Putusss…

Posting kali ini ditengah suasana hati dan jiwa resah. Apa karena pemilu semakin dekat dan saya tidak masuk daftar caleg salah satu partai yang jumlahnya bejibun itu? Apa karena jalur Gaza dihantam roket israel laknatullah siang malam sehingga menyebabkan korban jiwa tanpa pandang bulu? Apa karena ada hambatan dalam menyelesaikan pekerjaan renovasi site yang menjadi tanggungjawab saya akhir tahun 2008 kemaren? Kecuali alasan kedua yang membuat saya mengutuki kebiadaban israel, alasan pertama dan terakhir tidak membuat saya senewen.

Pemilu makin mendekati hari H sesuai ketetapan yang sudah dibuat KPU dan hitungan mundur sudah lama dimulai. Partai-partai makin berlomba jual “kecap” nomor satu menjual calegnya yang dalam foto-foto kampanye berjas rapi jali, klimis dan kinyis-kinyis. Tukang kaos dan tukang sablon kebanjiran order menyambut pesta lima tahun sekali. Sementara saya pesta mata, maksudnya mata saya dimanjakan oleh banyaknya banner, spanduk, selebaran, dll yang dipasang disetiap sudut pertigaan, perempatan dan median jalan di seantero kota sampai kampung. Pekerjaan renovasi site yang dibebankan ke saya untuk melaksanakannya juga sudah selesai tanggal 23 Desember 2008, walau sedikit terhambat oleh seringnya hujan turun dan curah hujan yang cukup tinggi di daerah Banten.

Harusnya happy, dong, menjalani akhir tahun dan menyambut tahun baru. Mestinya begitu, tapi kenyataan yang saya jalani lain. Saya menyambut pergantian tahun dengan anak dan istri di kampung istri. Saya tidak merayakan tahun baru masehi, hanya anak saya yang besar (padahal umurnya baru lima tahun, lho kok besar…) maksudnya yang paling tua yang meniup-niup terompet yang dibelikan bundanya dari pedagang keliling yang lewat di depan rumah sehari sebelum pergantian tahun. Begitu malam pergantian tahun dari tahun 2008 ke tahun 2009 datang, my little girl malah sudah tidur sejak jam 22.00 wib, dan mengigau dalam tidurnya seraya berkata, “Tiup yang keras ayah, tiup yang keras ayah.”  Mungkin anakku bermimpi sedang berada di Paris dengan ayah, bunda dan adiknya merayakan malam pergantian tahun ditengah winter yang eksotik. *nanti mimpimu akan jadi kenyataan, nak, kalau ayahmu jadi panggaleh sukses* Saya hanya berdoa dan membaca Al-Qur’an ketika pergantian tahun hijriyah dari tahun 1429 H ke 1430 H.

Saya juga tidak kemana-mana untuk mengisi libur panjang akhir tahun. Rencana, sih, mau ke Hawaii plesiran ngisi hari-hari selama liburan panjang akhir tahun. Karena tiket pesawat muuahal na’ujubilah dan paspor belum jadi juga (gak pernah ngurus paspor, gimana mau ada, wakaka…) maka, ya, tetap di rumah aja. Lagian emang dapat duit dari Kamerun mau ke Hawaii, lha wong orang Kamerun aja banyak yang menjadi pesepakbola di mancanegara untuk meningkatkan taraf ekonomi keluarga. Gak ada cipika-cipiki untuk saling mengucapkan selamat tahun baru dengan anak dan istri. Bukannya saya gak mau cipika-cipiki, tapi sang nyonya dan anak-anak udah pada tidur duluan sebelum hitungan countdown dimulai. Malah istri saya masih sempat menggergaji kayu dalam tidurnya, zzzzzzz…… Akhirnya malam pergantian akhir tahun saya lewatkan dengan mendengarkan musik tarling dari radio lokal yang bergelombang fm, sehingga suara musiknya kedengaran jernih. Goooyang dingin…*suer, saya cuma ngangguk-ngangguk aja waktu dengerin musik khas pantura itu*

Masuk kerja tanggal lima januari 2009 saya jalani dengan mata sedikit ngantuk. Gimana gak ngantuk berangkat dari kampung istri jam 04.00 wib. Bus yang ditumpangi terisi penuh sehingga walaupun perjalanan di pagi hari tetap aja kepanasan. Lagian bus-nya emang gak ada AC. AC-nya AC alam, buka jendela selebar-lebarnya. Begitu sampai di Jakarta perut kembung karena banyak makan angin.

Hari pertama kerja diisi dengan terlebih dahulu saling mengucapkan selamat tahun baru kepada rekan-rekan dan pimpinan, ngecek email dan …. kompie ngadat. Jam 12.00 teng, makan siang kemudian istirahat siang diisi dengan bicara ngalor-ngidul dengan teman-teman sekantor sampai jam 13.00 wib. Selanjutnya masuk kantor lagi mulai menyusun laporan realisasi keuangan proyek. Pukul 18.00 wib dipanggil oleh pimpinan perusahaan. Setelah basa-basi saya laporkan secara lisan penyelesaian pekerjaan renovasi site yang dilaksanakan diakhir tahun 2008. Tepat jarum jam menunjukkan angka 18.15 wib ,setelah basa-basi, juga pimpinan perusahaan memberitahukan bahwa kontrak kerja saya tidak diperpanjang. Alasan tidak diperpanjang adalah labla…blabla…blabla…. Terhitung mulai tanggal tujuh januari 2009 secara resmi saya sudah punya status baru, mantan karyawan. Demikianlah para pembaca, jadi nanti kalo blog saya ini jarang di update harap maklum aja, yang punya lagi kena krisis. Mungkin krisis financial, seperti yang dialami Lehman Brothers dan konco-konconya.

Nah, untuk obat hati dan jiwa resah sebagaimana permulaan awal kalimat posting kali ini saya kutipkan pernyataan William James, “Andaikata Dostoyevsky dan Leo Tolstoy tidak mengalami kehidupan yang pahit, keduanya tak akan sukses menulis memoar dan novel-novel yang mengagumkan dan abadi hingga saat ini.” Siapa itu William James? Yang jelas dia bukan bapak saya, saudara atau atau pun famili jauh. Anda tinggal datang ke toko buku cari dan baca buku-bukunya. Nanti akan tahu sendiri siapa dia (kalo ada duit sebaiknya buku karangan beliau dibeli, kalau dibeli minimal anda sudah ikut melariskan dagangan yang punya toko buku). Saya sehabis memposting tulisan ini akan berangkat ke mantan kantor, masih ada yang harus diselesaikan secara jantan, hehehe…. Dan sore hari mau ke toko buku Gramedia yang ada di D’Best Fatmawati Jakarta, saya mau beli buku karangan Ichanx, seorang blogger ngetop yang setiap posting di blognya dia dikomentari oleh pengunjung rata-rata diatas seratus komentar. Ichanx barus saja menerbitkan buku dengan judul Bankir Sesa(a)t.

Demikianlah posting kali ini, mohon doa-nya untuk kesuksesan saya, dadaaaa…..

26 Tanggapan to “Putusss…”

  1. achill Says:

    turut berduka atas pemutusan status karyawannya… wait.. tapi kenapa mendadak begitu ya? seperti yang kamu bilang tolong diselesaikan secara jantan!!!! salam kenal😉
    *sore ini baru mau ke Gramed.. yupss.. Gramedia D’best Fatmawati… modal ngesot doank😛

    @ achill
    Terima kasih, achill. Lebih saya gak berdebat mengenai phk ini, positive thingking aja. Emang tinggal dimana chill ke gramed D’Best Fatmawati modal ngesot doang.

  2. yande Says:

    Salam kenal dari Bali bro, keep tryin, semoga berhasil

    @ yande

    Trims, bro.

  3. Syams Ideris Says:

    Ikut prihatin…atas kondisi yang dialami Mas Alris. Mudahan semua bisa dilalui dengan baik. Sebagai sahabat blogger saya hanya bisa mendoakan dari jauh moga Mas Alris dapat memperoleh jalan keluar dari krisis ini.
    Sedikit saran, positif thinking aja dech. Siapa tahu (dan mudah-mduahan) hal ini adalah jalan untuk mendapat pekerjaan yang lebih menjanjikan lagi. Allah adalah Maha Pemberi Rizki.

    @ Syams Ideris
    Doa dari Pak Syams merupakan salah satu penguat saya. Amin.

  4. marsudiyanto Says:

    Saya salut pada cara Mas Alris menghadapi masalah, karena apapun memang musti dihadapi dengan tegar, bukan dengan kecengengan berlarut2…
    Semoga ada jalan keluar (dan pastinya ada!)
    Selamat berjuang kawan…
    Salam buat keluarga

    @ marsudiyanto
    Saya berusaha berfikir tenang dan yang wajar aja, mas. Insya Allah semua ada jalan, asal ikhtiar. Trims.

  5. kweklina Says:

    Semoga dibukakan pintu rezeki lain oleh Tuhan Buatmu sobat!
    Thanks kamu mau menceritakan ceritamu diemail…dan sudah kujadikan postingan diblogku…semua blogger mendoakanmu supaya cepat dapat pekerjaan baru.
    Tetap semangat ya!😀

    @ kweklina
    Amin. Terima kasih sahabat.

  6. imoe Says:

    jangan menyerah broo

    @ imoe
    Oke, bro.

  7. abdal malik Says:

    Makasih kunjungannya,
    O, ya… buat masukan, saya punya tulisan tentang kebahagiaan rumah tangga. Tetap semangat bro…

    @ abdal malik

    Makasih, broo

  8. Zulmasri Says:

    tegar…!
    tapi ngomong-ngomong ada minat jadi anggota dpr juga? hati-hati, diawasi kpk lho

    @ Zulmasri
    Ok, bro. Saat ini belum minat jadi anggota legislatif.

  9. jurnalis Says:

    Kunjungan balik ke blog anda …
    betul-betul perjuangan yang keras dan wew …..
    Mas Alris semoga tetap tekun dan tabah dalam menghadapi pergelutan kehidupan sebagaimana dengan tukang ojek …
    Salam perjuangan

    @ jurnalis
    Amin.

  10. ayik Says:

    sabar ya Mas…orang sabar mesti subur, yen ora sabar cepet masuk kubur….

    @ ayik

    Kata orang kampung saya, “Sabalah, sabalah.” Maksudnya ada dua yaitu : sing sabar, dan satu pihak.
    Jadi saya artikan bersabar disatu pihak, hehehe…

  11. Deddy Says:

    Turut prihatin Da, wak yakin Uda mampu bertahan …

    @ Deddy
    Trims Deddy, Insya Allah.

  12. jiwakelana Says:

    Thanks dah bertamu ke gubugku dan maaf baru smpat kunjungan balik maklum jalanan macet banyak spanduk dan poster caleg yg menghalangi. Ikut prihatin dgn masalahnya, tp yakin disaat pintu yg satu tertutup, pintu yg lain terbuka.

    @ jiwakelana
    Terima kasih, mas. Semoga segera terbuka pintu yang lainnya, amin.

  13. kenuzi50 Says:

    Salam kenal ah…..

    @ kenuzi50

    Salam kenal lagi.

  14. Nyante Aza Lae Says:

    Mas..kita ternyata sama-sama orang kampung..he..he..
    Btw..harus tetap semangat dongg..yakinlah Tuhan Maha Adil..

    @ Nyante Aza Lae
    Yup.

  15. Rian Xavier Says:

    Salam kenal dan yang semangat yah.🙂

    @ Rian Xavier
    Ok, tetap semangat, dong.

  16. nirmana Says:

    Tapi kadangkala hidup yang ditawarkan bukan merupakan pilihan, kita harus menerima dan mengambil peluang walau bukan apa yang kita inginkan, tul ga?

    @ nirmana
    Betul terima dan ambil peluang. Saya pikir hidup bukan ditawarkan, tapi adalah pilihan.

  17. marshmallow Says:

    mantan karywan tapi calon bos, euy!
    kalau bisa jadi bos bagi diri sendiri, ngapain juga jadi pesuruh bagi orang lain kan, da?
    saya doakan tahun ini kehidupan da alris dan keluarga semakin penuh keberkahan. amin.

    @ marshmallow
    Kalo udah jadi bos, ya gak usah diatur orang lain lagi. Terima kasih doa-nya, semoga cepat dikabulkan. Amin

  18. isdiyanto Says:

    rejeki tu sudah diatus sama yang diatas,, tenang aja,mesti ada rejeki dari pintu yang lainnya///

    @ isdiyanto
    Bener, mas.

  19. easy Says:

    saya ikut mendoakan deh untuk kesuksesannya..🙂

    @ easy
    Amin.

  20. Oemar Bakrie Says:

    Tetap semangat ya Uda. Semoga Allah SWT memberi jalan terbaik bagi Uda dan keluarga …

    @ Oemar Bakrie
    Terima kasih, Pak Hendra. Amin.

  21. dadan Says:

    tetap positif dan optimis mas .. rejeki bertebaran dimana-mana .. sukses selalu ya ..

    @ dadan
    Ok, mas. Sukses juga buat mas.

  22. ironepunxs Says:

    saia dengan cinta dan persahabatan🙂
    salam kenal

    @ ironepunxs
    Sama, cinta dan persahabatan. Salam kenal lagi.

  23. achmad sholeh Says:

    Tetap berkhusnudzon kepada Allah adalah sesuatu yang bijaksana Mas, karena di balik musibah pastilah ada hikmah yang belum pernah kita ketahui

    @ achmad sholeh
    Insya Allah, saya berkhusnudzon terhadap siapa aja.

  24. cecepswp Says:

    Yang penting maju terus pantang mundur, kalo mundur bisa-bisa kecebur sumur…

    @ cecepswp
    Betul, mas. Kehidupan ini akan maju terus, the show must go on.

  25. siwi Says:

    tetep semangat..!!
    tetep tersenyum..!!
    tetep berusaha.. !!🙂

    @ siwi
    Oke,oke…

  26. 4ddl Says:

    Nice Info, thanks😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: