Tak Pintar Tentang Uang

Januari 12, 2021

Adakah Anda diajarkan sejak kecil ilmu untuk mencari dan mengelola uang? Sangat jarang orang tua melakukan hal itu. Sejak kecil kita sudah dicekoki bagaimana untuk berprestasi di sekolah. Selalu ditekankan untuk rajin belajar, menguasai pelajaran dengan baik, berprestasi di sekolah dan harapannya jadi juara kelas. Punya nilai rapor dan nilai kelulusan yang tinggi sehingga mudah masuk sekolah favourite. Kuliah di universitas bergengsi. Harus punya indeks prestasi komulatif diatas angka tertentu sehingga mudah cari kerja. Sekolah hanya berorientasi untuk mencari kerja. Zaman dulu malah sekolah itu tujuannya untuk menjadikan anak mudah jadi pegawai negeri sipil (pns) sehingga hidup punya kedudukan, punya penghasilan tetap, punya wibawa dalam masyarakat, dan kalau sudah tua ada uang pensiun.

Itu pola pikir orang tua ketika saya mulai masuk sekolah dasar, diteruskan ke sekolah lanjutan tingkat pertama, lanjut ke sekolah lanjutan tingkat atas dan kuliah di perguruan tinggi. Tak terbersit dalam wawasan orang tua saya untuk mendidik anaknya jadi wiraswasta, atau profesi lainnya yang punya penghasilan dan gengsi melebihi pns. Walaupun bercita-cita jadi dokter, toh, dokter nantinya kerja di rumah sakit pemerintah yang notabene status kepegawaiannya jadi pegawai negeri; cita-cita jadi insinyur nantinya bekerja di kantor dinas pekerjaan umum juga jadi pegawai negeri; punya impian jadi guru jelas statusnya nanti pns; kerja di kantor bupati itu pikiran orang tua saya anaknya pasti jadi pns. Sekolah pelayaran menurut Bapak saya kalau lulus nanti dari sana kerja swasta karena kapal-kapal besar yang berlayar di laut luas itu milik orang luar negeri. Terutama dimiliki oleh bangsa Belanda kata Beliau.

Itulah mengapa setelah lulus sekolah, atau lulus kuliah tujuan utama seorang fresh graduate zaman baheula adalah mencari kerja. Mungkin hanya satu dalam 10.000 lulusan sekolah atau perguruan tinggi yang mantap memilih jadi usahawan untuk menjadi mata pencahariannya, sandaran hidupnya dimasa depan.  Bila sejak sedari kecil sudah dituang paksa dengan pemikiran yang aman alias menjadi pns, sungguh sulit untuk menjadi fighter sebagai seorang wiraswasta. Pemikiran saya sudah dicetak sejak dini untuk menjadi ambtenar. Bapak dan ibu saya tidak salah. Mungkin beliau melihat dizamannya pns itu hidup terjamin walaupun dengan gaji yang pas-pasan.

Alhasil ketika anaknya lulus sekolah/kuliah gagap menghadapi kenyataan hidup yang tidak sesuai dengan persepsi yang dibangun orang tua. Dunia yang terbentang setelah lulus kuliah ternyata tidak tidak menawarkan jalan mulus seperti impian orang tua. Selama ini ternyata hanya seperti membangun fatamorgana.

Zaman saya sudah lewat untuk bercita-cita jadi pns. Sekarang saatnya mewariskan semangat wiraswasta ke anak. Bagaimana caranya?

Menurut beberapa referensi yang saya baca, sebaiknya mengenalkan uang kepada anak dimulai sejak dini. Cara terbaik memahami segala sesuatu adalah dengan belajar langsung dari pengalaman sehari-hari. Itu bisa dimulai dengan mengajak anak terlibat langsung dalam kegiatan harian yang yang berhubungan dengan uang. Misal, ibu-ibu setiap pagi membeli kebutuhan dapur. Membeli ikan, daging, sayur-sayuran dan bumbu pada pedagang keliling. Ini salah satu momen untuk mengenalkan arti uang kepada anak. Kenalkan, ajak anak untuk menawar dagangan Bapak-Bapak pedagang keliling. Jika anak berhasil menawar lebih rendah dari yang ditawarkan sipedagang, berikan uang kelebihan itu kepada dengan perjanjian harus ditabung.

Lain kali ajak anak untuk menjual sesuatu. Tetapkan harga barang itu. Bila si anak berhasil menjual dengan harga lebih tinggi dari harga yang kita tetapkan, kelebihannya berikan pada anak. Ingatkan bahwa uang itu  hasil usaha si anak. Dan sebaiknya ditabung. Bila langkah kecil ini dilakukan dengan konsisten akan memberikan dampak baik dikemudian hari. Kita sudah memberikan investasi ilmu melalui praktek kepada anak berupa kemampuan membeli, menjual dan menabung. Bayangkan jika hal ini dilakukan sejak anak berumur lima tahun, misalnya, sampai dia tamat sekolah menengah. Kemampuan ini akan jadi ilmu yang didapat si anak secara blessing in disguise. Ini jadi modal dasar dan kita telah menanamkan intuisi pedagang. Cara seperti ini sering diajarkan orang tuanya yang berprofesi sebagai pedagang kelontong kepada anak anak mereka. Jadi kalau anak anaknya berhasil dikemudian hari jadi pedagang sukses yang lebih berjaya dari orang tuanya, itu karena orang tua telah menanam bibit sejak dini. 

Bagaimana dengan bidang lainnya. Pada umur 12 tahun seorang bapak memberikan satu ekor sapi betina pada anaknya. Sapi akan menjadi milik si anak jika tidak dijual sampai dia lulus sekolah menengah atas. Sapi betina itu dipelihara dengan baik oleh si anak. Satu setengah tahun setelah dihibahkan kepadanya sapi itu beranak. Si anak makin tekun memelihara. Terbayang baginya jumlah sapi akan bertambah. Bapaknya memberikan motivasi. Anakan sapi itu nanti akan jadi modal si anak kalau mau melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Enam tahun setelah sapi dihibahkan jumlahnya menjadi tiga ekor: satu induk, dua anaknya. Sang Bapak telah menanamkan roh jiwa memperbanyak investasi kepada si anak. Ini juga cara jitu untuk anak melek uang sejak dini.  

Banyak cara sederhana untuk mengajar anak melek uang sejak dini. Baik cara mendapatkannya, mengelola maupun mengembangkannya. Di zaman internet ini apapun bisa kita dapatkan secara gratis. Bagi saya sendiri memang tidak ada pelajaran yang diajarkan orang tua secara khusus sejak dini untuk melek uang. Setelah dewasa barulah belajar sendiri cara mencari uang dan cara menyimpannya. Cara mengembangkan uang? Tidak pernah sama sekali saya belajar secara khusus. Bahkan mana liabilitas, mana investasi baru saya mengerti dalam beberapa tahun ini. Sedih sekali.

Tidak ada yang terlambat. pendiri ayam goreng KFC, Colonel Sanders baru memulai usaha ayam gorengnya saat usia 60 tahun. Sebagaimana kita tahu saat ini KFC merajai ayam goreng cepat saji di seluruh dunia. Jadi untuk belajar pintar tentang uang bisa kapan saja. Yang penting segera aksi. Sekarang juga.

  • Pada posting ini juga saya sediakan buku gratis, berupa novel klasik, “Tenggelamnya Kapal van der Wijck,”  karangan Buya Hamka.

********************************************************

Yang mendapat buku gratis berjudul, “The Richest Man in Babylon”  untuk posting What the Next. Yes, Move On, adalah: 

Untuk kepentingan pengiriman buku, mohon dikirim alamat lengkap ke: alris587@gmail.com

What the Next. Yes, Move On

Januari 3, 2021

Dulu aku mulai menulis lagi karena ada hal yang harus aku ketahui. Harus didalami dan dimengerti. Karena memang lagi butuh bidang itu untuk dipahami. Itu tentang tulisan ini. Lalu setelah tulisan itu ada satu tulisan lagi. Tentang jogging di perbatasan Indonesia dan Malaysia. Itulah tulisan terakhir aku di blog ini. Bertarikh 22 November 2018. Wadidaw….. lama nian aku tak menulis di blog ini. Dua tahun satu bulan 11 hari. Hiks. Blog aku mati suri selama itu. Kemana saja seorang Alris selama itu?

Lalu kalau saat ini aku menulis kembali pasti ada trigger yang membuat tulisan ini di awal tahun 2021. Menurut J. Haryadi ada 11 alasan orang menulis. Mungkin salah satu alasan itu yang membuat aku menulis lagi di awal tahun ini. Yaitu, menghilangkan stress. Saya ingin melampiaskan perasaan senang dan sedih aku ke dalam tulisan. Ketika sedang dilanda masalah kita dapat menuangkan perasaan ke dalam tulisan. Apalagi sedang dilanda masalah berat, yang tidak mungkin diungkapkan ke orang yang paling dipercaya sekalipun. Kalau dipendam, ditelan sendiri bisa menambah sress. Orang stress berkelebihan bisa menimbulkan pemikiran bermacam-macam. Orang patah hati berkelebihanpun bisa menimbulkan pemikiran negatif beragam-ragam. Menulis adalah salah satu bentuk pelarian positif untuk orang stress dan orang patah hati yang masih berfikiran sehat. Menulis adalah terapi.

Ada alasan lain kenapa aku harus menulis lagi. Ya, aku pengen move on. Move on dari kemalasan menulis. Move on dari persoalan hidup yang melanda. Aku pernah ditimpa prahara, pernah ditikam cinta, pernah dilemparkan badai. Tapi aku tetap berdiri. Begitulah kata Iwan Fals dalam lagunya Nyanyian Jiwa. Dan aku harus berdiri menatap masa depan dengan semangat dan berfikiran positif.  Husnuzon kepada takdir Tuhan, Allah Swt. Allâhumma anta rabbî

Masa lalu adalah kenangan. Masa sekarang adalah kenyataan. Masa depan adalah misteri. Masa lalu tak akan mungkin datang kembali. Baik dan buruk masa lalu sudah terjadi dan tak bisa dirubah. Pahit dan manis masa lalu jadikan sebagai pelajaran untuk merencanakan masa depan. Masa sekarang adalah saatnya untuk dinikmati. Jangan karena memikirkan masa lalu kita tak bisa menikmati saat ini. Sambil menjalani hidup saat sekarang kita rencanakan planning untuk masa depan. Masa kini adalah masa yang paling penting. Karena perencanaan dan tindakan masa kini akan menentukan mau jadi apa, mau seperti apa di masa depan. Jika saat ini berjuang, berusaha, bekerja keras, – dan sebagai umat beragama tentu berdoa menyerahkan hasil kerja keras kepada Tuhan yang maha segalanya. Untuk membuka pintu misteri masa depan itu saat sekarang inilah kita buat kuncinya. Semoga masa depan semuanya cerah, berjaya, gilang-gemilang.

Selamat mengenang masa lalu, menikmati masa kini dan membuat rencana untuk masa depan. Minimal dibuat planning untuk tahun 2021. Planning tahun ini sudah selesai direncanakan, ditulis, ditandatangani dan tempelkan dimana mudah untuk dilihat. Lakukan evaluasi terhadap planning tahunan secara berkala.

aku suka desain stasiun LRT ini. LRT salah satu moda transportasi yang diandalkan di masa depan.

Tersedia buku gratis berjudul, “The Richest Man in Babylon” bagi beberapa orang yang memberikan komentar untuk tulisan ini.

Jogging Antar Negara, Boleh

November 22, 2018

jogging1

sumber gambar : http://ngipoksek.blogspot.com

Olahraga teratur jelas menguntungkan untuk tubuh dan jiwa. Banyak orang yang berusaha menjaga kesehatan dengan berolahraga secara rutin. Hasilnya tentu nyata mempunyai jiwa dan raga yang sehat. Untuk kesehatan, olahraga tentu penting disamping asupan gizi dan istirahat yang cukup.

Banyak jenis olahraga yang murah meriah yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuh. Jogging salah satunya. Olahraga ini membutuhkan perlengkapan yang minim. Perlengkapan minimnya artinya hemat biaya. Anda cukup punya sepatu olahraga, running shirt, dan running pants. Bagaimana kalau tak punya itu semua? Maksudnya tidak punya sepatu olahraga, tak punya running shirt, dan gak punya running pants? Tenang, calm down, 落ち着いた. Prinsip berolahraga itu tak harus mahal. Tak punya running shirt gantilah dengan baju kaos biasa, pun sudah memadai. Tak punya running pants pakai saja celana pendek biasa yang nyaman dipakai. Tak punya sepatu olahraga nyeker juga bisa asal telapak kaki anda cukup tahan dibawa berlari.

Kalau tujuan jogging selain olahraga juga untuk kenyamanan dan mungkin untuk “show” perlu pakai sepatu olahraga bermerek, running shirt bermerek dan running pants bermerek. Maksudnya dari merek terkenal yang mendunia. Untuk kenyamanan waktu jogging mungkin anda perlu mendengarkan musik. Ini tentu membutuhkan wireless earphone. Guna penampilan lebih menarik lagi pakailah topi cakep. Jangan lupa dilengkapi dengan waist pouch. Juga dari merek terkenal.

Untuk saya sendiri kalau jogging saya tak perlu memakai perlengkapan bermerek terkenal. Prinsip saya pakaian dan perlengkapan jogging cukup pantas, dan nyaman dipakai. Saya memakai sepatu sneaker berharga murah tapi tidak murahan, baju kaos biasa, dan celana kain potongan pendek. Dengan perlengkapan itu saya sudah nyaman untuk berjogging. Apalagi tempat saya berjogging ini berada di tengah hutan. Hutannya masih setengah perawan. Saya sebut setengah perawan karena pohonnya yang tersisa adalah pohon diameter tertentu yang tak termasuk kategori wajib tebang. Pohon-pohon besar sudah lama mengirap masuk secara ilegal ke negera tetangga. Ilegal versi kita, legal menurut mereka. Maka disini, -di negeri sesama Melayu ini- berlakulah pepatah Melayu, “kerbau punya susu, sapi punya nama.” Indonesia punya logs Malaysia dapat plywood. Itulah kejadian belasan tahun lalu. Di perbatasan negara.

Baiklah kita kembali ke hal jogging. Illegal logging sudah lama berlalu.

IMG_20181007_073922latar belakang pejabat imigresen Biawak, Lundu Sarawak

Sejak dari kerja di Ambon, saya punya keinginan akan jogging di setiap daerah yang saya singgahi. Kegiatan ini disamping sebagai bentuk olahraga untuk menyehatkan tubuh, juga untuk menikmati daerah yang dilalui selama jogging. Saya berharap selalu tertanam kenangan baik akan jalur yang dilalui, dan semoga alam semesta mengabulkan tidak hanya sekali jogging di tempat itu. Ada blogger yang selalu berusaha untuk jogging/lari di daerah yang dia kunjungi. Blogger itu adalah Cipu (http://www.cipusuaib.id). Saya salut sama dia karena berusaha untuk jogging/lari disetiap daerah yang dia singgahi. Dia menjadi inspirasi saya untuk melakukan jogging ini.

Jogging disetiap daerah yang dikunjungi akan punya memori tersendiri bagi saya. Kenangan manis akan suatu tempat tidak hanya diukir melalui destinasi wisata tempatan. Destinasi wisata tempatan memang sudah pasti terkenal, karena dia merupakan unggulan wisata daerah yang bersangkutan. Kenangan manis akan satu daerah tidak hanya dikenang melalui kuliner unggulannya. Kuliner unggulan harusnya sudah menyatu dengan budaya masak-memasak daerah tempatan.

Saya ingin mengenang suatu daerah karena saya pernah jogging untuk sehat di daerah itu. Itulah persepsi baru. Yang ingin saya kenangkan akan suatu daerah. Saya akan nikmati rute yang saya tempuh, saya resapi langkah demi langkah jogging yang saya lakukan. Saya hirup udaranya dengan memenuhi rongga dada lalu saya hembuskan dengan rasa lega. Dan saya nikmati pemandangan yang disuguhkan alam selama melakukan jogging. Kesemua itu ternyata menimbulkan rasa syukur kepada Sang Khalik akan nikmati yang sudah didapat selama hidup. Bagi saya tentu saja. Karena begitu banyak orang sehat secara jasmani tapi tidak bisa menikmati karunia yang sudah diberikan oleh Tuhan pencipta segala kenikmatan. Maka bersyukurlah saya selama melakukan jogging karena menikmati alam ciptaanNYA.

Saat saya gawe di daerah perbatasan antara Indonesia dan Malaysia keinginan jogging di daerah yang saya singgahi saya laksanakan. Alam yang masih asri dengan udara segarnya telah sukses membuat saya untuk melakukan jogging. Walau tidak rutin melakukan jogging setiap hari, minimal sekali seminggu saya lakoni. Di minggu pagi, saya usahakan untuk jogging. Pernah disuatu masa di tempat sekarang ini saya jogging setiap pagi. Udara pagi yang segar saya rasakan sebagai sebuah himbauan untuk melakukan jogging. Menghirup udara segar dipagi hari itu suatu kenikmatan. Apalagi masih ada embun yang menempel di rumput hijau. Melihatnya saja sudah terasa nikmat. Jogging antar negara ini saya lakukan dari PLBN Aruk sampai ke Pejabat Imigresen Biawak, Lundu Sarawak (foto atas). Saya tak berani melewati kantor imigrasi Biawak diatas. Lewat dari kantor itu bisa jadi saya ditangkap oleh polis diraja  Malaysia. Jadi jogging antar negara boleh (bisa) dilaksanakan.

jogging1latar belakang pintu gerbang perbatasan Indonesia di Aruk, Sambas

**************************************************

Dari beberapa orang yang saya pilih untuk diberikan buku gratis tidak satupun yang mengirimkan alamat lengkap untk keperluan pengiriman buku. Jadi untuk posting yang lalu tidak tidak ada yang dikirimi buku. Untuk posting kali ini silahkan kirim permintaan buku dilengkapi alamat lengkap. Saya akan kirimkan buku gratis kepada beberapa orang yang terpilih.

Hidup lagi karena Quality Assurance

September 10, 2018

Rindu saya untuk menulis. Itu pasti. Tapi entah mengapa setiap membuka blog untuk menambah tulisan baru malas selalu lebih dominan. Sesuatu yang dominan pasti jadi pemenang. Maka menanglah malas. Pernah saya buka blog, setelah masuk ke akun saya hanya memandangi halaman utama tanpa melakukan apapun. Ada saatnya juga saya tak pernah buka blog berbulan-bulan. Tak melakukan blog walking berbulan-bulan juga. Akhirnya tak pernah saya bikin tulisan dan posting tulisan baru.

Kesadaran untuk aktif lagi ngeblog mulai timbul ketika saya harus mencari tulisan mengenai Quality Assurance. Saya harus googling untuk mendapatkan tulisan yang membahas Quality Assurance. Kebanyakan tulisan yang saya dapat dari hasil googling berbahasa Inggris. Alamak, berabe bagi awak yang fakir penguasaan bahasa Inggris ini. Inilah akibat gak serius belajar dan tak bisa  menguasai bahasa Inggris ketika sekolah dan kuliah dulu. Memang penyesalan itu selalu datang terlambat. Tapi, tenang zaman now semua urusan dipermudah oleh internet. Untuk mengerti tulisan tentang Quality Assurance yang dalam bahasa Inggris itu google translate jadi andalan dan solusi bagi saya. Terjemahan google translate kadang lucu dan mengesalkan. Sering saya temui sewaktu diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia artinya jadi aneh.

Ada juga blog yang membahas Quality Assurance dalam bahasa Indonesia, walau  bahasannya kadang tak sesuai dengan Quality Assurance yang saya butuhkan. Tak apalah dua-duanya, -tulisan Quality Assurance dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia- sangat membantu saya memahami jaminan kualitas. Kedua tulisan dalam dua bahasa itu sama-sama keren. Keren karena ada orang yang mau berinisiatif, berpikir dan menuangkan hasil fikirnya dalam bentuk tulisan. Lalu mereka, para penulis itu mau berbagi pula di dunia maya. Coba kalau tulisannya hanya untuk diri sendiri, disimpan di memori punya mereka sendiri, tak akan ada tulisan saya ini. Ini bisa berakibat blog saya gak update mungkin bertahun-tahun, karena ini saja blog saya sudah gak update setahun dua bulan lebih.

Besar jasanya para pembuat tulisan tentang Quality Assurance ini kepada saya. Karena merekalah maka tulisan ini berwujud. Karena merekalah blog saya ini jadinya di update. Untuk mereka para pembuat tulisan tentang Quality Assurance  saya persembahkan tulisan perdana yang saya posting di tahun 2018. Tak ketinggalan saya persembahkan untuk rekan blogger yang telah menyemangati saya untuk aktif lagi ngeblog dan blog walking. Anda orang hebat. Sugoooi, kata 日本人.

Tulisan berikutnya menyusul. Menyusul kalau mood lagi baik.

********************************************************

Bagi-bagi uang belum saatnya. Jadi saya bagi-bagi buku aja dulu. Buku yang saya bagikan gratis untuk kali ini adalah novel Anak Rantau, karangan A. Fuadi. Yang berhak dapat buku novel itu adalah : Hendi Setiyanto(http://ndayeng.wordpress.com); Ristin(http://lovelyristin.com); Bang Aswi(http://sosokitu.com)

Mohon kirimkan alamat jelas dan nomor hp untuk keperluan pengiriman buku ke email saya : alris587 akeong gmail dot kom.

Rindu Diatur

Juni 26, 2017
sumber gambar dari sini

Setelah mati suri sekian bulan, -tepatnya empat bulan 11 hari- akhirnya hari ini blog ala-ala yang gak fokus pada satu bidangpun hidup lagi. Bertepatan dengan hari raya idul fitri tahun 2017 saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah, mohon maaf lahir dan batin. Taqabbalallahu minna wa minkum.

Punya kebebasan waktu ternyata tidak membuat saya produktif. Saya sejak akhir april 2017 sudah tidak punya ikatan kerja dengan pihak manapun, alias jadi free man, bukan preman lho, ya. Tapi justru punya waktu berlimpah saya tidak bisa update blog, tidak ada posting baru. Malah kebiasaan berkunjung ke blog teman juga menurun drastis. Semangat menulis dan juga membaca ikut terjun bebas. Ketika masih gawe sama pihak lain biasanya sebulan bisa menamatkan membaca satu kadang dua eksemplar buku, setelah jadi manusia bebas tidak satupun buku yang bisa saya tamatkan membacanya. Sedihnya awak ini, 😦  Semua kebawa ikut amblas. Kenapa bisa begitu, ya?

Ketika anda bekerja pada orang lain atau institusi ada aturan yang harus ditaati, dipatuhi dan dijalankan. Aturan harus dijalankan untuk memastikan sesuatu proses berjalan sesuai koridor yang semestinya. Aturan kudu ditaati untuk memastikan pekerjaan dikerjakan sesuai urut-urutannya. Aturan mesti dijalankan untuk memastikan bisnis berjalan dengan benar. Lha, kalau tak mau diatur, ya, kacaulah. Saya contohnya, karena gak ada yang ngatur kacau juga dalam konsistensi menulis di blog. Walau sebenarnya selama ini saya juga gak konsisten menulis, 🙂

Saat ini saya merindukan diatur lagi oleh orang diatas saya secara jabatan. Kangen diatur oleh perusahaan. Aneh juga, ya, kok merindukan diatur oleh pihak lain. Mungkin saya belum bisa teratur kalau mengatur diri sendiri. Mungkin diatur oleh pihak lain saya lebih baik. Buktinya saya kalau diatur oleh perusahaan masih bisa menulis di blog. Diatur oleh perusahaan saya masih bisa olahraga agak teratur. Diatur oleh pihak lain kalau hasilnya lebih baik? Kenapa harus ngotot mengatakan tidak.

saya ketika diatur dan mengatur
hasil diatur dan mengatur

Semoga dalam waktu dekat ini saya kembali ke dunia atur-mengatur dalam bidang konstruksi, bidang pekerjaan yang sudah saya jalani lebih dari 20 tahun. Selama itu saya gak merasa bosan, karena menurut saya pekerjaan konstruksi adalah pekerjaan yang dinamis. Kalau bangun-membangun itu pekerjaan stagnant dan membosankan saya sudah lama pindah kerjaan ke bidang kuliner yang juga saya cintai. Atur-mengatur dalam dunia konstruksi itu asyik, sero bana baso kampuang ambo, hehe… Mohon doa-nya, ya, pembaca sekalian.

So, saya salut sama kalian yang konsisten menulis. Anda konsisten menulis berarti konsisten menaati aturan yang dibuat sendiri. Kalau Anda bisa menaati aturan yang dibuat sendiri itu salah satu cirinya Anda sudah siap jadi entrepreneur, mengikuti jejak sukses pengusaha ayam gepuk pak gembus yang beromset delapan milyar per bulan. Wooowww… Makanya, -Alris- jadi pengusaha jangan jadi orang gajian seumur hidup. Oke, deh, mari merintis jadi pengusaha dari sekarang.

*******************************************************

liandamarta.com dan andiktaufiq.wordpress.com adalah yang mendapatkan buku gratis dari saya untuk posting Makan Malam. Silahkan kirim alamat lengkap dan nomor hp via japri untuk keperluan pengiriman buku. Batas pengiriman alamat adalah tanggal 7 Juni 2017. Lewat dari tanggal itu hadiah buku saya batalkan.

Makan Malam

Januari 14, 2017

Sejak beberapa bulan lalu saya berusaha untuk menghentikan makan malam yang mengandung karbohidrat seperti nasi dan mie. Ini bertujuan untuk mengurangi  bertambahnya berat badan yang saya rasakan meningkat akhir-akhir ini. Sebagaimana  yang dijelaskan dalam tabel  Indeks Massa Tubuh (IMT), saya sudah termasuk ke dalam klasifikasi gemuk. Menurut tabel itu klasifikasi gemuk adalah orang yang mempunyai IMT 25,0 – 29,9. IMT saya sendiri saat menulis posting ini adalah 28,22. Saya merasakan bertambah berat badan akibatnya gerakan tidak lincah, mudah sesak napas kalau naik tangga (ini sangat menyiksa, karena saya harus naik turun tangga sampai lantai 12 untuk keperluan gawe proyek), mudah ngantuk, dan membuat malas  olahraga. .

Diawal-awal memulai kerja di Ambon karena tuntutan kerja yang sering sampai larut malam membuat saya sering makan berat di malam hari. Lha, bagaimana gak makan malam perut terasa lapar sangat. Maka seringlah saya di malam hari makan nasi Padangnasi goreng, mie goreng dan nasi pecel lele. Sementara jarak waktu saya tidur dengan makan malam itu rata-rata sekitar satu jam. Artinya saya tidur satu jam kemudian setelah makan malam. Jelas hal ini tidak baik. Pagi sewaktu bangun saya merasakan perut masih begah. Kadang juga malas bangun pagi. Apakah ada korelasi perut begah, malas bangun pagi dengan makan malam?  Bisa jadi iya. Saya merasakannya. 

Sekitar bulan Oktober 2016 kemaren saya sudah mulai membatasi makan malam ini. Kalau sebelumnya hampir setiap malam saya makan malam. Maka sejak bulan itu boleh dibilang dengan jari tangan jumlah saya makan malam. Ini bisa saya laksanakan karena saya mengganti makan malam dengan makan buah-buahan. Buah-buahan yang yang saya jadikan pengganti makan malam adalah pepaya, pisang, bengkuang, dan jagung rebus. Tidak semua buah itu saya makan sekaligus. Kalau sudah makan dua porsi pepaya dengan ukuran satu porsi 9 x 8 cm   saya sudah merasa kenyang. Berapa besar ukuran 9 x 8 cm? Ini liat fotonya di bawah.

antukau1

Nah, kalo makan bengkuang sebanyak porsi dibawah ini saya sudah merasa kenyang.

bengkuangfoto dari internet

Jika makan dua buah pisang ambon biasanya saya juga sudah merasa kenyang. Lalu bagaimana jika lapar setelah makan makanan diatas? Saya akan banyak minum air putih. Sesekali saya minum susu rendah lemak, atau minum teh manis dengan pemanis madu atau sari kurma untuk mengatasi rasa lapar yang timbul dimalam hari.

————————————————————————–

Faktor Risiko Terkait Obesitas

Jika dalam kondisi gemuk atau obesitas, Anda memiliki risiko terhadap beberapa kondisi kesehatan di seperti di bawah ini :

  • Penyakit jantung
  • Hipertensi (tekanan darah tinggi)
  • Kolesterol LDL tinggi (kolesterol “jahat”)
  • Kolesterol HDL rendah (kolesterol “baik”)
  • Trigliserida tinggi
  • Diabetes (glukosa darah tinggi)

—————————————————————————-

Hari minggu 8 Januari 2017 kemaren saya pergi memancing bersama teman-teman. Pulang memancing sudah jam 12 malam. Perut terasa keroncongan, padahal saya sudah makan satu porsi pepaya. Dijalan pulang menuju tempat tinggal akhirnya kami berhenti disalah satu tukang jual nasi kuning yang sudah pemes di kota Ambon. Lokasinya berada di Jl. AM Sangaji dekat ujung Jl. Philip Latumahina. Nasi kuning yang jualan di depan ruko itu hanya buka pada malam hari. Lauk-pauknya beraneka ragam: ayam goreng, telor goreng, ikan goreng, ikan gulai, cumi goreng pedas, perkedel jagung, telur bulat gulai pedas, udang goreng, dan ikan teri basah goreng tepung. Setidaknya itulah lauk-pauknya yang saya lihat malam itu. Dan malam itu saya pesan nasi kuning dengan menu cumi goreng pedas seperti penampakan dibawah ini.

whatsapp-image-2017-01-14-at-2-22-59-pm

*******************************************************

Orang yang mendapatkan buku gratis dari saya untuk posting First Scuba Diving: Ngeri-ngeri Sedap dan Menakjubkan Alam Bawah Laut adalah: emakmbolang.com dan khoirurosida.com. Silahkan kirim alamat lengkap dan nomor hp via japri untuk keperluan pengiriman buku. Batas pengiriman alamat adalah tanggal 23 Januari 2017. Lewat dari tanggal itu hadiah buku saya alihkan ke orang lain.

*******************************************************

First Scuba Diving: Ngeri-ngeri Sedap dan Menakjubkan Alam Bawah Laut

Desember 13, 2016

Tak terbayang sama sekali bagi saya suatu saat akan menyelam dengan peralatan  penyelam. Jangankan membayangkan, mimpipun saya belum pernah hal diving ini. Dan diving pertama saya terjadi secara tiba-tiba, tanpa ada perencanaan dan tanpa pelatihan terlebih dahulu. Mungkinkah dimasa lalu saya membayangkan diving, mengendap dalam alam bawah sadar, dan terus terpelihara? Lalu hari ini (12 – 12 – 2016) Tuhan mewujudkannya.

Memanfaatkan liburan 12 Desember 2016, kami tim pengawas pembangunan proyek ada waktu untuk liburan walau tidak seharian penuh. Dari pagi sampai jam dua belas masih kerja seperti biasa. Jam 12 siang sampai jam 18 sore ada waktu free. Berembuklah kami mau piknik dadakan kemana. Yup, semua setuju untuk pergi diving. Ada tempat kece badai yang orang doyan piknik divingpun belum tentu tahu. Tempatnya berada disatu desa di Morela Kecamatan Leihitu, Maluku Tengah.

Lalu bagaimana dengan peralatan untuk menyelam? Alat bantu yang bernama SCUBA (Self Contained Underwater Breathing Apparatus) berharga mahal kalo mau beli tapi lagi bokek, 🙂  Kalau sudah ditakdirkan untuk diving ada saja jalannya. Teman kerja saya punya satu set peralatan, ditambah peralatan dari teman-teman dari Lantamal IX, maka terkumpul empat set alat scuba. Perbanyaklah teman baik dan jalin silaturahmi urusan jadi dimudahkan. Itulah jalannya.

scuba-equipment-diagramgambar dari sini

Cuuss, kami berangkat dari kota Ambon sekitar jam 12.00 wit. Perjalanan ke lokasi ditempuh dalam waktu satu jam memakai kendaraan roda empat. Memakai mobil Toyota Avanza tahun 2014, tentunya. #takmausebutmerek. Kondisi jalan dari kota  Ambon ke lokasi beraspal mulus. Ada beberapa tempat aspalnya tidak baik. Maklum saja ini di daerah, lha, wong yang dekat dari Jakarta saja banyak jalan rusak parah. Ya, kan. Inilah rute yang kami tempuh dari kota Ambon. Tanda kuning itu tujuannya.

morella-121216

Sampai di lokasi tanpa basa-basi langsung persiapan untuk menyelam. Penjelasan penggunaan peralatan menyelam, tips dalam menyelam dan langkah-langkah penyelamatan jika terjadi suatu bahaya diberikan oleh anggota marinir. Dari enam orang teman saya, hanya satu orang yang sudah biasa menyelam. Walaupun dia belum punya sertifikat menyelam, dia sudah sering menyelam, bahkan pernah menyelam sampai kedalaman 45 meter. Lima orang lainnya ujug-ujug seumur hidup baru kali itu mau diving, termasuk saya.

morella121216serius mendengakan penjelasan penggunaan alat menyelam

whatsapp-image-2016-12-13-at-4-23-07-pmDeep Gauges dan Presure Gauges

Setelah mendapatkan penjelasan dari instruktur cara penggunaan alat, langkah-langkah dalam menyelam bagi pemula, tanda-tanda yang digunakan untuk keselamatan dan minta bantuan, dan teknik lainnya yang berguna dalam menyelam, kitapun segera nyebur ke laut untuk praktek. Yuk, mari…

morela1212siap beraksi. deg-degan euy…

morella121216-alris

whatsapp-image-2016-12-13-at-2-20-02-pmdi kedalaman 9 meter dengan latar belakang jurang kedalaman ratusan meter

Sebagai pemula dan baru pertama kali diving kedalaman sembilan meter bagi saya sudah merupakan rekor. Pada saat mulai menyelam sampai  pada kedalaman lima meter masih oke, tidak terjadi apa-apa. Memasuki kedalaman enam meter telinga sudah mulai terasa sakit. Dengan teknik/cara yang diajarkan oleh instruktur akhirnya sakit di telinga bisa dihilangkan. Bertahan di kedalaman enam meter sekitar tiga menit, penyelaman dilanjutkan sampai kedalaman  sembilan meter. Nah, di kedalaman sembilan meter ini telinga lebih sakit dari kedalaman enam meter. Telinga terasa berdenging dan sakit. Sekali lagi teknik/cara yang diberikan oleh instruktur sebelum menyelam sangat membantu. Apa teknik/cara menghilangkan sakit telinga itu? Anda ikut pelatihan diving nanti caranya diberi tahu. Atau kalau pengen tahu juga baca ini. Nama tekniknya adalah Ekualising. Bagi orang yang baru pertama kali diving dianjurkan untuk melakukan Ekualising setiap pertambahan kedalaman satu meter.

Pengalaman pertama diving ini bagi saya sangat berkesan. Amazing. Dunia bawah laut sangat indah, penuh warna, juga ikannya pun warna-warni. Ini salah satu contoh.

*******************************************************

Yang mendapatkan buku gratis dari saya untuk posting lalu adalah:djangki.wordpress.com dan bersapedahan.wordpress.com. Silahkan kirim alamat lengkap dan nomor hp untuk keperluan pengiriman buku sampai tanggal 21 Desember 2016. Lewat dari tanggal itu, maka hadiah buku saya alihkan ke orang lain.

*******************************************************

Laut Indonesia Memang Kaya, Tapi Ekspor Hasil Lautnya Peringkat Bawah

November 25, 2016

whatsapp-image-2016-11-23-at-18-54-16Teman mancing saya dapat strike ikan layaran di teluk sebelah pltu Waay, Ambon

Garis pantai Indonesia 54.716 kilometer, terpanjang kedua di dunia setelah Kanada. Dengan laut yang begitu luas produksi hasil kelautan dan perikanan Indonesia mencapai 13 juta ton per tahun. China mencapai 50 juta ton per tahun (sumber disana).

Kalau kita merujuk kepada angka yang dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang, -misal disini– hal ekspor ikan terbesar di dunia, kita merasa miris. Indonesia adalah penghasil ikan terbesar di dunia setelah China. Tapi dalam hal ekspor Indonesia ada di urutan ke 12 dunia, dan urutan nomor 5 di Asean.

Lalu darimana negara Asean lain, macam Thailand, mendapatkan ikan untuk di ekspor, sehingga ekspor ikannya mengalahkan negara kita? Selain dari laut mereka sendiri, ternyata mereka mengeruknya dari laut Indonesia yang begitu luas. Gak percaya? Kalo saya percaya. Karena kita akan mudah menjumpai begitu banyak para pelaut asing seperti dari Thailand, Taiwan dan negara lainnya yang melabuhkan kapalnya di Teluk Ambon untuk diisi ikan. Ada yang mereka tangkap sendiri, tentunya setelah mengantongi perizinan dari pihak berwenang, ada juga dibeli dari pelaut lokal.

Kenapa negara dengan laut tak seluas laut Indonesia bisa jadi pengekspor ikan mengalahkan Indonesia. Thailand itu contohnya. Menurut saya selain mereka memakai teknologi penangkapan ikan lebih maju dari kita, mereka juga mau berusaha lebih keras. Saking kerasnya usaha mereka sampai memasuki perairan laut Indonesia yang banyak ikannya. Bisa jadi juga negara mensubsidi nelayannya dengan bermacam subsidi, misal subsidi bahan bahan bakar untuk kapal penangkap ikan. Atau negara menyediakan kredit murah untuk para nelayannya.

Terlepas dari bermacam kendala yang ada di negara Indonesia tercinta, untuk memajukan dan mendukung ekspor komoditi perikanan diperlukan kerjasama yang baik antara nelayan, penambak, pengusaha dan pemerintah. Pemerintah tidak hanya sebagai regulator tapi juga harus berusaha keras memberikan kemudahan kepada nelayan dalam negeri dalam bentuk perizinan, memberikan kredit murah, menyediakan infrastruktur memadai dan membangun pelabuhan perikanan yang dilengkapi sarana pendukung yang layak. Pelabuhan yang layak misal tersedianya cold storage, listrik yang stabil dan sarana bongkar muat.

Tulisan ini pendek ini lahir dari hasil obrolan ngalor-ngidul dengan security proyek yang punya pengalaman melaut menangkap ikan belasan tahun dengan kapal dari Thailand, Taiwan dan China.

*******************************************************

Posting lalu yang mendapatkan buku gratis dari saya adalah: adelinatampubolon.com dan omnduut.com. Silahkan kirim alamat lengkap dan nomor hp untuk keperluan pengiriman buku sampai tanggal 5 Desember 2016. Lewat dari tanggal itu maka hadiah buku saya alihkan ke orang lain.

*******************************************************

Makan Gadang : Gulai Itiak Lado Mudo

Oktober 21, 2016

Sewaktu pulang kampung bulan Agustus 2012 saya menyempatkan diri untuk mengadakan Makan Gadang dengan teman sepermainan masa kecil, adik dan ponakan. Makan Gadang adalah makan bersama beralaskan daun pisang  (balanjuang, Padang); (bancakan, Jawa); (botram, Sunda). Dalam kegiatan makan bersama ini kalau di kampung saya yang bertanggung jawab dalam penyediaan konsumsi biasanya secara bersama. Kadang ada juga saat orang rantau yang pulang kampung “ditodong” untuk membeli bahan yang akan dimasak, khususnya bebek, entog, ikan, dan jengkol. Karena biasanya bahan yang akan dimasak itulah harganya sedikit mahal.

Posting kali ini biarlah gambar yang berbicara.

cimg2230

cimg2233

cimg2236

cimg2243

cimg2244

cimg2249

cimg2255

cimg2252

cimg2257

cimg2259

cimg2279

Gulai Itiak Lado Mudo versi kampung saya tidak memakai santan. Resep Gulai Itiak Lado Mudo bisa dibaca disini.

********************************************************

Posting lalu yang mendapatkan buku gratis dari saya adalah: barrabaa.blogspot.com dan agungrangga.com. Silahkan kirim alamat lengkap dan nomor hp untuk keperluan pengiriman buku. Selepas tanggal 30 Oktober 2016 apabila saya belum menerima alamat lengkap, maka hadiah buku saya alihkan ke orang lain.

********************************************************

 

Pohon Palaka: Bertahan Ratusan Tahun Menantang Zaman

Oktober 8, 2016

Sewaktu mengunjungi Pantai Liang beberapa waktu lalu saya tergakum-kagum melihat banyaknya pohon lurus menjulang tinggi dengan kulit luar berwarna coklat muda, seperti foto pohon dibawah ini.

img_20160814_142122_1

Ketika itu seorang teman yang berasal dari Ambon memberi tahu nama pohon itu adalah Palaka. Saya perhatikan dalam perjalanan menuju Pantai Liang ditemui beberapa pohon tersebut. Kebanyakan tumbuh di daerah yang berpasir yang berada dekat ke pinggir pantai. Saya menduga pohon ini mungkin cocok tumbuh di tanah berpasir yang berkadar garam. Minimal pohon itu harus mendapatkan asupan garam dari uap air laut yang dibawa angin di siang hari. Sehingga kecil kemungkinan pohon itu tumbuh di perbukitan yang tidak berpasir dan jauh dari laut. Saya berasumsi seperti itu karena di tempat saya tinggal saat ini  saya tidak menemui pohon tersebut. Daerah saya tinggal termasuk daerah sedikit berbukit. Zonasi vegetasi dimana pohon itu tumbuh termasuk teratur. Pohon Palaka itu tumbuh pada zonasi hutan pantai.

Karena penasaran saya googling tentang pohon ini. Ada beberapa nama untuk pohon ini, yaitu : benuwang, binuang (Sumatera); banuang, benuang bini (Kalimantan); benua, wenuang (Sulawesi); afu, bada, faara, palaka (Maluku); buwar, jare, kijare, senao, tina (Papua); takir (Jawa). Terdapat beberapa informasi tentang pohon Palaka. Salah satunya saya kutipkan deskripsi dari Wikipedia,Benuang laki merupakan pohon yang tinggi yang umumnya mencapai 45 m, dengan diameter 150 cm. Batangnya tegak, bulat torak, tidak berbanir, dengan panjang bebas cabang 25 m. Kulit batang berwarna abu-abu/coklat, beralur dangkal, sedikit mengelupas. Pepagan berwarna coklat hingga kuning muda, pada bagian dalam berwarna putih atau kuning muda. Tajuk membulat, percabangan agak mendatar. Ranting muda dan daun muda tertutup bulu coklat yang pendek dan lebat. Daunnya saling berhadapan, tunggal, tebal, kaku, bundar panjang hingga melanset, yang pada awalnya membentuk hati dan ujungnya melancip. Benuang laki berurat daun banyak dan  urat daun sekunder melengkung pada tepi sehingga membentuk urat daun pinggir. Urat daun yang lebih kecil tersusun seperti jala.

Bunga tersusun dalam perbungaan dalam malai yang tumbuh di ujunga ranting. Buahnya berupa buah kotak, yang bila sudah kering, akan pecah dan berbentuk bulat telur panjang. Musim berbunga sekalian berbuah terjadi pada Juli-Agustus. Buahnya kecil-kecil diisi dengan biji yang bersayap.”

Wikipedia menyebutkan bahwa pohon benuang tumbuh diantara ketinggian 60-1200 mdpl. Sedangkan pohon Palaka yang saya temui itu tumbuh pada ketinggian lebih kurang satu meter diatas permukaan laut. Barangkali pohon Palaka yang saya temui hanya masuk ke dalam golongan Duabanga Moluccana (nama ilmiah pohon benuang), tapi dengan punya kekhususan tersendiri. Barangkali.

Di wilayah Kecamatan Leihitu, Ambon ada pohon Palaka yang sudah berumur ratusan tahun. Diukur secara manual batang pohon paling bawah dibutuhkan 31 orang lelaki yang berdiri mengitar dengan posisi tangan terentang. Penampakannya sebagian pohon itu seperti dibawah ini:

pohon-palakasumber gambar detik dot kom

**********************************************************

Posting ini up-date blog setelah dua bulan gak di perbaharui isinya. Dari 4 blogger yang mendapat buku gratis dari saya hanya 2 yang mengirimkan alamat lengkap. Dua lagi tidak mengirimkan alamat, mungkin tidak berminat terhadap buku yang saya berikan. Buku sudah saya kirimkan seminggu lalu. Maaf terlambat buku gratis itu saya kirim. Posting ini juga masih menyediakan buku gratis. Orang yang memberikan komentar yang ke 5.500 (lima ribu lima ratus) akan mendapatkan hadiah istimewa.

Posting lalu yang mendapatkan buku gratis dari saya adalah : omnduut.wordpress.com dan febridwicahya.wordpress.com. Silahkan kirim alamat lengkap dan nomor hp untuk keperluan pengiriman buku.

**********************************************************

Saya dikirim lagu melalui grup WA oleh seorang teman.Lagu berjudul Nasi Padang yang dinyanyikan oleh Kvitland dari Norwegia itu ternyata dalam waktu tiga hari sudah di-klik oleh 500 ribu orang lebih pada saluran Youtube. Saya suka musik, melody  dan liriknya yang begitu sesuai. Lagunya memang enak, senikmat nasi Padang. Silahkan dinikmati.


%d blogger menyukai ini: