Belut

Masakan Papan Atas nan Bergengsi

Belut (Monopterus albus) adalah salah satu sumber energi dan protein yang sangat potensial. Saat ini belut bukan hanya dikonsumsi oleh orang-orang pedesaan di Indonesia. Rasanya yang lezat dan tingginya kandungan protein yang terdapat di dalam dagingnya ternyata telah menghipnotis dan bikin kecanduan penduduk dinegara-negara Jepang, Hongkong, Cina, Malaysia, Taiwan, Korea Selatan dan Singapura. Negara tersebut merupakan negara pengkonsumsi belut paling besar di Asia. Di negara-negara seperti Italia, Perancis, Spanyol, Belanda, Denmark, Inggris, Australia, dan Selandia Baru sudah menjadikan belut sebagai menu tambahan dalam setiap hidangan. Bahkan bangsa Jepang melirik belut untuk mendapatkan sedikit kenyamanan ketika musim panas melanda. Memakan belut sayur atau rebus selama musim panas, terutama ketika masa “Doyo Ushi no Hi.” Sejak lama belut dipandang sebagai cara efektif untuk melawan hawa panas, dihidangkan di atas mangkuk nasi dan disiram kuah saus. Karena belut mengandung protein kadar tinggi, maka menyantapnya ketika musim panas salah satu cara untuk meningkatkan energi yang terkuras. Ketika musim panas melanda negeri itu, nafsu makan hilang gara-gara udara panas. Dalam setahun bangsa matahari terbit, menetapkan satu hari sebagai Hari Belut. Saat itulah para koki terampil dari restoran-restoran khusus bangun pagi-pagi sekali untuk merebus belut. Bahkan ada yang memasak belut sampai 1000 ekor. Ganbatte, yo. *uuueedan, tenan* Bagi masyarakat Eropa, belut merupakan masakan papan atas yang hanya bisa ditemui di hotel berbintang dan restoran mewah. Tentunya, hidangan ini tidaklah murah harganya. Berdasarkan hal itu, tak ayal jika bisnis belut makin hari makin meningkat. Untung gua gak tinggal di Eropa, sehingga dengan beberapa ribu rupiah saja sudah bisa menikmati maknyus-nya masakan belut.😉

Sumber Energi dan Protein

Menilik kandungan energi dan gizi yang ada pada belut juga cukup tinggi. Belut mempunyai nilai energi 303 kkal per 100 gram daging. Dibandingkan telur dan daging sapi, nilai energi belut jauh lebih tinggi. Bandingkan, nilai energi telur (162 kkal/ 100 g tanpa kulit) dan daging sapi (207 kkal per 100 g). Oleh karena itu belut sangat baik untuk digunakan sebagai sumber energi. Nilai protein pada belut lebih tinggi dibandingkan telur. Nilai protein ini hampir setara dengan daging. Nilai protein belut adalah (18,4 g/ 100 g,) nilai protein daging (18,8 g/ 100g,) sedangkan nilai protein telur (12,8 g/100 g). Seperti jenis ikan lainnya, nilai cerna protein pada belut juga sangat tinggi, sehingga sangat cocok untuk sumber protein bagi semua kelompok usia, dari bayi hingga manula. Protein belut juga kaya akan beberapa asam amino yang memiliki kualitas cukup baik, yaitu leusin, lisin, asam aspartat, dan asam glutamat. Leusin dan isoleusin merupakan asam amino esensial yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan anak-anak dan menjaga keseimbangan nitrogen pada orang dewasa. Leusin juga berguna untuk perombakan dan pembentukan protein otot. Asam glutamat sangat diperlukan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan asam aspartat untuk membantu kerja neurotransmitter. Tingginya kadar asam glutamat pada belut menjadikan belut berasa enak dan gurih. Dalam proses pemasakannya tidak perlu ditambah penyedap rasa berupa monosodium glutamat (MSG). Kandungan arginin (asam amino nonesensial) pada belut dapat memengaruhi produksi hormon pertumbuhan manusia yang populer dengan sebutan human growth hormone (HGH). HGH ini yang akan membantu meningkatkan kesehatan otot dan mengurangi penumpukan lemak di tubuh. Hasil uji laboratorium juga menunjukkan bahwa arginin berfungsi menghambat pertumbuhan sel-sel kanker payudara.

Mineral dan Vitamin

Belut kaya akan zat besi (20 mg/100 g), jauh lebih tinggi dibandingkan zat besi pada telur dan daging (2,8 mg/ 100g). Konsumsi 125 gram belut setiap had telah memenuhi kebutuhan tubuh akan zat besi, yaitu 25 mg per hari. Zat besi sangat diperlukan tubuh untuk mencegah anemia gizi, yang ditandai oleh tubuh yang mudah lemah, letih, dan lesu. Zat besi berguna untuk membentuk hemoglobin darah yang berfungsi membawa oksigen ke. seluruh jaringan tubuh. Oksigen tersebut selanjutnya berfungsi untuk mengoksidasi karbohidrat, lemak, dan protein menjadi energi untuk aktivitas tubuh. Itulah yang menyebabkan gejala utama kekurangan zat besi adalah lemah, letih, dan tidak bertenaga. Zat besi juga berguna untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sehingga tidak mudah terserang berbagai penyakit infeksi. Belut juga kaya akan fosfor. Nilainya dua kali lipat fosfor pada telur. Tanpa kehadiran fosfor, kalsium tidak dapat membentuk massa tulang. Karena itu, konsumsi fosfor hares berimbang dengan kalsium, agar tulang menjadi kokoh dan kuat, sehingga terbebas dari osteoporosis. Di dalam tubuh, fosfor yang berbentuk kristal kalsium fosfat umumnya (sekitar 80 persen) berada dalam tulang dan gigi. Fungsi utama fosfor adlaah sebagai pemberi energi dan kekuatan pada metabolisme lemak dan karbohidrat, sebagai penunjang kesehatan gigi dan gusi, untuk sintesis DNA serta penyerapan dan pemakaian kalsium. Kebutuhan fosfor bagi ibu hamil tentu lebih banyal dibandingkan saat-saat tidak mengandung, terutama untuk pembentukan tulang janinnya. Jika asupan fosfor kurang, janin akan mengambilnya dari sang ibu. Ini salah satu penyebab penyakit tulang keropos pada ibu. Kebutuhan fosfor akan terpenuhi apabila konsumsi protein juga diperhatikan. Kandungan vitamin A yang mencapai 1.600 SI per 100 g membuat belut sangat baik untuk digunakan sebagai pemelihara sel epitel. Selain itu, vitamin A juga sangat diperlukan tubuh untuk pertumbuhan, penglihatan, dan prows reproduksi. Belut juga kaya akan vitamin B. Vitamin B umumnya berperan sebagai kofaktor dari suatu enzim, sehingga enzim dapat berfungsi normal dalam proses metabolisme tubuh. Vitamin B juga sangat penting bagi otak untuk berfungsi normal, membantu membentuk protein, hormon, dan sel darah merah.

Lemak

Meskipun mempunyai nilai gizi yang tinggi, kandungan lemak pada belut cukup tinggi, yaitu mencapai 27 g per 100 g. Lebih tinggi dibandingkan lemak pada telur (11,5 g/100 g) dan daging sapi (14,0 g/100 g). Walaupun kadar lemaknya tinggi, belut tidak perlu dihindari dalam pola makan kita. Bagaimanapun, lemak memegang peran penting sebagai somber kelezatan, sumber energi, penyedia asam lemak esensial, dan tentu saja sebagai pembawa vitamin min larut lemak (A, D, E dan K). Pada lemak ikan terdapat vitamin D yang cukup tinggi, yaitu 10 kali lipat dibandingkan bagian dagingnya dan 50 kali lipat vitamin D yang terdapat pada susu. Vitamin D sangat berguna bagi tubuh untuk membantu penyerapan kalsium dan menghalanginya dad proses resorpsi (pelepasan kalsium dad tulang). Upaya untuk mengurangi kadar lemak pada belut adalah dengan cara dipanggang di atas bara api. Proses pemanggangan akan menyebabkan lemak mencair dan keluar dari daging belut, menetes ke bara api. Sebaiknya belut tidak diolah dengan cara digoreng, agar kadar lemaknya tidak bertambah banyak. Seperti pada jenis ikan lain, belut juga mengandung asam lemak omega 3. Kadar omega 3 pada lemak ikan, termasuk belut, sangat bervariasi tetapi berkisar antara 4,48 persen sampai dengan 11,80 persen. Kandungan omega 3 pada ikan, tergantung kepada jenis, umur, ketersediaan makanan, dan daerah penangkapan. Dan hasil penelitian, diketahui bahwa bagian tubuh ikan memiliki lemak dengan komposisi omega 3 yang berbeda-beda. Kadar omega 3 pada bagian kepala sekitar 12 persen, dada 28 persen, daging permukaan 31,2 persen, dan isi rongga perut 42,1 persen (berdasarkan berat kering).

Belut dan Jengkol

Nah, saudara-saudara mikir apalagi, hayo kita makan dengan lahap hidangan masakan belut. Mau digoreng, digulai, dipepes atau dibakar… monggo. Sesuai kesukaan dan selera masing-masing. Dan jangan lupa ditambah semur jengkol, pasti rasanya top markotop. *lho, jengkol kok ikutan* Mertua lewat juga gak bakalan keliatan *mertua lewat jalan depan rumah, saya makan di ruang makan deket dapur, hayo gimana bisa keliatan..*

referensi : – Tabloid SENIOR  – http://iswadi37.wordpress.com   – http://agromedia.net/

catatan penting : tulisan ini juga bisa dilihat, dibaca dan silahkan di copy paste semau ente di http://alrisjualan.blogspot.com

19 Tanggapan to “Belut”

  1. Syams Ideris Says:

    Jadi curiga nih..apa mas Alris mau buka usaha peternakan dan usaha rumah makan belut. sedaaaapppp!!!🙂

    @ Syams Ideris
    Mau usaha jualan belut, Pak Syams. Insya Allah kalo dikasih jalan buat bikin rumah makan dengan menu utama belut, kenapa tidak.

  2. bocahbancar Says:

    Hohohooh Saya suka keripik belut Maz…
    Salam…

    @ bocahbancar
    Saya paling suka goreng belut cabe hijau…

  3. lescaboma Says:

    makan belutnya sih doyan banget. cuman ngolah dan masaknya yang belum tega… hhehehehehe😀

    @ lescaboma
    Saya makannya doyan, ngolahnya juga mau…

  4. NINA Says:

    belut da jd menu fave dr kecil…lezat banget sih..(^_^)

    @ NINA
    Emang maknyuss..

  5. anggianidini Says:

    belut-belut, kecil2 jadi primadona…
    (tapi se-primadona-primadona-nya belut, sya gak bisa makannya, licin…….^_^)

    @ anggianidini
    Licin enak.

  6. Catra Says:

    saya penggemar belut lho hehehe

    @ Catra

    Sama….

  7. juliach Says:

    Di kolam ortu banyak belut… akh nggak di desa aja tuh di pasar grogol ada banyak juga… tapi yang dari Solo koq gorengan belutnya kemripik tenan… gimana cara bikinnya ya…

    @ juliach
    Bagi dong…

  8. Ikkyu_san Says:

    wow tulisan yang lengkap sekali.
    EM

    @ Ikkyu_san
    Trims, ayo makan unagi.

  9. ernut Says:

    saya doyan belut, tapi yang udah mateng!

    @ ernut
    Kalo makan belut mentah, buas dong🙂

  10. kahfinyster Says:

    belut balado,,mantep,,

    @ kahfinyster
    Maknyussss

  11. kishandono Says:

    ^ke pasar, belanja belut^

    @ kishandono
    Cabe hijo, bawang merah, garam, minyak sayur…..

  12. khofia Says:

    anuu… jangan2 pak alris mo bikin usaha peternakan belut? saya ga suka belut sih. tapi dulu mayan sering beli keripik belut tiap kali pulang kampung ke jogja. secara temen kost sama temen kantor pada titip gratis! dan setelah enek, saya pun ga mau lagi beliin mereka (^_^)7

    @ khofia
    Peternakan belut? Lagi nungggu investor…

  13. 迷你倉 Says:

    Happy Lunar New Year.
    Tony
    荔枝角卓越迷你倉
    香港仔時昌迷你倉

  14. Agung Rahmatullah Says:

    Wah2
    Jadi tambah banyak nih dukungan sama ikan belut
    Yummy
    Btw lam knal

    @ Agung Rahmatullah
    Ayo, rame-rame makan belut. Sumber gizi dan protein yang mantap.

  15. imoe Says:

    mantap mah…baluik kariang payakumbuah nan lamak bana….

    @ imoe
    Sero, tu mah.

  16. Denmasrul Says:

    Saya suka belut.. apalagi yang kecil-kecil… kalau yang besar-besar.. bagian kepalanya saya buang.. ndak tega makannya🙂

  17. omoshiroi Says:

    makan belut sembari gelut di gunung kelud bikin sakit perut..
    hehe
    keknya da sini (endonesha) belut mah bkan mkanan yg spesial da, tp kok ternyata di nagri sono dianggep spesial ye..
    baru tehe saia..
    bei dhe wei, saia sukaknya kripik belut yg renyah..

    @ omoshiroi
    Bukan makanan yang istimewa, malah cendrung yang doyan orang ndeso kayak saya.

  18. Woman Army Says:

    heheheh, jadi ingat waktu pendidikan…waktu itu masih masa orientasi ( MOS ) ada kegiatan malam dihutan, aku diperintahkan untuk menagkap belut yg ada di dalam ember ( mana licinx minta ampun ) trus diperintah untuk mencium bibir belut itu sementara jgnkan memegang, melihatx aja aku gak rela…tapi krn namax perintah dari pelatih akhirx dilaksanakan juga walaupun rasax pengen pipis sambil berlari….AAAAAAAAAAAAAA….bukan takut sih tapi geli…

    @ Woman Army
    Hehehe.. pengalaman lucu ya.

  19. Ardika Putra Says:

    Knapa se belut akan cepat mati jika ditaburi garam?

    @ Ardika Putra
    Wah, saya gak tau. ya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: