. Namun, mereka tetap mencoba dan mencipta. Mereka naik panggung dan dipermalukan. Mereka menang dengan gilang-gemilang lalu kalah tersuruk-suruk. Mereka jatuh, bangun, jatuh, dan bangun lagi. Dalam dunia pergaulan zaman modern ini mereka ini disebut para player.

       Mereka yang takaran gula, kopi, dan susunya proporsional umumnya adalah pegawai kantoran yang bekerja rutin dan berirama hidup itu-itu saja. Mereka tak lain pria ‘do-re-mi’, dan mereka telah kawin dengan seseorang bernama bosan. Kelompok antiperubahan ini melingkupi diri dengan selimut dan tidur nyenyak di dalam zona yang nyaman. Proporsi gula, kopi, dan susu itu mencerminkan kepribadian mereka yang sungkan mengambil resiko. Tanpa mereka sadari, kenyamanan itu membuat waktu, detik demi detik, menelikung mereka.

       Pada suatu Jumat pagi, mereka berangkat kerja berpakaian olahraga. Usai senam kesegaran jasmani, ada upacara kecil penyerahan surat keputusan pensiun.

       Itulah SKJ-nya yang terakhir.

      Itulah hari dinasnya yang terakhir.

      Tamatlah riwayatnya.

      Sering kutemui, orang seperti itu mengatakan hal begini di warung kopi.

      “Aih, rasanya baru kemaren awak masuk kerja.” Kemaren itu adalah 30 tahun yang lalu.

       “Tahu-tahu sudah pensiun awak, ni?”

       Dia memesan kopi dengan takaran yang sama seperti pesanannya pada kakekku -di warung yang sama- 30 tahun yang lalu. Wajahnya sembab karena tahu waktu telah melewatinya begitu saja. Masa mewah bergelimang waktu dan kemudaan telah menguap darinya, dan ia sadar tak pernah berbuat apa-apa. Tak pernah menjadi imam di masjid. Tak pernah naik mimbar untuk menyampaikan paling tidak satu ayat, sesuai perintah Ilahi. Tak pernah membebaskan satu jiwa pun anak yatim dari kesusahan. Duduklah ia di pojok sana menghirup kopi dua sendok gula yang menyedihkan itu. Kaum ini disebut para safety player.

       Ada pula satu kaum yang disebut sebagai semi-player. Cirinya: 4 sendok kopi, ini termasuk kental, tapi ditambah gula, setengah sendok saja. Orang-orang ini merupakan ahli pada bidangnya. Mereka bertangan dingin dan penuh perhitungan. Mereka bukan tipe pegang-lepaskan-pegang-lepaskan. Mereka adalah tipe pegang-cengkeram-telan. Namun, adakalanya mereka adalah pencinta yang romantis. Takaran kopi semacam itu membuat mereka merasakan pahit dekat tenggorokan, namun terbersit sedikit manis di ujung lidah. Bagi mereka, hal itu sexy!

       Mereka yang minum kopi dan hanya minta sedikit gula, lalu setelah diberi gula, mengatakan terlalu manis atau kurang manis, merupakan orang-orang yang gampang dihasut. Merekalah pengacau sistem politik republik karena suaranya gampang dibeli. Mereka ini kaum yang plin-plan! Petinggi-petinggi partai politik dan menteri-menteri kabinet banyak bercokol di wilayah ini.

       Mereka yang memerlukan susu lebih banyak umumnya bermasalah dengan kehidupan rumah tangga. Dalam keadaan yang ekstrem -misalnya tengah berperkara talak-menalak di pengadilan, mereka hanya meminum air panas dan susu saja, tanpa gula dan kopi. Orang-orang ini sering melamun di warung kopi. Tak tahu apa yang sedang berkecamuk di dalam kepala mereka. Mereka adalah para ex-player.

       Namun, ada pula yang suka minum air dengan gula saja. Tanpa susu dan kopi. Mereka adalah burung-burung sirindit. Sedangkan mereka yang meminta kopi saja, tanpa air, dan memakan kopi itu seperti makan sagon, adalah penderita sakit gila nomor 29. Adapun mereka yang sama sekali tidak minum kopi adalah penyia-nyia hidup ini.

***

novel ini gratis, silahkan berkomentar sepanjang mungkin...
novel ini gratis, silahkan berkomentar sepanjang mungkin…

Nah, supaya hidup anda tidak sia-sia, saya akan menyediakan kopi, eh, bukan. Saya akan memberikan dua eksemplar novel. Tersedia dua eksemplar novel berjudul Ning Anak Wayang karya Niken – Anjar untuk dua orang pembaca yang memberikan komentar paling panjang untuk posting ini.

Offer

Agustus 28, 2015

Sebagaimana yang saya tulis dalam posting berjudul Harta Karun saya mendapatkan boxset (berisi lima eksemplar) novel Sekuntum Nozomi dengan harga relatif murah di salah satu toko buku terkenal. Berhubung dalam waktu satu bulan ke depan saya belum akan membaca novel tersebut, -karena saya masih harus menyelesaikan membaca 4 buah buku- maka saya akan menjual boxset itu.

Saya menawarkan boxset novel Sekuntum Nozomi kepada pembaca. Harganya Rp.100,000 (seratus ribu rupiah) + ongkos kirim dari Ambon ke alamat pembeli. Saya beli boxset novel tersebut dari toko buku seharga Rp.130,000,-. Jika serius mau beli dan pecinta buku, kirimkan penawaran bahwa anda berniat mau beli boxset itu berserta alamat anda lewat email ini : alris587@gmail.com. Pembayaran via transfer setelah boxset anda terima. Saya yakin anda sebagai pembeli adalah orang jujur sehingga tidak akan menipu.

Jika terdapat lebih dari seorang yang berminat untuk membeli boxset tersebut, maka saya akan memilih yang lebih dulu mengajukan penawaran pembelian. Demikianlah woro-woro ini disampaikan semoga yang membeli senang dan puas.

boxset Sekuntum Nozomi

 

 

Terima Kasih

Agustus 17, 2015

Yakinlah seratus prosen perbuatan dengan niat baik akan dikabulkan oleh Tuhan Yang Maha Segalanya. Banyak orang mengatakan begitu, sebagaimana banyak orang memberikan kesaksian tentang hal itu. Saya juga sudah membuktikannya. Anda percaya? Ya, wajib percaya. Gak percaya juga gak apa-apa.

Sebagaimana posting saya sebelumnya, saya berkeinginan pada lomba tilawatil alquran antar kampung yang diadakan di kampung saya dalam bulan ramadhan tahun 1436 H ini hadiah untuk pemenang kesatu berupa kambing ketimbang uang tunai. Ternak kambing betina bisa digunakan sebagai investasi yang bila dipelihara dan beranak akan memberikan nilai bertambah tiap tahun. Memberikan kambing betina  sebagai hadiah bagi orang kampung tentu lebih aman sebagai investasi daripada uang tunai. Kawan, percayalah jaman sekarang godaan untuk membeli gadged terutama handphone telah mengalahkan akal sehat. Godaan itu bahkan telah jauh masuk ke pelosok kampung sekalipun. Bayangkanlah seorang anak yang baru memasuki masa remaja, yang selama ini kebutuhan finansialnya 100% bergantung kepada orang tua, tiba-tiba dapat uang lumayan besar. Menurut saya, hal pertama yang akan dilakukannya adalah memikirkan beli gadget.

Nah, supaya uang hadiah sebagai pemenang musabaqoh tilawatil alquran itu bermanfaat lebih baik, saya usulkan kepada panitia musabaqoh tilawatil alquran di kampung supaya pemenang kesatu hadiahnya satu ekor kambing betina. Usul saya diterima. Dan saya menggalang dana untuk membeli kambing itu dari pembaca blog saya.

Saya bersyukur karena pembaca blog saya banyak yang memberikan dukungan berupa ucapan semangat dan doa. Dari sekian banyak pengunjung blog saya ada empat orang yang memberikan donasi. Satu blogger berdomisli di Jakarta, satu blogger orang Indonesia bertempat tinggal di salah satu negara di Eropah, satu blogger anonim dan satu blogger lagi…saya sendiri. Jumlah uang terkumpul kurang dari separoh dari yang ditargetkan. Tapi tidak apa-apa, yang penting niat untuk beli kambing betina kesampaian. Bahkan kata sipemilik kambing betina itu dalam keadaan hamil. Mungkin karena niat baik dan peruntukan baik akhirnya sipemilik mendiskon harga penjualan. Alhamdulillah. Terima kasih buat semuanya: donatur, bapak sipenjual kambing dan pembaca.

Berikut adalah beberapa foto kegiatan musabaqoh tilawatil alquran yang diadakan di kampung saya. Foto ini saya dapatkan dari salah satu panitia.

para pemenang

para pemenang

peserta

peserta

hakim

lelang singgang ayam

lelang singgang ayam

panitia

Peserta musabaqoh tilawatil alquran kali ini paling senior masih kelas tiga sma, yang paling muda masih sekolah di sekolah lanjutan pertama. Atas permintaan nama dua donatur tidak saya sebutkan disini, juga jumlah donasinya. Saya menghormati keputusan mereka.


Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 273 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: