Buku yang Menyenangkan

Mei 22, 2016

Satu penelitian di Inggris menyebutkan sebanyak 14,4% anak-anak yang gemar membaca untuk kesenangan mampu menguasai matematika, sementara 9,9% lebih gampang memahami kosa kata. Dan kesimpulan studi ini menyebutkan: “Pengaruh membaca untuk kesenangan lebih berpengaruh ketimbang latar belakang pendidikan orang tua.”

Membaca salah satunya tentu berhubungan dengan buku. Baik buku dalam bentuk hardcopy maupun buku yang kekinian dalam bentuk e-book. Masing-masing buku itu ada kelebihan dan kekurangannya. Anda tentu sudah paham apa kelebihan dan kekurangan buku hardcopy dan buku e-book. Tak perlulah saya uraikan kelebihan dan kekurangannya,:)

Tiap orang punya buku favorit. Saya juga. Buku favorit saya bukan buku berjenis yang kalau bacanya bikin mikir yang dalam, kalau bacanya ingat akan umur yang makin berkurang, kalau bacanya seolah dapat insight. Bukan. Bukan buku yang seperti itu. Saya sudah hampir bosan baca buku yang seperti itu. Ingat, hampir bosan lho, ya. Bukan bosan, kerena sesekali saya masih membaca buku yang serius, bikin mikir, dan ingat umur. Jadi apa buku favorit saya?, Eng..ing…eeeng…

Koleksi buku saya kebanyakan adalah novel. Novel jadul seperti Merantau ke Deli karangan Buya Hamka, sampai novel kekinian Ayah besutan Andrea Hirata. Novel yang lain juga ada. Tapi saya lebih suka novel yang berlandaskan pengalaman nyata, kejadiannya masuk akal, dan settingnya bisa kapan saja. Novel yang tak masuk akal, menghayal, cendrung saya tak suka. Novel teenlit saya juga kurang suka. Sedang booming novel teenlit sekalipun saya tak akan beli. Kalo diberi saya terima, hehe…

Buku yang juga saya koleksi adalah buku motivasi, buku psikologi populer, buku agama, buku sejarah, buku pelajaran bahasa Inggris & bahasa Jepang, buku populer tentang internet, buku tentang welding inspector, buku kiat menulis, buku biografi, buku tentang entrepreneurship, dan buku humor.

Dan buku favorit saya adalah, ini dia:

IMG_20160522_230754

Ya, buku favorit saya berjudul My Stupid Boss (MSB). Buku ini dibaca kapan saja bikin saya terhibur. Pengarangnya benar-benar gokil deh. Saya tak kepikiran sama sekali kelakuan boss dia ditulis dalam blog bisa menghasilkan buku laris sampai enam buku. Buku ini juga sudah dibuat filmnya dan sudah tayang di bioskop. Kemaren waktu ke Jakarta saya beli buku MSB 5. Di bulan Juni 2016 inilah salah satu buku yang akan saya baca. Semoga isinya tetap gokil seperti lima buku lainnya.

MSB5

Jangan remehkan ngeblog, karena blogger bisa menghasilkan karya yang akan dikenang sepanjang masa. Maka, teruslah menulis.

***

Posting yang lalu yang mendapat buku gratis dari saya adalah http://www.eviindrawanto.com dan http://flyonz.com. Selamat buat keduanya. Buku sudah dikirim ke alamat masing-masing. Posting ini juga menyediakan dua eksemplar buku gratis. Komentar paling oke menurut saya berhak mendapatkannya. Syarat dan ketentuan berlaku. Posting ini tidak disponsori oleh siapapun, termasuk penerbit buku MSB.

 

Apa yang Anda Lakukan Ketika Sedang BAB?

April 29, 2016

Jawaban dari pertanyaan diatas bisa beragam. Bagi kaum lelaki perokok toilet adalah tempat yang asyik buat menikmati rokok, -menghisap racun- sambil BAB. Bagi kaum perempuan? Nah, kalau yang ini saya gak tau. Tak mengenal gender, jawabannya mungkin kalau dikelompokkan akan mendapatkan hasil yang mirip. Menurut saya kebanyakan orang akan menjawab yang mereka lakukan adalah bermenung. Mungkin juga sebagian menghayal.

gambar dari sono

Dulu saya juga melakukan hal yang sama, -bermenung- ketika BAB. Tapi sejak kenal dan ke klinik tong fang kini saya tak bengong lagi ketika BAB. Terima kasih Tong Fang saya membaca salah satu wawancara dengan Nungki Kusumastuti belasan tahun lalu di salah satu koran minggu saya mulai mengubah hal yang tidak bermanfaat itu. Dalam wawancara itu disebutkan kalau keluarga Beliau adalah penggila baca buku. Sampai-sampai di toiletpun mereka bikin rak gantung untuk menarok buku. Saat anggota keluarga BAB pasti baca buku. Selesai BAB buku diletakkan kembali di rak gantung. Jadi ada buku yang khusus dibaca sampai selesai hanya saat BAB. Betapa mereka menghargai waktu dan mencintai baca buku. Keren.

Saya mencoba mengikuti cara keluarga Nungki Kusumastuti ini kalau di rumah. Setiap mau ke toilet dan mau BAB saya membawa buku bacaan. Jenis bacaan yang saya bawa ke toilet kebanyakan adalah novel. Saya menamatkan novel Amba karangan Laksmi Pamuntjak  ketika “setor” dan berada di toilet,:)

Bagaimana rasanya membaca buku saat BAB. Pengalaman pribadi saya membuktikan keasyikan tersendiri. Buku yang dibaca rasanya lebih nancap di otak. Setiap kalimat bisa dicerna dengan mudah. Alur cerita lebih meresap dan bisa diikuti dengan lebih intens. Setiap kalimat bisa diresapi. Pokoknya sensasi membaca buku di toilet itu bagi saya bikin ketagihan. Itu semua bisa dirasakan mungkin karena kita fokus kepada bacaan. Kenapa bisa fokus waktu membaca buku di toilet sambil BAB? Karena tak ada gangguan.

Kalau lagi membaca bacaan yang seru dan itu dilakukan di toilet sambil BAB, waktu berjalan terasa cepat. Setengah jam rasanya kok baru lima menit yang lewat. Pernah saya menghabiskan waktu satu jam lebih untuk membaca buku sambil BAB. Benar, waktu tak terasa begitu cepat berlalu di toilet. Coba, kalau kita sengaja membaca buku sambil leyeh-leyeh misalnya, tak akan lama pasti sudah ngantuk. Atau kita sengajakan membaca buku di meja belajar, tak bertahan lama, rasa bosan segera datang.

Jadi buat Anda yang pengen menikmati membaca buku dengan sensasi yang berbeda, cobalah membaca buku sambil BAB. Rasakan sensasinya. Seperti makan kacang rebus diwaktu hujan perut sedikit lapar, atau seperti ngemil keripik didampingi yayang. Dua-duanya menimbulkan satu kata : gak mau berhenti,:)

***

Untuk posting yang lalu yang mendapat buku gratis dari saya adalah : fleurlady.wordpress.com dan eckyagassi.com. Selamat buat keduanya. Buku segera dikirim ke alamat masing-masing. Posting ini juga menyediakan dua eksemplar buku gratis. Yang memberikan komentar ketujuh dan kelima belas berhak mendapatkannya. Syarat dan ketentuan berlaku.


Saya membagikan link berikut, karena saya bahagia melihat orang-orang dalam video itu. Suatu saat saya mungkin akan merindukan Ambon, jika saya tak lagi tinggal disana.

Obat Diare Alternatif

April 19, 2016

Tulisan ini murni berdasarkan pengalaman pribadi. Obat (bukan obat sebenarnya, tapi berfungsi sebagai obat) yang saya telan ini mungkin cocok bagi sebagian orang, bisa juga tidak mempan bagi yang lainnya. Karena tiap orang itu unik, maka dia tidak bisa dijeneralkan bisa mengatasi sakit diare kepada semua orang. Obat terbaik tentu saja yang diberikan oleh ahlinya. Ya, Anda harus ke dokter untuk mendapatkan obat yang tepat. Jika belum sempat ke dokter bolehlah mencoba obat yang saya praktekkan beberap hari lalu.

penyebab diare gambar dari internet

Dulu jika sakit diare untuk mengobatinya saya sering beli obat diare yang dijual bebas di apotik atau toko obat. Karena kemudahan untuk mendapatkan obat itu, maka malaslah saya mencari obat alternatif lainnya. Mudah mendapatkan obat bikinan pabrik alias obat kimiawi, mudah mendapatkan obat murah meriah dari alam. Obat dari alam bisa kita dapatkan dari tanaman yang tumbuh disekitar kita. Info lengkap cara mengobati Diare secara alami dengan ramuan tradisional bisa dibaca disini.

Masalah mungkin timbul jika Anda sakit diare tapi susah mendapatkan obat. Susah bukan karena gak ada obat tapi kondisinya lagi tak memungkinkan untuk segera dapat obat secara cepat. Bagaimana mengatasi masalah begini. Tenang. Ada solusinya.

Ambil sesendok makan gula pasir, masukkan ke mulut lalu dikunyah sampai hancur. Setelah hancur lalu ditelan. Ditelan gak usah pakai minum air. Ya, ditelan begitu saja. Biarkan beberapa menit. Kalau saya biasanya minum air putih setelah 15 menit menelan gula pasir. Tempo ini memberikan kesempatan gula pasir untuk bereaksi didalam lambung dan membunuh bakteri coli atau virus yang masuk ke lambung. Biasanya tak berapa lama  setelah minum gula pasir dengan cara begini buang-buang air akan mereda. Silahkan dicoba.

Air liur itu banyak fungsinya. Salah satu enzim yang terkandung dalam air liur adalah enzim lisozim yang memecah protein dan menyerang bakteri secara langsung. Nah, mungkin perpaduan gula dan enzim lisozim inilah yang membunuh bakteri atau virus penyebab diare.

Jika setelah diare usahakan Anda makan makanan padat setelah mampu untuk makan. Hal itu disarankan oleh dokter yang pernah saya datangi sewaktu berobat sakit diare. Sebaiknya porsi makan jangan terlalu besar. Hindari makanan yang terlalu berat, pedas, serta berlemak.

Demikianlah pengalaman saya ini semoga bermanfaat.

***
Siapapun yang memberikan komentar pertama dan pemberi komentar kesepuluh akan mendapatkan buku gratis dari saya. Syaratnya kirim saat itu juga alamat lengkap Anda via email, dan tidak bertempat tinggal di luar negeri. Gak perlu bikin GA mendapatkan buku gratis dari saya. #saya mah orangnya begitu.

Hati-hati Menerima Barang

Maret 17, 2016

Hari minggu kemaren, 13 Maret 2016, saya mau membeli multivitamin mereka Reno*vit (maksudnya gak mau nyebutin merek hehe…), karena badan saya tidak fit sejak dua hari sebelumnya akibat begadang menungguin orang mengecor beton sampai jam 05.00 pagi.

Berangkatlah saya ke apotik terbesar dan terkenal di kota Ambon yang berlokasi di Jl. Dr. Setia Budi. Sampai di tempat saya ke desk informasi lalu menanyakan barang yang saya cari. Setelah dicek di komputer oleh orang yang melayani saya ternyata barang yang saya maksud ada alias ready stock. Karena barang itu tersedia, maka saya pesan satu botol yang berbentuk syrup. Setelah membayar di kasir saya menunggu pesanan saya disiapkan.

Menunggu itu memang membosankan. Waktu berlalu 10 menit, 20 menit, 30 menit belum juga saya  dipanggil untuk mengambil pesanan. 40 menit sudah saya duduk di kursi yang disediakan untuk menunggu, karena tak sabar saya tanyakan ke petugas yang tadi melayani. Si petugas menjawab kalau barang itu yang berbentuk syrup sudah habis. Lha, tadi dia bilang ready stock. Okelah, pesanan saya ubah ke yang berbentuk kapsul, saya tambah uang lagi karena harganya lebih mahal dari yang berbentuk syrup. Saya menunggu lagi.

Setelah hampir satu jam menunggu sejak pesanan pertama tadi barulah petugas memanggil saya. Barang dimasukkan ke dalam tas kresek warna hitam. Saya tidak cek lagi barang pesanan saya itu,  karena yakin si petugas bekerja profesional. Barang saya ambil, dan berlalu pulang. Sesampai di kost tas kresek saya buka, dan muncullah obat ini :

rhinos junior

Zaman sekarang ini serba mudah mendapatkan informasi berkat internet. Obat diatas bermerek Rhinos Junior. Itu adalah obat pseudoephedrine. Menurut ilmu yang saya baca di internet pseudoephedrine merupakan obat jenis dekongestan. Dia berfungsi mengatasi hidung tersumbat, juga untuk meredakan sensasi penuh di telinga yang diakibatkan oleh infeksi atau inflamasi.  Saya kaget, yang saya pesan Renovit, lha kok diberi Rhinos Junior. Yang saya pesan dan saya beli multivitamin tapi yang diberikan obat hidung tersumbat. Lha, iki piye…

Karena sudah cukup larut malam akhirnya malam itu saya putuskan obat itu akan saya tukarkan bila saya pergi lagi ke kota. Walau jarak dari tempat kost saya ke apotik itu hanya sekitar 5 kilometer, tapi jarak itu cukup jauh bagi saya yang terbiasa berjalan kaki pergi pulang kerja, :)  Biarlah saya beli dulu multivitamin yang saya maksud di apotik yang ada di dalam mal MCM. Nah, kalau yang di bawah ini benar apa yang saya inginkan.

IMG_6251

Saya mengingatkan melalui posting ini, sebelum menerima barang yang anda beli periksa dulu apakah yang dibeli sesuai yang dipesan, seperti yang diinginkan.

***

#tulisan ini tidak disponsori oleh kedua obat diatas. murni uneg-uneg doang.

Bahagia Itu Sederhana

Februari 20, 2016

Gak neko-neko, bahagia bersumber dari hati. Betapa bahagianya saya menikmati suguhan makan siang hari ini. Lauknya adalah ikan hasil memancing kemaren di Pelabuhan  Tulehu. Anda tahu Tulehu ada dimana? Tahu,gak sih? Sono gih gugling. Kalau gak cari di google earth, ya. Perpaduan sayur lodeh, terong goreng balado, tempe goreng, sambal dan kerupuk udang saya rasakan lamak bana, setelah setengah hari memeriksa pekerjaan pembesian yang akan dicor siang ini setelah istirahat siang.

IMG_6086

Setelah menghabiskan menu diatas, saatnya menikmati menu dibawah ini. Mari kita nikmati Pesona Sumatera Barat.

Keindahan yang ada dalam video diatas membuat saya berasa di kampuang nan jauah dimato. Walau saya belum mengunjungi semua tempat seperti dalam video, tapi mata saya terpuaskan melihat Kelok Sambilan yang memang berkelok-kelok, cantiknya kampung Lembah Harau dengan air terjunnya yang bikin saya kagum, merasakan sejuknya di Lembah Anai, melihat lansekap Jam Gadang dengan Pasar Ateh di Bukittinggi, Ngarai Sianok yang tetap anggun dari dulu, jalan raya di Padang Panjang menjelang Silaing, Istana Pagaruyung yang gagah, Danau Singkarak, persawahan di Malalak, dan Pantai Carocok. Semuanya itu membuat saya rasanya cepat-cepat pengen pulang kampung. Dengan menonton video itu saja saya bahagia.

Terima kasih kepada Khairul Huda yang sudah meng-upload video keren itu. Mohon ijin videonya saya sebarkan melalui blog saya ini. Biar makin banyak orang tertarik dan berpiknik ke Ranah Minang nan tacinto.

Saatnya saya kembali ke “jungle” untuk berpanas ria sambil dielus hembusan angin laut dari Teluk Ambon.

 

Tentang Seremonial Itu

Februari 7, 2016

SAMSUNG CAMERA PICTURES

 

Dahulu kala para penguasa untuk memberikan pengumuman kepada masyarakat yang dikuasainya cukup dengan cara dan alat sederhana. Misal, jika raja akan memberitahukan sesuatu kepada rakyatnya cukuplah pembantu raja membuat woro-woro dengan memukul kentongan di setiap daerah. Setelah itu rakyat akan berkumpul di lapangan luas mendengarkan titah raja. Sederhana dan tidak memakan waktu lama. Hal ini bisa terlaksana karena jumlah rakyat yang sedikit dan tingkat kepatuhan yang baik.

Zaman berkembang. Jumlah penduduk teramat banyak dengan tingkat pendidikan yang makin baik. Woro-woro alias pengumuman sekarang tidak bisa lagi dipandang sebagai hal yang sederhana. Pengumuman sekarang sudah menjelma menjadi seremoni. Seremoni memerlukan persiapan yang matang; tujuannya jelas; memerlukan waktu dan ruang; ada sasaran yang dituju dan tentu ada panitianya. Untuk memenuhi semua itu membutuhkan biaya. Jer basuki mowo beyo.

Betapa tidak mudahnya sekarang membuat pengumuman yang menjadi seremoni itu. Karena pengumuman itu adalah awal pintu masuk jalan mencapai kesuksesan hal besar yang ingin dituju. Terpikirkah oleh Anda, bahwa sebelum menjadi seseorang dan menduduki jabatan publik tertentu yang yang diperebutkan melalu saluran demokrasi, seorang mesti keluar biaya yang besar? Kalau hasil yang didapatkan tidak sesuai dengan ekspektasi, maka wajarlah banyak orang yang mengalami stress, bahkan gangguan kejiwaan. Sungguh kasihan mereka.

Nah, di tempat saya gawe sekarang, hari Jumat 5 Februari 2016 yang lalu ada sedikit woro-woro yang menghadirkan pejabat setempat. Hari itu ada peninjauan atas proyek yang sedang dikerjakan. Peninjauan dilakukan Walikota Ambon, pejabat dinas terkait, media massa dan tokoh masyarakat. Tujuan peninjauan itu adalah untuk menunjukkan progress pembangunan kepada masyarakat. Tentunya masyarakat akan tahu setelah diberitakan oleh media massa, yaitu tv nasional & lokal, surat kabar setempat dan surat kabar nasional. Prinsipnya, ya, tak jauh dari woro-woro.

Keterangan foto :

Walikota Ambon (baju putih berkaca mata memegang pemukul) didampingi pejabat dinas terkait memukul tifa tanda dimulainya peninjauan proyek.

 

 

Kasus Mirna Salihin

Januari 31, 2016

Kalau anda mengharapkan saya akan menulis tentang kasus seperti judul diatas, Anda berhak kecewa. Saya pakai judul itu hanya sebagai test case saja terhadap kepopuleran key word diatas bila diketik di mesin pencari semacam google, ask, dll. Kasus itu kan lagi jadi trending topik dan berita yang banyak dicari pembaca berita online, maka saya pengen test apakah banyak orang “nyasar” ke blog saya. Tak niat mau meningkatkan traffic atau hal negatif lainnya, saya menggunakan judul seperti diatas. Hanya pengen nyoba aja, dan apa akibatnya terhadap kunjungan di blog saya. Kalau mau meningkatkan traffic blog, menurut saya kita harus banyak membaca blog orang lain dan meninggalkan komentar. Ibarat di dunia nyata, kalau kita sering silaturahmi dengan orang, baik kenalan lama maupun kenalan baru, pastinya tentu akan banyak relasi. Banyak relasi maka banyaklah kawan Anda, mudahlah hidup you, semoga juga memudahkan segala urusan ente dan banyak rezeki, aamin..!

Lama tidak menulis menjadikan kaku segalanya. Otak kaku untuk berpikir merangkai kata menjadi kalimat. Nalar kaku karena lama tidak latihan mengejawantahkan imajinasi yang terbayang menjadi sebuah rangkaian kisah. Dan jaripun ikut kaku karena tidak terbiasa menyentuh keyboard untuk memunculkan karakter di depan layar kompi. Tapi mata tak kaku, karena setiap hari ada saja spending time untuk berlama-lama di depan layar kompi untuk browsing segala macam yang kadang gak perlu,:) Begitulah rupanya kalau penggunaan waktu tidak diatur dengan baik. Ada juga saya membuat jadual harian, tapi tidak dipatuhi dengan sepenuh hati.

Nah, menulislah saya sore ini, (minggu, 31 Januari 2016), untuk menghilangkan kekakuan. Pisau lama tak diasah majallah dia. #majal artinya tumpul; tidak tajam.  Otak lama tak dipakai untuk berpikir membuat tulisan ternyata juga bisa buat bingung. Bingung apa yang mau ditulis, bingung apa topik yang mau dibahas, bingung mau menulis darimana. Bahkan mau menulis saja saya bingung,😛

Tapi, bro/sis, enjoy saja. Menulis itu harus dinikmati. Makan saja kalau tak dinikmati suap demi suap terasa gak enak, mungkin bisa terasa menyiksa. Nah, apalagi ini menulis, pasti butuh keinginan kuat buat mewujudkan buah pikiran menjadi tulisan. Enjoy-kan diri dulu sebelum berpikir. Buat rileks, gak usah tegang kayak mau menghadapi ujian sekolah/kuliah, tak usah grogi macam pertama kali menghadapi calon mertua, apalagi sampai keluar keringat dingin seperti ditagih utang oleh debt collector. Tenangkan diri dan nikmati proses kreatif menulis. Banyak cara untuk menikmati proses menulis. Lain padang lain belalang. Lain orang beda pula cara menikmati menulis dan membangkitkan imajinasi. Kadang hal kecil yang menyenangkan bisa menjadi doping, sehingga melancarkan membuat tulisan. Bila melakukan hal kecil itu, kata-kata keluar begitu lancar, membuat rangkaian kalimat menjadi paragraf tak ada hambatan. Paragraf demi paragraf bisa diselesaikan tanpa perlu menguras otak, seolah kita punya tabungan kalimat yang tak berbatas.

Bagi saya untuk membantu menggairahkan dan rileks dalam menulis saya biasa mendengarkan lagu yang saat menulis itu membantu perasaan saya menjadi senang, mengeluarkan imajinasi, kadang lagu yang bisa saya nyanyikan juga saat menulis itu. Sambil menulis juga sesekali menyanyi, :)  Hal kecil lainnya yang membantu membuat saya senang ketika menulis adalah secangkir teh manis, dimana air rebusannya sudah dicampur dengan jahe yang dibuat memar + ditambah cengkeh secukupnya. Sepertinya kedua hal itu, -mendengarkan musik dan secangkir teh hangat- membuat kadar hormon  endorphin saya meningkat. Jadilah menulis ini membuat saya senang dan nyaman. Gak kaku lagi, bro/sis…hehehe…

Ketika membuat tulisan ini saya ditemani secangkir teh hangat dan sambil mendengarkan lagu-lagu dari almarhum Zalmon. Zalmon merupakan salah satu penyanyi pop Minang yang legendaris. Salah satu lagu yang saya dengar berulang-ulang adalah lagu berjudul Padiah Diseso Janji. Cekidot… ini videonya:

Saya suka lagu itu karena satu panorama alam yang ditampilkan dalam video itu mengingatkan saya akan kampuang nan jauah dimato. Lainnya adalah suara talempong yang sayup terdengar dalam alunan musik memberikan nuansa manis dan enak didengar bagi telinga.

Tulisan ini gak pakai tema. Hanya sekedar update blog. Kalau ada yang bisa mengambil manfaat dari tip menulis berbahagialah Anda. Nikmati saja hidup ini apa adanya. Banyak masalah, nikmati… Lagi bahagia, nikmati…

***

Saya akan tetap berkomitmen memberikan buku gratis bagi yang memberikan komentar. Belajar dari beberapa kali kasus, nama blog saya umumkan tapi yang empunya blog tak menghubungi saya dan mengirimkan alamat lengkap. Saya akan menghubungi via email orang yang mendapatkan buku gratis, setelah memberikan komentar dan ada alamat email.

 

 

 

 

Saya Suka Dengar Radio

Desember 31, 2015

Guglielmo Marconi

Ya, saya lebih senang dengar radio. Ini adalah hobi yang diwariskan oleh almarhum Bapak saya.         Karena Beliau adalah pendengar setia radio, -mungkin sejak muda- maka sejak kecil saya sudah mendengarkan siaran radio. Waktu saya kecil itu siaran yang sering didengarkan adalah siaran radio lokal yaitu RRI Padang. Memang pada waktu itu, tahun 80-an, itulah satu-satunya siaran radio yang cukup bersih didengarkan di kampung saya yang berada cukup jauh dari ibukota propinsi. Ada siaran radio dari stasiun lain yang bisa ditangkap oleh radio dua band milik Bapak saya waktu itu, yaitu RRI Bukittinggi, RRI Pekanbaru, RRI Jambi dan sesekali RRI Medan serta radio RTM (radio dan televisi Malaysia).

Jika pada waktu siang hari hanya siaran radio milik pemerintah seperti saya sebutkan diatas yang bisa didengarkan dengan cukup baik. Maka diwaktu malam hari ada beragam siaran radio yang bisa didengarkan dengan baik. Baik disini artinya suaranya cukup jernih dengan bunyi kemorosok yang timbul tenggelam. Ada tambahan siaran radio dari negara tetangga, yaitu Malaysia dan India yang bisa kami dengarkan. Kalau dari Malaysia biasanya malam hari yang bisa didengarkan selain siaran radio dari tanah semenanjung juga dapat ditangkap siaran radio dari Sabah dan Serawak. Dari India lebih banyak lagi, ada sekitar lima siaran radio dalam bahasa India yang gelombangnya dapat ditangkap oleh radio saya. Walau banyak pilihan siaran radio tapi kami cukup setia dengan RRI Padang karena acaranya yang kami suka. Kalau Bapak saya suka acara warta-berita, siaran pedesaan dan siraman rohani, maka saya suka acara pilihan pendengar dan kesenian daerah yaitu rabab pada waktu malam minggu. Pada pukul 20.00 wib wajib untuk menyetel siaran BBC London melalui gelombang SW, karena saat itulah Bapak saya mendengarkan kabar dunia melalu warta-berita. Saya masih terngiang-ngiang suara almarhum Hasan Ashari Oramahi dan Inke Maris ketika membacakan berita. Mendengarkan siaran radio BBC London ini nanti akan dengarkan lagi pukul 06.00 wib. Tetangga saya jika malam akan menyetel siaran radio dari India yang banyak memutar lagu-lagu Hindustan, dimulai jam 23.00 wib dan berakhir ketiga azan subuh berkumandang. Jadi tidurnya dihibur oleh nyanyian Hindustan sampai masuk waktu sholat subuh:)

Zaman berganti. Kemajuan teknologi telah memudahkan saya untuk mengakses siaran radio melalui jaringan internet. Saya terkenang lagi hobi saya masa kecil dulu, maka hampir tiap hari saya mendengarkan radio online. Jika saya ingat akan kampung halaman saya akan live streaming radio Minang online. Banyak sekali radio Minang online yang bisa didengarkan yang memutarkan lagu-lagu Minang dan kesenian tradisional Minang yaitu berupa rabab dan saluang. Ada 82 stasiun radio online dari Sumatera Barat menurut http://erdioo.net  yang sebagian besar memperdengarkan lagu-lagu Minang. Kalau saya kangen suatu daerah yang pernah saya diami untuk bekerja, maka saya akan mendengarkan siaran radio online dari daerah tersebut, yang memang juga saya dengarkan pada radio transistor sewaktu bertugas di daerah tersebut. Jika saya ingat akan kenangan pada suatu tempat, maka saya akan mendengarkan radio online dari daerah dimana tempat tersebut berasal.

Dari sekian banyak radio online yang saya dengar saat ini, pagi hari saya mendengarkan Radio Damai FM untuk mendengarkan ciloteh yang diselingi lagu dua orang penyiarnya dalam bahasa Minang yang mengabarkan kejadian yang berlaku di Sumatera Barat secara umum khususnya Pariman. Walaupun saya bukan orang yang berasal dari Pariaman, tapi saya memilih radio ini karena penerimaan siarannya yang cukup bagus, serta serba-serbi sedikit kabar kampung halaman yang bisa saya dapatkan. Menyenangkan sekali pagi hari dihibur radio ini.

Diatas jam 15.00 wit, mata sudah lelah ada rasa kantuk menjelang, maka saya akan mendengarkan Radio Cakra (Cah Karanganyar). Ini adalah radio online yang khusus memutarkan lagu-lagu dangdut koplo dalam berbagai versi. Ada dangdut rock koplo, dangdut reggae koplo, dangdut campursari koplo dan banyak lainnya. Pokoknya kalau sampeyan mau goyang badan dan kepala menghilangkan kejenuhan cobalah live streaming online itu, dijamin asik bagi yang suka,:) Kalau malam hari dimana dibutuhkan suasana tenang untuk relaksasi tubuh saya suka mendengarkan radio Retjo Buntung Yogyakarta. Disamping tiga radio online diatas ada beberapa radio lagi yang saya dengarkan yaitu : Sushi FM Padang, Rama FM Bandung & Cianjur, Elpas Bogor, Serambi FM Aceh, Volare FM Pontianak dan beberapa radio online dari Malaysia. Juga beberapa radio online dari Purwokerto & Banyumas sering juga saya dengarkan kerena saya suka mendengarkan penyiarnya bicara ngapak,:)

Entah mengapa saya tidak suka mendengarkan radio online yang mainstream seperti Prambors Jakarta, Elshinta Jakarta, Ardan Bandung dan lain-lain. Selera tiap orang memang beda.

***

Posting ini juga ada hadiah buku gratis bagi yang memberikan komentar. Selamat tahun 2016, semoga segala sesuatunya lebih baik lagi di tahun ini.

*foto diatas adalah Guglielmo Marconi, penemu radio. Sumber foto dari wikipedia.

One Day No Rice, Sulitkah?

Desember 9, 2015

Satu prestasi baik dari seseorang sudah sepantasnya kita apresiasi. Sehari tanpa nasi ini adalah salah satu cetusan ide bagus yang diimplementasikan dalam bentuk tindakan nyata. Benar, adalah Walikota Depok Jawa Barat, Nur Mahmudi Ismail yang membuat terobosan ini tahun 2012. Menurut wikipedia, “Program ini diawali dengan diterbitkannya SK Walikota Depok No. 010/27-um tanggal 10 Februari 2012 yang memerintahkan seluruh penjual makanan di kantin di Balai Kota Depok untuk tidak menjual nasi yang terbuat dari beras setiap hari Selasa, namun menyediakan makanan pengganti seperti kentang, singkong, dan umbi-umbian lainnya. Kebijakan ini muncul setelah diskusi antara Nur Mahmudi Ismail dan Profesor (riset) Djoko Said Damardjati mengenai kesuksesan program serupa di Korea Selatan. Melalui program One Day No Rice ini, masyarakat diminta untuk mengurangi konsumsi beras dan beralih ke makanan pokok lain seperti umbi-umbian yang sebenarnya tersedia dalam jumlah besar di pasar tradisional.”

Nampaknya program ini mendapatkan sambutan baik dari masyarakat. Terbukti setiap hari selasa para pegawai di lingkungan Balai Kota Depok mengikuti program ini, yakni sehari makan tanpa nasi dan tanpa makanan yang terbuat dari beras. Tak hanya pemda, perusahaan swasta yang berada di Depok juga banyak yang mendukung program ini. Tidak saja di Depok, banyak daerah lain yang mengadopsi program ini. Sedikitnya sudah berjumlah 15 daerah, yaitu daerah tingkat satu (propinsi) dan daerah tingkat dua (kabupaten/kota) yang sudah mengikuti program sehari tanpa nasi ini. Di Kota Padang untuk menurunkan permintaan beras yang begitu tinggi, karena kebiasaan penduduknya yang makan nasi minimal dua kali sehari, -kayak saya dulu- walikota mensiasatinya dengan program One Day No Rice. Produksi beras dari lahan pertanian yang ada di Kota Padang hanya mampu memenuhi 40% dari kebutuhan, sisanya impor dari Solok (penghasil beras paling enak, kampung saya lho,:) ), Pesisir Selatan dan Padang Pariaman.

Program One Day No Rice (ODNR) tidak hanya menurukan konsumsi beras perkapita, diversifikasi pangan, dan meningkatkan produksi makanan pokok lain seperti umbi-umbian, tetapi juga bisa menurunkan inflasi. Salah satu jurus untuk menurunkan inflasi yang begitu tinggi di Propinsi Bengkulu, pemdanya juga akan menerapkan program ONDR. Saya pikir kalo program ONDR ini diberlakukan secara massif dan nasional akan memberikan dampak penurunan konsumsi beras secara signifikan, sehingga pemerintah cq bulog dan menteri pertanian tidak akan pusing memikirkan stok beras nasional. Gak usah pusing, pak, kebutuhan pokok bisa dipenuhi dengan diversifikasi pangan. Tapi, ya, begitu deh, pemikiran pejabat pusat itu kadang tidak bisa saya pahami. Beras kurang, cari solusi yang enak : impor. Enak bagi pemberi kebijakan dan enak bagi pengusaha. Gak enak bagi end user macam saya, gimana mau enak beras bulog biasanya bau apek dan kadang ada ulat. Enak untuk pemberi kebijakan dan pengusaha karena simbiosis mutualisme, juga biasanya karena seperti kata pepatah lama Melayu : Kalau Tidak Ada-berada Takkan Tempua Bersarang Rendah, hahaha…

Oke, oke… kita akhiri saja sifat skeptis dan curiga seperti kalimat diatas. Saya khusnudzon saja sama pemerintah. Kalo sama papa minta saham saya, sih, su`udzon. Lha, dari transkrip percakapan dan rekaman audio sudah terang-benderang ada niat yang tidak baik, lebih tepat niat memperkaya diri sendiri. Weleh, weleh…malah melebar kemana-mana, nih. tulisan.  Stop, stop, kembali ke topik.

menu wajib tiap hari selasa

Sejak tiga bulan lalu saya sudah mengikuti program ODNR. Setiap hari selasa saya membiasakan diri saya sendiri untuk makan kentang rebus sebagai pengganti nasi. Menu makan siang saya adalah satu butir kentang rebus, sepotong ikan goreng/ikan gulai, dan sayur secukupnya. Sayur bisa berbentuk gulai, rebus atau goreng. Karena di lahan proyek ada tiga pohon rimbang yang selalu berbuah, maka hampir tiap hari selasa saya makan buah rimbang. Lalu untuk sore hari saya makan setengah butir kentang rebus dan satu butir telur rebus + satu gelas susu kental manis. Diawal memulai program satu hari tanpa nasi ini memang saya merasakan perut gak kenyang. Bagaimana mau kenyang, lha, wong sudah terbiasa makan nasi. Untuk makan sore, saya sudah hampir lima bulan tidak makan nasi. Sebagai gantinya saya makan salah satu dari makanan ini : roti, oat meal, buah-buahan, mie. Perasaan perut tidak kenyang hanya saya rasakan pada hari pertama menjalani ONDR. Setelahnya, sesudah berjalan tiga bulan ini saya merasa baik-baik saja. Tak sulit menjalankan sehari tanpa nasi. #yang sulit itu sehari tanpa kamu,:)

Sampai saya menulis untuk posting ini, saya tidak merasakan ada kelainan dengan sistem pencernaan saya. Malah sekarang kalau BAB lebih lancar dari biasa, dan juga lebih teratur. Saya juga tidak merasakan badan saya lemas. Padahal saya tidak sarapan pagi. Kalo pagi saya minum segelas air  hangat + perasan air jeruk, jam 10.00 saya makan satu roti seberat ±100 gram. Suer, saya sekarang merasa lebih sehat. Anda pengen juga sehat? Anda bisa mencoba mengikuti pola makan saya. Kalo gak cocok, menu makan dan kebiasaan makan bisa ente modifikasi sendiri sesuai kenyamanan you. Saya tantang Anda untuk ikut berpartisipasi aktif menyukseskan ONDR. Minimal aktif untuk diri sendiri dulu. Anda ikut program ONDR berarti sudah ikut menurunkan konsumsi beras per kapita, artinya juga sudah ikut memperkuat ketahanan pangan. Nanti hilirnya ikut meniadakan impor beras. #katanya negara agraris tapi impor beras, malu sama Vietnam.

Konsumsi beras perkapita per tahun di negara gemah ripah loh jinawi sangat tinggi. Menurut Walikota Padang, rata-rata konsumsi beras warga Kota Padang, mencapai 121,6 kilogram per tahun per kapita. Sementara untuk tingkat nasional, menurut Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan, konsumsi beras sebanyak 130 kilogram per tahun per kapita. Dibanding Jepang konsumsi beras kita jomplang sekali. Konsumsi beras Jepang hanya 30 kilogram per tahun per kapita. Masyarakat Jepang banyak makan ikan. Okelah, terlalu jauh membandingkan kita dengan Jepang yang negara maju itu. Kita bandingkan dengan Vietnam saja. Vietnam menghabiskan beras sekitar 80 kilogram per tahun per kapita. Ada perbedaan sangat besar konsumsi beras antara masyarakat Vietnam dengan masyarakat Indonesia, yaitu 50 kilogram per tahun per kapita. Jadi hal yang mudah diterima akal sehat jika Vietnam mengekspor berasnya ke Indonesia. Ada kelebihan produksi beras yang sangat banyak di Vietnam akibat konsumsi yang rendah jika dibandingkan dengan Indonesia.

sesekali bolehlah makan enak

Hari selasa kemaren, 8 Desember 2015, saya dapat menu sedikit istimewa. Ada tambahan gulai kepala ikan, sayur gulai rebung, mie goreng dan sambal. Syukur sekali, Alhamdulillah. Kepala ikan itu kelihatan saja besar, padahal yang banyak tulangnya, hehehe…

***

Untuk Posting Kalau Tidak Ada-berada, Takkan Tempua Bersarang Rendah, yang mendapatkan buku gratis adalah: papanpelangi.wordpress.com; spreadthepearl.wordpress.com; dan ramadoni.com. Silahkan kirim alamat lengkap via email ke alris587[@]gmail dot kom. Masih ada buku gratis dari saya, silahkan berkomentar sesuai topik.

Kalau Tidak Ada-berada, Takkan Tempua Bersarang Rendah

Desember 2, 2015

Judul posting ini adalah sebuah peribahasa lama Melayu. Ketika penulis masih sekolah dasar dan sekolah menengah lanjutan pertama peribahasa ini cukup sering didengar, karena harus dihapalkan dan kadang diujikan dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Kalau jaman saiki, coba deh tanya anak sekolah setingkat smp tahu gak peribahasa itu dan artinya? Saya yakin banyak yang akan menggeleng, teu wawuh alias gak tau.

Diwaktu saya kecil ketika di kampung, burung Tempua ini memang bersarang rendah. Kebanyakan yang saya temui waktu itu dia akan bersarang di pohon Cangkiang. Pohon cangkiang adalah sejenis pohon dadap dimana pohonnya berduri, daunnya juga berduri terutama pada tulang daun. Pohon cangkiang ini biasanya tumbuh di tanah pematang sawah. Sehingga banyaklah burung Tempua yang bikin sarang di pohon itu, karena bahan sarang yang mudah didapatkan berupa rumput dan daun padi, juga karena sumber makanan yang berlimpah di area sekitar dia membuat sarang.

Kenapa burung Tempua bersarang rendah? Dia bersarang rendah karena ada-berada tadi. Sepanjang yang saya tau kalau burung Tempua bersarang rendah di sekitar pohonnya pasti ada sarang ular, lebah atau penyengat. Kalau tidak ada yang melindungi burung Tempua akan membuat sarang di tempat tinggi seperti pohon kelapa, atau pohon lainnya yang tinggi.

Di samping kantor proyek sejak dua bulan lalu burung Tempua ini membuat sarang di pohon yang tinggi. Dia membuat sarang di ujung dahan. Nah, saya yakin pohon itu gak ada sarang ular, lebah atau penyengat. Pangkal pohon itu tumbuh di dekat sebuah warung yang merangkap tempat tinggal, di dahan atau pohonnya saya tidak menemukan ada sarang lebah atau sarang tawon.

di pohon tinggi dan di ujung dahan

bersarang di pohon tinggi dan di ujung dahan

Dulu di kampung sering juga saya menjumpai burung Tempua membuat sarang di ujung daun pohon kelapa. Kalau membuat sarang seperti itu tentu sulit untuk diambil, sudahlah pohon kelapanya tinggi sarangnya di ujung lagi.

sarang burung tempua di pohon kelapa

sumber gambar dari sono

Supaya anda tidak penasaran dengan pohon Cangkiang di bawah ini adalah bentuk pohon tersebut. Sayang sekali gambarnya agak kecil. Saya sudah gugling tapi belum ketemu gambar pohon Cangkiang yang lebih jelas. Nama latin untuk pohon ini saya juga belum tahu, mungkin ada yang bisa bantu.

sumber gambar dari sini

sumber gambar dari sini

Tonton video yang saya ambil dari Youtube berikut ini, betapa mengagumkan cara burung Tempua jantan membuat sarang. Selama pembuatan sarang, sang betina akan memperhatikan si aa membangun rumah impian. Ternyata burung Tempua jantan adalah pekerja keras dan arsitek yang mumpuni.

—————————————————————————————————————-

Silè berpantun sikit makcik:

Burung tempua bersarang rendah
Sarangnya elok dipandang mata
Hajat bersua di malam indah
Semoga mimpi menjadi nyata

—————————————————————————————————————-

Posting yang lalu berjudul Arrrggghhh… Susahnya Rutin Olahraga, yang mendapatkan buku gratis dari saya adalah : edu4bali.wordpress.com; hensamfamily;  dan pwgara.wordpress.com. Silahkan kirim alamat lengkap via japri ke alris587[@]gmail dotkom. Buku akan saya kirim setelah alamat lengkap saya terima. Tersedia buku gratis bagi tiga orang yang memberikan komentar untuk posting kali ini.

***

Sis & bro, sekarang kan lagi ribut-ribut tuh kasus pembagian divestasi saham Freeport Indonesia sampai menjual nama dan melibatkan banyak petinggi negeri ini. Kasus itu terjadi karena ada-berada juga, hehehe…


Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 314 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: