Omaga! Aku Ingin Tidur Normal

Maret 27, 2015

Sudah beberapa bulan ini saya susah untuk tidur lebih awal. Setidaknya tidur normallah kalau dimalam hari. Maksudnya tidur kayak orang kebanyakan, yang sudah ngedengkur jam 10 atau 11 malam. Ya, paling telat tidur jam 12 atau jam satu malam, biar badan sehat, pikiran segar dan punya waktu lebih banyak di pagi hari untuk berbuat sesuatu. Saya mengalami tidur tak normal sejak lebih kurang tiga bulan yang lalu. #makanya saya sering bw dan meninggalkan komentar di posting blog saat-saat subuh itu, untuk killing time dan berharap mata ngantuk.

pakai jam weker buat bangunin ente tidur. sumber foto dari sini

pakai jam weker buat bangunin ente tidur. sumber foto dari sini

Tak tidur normal bagaimana? Begini. Saya baru bisa menguap-nguap dan mata mulai lelah setelah kumandang azan subuh berkumandang. Artinya itu baru bisa tidur jam setengah lima pagi. #sebagai muslim kudu sholat subuh dulu baru bobo. Jadi saya tidur jam lima pagi lewat. Lalu bangunnya jam berapa? Biasaa.. tidur dulu secukupnya baru bangun. Saya bangun sekitar jam 9 atau jam 10 siang. Kalau ada janji penting yang harus ditepati, -misal wawancara kerja- saya stel jam weker (digital) sesuai hitungan waktu yang dibutuhkan untuk sampai ditempat tujuan. Akibatnya waktu bangun badan lemes, mata berat dan kepala puyeng. Ya, akibat kurang tidur, bro, itulah yang saya rasakan.

Pernah saya mengikuti wawancara kerja di PT.MAP Tbk janji sama sipengundang untuk hadir jam 10.00 wib. Karena takut terlambat datang saya tidak tidur semalaman itu. Akibatnya kondisi tubuh saya tidak fresh. Saya lihat di kaca sewaktu mau berangkat, dibawah mata saya agak menggembung. Saya terselamatkan, tidur dalam taksi lebih kurang 40 menit dalam perjalanan menuju wisma bni 46. Waktu tempuh perjalanan normal sebenarnya tidak selama itu, tapi karena macet dan lagi ada kegiatan pembangunan MRT akhirnya bisa molor sampai 45 menit. Sopir taksi putih yang ada lambang E itu membangunkan saya setelah sampai tujuan. Sebelumnya saya sudah mengatakan nama gedung yang akan dituju kepada sopir, juga sopir taksinya familiar dengan gedung tersebut. 

Saya baca beberapa tulisan di blog tentang kekurangan tidur ini. Banyak banget akibat buruknya dan mengerikan. Nih, akibat dan penyakit yang bisa anda dapatkan kalau kurang tidur : (sumber  http://manfaat.co)

  1. Kurang fokus saat berkendara
  2. Menurunnya konsentrasi saat berpikir
  3. Tubuh rentan terkena berbagai penyakit
  4. Mempengaruhi emosional misal sering marah, kelihatan murung, sering mengalami stress
  5. Berdampak tidak baik bagi kesehatan kulit dan mata
  6. Sering lupa
  7. Obesitas
  8. Daya tahan tubuh lemah
  9. Memicu serangan jantung koroner
  10. Meningkatkan resiko terserang penyakit kanker
  11. Resiko diabetes meningkat
  12. Resiko terserang penyakit stroke
  13. Meningkatkan tingkat stress
  14. Suhu tubuh rendah
  15. Lebih sulit berolahraga
  16. Gairah sek menurun
  17. Menyebabkan depresi
  18. Meningkatkan resiko kematian

Waduh menyeramkan sekali akibat kurang tidur ini, OMG. Saya pengen hidup sehat. Kalo gitu kudu stop tidur kemalaman. Mulai besok harus tidur jam 23.00 wib. Gimana caranya? Besok sore harus jogging dan main skipping minimal satu jam. Kenapa gak sekarang aja tidur jam 23.00 wib? Ya, gak bisalah, lha, wong tulisan posting ini dibuat jam 01.45 selesai jam 03.20 wib. Dan mata nyalang aja nih gak ada ngantuk-ngantuknya. :(  Kalo gitu menghibur diri dulu, ya, dengerin instrumentalia musik blues.

 

olahraga yuk biar sehat. sumber gambar dari sono

olahraga yuk biar sehat
sumber gambar dari sono

Seperti biasa akan ada dua eksemplar buku gratis yang akan didapatkan oleh pengomentar. Satu buku sudah didapatkan oleh danirachmat.com karena dia langsung beri komentar begitu posting saya publish. Syaratnya: belum mendapatkan buku dari saya dan tidak bertempat tinggal di luar negeri. Posting lalu yang mendapat kiriman buku adalah  pendarbintang.wordpress.com dan renggostarr.com

GRC : Glassfibre Reinforced Concrete [Ini Dulu Salah Satu Bagian yang Saya Kerjakan ]

Maret 14, 2015

Dua orang pengomentar dengan jumlah kata terbanyak akan mendapatkan buku gratis, dengan syarat belum pernah mendapatkan buku dari saya dan tidak bertempat tinggal di luar negeri

*   *   *

Sesuatu yang ada di pikiran bila lama dibiarkan mengendap biasanya mudah hilang. Contoh, bila anda biasa berbicara berbahasa Inggris lancar, cas, cis, cus..kayak air mengalir deras. Karena sesuatu hal anda harus berkomunikasi dalam bahasa Arab misalnya, dan itu berlaku cukup lama, maka kemungkinan kelamaan kemampuan anda berbahasa Inggris akan mengalami degradasi. Lama-lama bahkan bisa jadi hilang. Ibarat pisau lama gak digunakan dan tidak diasah tumpullah itu barang.

Seperti saya, -saat ini job seeking #semoga ada yang nyangkut dari tiga wawancara kerja dengan tiga user berbeda- lama-lama pengetahuan yang didapat di lapangan dulu kalau tidak direfresh bisa-bisa hilang juga. Lha, gimana gak hilang selama non job ini gak ada refresh pengetahuan lapangan. Buku yang dibaca malah tentang manajemen, siasat jitu lolos psikotes, lalu searching cara menjawab pertanyaan :  Coba jelaskan tentang diri anda,  My weaknesses are, My strenghts are, Kenapa anda keluar dari pekerjaan terakhir #kepo nih pewawancara :)  Job descriptions  of latest position, Organisation chart (Latest Position) dan Alasan kenapa perusahaan harus menerima anda.

Sebagai tenaga kerja kalau mau mengaku profesional pengetahuan harus tetap update gak peduli sedang menganggur atau lagi job duty. Kalau tidak menguasai ilmu dan pengetahuan yang  merupakan dasar keahlian yang  anda punya janganlah menganggap diri profesional. Nanti anda diketawain sama user yang ngetes saat anda wawancara kerja. Iya, kaaan…

beberapa pemakaian GRC

beberapa pemakaian GRC

Nah, ini dia, salah satu yang saya kerjakan dulu di proyek adalah pemasangan GRC untuk pelapis kolom kingcross dan balok baja.

Sedikit tentang GRC

GRC merupakan singkatan dari Glassfiber Reinforced Cement, bahan yang pertama kali dikenalkan di Inggris. Masuk ke Indonesia pada akhir 70-an dan merupakan salah satu pengembangan dari beton. Walaupun belum terlalu umum, saat ini GRC mulai banyak digunakan di rumah tinggal dan juga gedung-gedung tinggi.

Beberapa Kelebihan GRC

1. Beton yang Ringan

GRC disebut beton ringan karena bahan pembentuknya hampir sama dengan beton biasa. Baik  beton biasa maupun GRC dibentuk dari campuran semen dan pasir. Bedanya, kalau beton biasa memiliki tulangan baja di dalamnya, GRC menggunakan serat (glassfiber) sebagai penguatnya. Karena penguat tersebut bahannya berupa serat, GRC menjadi lebih ringan dibandingkan dengan beton biasa. Selain ringan, pemakaian serat ini juga memungkinkan GRC dibuat tipis. Ketebalannya bisa ditekan sampai sekitar 8 mm.

Kekuatan GRC tidak bisa disamakan dengan kekuatan beton bertulang. GRC memang dibuat tidak untuk mendukung beban. Saat ini GRC banyak dipakai sebagai bahan pelapis kolom, lisplank, talang, bahkan atap yang berbentuk kubah. Harap dicatat, atap dari GRC di sini tidak menampung beban apapun kecuali beban dari beratnya sendiri. Sementara untuk kolom, ia hanya berfungsi sebagai “kulit”.

2. Dicetak Sesuai Keinginan

Salah satu keunggulan GRC adalah ia bisa dicetak sesuai dengan keinginan pemesan. Bentuk yang sangat rumit seperti ukir-ukiran pun mampu dihasilkan dari proses pencetakan GRC. Karena alasan inilah GRC banyak dimanfaatkan sebagai elemen dekoratif pada sebuah bangunan.

3. Tanpa Perawatan

Boleh dikatakan GRC ini merupakan bahan bangunan yang bebas perawatan. Bahan ini bisa disamakan dengan beton dalam soal keawetan dan daya tahan terhadap cuaca. Karena alasan inilah GRC sering digunakan sebagai ornamen pada bagian luar gedung. Pengalaman beberapa orang GRC bahkan bisa tahan sampai 30 tahun.

Bergaya Klasik dan Bernilai Seni Tinggi

Saat ini bangunan yang bergaya klasik dan bernilai seni tinggi banyak menggunakan GRC untuk eksterior dan interior. Ukiran dan profil ornament bangunan juga sudah banyak menggunakan GRC. Tempat tinggal bergaya klasik, yang banyak ukiran dan ornamen, banyak memakai ornamen dari bahan GRC karena beberapa alasan, salah satu adalah waktu yang relatif lebih cepat untuk produksi dan pengerjaan yang lebih simpel.

*   *   *

Vendor pengadaan dan pemasangan GRC yang saya pakai di proyek kemaren sudah punya pengalaman cukup lama dan mumpuni. Beberapa proyek yang sudah ditanganinya antara lain apartemen st. moritz di Jakarta; tower empire apartemen kemang village di Jakarta; masjid raya semen padang; pecatu klapa dua di Bali dan masih banyak lagi. Berikut foto-foto proyek yang dikerjakan oleh vendor tersebut.

tower empire - apartemen kemang village

tower empire – apartemen kemang village

masjid raya semen padang

masjid raya semen padang

pecatu - klapa dua bali

pecatu – klapa dua bali

apartemen st moritz jakarta

apartemen st moritz jakarta

masjid agung almuhhidin - kota bima

masjid agung almuhhidin – kota bima

kalo ini proyek tempat gawe dulu

kalo ini proyek tempat nyong gawe dulu

Karena sudah terjalin hubungan baik antara saya dan perusahaan grc itu, saya dipercaya sebagai freelance marketing. Jadi saudara-saudara jika ada ornamen, profil atau bagian dari pekerjaan bangunan yang membutuhkan GRC silahkan hubungi : alris587@gmail.com

sumber bacaan : http://sekilasinfokampus.blogspot.com

 

 

 

Nongkrong Sore di Dadony Resto

Maret 5, 2015

Sore menjelang perut berdentang. Apa pasal? Oh, ternyata perut belum diisi makanan sejak dari pagi.

Rupanya sejak jadi “pengacara” (pengangguran gak punya acara) gak ada lagi rutinitas sarapan pagi. Bukan, bukan karena gak ada uang. Suer itu bukan alasan utama. Sepertinya perut saya ikut menyesesuaikan diri dengan keadaan dompet yang semakin tipis sejak jadi jobless. Sejatinya sejak bekerja di perusahaan terakhir memang sudah sangat jarang sarapan pagi. Niat awalnya pengen hidup sehat dengan mengurangi asupan karbohidrat dan lemak. Berkelanjutan sampai saat ini dengan hanya minum air putih sampai jam makan siang. Yaaa.. paling minum teh manis kalo bener-bener udah keliyengan, wuhaha…

Tempat asik buat kongkow

tempat asik buat kongkow

Dadony Resto

Cling..*** Aha, ide cemerlang segera diwujudkan.

Seminggu lalu, tepatnya 25 Februari 2015, saya termasuk seorang yang beruntung di acara rutin Minang Badendang yang diadakan oleh RRI Pro4 Jakarta. Pada acara tersebut dihadirkan bintang tamu uda Dony sebagai pemilik Dadony Resto. Dalam acara tersebut da Dony membagikan voucher makan di restonya apabila menjawab benar pertanyaan yang diajukan oleh da Dony dan Darmawan Ismail (pakcik Wawan) sebagai pembawa acara siaran. Sebagai orang yang pintar #sombong, saya berjaya menjawab pertanyaan yang diajukan oleh beliau berdua. Pertanyaanya, “Sebutkan martabak yang jadi favourite pengunjung di Dadony Resto?” Jawabannya : Martabak Rendang Spesial. Jawaban tersebut menghantarkan saya menikmati kuliner bercitarasa Minang di Dadony Resto di Kalibata City Tower, sore ini kamis pon 5 Maret 2015, bertepatan dengan 14 jumadil ula 1436 H, atau 星期四 十五 日 星期四 2566. Alhamdulillah, puji syukur kehadirat-Nya, Sang Empunya Nikmat.

Memandang Sang Mentari yang Mau Tenggelam

masih bisa kunikmati disela apartemen

masih bisa kunikmati disela gedung jangkung

Perjalanan dari Petogogan (pada tau gak Petogogan? Kalo gak ngeh gugling, gih.. jaman internetan gini informasi sangat gampang dicari. Hatur nuhun bro Sergey Brin dan Larry Page) ke Kalibata City melalui Jl. Wijaya Satu, Jl. Kapten Tendean, Jl. Gatot Subroto, Jl. Raya Pasar Minggu dan Jl. Kalibata membutuhkan waktu 40 menit. Kegiatan pembangunan jalan layang di Jl. Kapten Tendean bikin macet. Tapi gak apa-apa, ya, ntar jalan layangnya selesai jalan itu bakalan lancar seperti Jl. Antasari (bagian bawah). Yang macet juga di depan gedung Bidakara sampai lampu merah pertigaan Jl. Pasar Minggu ke Jl. Duren Tiga. Kalo gak macet bukan Jakarta, ya kan…

Sampai di Dadony Resto yang berada di Kalibata City Tower Ebony BL 01 saya segera konfirmasi. Rupanya saya memang sudah dicatat oleh pegawai Dadony Resto, urusan jadi lancar. #samo2 urang awak indak banyak tanyo do :)  Sambil menunggu pesanan saya berupa Nasi Goreng Cabe Ijo dan  Martabak Rendang Spesial saya duduk manis sambil menikmati sinar surya yang mau tenggelam ditemani segelas jus… #jusgakada,stokstroberi ntek, :(

Tempat Nongkrong Asik

mari  mampir

mari mampir

Berada tepat di sudut lantai dasar (ground floor) mudah untuk mencari lokasinya. Saya sukses dapat tempat duduk yang asik. Bisa memandang dan menikmati sinar mentari sore yang mau tenggelam. Hembusan sepoi-sepoi angin sore menambah nikmat.

Dadony Resto yang di Kalibata City ini menyediakan enam bangku, setiap bangku ada enam kursi. Jadi  anda yang bertempat kerja di seputaran Kalibata, Jl. Dewi Sartika, Cilitan, Pasar Minggu, dan Pancoran   kalo pengen nongkrong kece dengan kawan sepulang kerja sambil menunggu jalan gak macet, tempat ini bisa menjadi salah satu alternative tempat kongkow.

Menu

Tersedia banyak pilihan sesuai selera anda. Semua bercitarasa Minang. Nih, daftar menunya, pilih sendiri.

menu
menu
Menu1
menu

 

 

 

 

 

 

 

Menjelang magrib saya menghabiskan sepiring nasi goreng cabe ijo. Perut kenyang pikiran tenang. Sedangkan seporsi Martabak Rendang Spesial saya bawa pulang untuk dinikmati sambil buat draft tulisan yang  sudah di post ini.

bikin perut kenyang

bikin perut kenyang

Dadony Resto beralamat di :

– Jl PLN Duren Tiga No 38, Kelurahan Pancoran, Jakarta

– Kalibata City, Tower Ebony BL 01, Kalibata, Jakarta

•WhatsApp: +(62)21-98872488 ┃ Kontak BB: 53573DC6
•Twitter: @dadonyresto
•Instagram: dadonyresto
•Path: @dadonyresto ┃Martabak Rendang

•Website: http://dadonyresto.com

Yahuuu… buku gratis masih tersedia bagi yang meninggalkan komentar. Pengomentar nomor tujuh dan nomor 10 kali ini yang mendapatkannya. Syaratnya belum pernah dapat buku dari saya dan tidak tinggal di luar negeri.

Kalo Rezeki Gak Akan Kemana

Februari 28, 2015

Seminggu lalu ambo berencana membaca buku, eh bukan ding, tapi diktat berjudul Perencanaan dan Pengendalian Proyek karangan Bp. Ir. Aries K. Putra, MBA. Saya perlu membaca diktat itu untuk mengulang, mengingat dan mencharge lagi pengetahuan tentang manajemen proyek. Ada wawancara kerja yang akan saya lalui  dengan salah satu perusahaan swasta yang berkantor di Wisma BNI 46 di Jalan Sudirman, Jakarta. Biasanya materi wawancara seputaran pengalaman dan jobdes di perusahaan sebelumnya. Nah, di diktat itu diuraikan segala sesuatu mengenai manajemen proyek, struktur organisasi, tugas & wewenang personal dalam manajemen konstruksi, sistem pengendalian dan mekanisme tender. Apa yang diuraikan dalam diktat itu sudah saya jalani dilapangan kerja. Tapi masa menganggur yang sudah cukup lama ini saya merasa knowledge tentang manajemen proyek perlu dipelajari lagi. Diktat itu dulu saya beli melalui online. Lalu Pak Aries mengirimkan softcopy-nya melalui email dan saya print. Ini dia penampakan diktat itu.

dikat karangan Pak Aries

dikat karangan Pak Aries

kalo rejeki gak akan kemana

kalo rezeki gak akan kemana

Lalu apa hubungannya diktat dengan foto uang diatas? Sesuai judul posting ini, Kalo Rezeki Gak Akan Kemana. Ini dia punya cerita.

Diktat itu sudah lama tidak saya jamah. Ya, sekitar empat bulan lebih. Sewaktu saya membersihkan  cover yang berdebu dan kotor, saya kibar-kibarkan itu diktat. Ndilalah, pada berlompatan dari dalam diktat itu uang sebanyak enam lembar: satu lembar uang pecahan 50 ribu, satu lembar uang pecahan 10 ribu, satu lembar uang pecahan dua ribu rupiah dan tiga lembar uang pecahan seribu. Semua dalam satuan rupiah. Sehingga semuanya berjumlah 65 ribu rupiah. Berarti sudah empat bulan lebih duit itu mendekam dalam lembaran diktat. Tuhan maha tahu kebutuhan umatnya, pertolongan datang disaat yang tepat. Saat itu saya lagi butuh pitih untuk membeli oatmeal instan dan obat nyamuk elektrik. Ketika itu uang di dompet juga lagi seret. Maklumlah pengangguran mau darimana datangnya gaji? Ya, gak ada yang menggaji. Uang itu menyelamatkan kebutuhan saya untuk beli oatmeal dan obat nyamuk elektrik. Kalo sudah diputuskan Tuhan jadi milik kita, maka rezeki itu tidak akan kemana-mana. Dari dulu jargon itu sudah saya yakini. Saat ini semakin yakin saya akan kebenaran dan janji Tuhan.

Mein Kampf dan Madilog

Siapa yang tidak kenal Hitler dan Tan Malaka. Dua tokoh yang membuat sejarah hebat dunia. Saya mau jual buku dibawah ini kepada siapa saja yang mau beli, dan selagi masih ada. Harganya cukup harga pertemanan, dengan ketentuan ongkos kirim ditanggung pembeli. Bagi yang berminat silahkan hubungi email saya : alris587@gmail dot kom, atau tinggalkan permintaan di komentar nanti saya hubungi.

mein kampf

madilog

 

 

 

 

 

 

Horeee….dua orang blogger (satu laki, satu perempuan) yang berasal dari Yogyakarta yang memberikan komentar disini akan mendapatkan buku gratis. Buku motivasi karangan Ipho Santosa. Blogger yang berasal dari kota lain masih ada kesempatan mendapatkan buku gratis di postingan berikutnya.

Abdi Ngacay Bicara Kuliner Kota Bogor

Februari 20, 2015

Beberapa hari setelah ambo pulang dari Bogor ada teman lama yang tanya ke saya. Dia, teman itu, tinggal beda kota dengan saya. Dia menanyakan tempat kuliner yang enak bin raos di kota Bogor, karena dia ada rencana liburan beberapa hari membawa keluarga. Sebagai orang yang pernah tinggal di kota Bogor selama hampir empat tahun tentu saya mengetahui beberapa tempat kuliner yang endes alias おいしい bin 美味.

Kota Bogor yang terkenal dengan julukannya sebagai kota hujan, juga menyediakan tempat wisata kuliner yang kesohor. Wilayah kota yang tidak terlalu besar memungkinkan anda untuk berkunjung dari satu tempat ke tempat lainnya dengan tidak ribet. Tetapi jika anda ingin menikmati berbagai kuliner di kota ini, tentunya satu  hari tidak akan cukup untuk menjelajahinya. Bisa anda paksakan menjelajahi satu hari dari pagi sampai malam kalau cuaca bagus, tapi perut ente tak muat makan makanan yang raos pisan euy.

Sebenarnya ada beberapa faktor yang menyebabkan tidak cukup waktu  untuk menjelajahi tempat wisata kuliner dalam satu hari. Pertama, seperti yang saya sebutkan tadi, Bogor adalah kota hujan. Bisa dipastikan kota ini sangat sering diguyur hujan, apalagi diawal-awal tahun kayak sekarang ini. Maka dari itu kita perlu waktu untuk berkeliling di Bogor. Yang kedua, kota Bogor banyak objek wisatanya, baik wisata kuliner, belanja dan wisata alamnya. Jadi sayang tho, jika anda sekalian buru-buru meninggalkannya. Kemudian adalah sarana akomodasinya yang sangat bervariasi dan menarik. Anda mau menginap dari kelas hotel melati sampai hotel berbintang tersedia di kota Bogor. Penginapaan dan hotel-hotel disekitar Bogor ini sangat bervariasi, mulai dari yang bernuansa pedesaan hingga penginapan atau hotel bernuansa alam dengan rate yang cukup terjangkau alias tidak mengeruk kantong terlalu dalam, :)

Untuk sampeyan yang mau lidah bergoyang dan  bikin perut kenyang, -akhirnya setelah perut kenyang bilang :ho liau-, silahkan untuk menjajal tempat kuliner dibawah ini :

Kedai Kita

Kedai Kita terkenal dengan menu pizza kayu bakar dan mie sapi lada hitamnya. Hmm…dengar namanya aja udah bikin ngacay. Tempat makan ini berlokasi di dekat Taman Kencana. Sekitar akhir 2014 lalu, Kedai Kita juga membuka cabang baru di daerah Pajajaran. Kisaran harga pizza kayu bakar di kedai kita adalah Rp. 70.000 per porsi. Kalo berkunjung di akhir pekan atau hari libur nasional, maka usahakan Anda datang lebih dulu sebelum kehabisan tempat. Kedai Kita, Jl. Pangrango No. 21. Telepon (0251) 8324 160.

mie hot plate kedai  kita, yummy...

mie hot plate kedai kita, yummy… sumber foto dari sini

Macaroni Panggang

gakkuat kan liat penampilannya?, meleleh deh... foto diambil dari ini

gakkuat kan liat penampilannya?, meleleh deh… foto diambil dari ini

Masih di kawasan yang sama, Macaroni Panggang beralamat  di Jl. Salak No. 24. Makanan yang menjadi buruan favorite pengunjung adalah macaroni panggang special yang atasnya dipenuhi oleh baluran keju panggang. Ada tiga pilihan ukuran yang ditawarkan, yaitu small, medium dan large. Selain macaroni panggang terdapat pula pilihan makanan lain, yaitu ayam panggang, iga panggang, jamur panggang, salad, omelet dan lain-lain. Banyak deh pilihannya, hehe… Nah, ini dia web Macaroni Panggang tersebut.

Bogor Permai

Sewaktu berkunjung ke Bogor kemaren, tempat ini lagi dalam renovasi. Walaupun masih renovasi tapi tetap melayani para pengunjung seperti biasa. Bogor Permai ini  tidak hanya restoran dan bakery tapi juga pusat jajanan. Di seputaran Bogor Permai anda juga dapat menemukan wisata kuliner lain. Makanan-makanan yang terdapat di sekitar Bogor Permai adalah es sekoteng, soto mie Bogor, toge goreng (yang udah terkenal itu lho..), siomay, sate dan lain-lain. Pilihan makanan yang begitu banyak membuat Anda mungkin akan kebingungan, akan tetapi es sekoteng menjadi pilihan yang wajib. Es sekoteng Bogor Permai adalah es serut, alpukat, sirup, sekoteng, susu kental manis dan kelapa muda yang dipadu dengan pas, paling enak dimakan saat kondisi cuaca sedang panas. Alamat Bakery dan Restoran Bogor Permai : Jl. Sudirman No. 23 Bogor. Alamat webnya disini.

Sop Duren Lodaya

Sop duren ini memiliki berbagai cabang di Bogor. Salah satu cabang yang mudah diakses adalah yang berlokasi di Jl. Ahmad Sobana (dahulu bernama Jl. Bangbarung), Bantarjati. Sop Duren Lodaya dengan tempat bernuansa hijau menawarkan sop duren dengan berbagai varian rasa. Rasa-rasa yang tersedia antara lain, sop durian ketan hitam, sop  durian oreo, sop durian buah, sop durian anggur, sop durian lengkap dan lain-lain. Kalo mau ngetwit Sop Duren Lodaya boleh, nih dia.

Asinan Bogor

pasti mantap disantap setelah makan berat... foto aslinya ada dimari

pasti mantap disantap setelah makan berat… foto aslinya ada dimari

Asinan bogor yang patut dicoba adalah asinan bogor Ny. Yeni yang terletak di Jl. Binamarga. Asinan Bogor terdiri dari 2 macam, yaitu asinan sayur dan asinan buah. Asinan Bogor disajikan dengan kuah asam yang segar. Jangan lupa untuk membeli kerupuk kuning untuk menambah kenikmatan menyantap asinan. Ada juga Asinan Gedung Dalam (kalo ini sudah nyohor pisan euy…) yang ada di Jalan Siliwangi, Sukasari Bogor.

Gang Selot

Gang Selot menawarkan makanan-makanan yang murah dan mengenyangkan perut. Walaupun harganya murah tapi soal rasa tetap maknyus. Makanan-makanan yang tersedia di Gang Selot antara lain soto mie, bakso, toge goreng, ketoprak, gado-gado dan lain-lain. Selain itu pada akhir tahun 2014, telah dibuka “Bitten”, kue cubit dengan berbagai varian rasa. Pembeli seringkali memesan kue cubit “Bitten” yang setengah matang, tidak lupa ditambahkan pilihan topping seperti oreo, kit kat, ovomaltine, nutella, dsb.Gang Selot adalah gang yang terletak di sebelah SMA Negeri 1 Bogor. Gang Selot biasanya menjadi tujuan anak sekolah untuk jajan, tetapi orang umum juga bejibun, bro…

Cafe-cafe

Anda yang suka hang-out atau untuk sekedar nongkrong sambil menikmati udara kota Bogor yang nyaman bisa mengunjungi beberapa cafe. Saat ini mulai bermunculan cafe-cafe di Bogor. Hal tersebut menjadi destinasi yang tepat bagi Anda yang ingin berwisata kuliner sekaligus menikmati nuansa nancozy yang ditawarkan cafe tersebut. Cafe-cafe yang terdapat di Bogor antara lain Two Stories, Monarchy Bistro, Lusso Café&Resto, Lemongrass dan Tier Siera Resto&Lounge. Atau ente mungkin lebih tau dari saya soal cafe ini, sebutin dong ya, hehe…

Peringatan: pengomentar pertama akan mendapatkan buku gratis karangan Ippho Santosa. Tidak berlaku buat yang sudah mendapatkan kiriman buku dari ambo dan beralamat di luar negeri.

Yamien Apollo Bogor yang Sudah Sohor

Februari 13, 2015

Anda berencana mau ke Bogor? Mampirlah ke warung mie Apollo yang berada di Pasar Kebon Kembang. Orang Bogor menyebut pasar ini lebih familiar dengan nama Pasar Anyar.

Bagi saya berkunjung ke Bogor tanpa mampir ke tempat ini tanpa menikmati seporsi yamien dan jus alpukat kayaknya kurang lengkap. Seperti ada yang kurang. Rasanya tidak puas, ada yang mengganjal di hati dan teringat -ingat selalu kalau sudah meninggalkan Bogor.

Kemaren (12 Februari 2015) saya ke Bogor ada urusan yang harus diselesaikan. Saya mampir lagi ke kedai mie ini. Ternyata Pasar Anyar sedang  direnovasi. Warung mie Apollo masih ditempat yang sama, cuma sekarang berada dibawah ramping (jalan beton) akses lantai parkir. Nah, ini penampakan warung mie tersebut sebelum dan sesudah ada ramping.

Kondisi sebelum ada ramping ke lantai parkir

Kondisi sebelum ada ramping ke lantai parkir, foto tahun 2012

Situasi setelah ada ramping

Situasi setelah ada ramping

Bangkunya bersih, tempatnya juga bersih

Bangkunya bersih, tempatnya juga bersih

Seperti yang saya sebutkan diawal posting, makanan yang selalu saya pesan dikedai yang sudah kesohor seantero kota Bogor ini adalah yamien dan jus alpukat. Yuk, mari saya nikmati yamien dan jus alpukatnya. Anda pengen merasakan juga? Ya, datang dong kesana…

Penambah rasa kalau memerlukannya

Penambah rasa kalau memerlukannya

Nyam, nyam...yummy

Yamien 17k, jus alpukat 11k, air minum free

Yamien yang berwarna kecoklatan dengan topping cincangan daging ayam dan bawang goreng ini begitu menggoda untuk segera dicicipi. Semangkok kuah kaldu bening berisi bakso, tahu dan sayur sawi hijau menambah seksi penampilannya. Serbuu… Suapan pertama begitu menggoda, mie-nya lembut dengan cita rasa manis & sedikiiit asin, pokoke makjleb yummy tenan. Perpaduan rasa yang pas di lidah ambo tanpa perlu lagi ditambahkan kecap, saos dan acar. Suapan yamien dibarengi kaldu, bakso dan tahu, wahaiiii..enaknya. Hayang deui, pengen lagi…

Ludes tanpa sisa

Ludes tanpa sisa

Kalau anda ke tempat ini sediakan uang receh buat peminta-minta dan pengamen kalau anda suka berbagi. Kalau gak suka memberi, ya, sak karepmu.

Parkir motor bisa diatas bro

Parkir motor bisa diatas bro, parkir mobil ada di depan pasar

  • Mie Ayam Bakso Apollo
  • Pasar Kebon Kembang (Pasar Anyar) Blok CD H1
  • Kota Bogor

Kue-Kue Yang Bikin Sakau !!!

Januari 17, 2015

Pagi ini ambo bangun jam 02.00 wib. Setelah ngising dan minum air putih sepantasnya, pengen tidur lagi. Sudah diusahakan memicingkan mata tapi mata melek terus. Dimatiin lampu kamar masih tetap gak bisa tidur. Akhirnya nyong ngambil buku karangan Ippho Santosa berjudul Magnet Rezeki Mengubah Jutaan Jadi Miliaran. Jadilah membaca buku tersebut sambil dengerin uyon-uyon seni jawa dari radio swasta di gelombang AM.

Setelah mandi dan sholat subuh perut pengen diisi. Kayaknya dingin-dingin empuk dan bergairah begini enak sarapan bubur ayam. Mikir mau nyari dimana jam 05.00 wib segini yang jualan bubur ayam. Bukankah tukang bubur ayam mangkalnya dan baru buka jam 06.00 wib keatas? Tunggu dululah setengah jam lagi, mana tau nanti ada tukang bubur ayam yang keluar kepagian.

Cling… Aha, ingat pengalaman waktu gawe mengerjakan JNLT (jalan layang non tol) Blok M. Dulu kalo pulang pagi dari kerjaan sering makan bubur ayam di belakang Blok M Square yang ada pasar kuenya itu. Berangkatlah ke Blok M Square. Dan, Alhamdulillah ada tukang bubur ayam yang pake mobil pick-up modifikasi yang udah mangkal di halaman belakang Blok M Square. Semangkok bubur ayam + 2 tusuk sate + teh tawar anget harganya 16k. Tidak mahal kalo merasakan nikmatnya dan lokasi jualan yang bersih. Dan dilokasi itu juga tempat jualan berbagai macam kue, baik kue basah maupun kering. Selesai makan bubur ayam saatnya jalan-jalan dan beli kue. Mariii….

Dibawah tenda biru berjajaran bermacam kue

Dibawah tenda biru berjajaran bermacam kue

CIMG4214

Digoreng ditempat

Bermacam kue basah

Bermacam kue basah

Masih suueger, pasti makjleb

Risoles masih suueger, pasti makjleb, yang bulat 2500 per buah, yang segitiga 3000 per buah

Pisang bolen 25k per dus

Pisang bolen 25k per dus

Tempat jualan sisi timur sudah mulai berkemas untuk tutup

Tempat jualan sisi timur sudah mulai berkemas untuk tutup

Kue-kue disini bikin sakau, karena kue-kuenya masih segar dan beraneka ragam. Pengennya mau beli yang banyak, apa daya dompet menjerit. Pasar kue ini mulai buka sekitar jam 02.00 wib. Tutup sekitar jam 08.00 wib.

Aaaahhh…puaaaasss, blog ini bisa di update dengan posting tentang kue. Semoga bisa posting lagi kalo udah dapat kerja baru. Nganggur nih bro. Woro-woro: butuh kerja yang berhubungan dengan civil construction & steel structure. Eh, Welding Inspector juga okeh.

*masih ada lima eksemplar buku yang mau saya bagi gratis. terbatas hanya untuk yang dalam negeri, ngirim ke luar  negeri gak kuat biayanya, hehe… siapa yang pengen silahkan kirim alamat via japri ke alris587[ed]gmail dot kom. Buku-buku sudah dibagikan, selamat buat yang mendapatkan. Bagi yang belum kebagian sabar, kalo ada rejeki pasti saya bagi lagi.

 

Ingin Kumenangis Mengingatmu

September 22, 2014

Wahai yang punya 11 november dan 6 januari

Kuulangi lagi rindu yang tak bertepi ini

Membuat ledakan dalam hati

Orang yang Terpilih

Juli 23, 2014

Blog ini diupdate karena rasa syukur dapat kiriman buku dari mas Agus Mulyadi di Magelang.

Kalo Yang Maha Pemberi sudah berkeputusan bahwa anda akan dapat sesuatu, maka jadilah dia. Perantara pemberi boleh jadi dari atasan, relasi bisnis, teman, orang tua, adik/kakak, ipar, pak de/bu de, mantan bos/mantan pacar atau siapapun. Saya hari ini mendapat kiriman buku dari mas Agus Mulyadi sipemilik blog http://www.agusmulyadi.web.id.

Karena rajin berkunjung ke blog beliau dan juga sering meninggalkan komentar, ndilalah, saya termasuk salah seorang yang mendapatkan buku gratis. Buku ini adalah buku pertama mas Agus yang diterbitkan. Sebagai rasa syukurnya mas Agus memberikan 3 eksemplar buku kepada tiga orang yang paling banyak memberikan komentar di blognya. Selain saya, yang lainnya adalah Andy MSE dan Indri Lee.  Nah, karena belum sempat saya baca, saya tampilkan foto buku itu dulu.

cover halaman depan

cover halaman depan

ada tanda tangan mas Agus Mulyadi, tapi judul diatas kok BUKU NIKAH? hehe...

halaman pertama ada tanda tangan mas Agus Mulyadi, tapi judul diatas kok BUKU NIKAH? hehe…

cover halaman dalam

cover halaman dalam

cover halaman belakang

cover halaman belakang

 

Nah, karena buku ini nampaknya juga sudah dijual di toko buku seperti penampakan dalam posting ini, maka sebaiknya para pembaca segera bergegas ke toko buku besar setempat, mumpung masih baru, stok masih banyak dan belum diborong oleh orang-orang yang suka berbagi buku.

Isi buku ini dijamin bakal bikin anda fresh setelah membacanya lalu berha..ha..hi..hi.. Gak percaya? Lha, wong banyak posting di blog mas Agus Mulyadi yang sudah membuktikan itu. Padahal isi buku ini 40%  adalah artikel baru yang tidak ada di blog beliau. Tunggu apalagi, segeralah ke toko buku dan beli bukunya. Jangan berprilaku tak terpuji dengan membaca buku Jomblo Tapi Hafal Pancasila secara gratisan di toko buku, itu akan mengurangi penjualan hehe…

Terima kasih mas Agus Mulyadi, semoga segera dapat rabi :)

 

 

Nostalgia

Februari 22, 2012

Bagaimana rasanya mengunjungi tempat yang dulu pernah, bahkan sering kita lalui? Tentu punya nostalgia atau kenangan. Dan kenangan itu bisa jadi sentimental tersendiri bila kita melakukan napak tilas. Apalagi bila tempat itu dulu sering jadi tempat yang sering dilewati bersama dengan orang-orang terkasih.

Tiga setengah tahun secara terus-menerus bukanlah waktu yang lama, tapi juga bukan tempo yang sedikit untuk menghabiskan sebagian umur saya di kota Bogor. Sebelumnya saya juga sudah pernah selama delapan bulan bekerja di salah satu perumahan yang sekarang ada wahana hiburannya yang bernama The Jungle, tapi waktu itu berdiam di Citeureup, salah satu kecamatan dalam kabupaten Bogor. Selama jangka waktu itu banyak hal manis yang saya nikmati, tidak sedikit hal pahit yang juga saya alami. Kejadian manis akan jadi selalu dikenang, peristiwa pahit diambil hikmahnya dan dua-duanya terpatri dalam kenangan abadi dalam memori seorang Alris.

Nah, pagi ini 16 September 2011, saya sengaja melakukan napak tilas kecil-kecilan untuk mengenang secuil sejarah hidup yang saya lalui di kota Bogor. Mumpung ada kesempatan, pas lagi berada di kota Bogor dan ada kendaraan sepeda motor Honda SupraFit buatan 2007 yang setia menemani kemanapun saya bepergian selama dalam masa pengacara (pengangguran berbuat acara) ini. Begitulah rupanya kalau tukang bangunan lagi gak punya pekerjaan, bisa aja ngelayap suka-suka.

Keluar dari area kantor pemerintahan kotamadya  yang salah satu ruangannya yang cukup besar,  dipakai buat ruang siar dan ruang perangkat radio pemdakot setempat, Jalan Pajajaran sudah membentang. Saya ambil arah ke terminal bus Baranangsiang. Melewati Rumah Sakit Azra saya jadi sentimental dan hati jadi berteriak. Berteriak sejadi-jadinya, memori lama memanggil-manggil, lalu keluarlah kenangan menjelang kelahiran anak kedua saya. Pertengahan tahun 2007 sampai awal tahun 2008, rumah sakit ini adalah rujukan untuk pemeriksaan kehamilan yang kedua buat istri. Juga disinilah anak kedua saya, Rizki Nur Arina, dilahirkan. Terbayang ketika saya mengantarkan istri memeriksakan kehamilannya: antri mendaftar, menunggu di poli ibu hamil, menemani konsultasi dengan dokter kandungan dan antri lagi mengambil obat di apotik di rumah sakit itu. Terbayang juga kelakuan anak pertama saya, Ilma Nur Aulia, yang suka ngelayap dan tidak betah diam di ruang tunggu rumah sakit itu. Dia suka menengoki ruang tunggu bersama untuk beberapa poli yang tidak berada jauh dari ruang pendaftaran, karena di ruang tunggu itu banyak anak-anak seusianya yang ikut orang tuanya yang lagi menunggu panggilan untuk pemeriksaan dokter. Ilma suka sekali memalak ayahnya untuk dibelikan susu dan cemilan di  toko kecil yang ada disamping ruang apotik rumah sakit itu. Ah, anakku…

Lalu layar didepan mata saya memutar film ketika saya menunggui istri melahirkan anak kedua. Kami yang hanya berempat:  saya, istri, mertua dan anak saya tertua, -Ilma-, sabar menunggu datangya waktu melahirkan itu. Istri saya yang masuk ruang persalinan jam sembilan pagi, baru melahirkan  mendekati waktu magrib. Deg-degan menunggu apakah yang brojol anak laki atau anak perempuan akhirnya terjawab tanpa spekulasi, kepastian jenis kelaminnya bisa saya saksikan sendiri diruang persalinan itu. Saya yang ikut menunggui persalinan, ikut memegangi tangan istri ketika mengejan untuk mengeluarkan sibuah hati, membesarkan hatinya dengan penghiburan kata-kata, mengelap keringatnya, sesekali membelai rambutnya untuk sekedar memberikan rasa nyaman. Dan disitulah untuk kedua kalinya saya menyaksikan perjuangan antara hidup dan mati seorang anak manusia untuk melestarikan keturunannya yang hanya punya dua pilihan: hidup atau mati. Kalau sang ibu beruntung, jatah hidupnya di dunia belum habis, maka selamatlah dia. Sebaliknya yang terjadi maka tamatlah riwayatnya, tidaklah ada kesempatan sang anak untuk merasakan kasih sayang sang ibu, bahkan air susu pertamapun tidak dia rasakan. Disitu jugalah saya menyaksikan kebenaran insting seorang anak kecil. Sebelum kelahiran, saya bertanya kepada anak pertama saya, Ilma, apakah adiknya yang lahir nanti laki-laki atau perempuan. Tanpa ragu dia menjawab, bahwa adiknya adalah perempuan. Setelah perjuangan melelahkan dan menyakitkan akhirnya istri saya melahirkan anak kedua dan nyatalah dia seorang perempuan. Saya bersyukur anak saya lahir selamat ibunyapun dalam keadaan selamat. Setelah bayi saya dibersihkan perawat, saya memanggil anak tertua saya, Ilma, untuk masuk ke dalam kamar persalinan. Perawat memberikan bayi nan sehat yang cantik itu  kepada saya untuk digendong. Saya gendong, lalu memperlihatkan kepada kakaknya. Oh… alangkah gembiranya Ilma demi melihat bayi berkulit putih bersih itu, lalu dia meraba-raba tubuh sikecil dengan hati-hati. Kemudian bayi yang menggemaskan itu saya taruh di tempat tidur bayi dan saya kumandangkan azan untuk pertama kali diawal kehidupannya di dunia ini.

Sepeda motor saya melaju melewati Rumah Sakit Azra yang banyak kenangan itu. Secuil fragmen kehidupan saya tertinggal di rumah sakit itu dan akan terus abadi. Sampai di lampu merah pertigaan Jalan Pajajaran dengan Jalan Ahmad Sobana, -sebelum berganti nama Jalan Ahmad Sobana ini bernama Jalan Bangbarung Raya- saya berbelok ke kiri memasuki kawasan perumahan. Memasuki jalan membelah perumahan Tamara Duta kembali satu kejadian masa lalu melintas. Di pertigaan lampu merah saya pernah disemprit dan diberhentikan pak polisi karena membawa penumpang tanpa helm. Kalau saya, sih, memakai helm. Nah, sipenumpang ini lagi hamil delapan bulan dan diantara penumpang dan saya ada anak kecil berumur tiga tahun yang juga tidak pakai helm. Demi menghormati pak polisi saya meminggirkan sepeda motor yang saya piloti. Bertanyalah pak polisi kenapa penumpangnya tidak pakai helm. Saya jawab kalau kami terburu-buru, kejepit waktu pemeriksaan kandungan. Dokter yang akan memeriksa hanya punya waktu sampai jam sekian sementara kami yang datang dari arah perumahan Tamara Duta benar-benar sudah kasip sehingga tidak sempat mengambil helm. Pak polisi tidak menerima alasan saya. Maka bernegosiasilah saya dengan salah satu pak polisi yang menangkap saya, memohon pengertiannya, demi kemanusian mengantar ibu hamil dan bla..bla..bla.. lainnya. Akhirnya pak polisi melepaskan saya tidak kena tilang. Dengan mengucap terima kasih dan salam tempel saya menaiki sepeda motor kembali mengantarkan penumpang menuju Rumah Sakit Azra. Penumpang itu adalah anak dan istri saya. Sepeda motor itu masih setia mengantar saya sampai saat ini, lampu merah itu masih tetap ditempatnya masih menyala, pak polisinya bisa jadi sudah dipindahkan tugas, dan saya juga sudah melanglang buana ke beberapa tempat di bumi Indonesia. Saya dilanda kesepian dan kesedihan menatap lampu merah itu, ada yang hilang dalam hidup saya. Tapi lampu merah itu tak peduli…

Sepanjang jalan semi boulevard yang merupakan jalan utama yang membelah perumahan Tamara Duta itu saya lihat banyak bangunan komersial yang sudah didirikan. Dahulu di sepanjang jalan itu masih banyak rumah hunian, hanya sedikit bangunan yang berfungsi sebagai tempat usaha. Sekarang kebalikannya sedikit rumah tinggal, banyak rumah yang sudah dirubuhkan, lalu sebagai gantinya berdirilah ruko. Atau rumah yang dialih fungsikan menjadi tempat usaha, misal sebagai tempat makan, toko, tempat kongkow alias kafe, distro, klinik perawatan dan salon. Walau banyak bangunan yang mengorbankan pohon-pohon dipinggir jalan itu tetapi udara  jam setengah tujuh pagi itu tetap menghembuskan udara yang menyejukkan. Paru-paru saya dipasok udara bersih yang menyehatkan raga. Dalam hati saya berharap semoga Bogor tetap mempertahankan banyak pohon.

Sampai diujung Jalan Ahmad Sobana terdapat pertigaan, belok kiri jalan ke Warung Jambu, belok kanan jalan memasuki perumahan Indraprasta dan jalan tembus ke perumahan Vila Duta. Saya berbelok ke kanan memasuki Jalan Achmad Adnawijaya, dahulu jalan ini bernama Jalan Pandu Raya. Di Jalan Achmad Adnawijaya ini dulu ada sebuah rumah milik salah seorang personil band Ungu yang sering digunakan sebagai tempat kongkow anggota perkumpulan penggemar motor gede, sehingga sering saya dapati motor gede parkir di pinggir jalan depan rumah itu. Di rumah itu dulu juga kalau sore sampai malam berjualan makanan yang khas. Rumahnya dulu diberi nama Imah Hejo. Sekarang rumahnya masih bercat hijau tapi tidak berjualan lagi dan sewaktu saya lewat tidak ada motor gede yang parkir. Mungkin rumahnya sudah dijual personil band Ungu itu, sehingga anggota perkumpulan motor gede itu pindah markas. Begitulah pikiran saya tentang rumah itu.

Ada yang menggembirakan saya tentang Jalan Achmad Adnawijaya ini, banyak pohon tumbuh semakin besar di median jalan yang berbentuk bahu jalan ini. Walau didominasi pohon bintaro tak apalah, nampaknya pengembang perumahan ini ikut sadar akan pentingnya memelihara pepohonan sebagai pengurai udara beracun menjadi udara bersih, penyerap panas sinar matahari dan penahan air tanah. Seiring perkembangan penduduk dan kebutuhannya, orang juga jeli melihat kesempatan bisnis yang ada, maka berdirilah bangunan komersial untuk usaha atau rumah yang disulap jadi tempat usaha. Jalan Achmad Adnawijaya ini dulu sering saya lewati kalau mau menuju terminal Baranangsiang, Pasar Anyar, Pasar Ramayana, Pasar Bogor, Pasar Warung Jambu dan Botani Square kalau mau ke Jakarta memakai bus, ada keperluan logistik rumah tangga atau mengantar anak saya yang tertua berwisata ke mal terbesar di kota Bogor itu. Menyusuri jalan ini saya menyusuri masa lalu, kenangan tak bisa dienyahkan. Saya bergelut dengan emosi dan terpuruk dalam nostalgia masa lalu. Anak-anakku, sehat sejahteralah engkau hendaknya. Aamiin…

Saya meneruskan perjalanan berkendara sepeda motor sampai di jembatan yang melintasi jalan tol exit  kota Bogor. Saya berhenti sebentar di atas jembatan itu memandang terminal bus Baranangsiang yang ada di ujung jalan tol itu. Sebentar kemudian saya melanjutkan perjalanan memasuki Jalan Kol Achmad Sham. Nah, jalan di kampung Sawah ini dulu bernama jalan baru Vila Duta. Tidak banyak perubahan yang terjadi di lahan sebelah kiri jalan ini, masih banyak lahan kosong.  Sebelah kanan jalan perumahan Vila Duta masih berdiri megah. Saya memasuki perumahan Vila Duta dengan angan kapan saya memiliki rumah megah seperti yang banyak terdapat di perumahan ini. Saya suka perumahan ini karena masih banyak pohon, bersih, dan jalannya masih bagus, -walau  berlobang dibeberapa tempat.  Angan memiliki rumah di komplek perumahan ini telah membawa saya memasuki exit komplek. Saya mengambil jalan arah ke jalan utama yang membelah kota Bogor yang menuju Tajur. Di persimpangan bundaran Sukasari  saya lihat kemacetan sudah mulai menyesakkan kota Bogor. Dan dipersimpangan itu cerita nostalgia ini saya khatamkan.

terberkatilah engkau anakku


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 134 pengikut lainnya.