Ditolak Janda, malu gak…?

Ditolak janda, pernahkah anda alami. Bisa jadi bagi yang sudah berpengalaman dalam per-asmara-an itu hal yang sudah pernah dilalui. Tapi bagi pemula ini mungkin hal baru. Kabarnya untuk mendekati janda saja bahkan dibutuhkan semangat lebih bila dibandingkan dengan untuk menggaet abg misalnya. Mungkin ini berhubungan dengan pengalaman masing-masing individu yang bersangkutan. Saya sendiri gak punya pengalaman tentang hal itu, dan postingan ini tidak berhubungan dengan janda dalam arti mantan istri orang lain. Ini hanya menyangkut dengan beberapa hal yang berhubungan dengan upaya dalam usaha mendapatkan kembali status sebagai karyawan.

Beberapa minggu lalu saya mendapat beberapa panggilan untuk wawancara kerja. Sebagai penganguran yang lagi gak banyak acara dengan senang hati saya mengikuti satu per satu test dan wawancara kerja yang diadakan oleh beberapa, -artinya lebih dari satu-  perusahaan sebagai pengundang saya. Test-nya biasa, standarlah. Datang ke kantor pengundang, isi daftar hadir, menunggu giliran beberapa menit (biasanya yang saya alami menunggu diatas 20 menit), dipanggil mba resepsionis disuruh ngisi data-data diri & pengalaman kerja yang dimiliki. Kemudian test tertulis materinya sesuai dengan bidang  yang akan digeluti dan posisi yang ditawarkan. Setelah test teknik praktis, materi test biasanya berupa ilmu terapan yang biasa  digunakan dilapangan, masih dilanjutkan dengan test psikologi, yang bagi saya kadang materinya sedikit membosankan. Habis itu masih dilanjutkan wawancara dengan pihak hrd, kalau nasib masih berpihak akan dilanjutkan dengan wawancara lagi dengan manajer operasional atau project manager sebagai user. Kalau masih oke, alias user suka dan merokemendasikan untuk dicoba, wawancara masih ada lagi, Selanjutnya negosiasi soal besaran gaji dengan manajer hrd. Jika semua proses itu dilalui dengan dengan mulus dan kedua pihak sepakat maka resmilah diangkat sebagai karyawan kontrak.

Dari beberapa test itu, ada yang saya alami langsung wawancara dengan pihak user dalam hal ini dengan manajer operasional. Tidak pake daftar di mba resepsionis, tidak test tertulis, tidak test psikologi, tidak wawancara dengan hrd. Pokoknya maknyusss langsung wawancara dengan yang akan menjadi atasan saya. Maka terjadilah percakapan seperti dibawah ini. (percakapannya sudah diringkas dan disesuaikan sedikit dengan bahasa yang bener, selama bincang-bincang dengan calon user banyak kata-kata gak penting gak ditulis disini yang keluar.  nama yang ditulis bukan nama sebenarnya, kecuali nama penulis)

Alris : (ketok pintu) Selamat sore Pak X, saya Alris yang telpon Bapak tiga hari lalu. (saya perlu memperkenalkan diri karena Pak X adalah manajer operasional yang baru di perusahaan PT. Y)

Pak X : Oh, ya. Silahkan masuk, boss.

Alris : (bingung dipanggil BOSS) melangkah masuk ruangan pak X.

Pak X : Silahkan duduk, Pak Alris. Gimana, kabar? Apa kegiatan sekarang?

Alris : Kabar baik, pak. Alhamdulillah saya sehat. Kegiatan saya sekarang masih nganggur, pak. Ada, sih, sedikit gawe jualan selimut, sprei, bedcover dan bantal selimut. Tapi itu kalau ada pesanan dari teman yang ada di luar Jakarta.

Pak X : Ooh, bagus itu. Jadi barang jualannya dikirim ke luar Jakarta? Kemana tuh Ris?

Alris : Yang sudah berjalan saya kirim ke Palangkaraya dan Padang. Pesanannya gak rutin,pak. Kadang dalam sebulan sekali pesan, kadang dua atau tiga kali. Gak menentu.

Pak X : Jadi, begini Ris. Kita, -maksudnya PT. Y tempat pak X bekerja- ada proyek di Sulawesi dan Indonesia Timur. Proyeknya ada sekitar 800 site.

Alris : Wah, banyak banget ya, pak. Apa semuanya site baru, expansi atau renovasi?

Pak X : Ada beberapa site yang baru, tapi mayoritas adalah penambahan utilitas dan sarana pendukung seperti penambahan AC,  pondasi dudukan outdoor bts, penambahan outdoor tray & indoor tray, kabel instalasi penangkal petir dan pekerjaan pendukung perangkat radio. Dan semua item pekerjaan itu kita kerjakan sendiri tidak pake subcont. Waktu penyelesaikan pekerjaan itu juga mepet, tidak sampai tiga bulan.

Alris : Perlu kerja keras, ya, pak. Sudah waktunya mepet, jumlah site-nya juga banyak banget.

Pak X : Kita perlu beberapa orang lagi untuk jadi supervisor. Alris lebih sreg kemana kalau seandainya kita jadi rekrut.

Alris : Selama bekerja di grup A pengalaman saya lebih banyak dilapangan sebagai supervisor CME. Waktu di PT. X saya supervisor CME untuk proyek backbone tsel area Kalimantan. Terakhir saya di PT. K menangani renovasi pekerjaan CME untuk site di daerah Banten, proyek roll out 2007 isat. Emang butuh supervisor untuk lapangan atau buat di kantor juga, pak.

Pak X : Ada buat lapangan, dan butuh juga buat di kantor.

Alris : Kalau boleh memilih, untuk saat ini karena anak-anak saya sedang sakit saya lebih cendrung untuk supervisor yang banyak berada di kantor, pak. Tapi kalau yang dibutuhkan untuk lapangan saya juga siap sedia untuk ke lapangan. Yang namanya bekerja dengan orang kan kita gak bisa memilih sesuai dengan kehendak kita, ya, pak. Resiko bekerja jadi karyawan harus taati aturan yang dibuat perusahaan.

Pak X : Iya, kita butuh beberapa tenaga terutama untuk lapangan. Tapi, Alris siap, ya, kalau dikirim ke lapangan.

Alris : Siap, pak. Sebagai karyawan tentu harus mengikuti maunya perusahaan. Ya, gak bisa seenaknya atau maunya sendiri. Saya siap kok, pak.

Pak X : Ok, tunggu Pak Z kembali dari luar kota, saya juga perlu konsultasi dulu sama dia sebagai orang yang nanti akan jadi atasan langsung Alris. Nanti hari senen datang lagi, ya.

Alris : Sebaiknya saya tunggu kabar dari Pak X aja. Nanti saya kesini hari senen ternyata Pak Z belum datang dari luar  kota, kan sia-sia aja, pak. Begitu Pak Z ada di kantor saya segera akan menghadap Bapak dan Pak Z. Saya juga akan telpon Pak Z kapan beliau pulang dari luar kota dan berada di kantor.

Pak X : Siiip, sampai minggu depan, ya.

Alris : Terima kasih, pak. Saya sudah dikasih kesempatan, minimal untuk menghadap dan ngomong-ngomong dengan Pak X hari ini.  Walaupun baru ini kita bicara secara lebih dekat dan secara langsung, tapi saya sudah beberapa kali ketemu Bapak di kantor pusat grup dan kantor ini. Makasih sekali lagi, ya, pak. (saya menyalami Pak X, pamit, keluar ruangannya dan cabut ke lantai dua kantor yang sama untuk sholat magrib di mushalla)

Selesai sholat saya bertemu beberapa kawan yang saya kenal, yaitu teman-teman bagian marketing dan supervisor yang dulu sama-sama dilapangan. Mereka menanyakan apakah saya sudah menghadap pak X, karena butuh karyawan untuk ditempatkan dilapangan. Saya jawab sudah, kelanjutannya menunggu project manager-nya kembali dari luar kota. Saya sempat ketemu dan berbincang sebentar dengan direktur HRD & GA perusahaan tsb. Beliau juga menanyakan apakah saya sudah menemui pak X saya jawab sudah, dan kelanjutannya menunggu pak Z datang dari luar kota. Dengan pak direktur HRD & GA ini malah pembicaraan sekilas saya dengan beliau sudah mengarah ke soal teknis pekerjaan lapangan : Alris nanti kalo dilapangan harus begini, begitu; tunjukkan kamu sebagai orang yang berpengalaman kerja lebih baik dari yang lain; harus menguasai secara garis besar semua pekerjaan karena akan lebih banyak item pekerjaan yang akan dilaksanakan sendiri pakai tenaga lokal; berpikir komprehensiv dan jauh kedepan; sinergi dengan teman-teman tenaga teknisi radio; dan blab la bla… Saya semakin yakin akan diterima kembali bekerja di PT. Y setelah mendengar ceramah singkat dari pak direktur tersebut

Seminggu kemudian saya datang lagi ke kantor perusahaan itu menemui sang manajer operasional, karena pak Z sudah datang dari luar kota dan sudah masuk kantor. Ini sebagian pembicaran kami bertiga yaitu antara saya, pak X dan pak Z (Dialog dibawah ini sudah saya pangkas, permak dan edit disana-sini seperlunya)

Alris : Gimana, pak kelanjutan bincang-bincang kita minggu lalu (saya bertanya ke pak X)

Pak X : Begini, Ris, saya ragu untuk menerima kamu. Ragu, bukan meragukan kemampuan kamu untuk bekerja di lapangan. Kalo soal teknik dan kemampuan kamu untuk bekerja tidak perlu diragukan lagi. Kamu kan sudah berpengalaman dibidang yang sama dan pekerjaan yang akan dilaksanakan tidak ada hal yang baru buat kamu. Yang kami ragukan keseriusan dan fokus kamu dalam melaksanakan pekerjaan nantinya. Karena sifat pekerjaan ini yang sangat mendesak dan jumlah site yang banyak dibutuhkan orang yang bener-bener fokus tidak diganggu hal lain. Sementara kamu kan sudah punya keluarga, punya anak dan istri, kami khawatir nantinya kamu gak betah lama-lama di site.

Alris : Kalau Bapak meragukan keseriusan saya untuk ditempatkan dilapangan saya bersedia bikin surat pernyataan, bahwa saya siap ditempatkan sebagai supervisor di lapangan.

Pak Z : Iya, Ris. Kami sih gak meragukan kompetensi kamu, kan kamu bekas karyawan sini juga. Yang kami kirim saat ini ke lapangan adalah bujangan semua, pada belum berkeluarga. *belakangan saya tau beberapa supervisor yang dikirim ke lapangan untuk proyek tsb sudah beranak istri*

Pak X : Jadi, gini aja Ris, mari kita sama-sama berpikir. Saya berfikir, Pak Z berfikir. Nanti kalo ada perkembangan akan saya kasih tau.

Alris : Ok, pak. Kalau emang begitu keputusannya. Saya tunggu aja perkembangan selanjutnya. Tolong di sms, telpon atau email ke saya apapun keputusan bapak-bapak. Terima kasih, ya, Pak X, Pak Z. (saya pun pamit dan keluar ruangan dengan perasaan datar saja. Dan sampai di luar kantor itu saya mengatakan kepada diri saya sendiri, “Percaya, deh, Ris loe gak bakalan direkrut kembali oleh PT. Y Kata-kata mereka tadi hanya basa-basi dan itu untuk menolak loe secara halus,”)

Dan sebulan lebih sudah sejak saya ketemu mereka, sampai saat ini tidak ada kabar melalui sms, via telpon dan lewat email yang mereka sampaikan ke saya mengenai keputusan final apakah saya ditolak total atau diterima kembali untuk bekerja. Rupanya kesibukan beliau-beliau yang super padat telah membuat lupa. “Kamu harus memaklumi Ris mengurus pekerjaan untuk sekian ratus site dengan personil lapangan yang banyak dan terpencar di beberapa pulau memerlukan energi yang prima dan segenap pengabdian. Dibutuhkan konsentrasi yang tinggi dan fokus  untuk menyelesaikan pekerjaan itu. Jadi kalau mereka lupa kepada kamu wajar toh,” kata nurani saya)

Apa moral dari cerita di atas, kang? Nah, ini dia : (ini cuma karangan saya aja, jangan terlalu serius, bro…)

  1. Jangan terlalu berharap kamu akan diterima bekerja disuatu tempat tanpa melalui test, hanya melalui wawancara informal. Walaupun direktur HRD, user-nya kenal baik dengan kamu dan kamu mantan karyawan perusahaan ybs, itu tidak jadi jaminan untuk bisa langsung diterima kembali sebagai karyawan. Tetaplah berpijak di bumi, “saya orang luar yang bukan pemilik perusahaan yang bisa keluar masuk perusahaan seenak dhewek, saya harus ikut aturan main.”

  2. Kalau mengikuti test dan wawancara kerja ikuti aturan yang dibikin oleh perusahaan. Ikuti sesuai urutan, pastikan anda sudah memberikan kemampuan terbaik untuk test dan wawancara itu. Kalau gagal dalam test dan wawancara anggap aja nambah pengalaman, ya, coy.

  3. Seandainya anda sebagai pejabat yang berwenang dalam menentukan karir seseorang jangan pernah memberikan angin sorga atau harapan sembarangan yang bisa bikin angan seorang job seekers terbang ke langit ke tujuh.

  4. Kalau anda membuat janji usahakan untuk ditepati, mungkin waktu untuk menepati janji itu molor sebulan atau lebih. Buatlah alasan yang logis atau bohong yang dilogiskan supaya orang yang dijanjikan tidak dongkol, marah, kecewa atau sakit hati.

  5. Jika jadi pejabat jadikanlah jabatan itu sebagai ladang amal dengan cara yang dibenarkan menurut aturan dan halal tentunya untuk kehidupan anda setelah kehidupan di dunia.

  6. Jangan pernah berpikir sedikitpun untuk jadi mujahidin keblinger kalau anda mengalami kegagalan dan kekecewaan dalam hidup. Nanti anda akan terperosok ajaran, jalan dan pemahaman yang tidak bener, dan stigma teroris akan disematkan ke anda kalau anda ikut bergabung dengan jaringan alqaedah dan sejenisnya, misalnya. Apalagi kalo mau-maunya jadi “pengantin,”  iiiihhhhh serem. Gak kebayang deh. “Lindungi hamba, ya, Allah dari pemahaman yang salah atas ajaran-MU,” kata Alris dalam doa-nya.

  7. Supaya tidak kecewa dan sakit hati apabila gagal dalam test & wawaancara kerja, maka mulai dari sekarang buatlah perusahaan  yang dikendalikan sendiri. Jangan pernah jadi karyawan untuk orang lain kalau anda tidak mau kecewa. Jadilah bos untuk diri sendiri,  anda ikut membantu pemerintah membangun wirausahawan.

  8. Alris masih berjuang mengharungi kehidupan ini untuk  kehidupan yang lebih baik.  *”lautan kaleee yang diharungi,” kata teman saya yang suka melemahkan semangat orang lain untuk maju.

MUIni adalah bedcover dengan logo klub bola MU, gak ada hubungannya sama posting. Klub bola yang lain yang ada logonya di bedcover adalah : Inter Milan, Juventus, Liverpool, Chelsea.   Kalo minat beli melalui saya ok aja lagi. Call aja esia saya : 021-92194404

24 Tanggapan to “Ditolak Janda, malu gak…?”

  1. kawanlama95 Says:

    Ya melamar pekerjaan memang tidak mudah saat ini. Bagaimana bikin perusahaan sendiri, wah modalnya pake apa. Modal niat aja kalau ga ada dana. dan berusaha menjalin dengan bos2 nanti juga keluar dananya untuk modal.

    @ kawanlama95
    Iya, ikhtiar dan berdoa, bro. Semoga Tuhan segera kasih jalan, amin.

  2. cantigi Says:

    cerita realistis dan sering di alami. mudh2an tetap sabar dan semangat terus bro!

    @ cantigi
    Makasih, pren.

  3. Oemar Bakrie Says:

    Semoga lebih sukses lain kali, tetap semangat boss ! (ikutan manggil boss seperti pak X … hehehe).

    @ Oemar Bakrie
    Makasih, boss. Eh, maaf pak Hendra.

  4. ichanx Says:

    sabar bro… sabar… nasib kita sama…🙂

    @ ichanx
    Kalo kata sabar diterjemahkan ke bahasa nenek moyang saya adalah : sabalah
    Artinya : satu pihak. Jadi pihak saya aja yang sabar dulu.

  5. marshmallow Says:

    hm… bukan masalah diterima atau tidak, tapi lebih kepada menepati janji ya, da? mungkin bagi beberapa orang mencari pekerjaan bukan hal sulit. namun bagi orang yang sedang membutuhkan, janji-janji manis akan sangat membangkitkan harapan. jangan patah semangat, da. insya allah yang terbaik diberikan allah bila terus berdoa dan ikhtiar. menjadi buruh orang lain bukan satu-satunya cara memperoleh rezeki.

    @ marshmallow

    Batua, uni Hemma. Soal ditarimo atau indak kan indak ambo nan mamutuihkan🙂 Tapi itu, lho…janjinya mannnaaa…!!!

  6. JONK Says:

    sef, mas alris, walaupun tidak di terima kembali di sana, tapi semoga usaha yang sekarang di tekuni bisa semakin berkembang. Sukses terus mas🙂

    @ JONK
    Makasih, JONK. Doa-nya, Amin

  7. mikekono Says:

    sabar bro…..,
    kalau cuma ditolak janda
    gak apa2lah, gadis2
    kan masih banyak…..
    maju terus…….semangat @!

    @ mikekono
    Gadis sekarang kebanyakan udah materialis, sesuai tuntutan jaman🙂
    Makasih, mas.

  8. Wempi Says:

    biasanya kalo tidak dihubungi lebih dari 2minggu berarti ditolak walaupun tidak ada standarisasi resmi untuk itu.
    nan penting tetap barusaho dan suko baragiah, ingat… dan harus yakin bahwa orang yang suka baragiah indak akan putuih-putuih rasaki nyo doh.

    @ Wempi
    Saya sudah ada feeling gak bakalan diterima waktu bincang-bincang terakhir.
    Iyolah, nan paralu maju taruih. Semoga tatap dipaliharo jiwa baragiah, amin.

  9. soyjoy76 Says:

    Kalau saya bilang ikut prihatin, khawatir bikin kamu jadi lemah semangatnya. Saya cuma mau ngasih semangat aja: ” Ayo Bro, jangan patah semangat, berarti mungkin pintu rezekimu ngga dari sana. Masih ada banyak pintu rezeki yang siap kamu buka. Cari dan bukalah…semoga pintu berikutnya yang kamu buka adalah pintu rejeki utama, alias jackpot”

    @ soyjoy76
    Iya, bro. Kata orang bijak, “ketika satu pintu tertutup pintu lain terbuka.” Saya berusaha untuk menjemput “jackpot” itu.

  10. cantigi Says:

    semangat.. semangat..

  11. mas8nur Says:

    Saya dah ngalami yg begitu dan tau bgt rasanya. Tp setelah ditelusuri ternyata ada rencana Allah yg lebih indah, tergantung apa kita sabar atau tidak.

    @ mas8nur
    Saya sedang berusaha untuk menjalani sabar. Bener, Tuhan mengasih apa yang kita butuhkan, tidak memberi apa yang kita inginkan.

  12. p u a k Says:

    Tetap semangat da.. yang penting business sendiri jalan terus. Sukses yaa..

    @ puak
    Amin.

  13. zulhaq Says:

    itulah kehidupan….
    gw juga pernah merasakan hal yang kurang lebih seperti itu

    @ zulhaq
    Selama masih hidup pasti banyak problem. Lha, wong sudah mati aja masih ninggalin masalah.

  14. nh18 Says:

    Saya suka paragraf yang terakhir … yang dibawah foto itu
    Dalam bahasa Inggrisnya berbunyi …
    “His Name is also effort …”
    a.k.a … Namanya Juga Usaha …hehehe

    @ nh18
    Saya lebih suka lagi kalo barang di foto itu laris manis, namanya juga usaha.
    Kayaknya saya perlu di charge by pak nh18, biar semangat wirausaha berkobar.

  15. pakde Says:

    Kita sering ditakuti oleh bayangan seolah permasalahan yang kita hadapi tampak besar, padahal ketika kita mau melakukan sesuatu, persoalan itu mudah sekali diatasi. Maka, atasi persoalan anda sekarang. Karena belum tentu sebesar yang anda takutkan, dan belum tentu sesulit yang anda bayangkan.
    Urusan dengan Janda.. kenapa harus milih janda?

    @ pakde
    Semoga begitu adanya, pakde. Saya masih harus belajar.

  16. Skagen Says:

    Tetap semangat da.. yang penting business sendiri jalan terus. Sukses yaa..;. All the best!!

  17. imam Says:

    weh panjang banget ceritanya, blm selesai…🙂
    sALAM

  18. genthokelir Says:

    wakakakaka sampean sih melamar janda sampean mau rujuk wakakakaka
    udahlah tetapkan diri anda sebagai pengusaha bukan sebagai pekerja mas
    saya aja yang memiliki kans besar untuk kembali ke Perusahaan yang lama karena tak memiliki pengganti direktur tehnik sampe kini saya tetep milih jadi Pengusaha sendiri mas
    enak dan cepet kaya wamamamamakakakakakkaa
    salam sukses

    @ genthokelir
    Semangat dan sukses dari mas Totok semoga mengalir ke saya, amin.

  19. dewifatma Says:

    Kirain beneran ngelamar janda…hehehe..

  20. HE. Benyamine Says:

    tetap semangat … selagi bisa jadi pengusaha jalani … lamaran bisa tetap jalan juga.

    @ HE. Benyamine
    Trims. Sekarang dimantapkan saja jadi enterpreneur, semoga direstui Tuhan Yang Maha Segalanya.

  21. i@R Says:

    wawawawaw… smoga sukses sampai tujuan.. ^_^V

  22. jojo toto wowo Says:

    waaaaow….pelajaran yang berharga bagiku seorang job seeker…
    iya aq juga pernah PD akan di terima saat wawancara…ternyata sama ajah…
    Hwhee..makasih yaw atas kisahnya…
    salam kenal dariku JOJO…:)

  23. furniture minimalis Says:

    ditolak janda dukun bertindak

  24. Bisnis Token Listrik Says:

    Bisnis Token Listrik

    Ditolak Janda, malu gak…? | Alrisblog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: