Bakureh di Negeri Dhewe, Foya-Foya di Negeri Orang

“Warga asing segera bisa miliki properti. PP kepemilikan rampung tahun ini.” Demikian judul berita yang saya baca di harian Tribun terbitan 11 Januari 2010. Masih menurut koran itu saat ini pemerintah sedang menyiapkan peraturan pemerintah terkait kepemilikan properti komersial oleh warga negara asing. Jika PP ini bisa diwujudkan akan membuka banyak lapangan kerja. Tidak hanya di industri properti itu sendiri, tetapi juga di industri bahan bangunan dan industri pendukungnya. Bahkan menurut para praktisi properti kalau PP kepemilikan properti oleh orang asing ini jadi terlaksana, maka akan memberikan multiplier effect bagi perekonomian nasional. Benarkah begitu?

Sebenarnya  ini sudah berjalan lama, bahwa pihak asing baik perorangan maupun berbentuk badan hukum memiliki properti secara private melalui pihak ketiga di bumi tercinta ini. Cuma kayaknya pemerintah, ya, begitu deh, kura-kura dalam perahu. Jadi secara de facto propert itu dimiliki pihak asing, tapi secara de jure dimiliki oleh warga Negara Indonesia. Properti seperti ini biasanya banyak ditemui di daerah tujuan wisata yang ramai dikunjungi secara reguler. Misalnya ramai dikunjungi ketika musim dingin atau musim panas. Di pulau Dewata banyak dijumpai vila, rumah mewah, atau tempat usaha yang sudah dimiliki warga negara asing, tapi surat-menyurat atau urusan legalnya atas nama warga negara Indonesia. Kalau ente sempat dolan-dolan ke Batam dan sekitarnya, coba tanyain ke penjaga rumah-rumah mewah atau vila yang banyak bertebaran disana, siapa pemilik properti itu. Banyak sekali yang sudah dimiliki oleh warga negara Singapura. Di kota-kota besar seperti Jakarta, misalnya, mungkin juga tidak sedikit properti yang dimiliki oleh warga negara asing. Kecolongankah pihak pemerintah? Ya, nggaklah. Kaki tangan alias pegawai pemerintah kan banyak yang mengawasi dan memantau perpindahan kepemilikan properti, bahkan sampai tingkat kelurahan. Setiap ada perpindahan kepemilikan properti harusnya ada hak negara yang harus dibayar dalam bentuk pajak dan retribusi. Lha, wong balik nama motor butut aja ada pajaknya, kok. Masa properti yang mahal begitu gak kena pajak?

Dan bukankah setiap tahun tanah dan bangunan harus bayar pajak ke negara. Dari data yang disampaikan harusnya sudah tahu properti itu dimiliki wni atau oleh asing. Bukankah tidak logis vila yang berharga miliaran rupiah dalam dokumen legal ditemukan atas nama wni yang setelah ditelusuri ternyata sang pemilik hanyalah seorang penunggu vila yang punya pekerjaan sebagai petani penggarap. Kalau aparat terkait jeli, punya perhatian dan merasa punya kewajiban untuk berbuat terbaik untuk profesinya, apalagi ingin berbuat sesuatu buat negeri ini, maka dengan sangat mudah melacak kepemilikan properti itu.  Atau kasusnya begini. Ujug-ujug ALRIS memiliki rumah mewah di Pantai Indah Kapuk. Harga rumah beserta tanahnya sekitar 10 miliar rupiah. Sewaktu tiba saatnya untuk membayar pajak bumi dan bangunan sepantasnya aparat pajak perhatikan, bahkan bisa curiga. Ini OKB dari mana, apa dia seorang pengusaha sukses; komisaris berbagai perusahaan; birokrat eselon satu di departemen; jenderal di tentara atau kepolisian; profesional terkenal yang memimpin perusahaan raksasa; orang kebagian warisan triliunan rupiah atau menang lotere yang diadakan di kulon? Dari kesemua itu ternyata ALRIS tidak bisa dimasukkan kedalam salah satu  kategori yang disebutkan. Diselidiki, faktanya, ALRIS hanyalah seorang pekerja gado-gado, artinya bekerja apa saja, dan seorang blogger narsis. Ya, begitu deh, ngeblog hanya untuk menunjukkan egonya : orang lain bisa bikin buku bagus, gue juga bisa bikin posting. Intinya sama-sama menulis, begitulah nalarnya yang jongkok.  Lalu aparat negara melakukan penyelidikan lagi, diketahuilah bahwa ALRIS juga tidak melakukan money laundering maupun dapat komisi dari insider trading atau dapat dana talangan bank century. Ternyata setelah diadakan penyelidikan lebih mendalam terbongkar juga kalau properti mewah itu sebenarnya milik seorang bule turunan Qatar yang tinggal di Swedia. Si bule arab ini menjadikan ALRIS sebagai kuda troya untuk menguasai dan memiliki properti mewah itu secara de facto. Sementara urusan legal dan perpajakan dipakailah ALRIS sebagai kuda tunggangan yang memang dibayar untuk itu.

Nah, sidang pembaca yang budiman dan budiwati, dari dua kasus sederhana diatas gampang sekali ternyata menelusuri kepemilikan properti. Tapi memang tidak semua kasus sesederhana dan semudah itu untuk ditelusuri. Kadang sang pemilik warga negara asing sengaja membikin ribet soal urusan legal dan surat-menyurat kepemilikan supaya sulit ditelusuri. Dan kaki tangan pemerintah biasanya juga gak mau pusing soal kepemilikan, selama rajin bayar pajak dan retribusi resmi maupun retribusi siluman. Ya, gak, coy!

Kembali ke soal kepemilikan properti oleh asing ini, menurut bapak menteri yang mengurusi perumahan, akan ada tambahan pendapatan tiga miliar dolar AS atau setara 30 triliun rupiah per tahun (kurs 1 dolar sebesar 10,000 rupiah). Potensinya bahkan sampai enam miliar dolar AS per tahun. Tentunya kran kepemilikan ini kalau dibuka akan ada kekhawatiran, bahwa pihak asing akan mendominasi kepemilikan properti di kota-kota besar dan kota satelitnya yang banyak terdapat industri. Juga di daerah tujuan wisata yang banyak dikunjungi turis asing ditenggarai berpotensi, terutama properti premium, untuk dikuasai pihak asing.

Kalau aturan kepemilikan ini dibuat tanpa syarat ketat dan tanpa rule yang clear alias multi tafsir, jelas kecemasan banyak kalangan ini akan jadi kenyataan dikemudian hari setelah PP itu berlaku. Untuk menghindari hal itu, kita berharap seandainya PP kepemilikan asing atas properti itu jadi dibuat, pemerintah membuat batasan kepemilikan. Misalnya yang boleh dimiliki warga negara asing hanyalah properti minimal senilai 250,000 dolar AS, juga jumlah unit-nya dibatasi atas nama kepemilikan satu orang. Pembatasan nilai properti yang boleh dimiliki diperlukan supaya ada saringan yang bermanfaat, bahwa yang membeli properti itu bener-bener yang punya duit dan properti yang dijual memang punya “nilai.” Ya, yang mahal, dong, kalo mau jual ke orang asing. Aturan pembatas jumlah unit juga diperlukan supaya tidak terjadi penumpukan asset disatu tangan dan menghindari monopoli.

Jika potensi yang sangat besar ini kita gali dan dimanfaatkan tentu multiplier effect yang terjadi sangat signifikan bagi perekonomian nasional. Andaikan PP itu keluar dan di tahun pertama ada tambahan pendapatan negara tiga miliar dolar AS. Dari transaksi kepemilikan properti oleh asing ini kita ambil nilai multiplier effect 80% dari nilai transaksi, maka terjadi kegiatan ekonomi sebagai nilai tambah sebesar 2.4 miliar dolar AS. *wow…coba lima persen dari uang itu masuk rekening ALRIS, dipastikan anak-anak jalanan yang diasuh babeh baikuni akan berpindah tangan pengasuhannya ke panti asuhan yang dimiliki oleh ALRIS. Tidak akan terjadi sodomi dan kasus mutilasi, yang banyak mungkin soto mie, :)*

Ngomong-ngomong, nih, masalah properti di kawasan Asean harga properti di Negara tercinta ini termasuk yang murah. Kita bandingkan. Kata Jopy Rusli, salah satu petinggi PT. Lippo Karawaci Tbk, harga properti di Malaysia 1,424 dolar AS per meter persegi, di Singapura 11,324 dollar AS per meter persegi. Sementara di Indonesia hanya 1,287 dolar AS per meter persegi, alias hanya 11.37% dari harga properti di negeri ber-icon singa itu untuk satuan yang sama. Kok, mahal harga properti di Singapura? Ya, jelas mahal tho, mas. Lha, wong untuk nguruk laut bikin daratan dia datangin pasir laut dari Bangka/Belitong, kayunya ditebang dari Sumatera atau Kalimantan, semennya import dari Padang. Ya, make semen Padang, bro. Tenaga kerjanya untuk membangun pakai TKI, jadi wajar mahal, tho. *analisa asal mikir cara Alris*  Di Singapura orang asing hanya boleh membeli apartemen, sedangkan pembelian rumah tinggal dilarang. Dan ini lucunya, *sebenarnya gak lucu, tapi menyedihkan* pembeli properti komersial di Singapura adalah orang kaya dari Indonesia dan China. Begitulah anomalinya. Sementara pemerintah negara masing-masing berupaya sekuat tenaga menarik modal dari luar, warga negaranya pamer kekayaan di luar. Orang macam begini sungguh t  e  r  l  a  l  u kata bang Rhoma Irama. Kurang rasa nasionalisme. Bakureh di negeri dhewe, menghamburkan duit dan foya-foya di negeri orang.  “Duit tidak mengenal nasionalisme, coy,” kata nurani saya. “Dimana tempat dia bisa berkembang dan menguntungkan duit akan nemplok disana,” nurani saya masih ngoceh. Dengan terpaksa saya mengiyakan kata nurani saya.

keterangan: foto diatas adalah stadion terapung yang ada di negeri tetangga, tepatnya di Singapura. Bayangin kalo stadion itu ada di teluk Jakarta, habis pertandingan sepakbola kira-kira berapa korban yang mati kecebur ke laut setelah tawuran antar suporter.

136 Tanggapan to “Bakureh di Negeri Dhewe, Foya-Foya di Negeri Orang”

  1. noorhasan Says:

    Wah…puyeng dah kalau ngomongin soal properti, abis aye cuman punya tanah se pengki…kagak ade harganye ! tapi kalau ngomongin stadion terapung…aye setuju dah…kalau yang nonton pade tawuran tinggal cemplungin aje ke laut…biar mereka pade tawuran ame ikan buntel…he…he

  2. didtav Says:

    gak ngerti

  3. arkasala Says:

    banyak cara untuk mengakali peraturan ya. Saya pikir hampir semua sektor bisa diakali.

  4. Mybabah Says:

    Salam Alris. Apa khabar? Tahun ini tidak berhajat ke Malaysia ke? Datanglah, nanti saya bawa libur di Kuala Lumpur. Tempah tiket airasia murah sedikit…

  5. sedjatee Says:

    terkesan dengan gambarnya… sangat khas luar negeri, masih mimpi bagi negeri kita… salam sukses…

    sedj

  6. tary si kuman Says:

    itu lapangan bolanya, kalo ada di negara kita, bagus tuh, kalo bambang CS kepanasan bis maen bola bisa langsung nyebur

  7. vany Says:

    saia gak terlalu ngerti msh properti, mas…
    saia pelajari dulu peraturannya ya….🙂

    anw, slm kenal dan makasih udah mampir di blogkuw ya….🙂

  8. ridwan Says:

    banyak kok bule2 yang memiliki property di negeri ini, tapi mereka ngakalin dengan cara mengawini atau meng-kumpul kebo-i wanita indonesia dan membeli properti atas nama para wanita indonesia tsb.

  9. Hari Mulya Says:

    cape baca, sampai2 ga bisa ngomong apa2 di koLom komen😦

  10. BENY KADIR Says:

    O,ya,Mas sebegitu parahkah rasa nasionalis org2 kita?
    Soal properti saja org asing dpt dgn mudahnya melalui sistim kuda troya,jangan2 hal2 lain yg lebih besar dari aset negeri ini mudah didapat dgn cara yg sama,ya.

    Salam kenal,Mas. Terimakasih,sudah mampir di blog sederhanaku.

  11. dedekusn Says:

    Keren tuh…. pake ada stadion terapung,
    …Duit tidak mengenal nasionalisme, coy… hehehe setujuu🙂

  12. agnes sekar Says:

    Selamat malam Alris, Jika PP diatas diberlakukan ada untung dan ruginya. Untungnya, tentu akan menambah kenaikkan perekenomian setempat, ruginya jika dilihat dari segi politik kita kembali ke zaman feodal lagi, semuanya diakuasai oleh penjajah/sipemilik properti yang nota bene buntut-buntutnya kita bisa diatur oleh ybs. Terima kasih sharingnya, Sukses untuk Alris.

    Regards, agnes sekar

  13. Rafi Says:

    Selalu Ada Plus Minus nya

  14. Desri Susilawani Says:

    walau nilai property di Indonesia lebih murah dibandingkan dengan tetangga…tetep aja ada gengsi buat mereka yang berduit untuk punya rumah mahal yaaa di luar negeri

  15. diazhandsome Says:

    Indonesia banyak utang kali ya? luar negeri banyak duitnya. jadi biar impas, ya mereka aja yang ngurusin. iya gak sih?

    btw, ngeliat 2 postingan terakhir kok ngomongin pajak dan retribusi ya? kayaknya kerja di kantor PBB deh. *sok tau*

    @ diazhandsome
    Ya, anda betul, tebakan anda 100% salah… xixixix…

  16. Khery Sudeska Says:

    Betul-betul tragis ya, Mas. Belanda pada mulanya menjajah kita, kayanya caranya juga hampir mirip seperti ini. Membeli tanah pribumi dengan pelan2. Lalu, kemudian menguasainya secara keseluruhan…😦

  17. itempoeti Says:

    siapa dulu Presidennya…
    hehehehe…😀

  18. melianaaryuni Says:

    Orang asing pandai memanfaatkan kesempatan, sedang orang pribumi bermalasan dengan kesempatan yang ada bahkan mengacuhkannya….

  19. Mukhtaruddin Says:

    properti senilai $250.000 apaya kira kira ??😀

  20. abrus Says:

    Kalo stadion itu ada di teluk Jakarta, habis pertandingan sepakbola – korban tawuran ya … suporter sendiri. Itu lebih bagus, ketimbang merugikan orang lain …🙂

  21. darahbiroe Says:

    pas pertama baca judlnya agak bingung maksudna teh kumaha atuh, tetapi setelah membaca dari atas mpe bawah paham juga heheh

    berkunjung n ditunggu kunjungana lagi

  22. kenuzi50 Says:

    hemm… gitu yah. … salam…

  23. orange float Says:

    hmmmm…. kapan yah bisa punya rumah mewah di pantai Indah Kapuk. saya juga mau…

  24. uni Says:

    zemangat siang sahabat ^_^
    hehe, pusing juga klo mikirin yang beginian😀

  25. suzannita Says:

    hahahahahha… jadi mending foya-foya nya dimana😀

  26. Jonk Says:

    wah lama2 pulang kalimantan nanti diambil juga nih sama orang ,, parahh

    dan tentang stadion nya😀, bener mas, gak usah dibuat di indo deh, bahaya hahaha

  27. MasEDI Belajar NgeBlog Says:

    Peraturan dibuat untung menyenangkan orang2 atas sana…. :Dv

    Salam kenal mas🙂

  28. yusami Says:

    berrti Bangka/Belitong nanti tenggelam dong, kan pasirnya dijual terus ke negeri jiran..?

  29. bluethunderheart Says:

    pagi morning……….
    semangat dimana aza..heheh
    salam hangat dari blue

  30. mayasaridotnet Says:

    xixixiiiii… kunjungan balasan, mas….

    saya suka gambar stadion terapung nya. Coba gedean dikit, pasti bagus deh….

    Saya ndak ngerti soal properti, but tulisan ini bagus….

  31. linda belle Says:

    salam interisti jg heheh…

  32. BimaSakti85 Says:

    sepertinya lama2 org akan mendewakan duit bROoo
    ato malah sudah terjadi yaak😛

  33. sewa mobil Says:

    luar biasa sekali pemerintah sampai2 org asing bisa memiliki properti di negeri indonesia

  34. nurhayadi Says:

    Postingan yang panjang mas, mbukaknya pake hp, tp mantaps dan jozz

  35. phiy Says:

    ya ampun, pemerhati pajak ato gimana mas? aku kurang gahul ni urusan beginian, hehe:mrgreen:

  36. Oyen Says:

    hmmm…bisa-bisa lama2 habis aset bangsa kita, udah BUMN banyak yang diobral, privatisasi aset publik semakin gencar, pulau2pun banyak penyewa asing…

    kita harus terus berusaha mengopinikan untuk mengkritisi kebijakan yang bermasalah, buktikan kalo kita peduli, salut !!! tulisan yang bagus !!!

    salam dari oyen

  37. Miss Anna Says:

    wehhhh stadion terapung? keren …..

  38. Woman Tips Says:

    panjang artikelnya kek baca koran xixixi….but info yg bagus sob

  39. qflee Says:

    Peraturan dibikin untuk dilanggar, iya khan?

  40. annosmile Says:

    begituah nasib bangsa indonesia kini😦

  41. marshmallow Says:

    karena harga properti yang hanya 11% itulah makanya banyak orang dari negeri singa itu berburu properti di negara kita. apalagi di sini kan serba gampang bagi yang punya duit, semua peraturan dan ketentuan bisa dibeli. ya gak, da?

    dan yang jelas, tak hanya orang singapura atau negara-negara di asia tenggara saja, banyak ekspatriat dari negara barat yang juga memiliki properti, termasuk yang bisa dikomersilkan, di indonesia. positifnya adalah bisa merekrut tenaga kerja. negatifnya adalah kalau bukan sekadar propert yang dimiliki, tapi pulau. tentunya akan mengancam stabilitas keamanan di negara kita.

    jadi, kapan kita borong properti di bali, da?

    @ marshmallow
    jadi, kapan kita borong properti di bali, da? <<< nunggu kucuran talangan dana dari marshmallow🙂

  42. Next Jimbun Punya Says:

    inilah salah satu keburukan bangsa kita. Tidak pernah merasa bersyukur dengan apa yang diberikan. Padahal, jika dikembangkan sendiri, potensi dari Properti2 tersebut bisa untuk mengurangi kemiskinan.

  43. baburinix Says:

    wah ….sangat berharap indonesia bisa maju dalam hal properti, tp jangan sampai properti di kuasai orang asing yang punya tunggangan orang indonesia,,whahaha….
    salam.

  44. boyin Says:

    saya mah seotojoe ama pemaparan diatas…sekaran juga lagi memburu property nih..yg murah2 aje..

  45. san Says:

    wuiizzzzz. afgan bah,,,

  46. SemutGeni.Net Says:

    tulisanna kok jreng biru tebel gini ya (doh)

  47. putriastiti Says:

    hmm mau nambahin, di Bali pengusaha besarnya adalah orang asing, orang pribumi jadi tukang ukir, yang untung banyak lagi-lagi orang asing, yang mendistribusikan dan punya ide untuk pengembangan usaha.
    Aku rasa ini juga penjajahan, karena rakyatnya kurang pendidikan, pikiran jadi ga kembang, modal juga pas-pas an.

  48. nahdhi Says:

    Ketika nanti saya kesusahan membuat rumah karena properti di Indonesia sudah diuasai asing, saya akan beli di luarnegeri yang masih jauh lebih murah. Dengan saya beli di luarnegeri, sampeyan tidak boleh dengan mudah mengartikan saya tidak cinta Indonesia. Gitu aja kok repot…

  49. typography Says:

    setuju gan!

  50. mandor tempe Says:

    Itulah pintarnya orang bule dan pemilik-pemilik properti di Indonesia ini dan bodohnya rakyat dan pemerintah sehingga dengan mudah memiliki properti di Indonesia dengan aman sentosa tanpa gangguan suatu apapun.

  51. boby Says:

    wah wah emang yah…
    namanya juga berjuang

  52. trisnok Says:

    yup bener sekali..dimana orang suka…yah disitulah dia mau menghabur2kan duitnya..kalo emang mau duit orang indonesia di hamburkan di Indonesia..mari kita kembangkan indonesia😀 (semoga bisa hehehhe)

  53. anyin Says:

    aduh.. saya spijles..
    apa kabar sahabat?

  54. 4zh@roo Says:

    Yang penting enaaak 😛
    Kunjungan balik😀

  55. trendy Says:

    lain budaya lain juga bangunannya!
    wekekekekek!

  56. nia Says:

    keren euy kalau Indonesia bisa seperti itu .. ga cuma jago berantem antar sporter

  57. santribuntet Says:

    Waduh saya orang kampung, kalau ditawari suruh pegang duit dan menguasai lahan seperti ALRIS, bingung nolaknya.😀

    jangan2 sekarang yang tidak terkuak semakin banyak orang asing “berpusing-pusing” cari tanah di negeri kita.

  58. gwgw Says:

    kunjugan balik…..
    gwgw bukan bonek lho mas….gg suka berantem

  59. hellgalicious Says:

    makasih dah mampir di blog gue!

    salam knal.

  60. richo Says:

    penjajahan cara baru jangan2 nih……. abis tar

  61. luvaholic9itz Says:

    lha !!

    aku baru tau ternyata eh ternyata orang Indo makin makin aja oon nya, ngapain itu pada belanja belanji di negri orang. keik kurang aja properti negri sendiri

    ckckkckckc

    bener bener bang haji oma imama

    terlaluh !!!

  62. luvaholic9itz Says:

    ohiya

    visiting you back !!

    kunjungan perdana

    salam kenal juga🙂

  63. Munir ardi Says:

    Salam hangat apa hendak dijual ya negara kita

  64. Munir ardi Says:

    Salam hangat apa hendak terjadi di negara kita ya tidak tahulah

  65. Munir ardi Says:

    Memang enak gaji setahun di sana bisa dipake seumur hidup disini

  66. Munir ardi Says:

    Selamat malam dan kaburr

  67. NURA Says:

    salam sobat
    ya jelas dicurigai kalau ujug-ujug punya rumah mewah seharga 10M,
    tapi kalau menyimpan harta di luar negeri ,,ngga ada yg curiga ya,,

  68. exort Says:

    kunjungan balik
    keren tuh lapangannya, harusnya memang ada di tanjung priuk, biar ga ada penontonnya, yg ntn biar dr tivi aja, jd ga da penonton yg rusuh

  69. cipu Says:

    makasih sudah mampir ke blog ku mas. blog ku adalah satu satunya properti yang saya miliki😀

  70. Okkots Says:

    *mbayangin lapangan bola itu ada di Jakarta*

    pasti banyak korban tercebur setelah pertandingan

    penonton pasti masing masing wajib membawa life vest hahahah

  71. Hendriawanz Says:

    setuju untuk dibatasi itu bro. pertama, nggak relevan kalau tujuannya untuk menambah pendapatan. apa nggak bisa cari pendapatan bukan dari situ? kedua, mau dibikin mahal pun, belum tentu mahal di mata orang luar. kesenjangan kita sudah cukup jauh. banyak disini yang banting tulang, jangankan utk ke LN, untuk makan aja pas2an. sebaliknya, merka mungkin kerja sambilan 1 bulan sudah bisa wisata ke sana kemari di negeri tercinta ini.

  72. HAPIA Mesir Says:

    bola juga bakan banyak yg ilang sob.. kecebur semua…

  73. Artikel Islami Says:

    haduh haduh…

  74. Henny Mulyono Says:

    Semoga pemerintah bisa membaca postinganmu Ris… supaya bisa menggali lebih dalam apa yang sebenarnya diperlukan rakyat… yah tentunya dibarengi hati nurani yang baik. hehehe…

  75. Mr.o2n Says:

    Keren tu posting nya salam kenal

  76. waroeng coffee Says:

    begitulah perbedaan kita dgn negara lain🙂

  77. aulawi Says:

    hujan emas dinegeri orang hujan tembaga di negeri sendiri🙂

  78. sunarnosahlan Says:

    makin tak kumengerti tentang negeri ini, yang kian entah

  79. hes Says:

    hahahaha. “Dimana tempat dia bisa berkembang dan menguntungkan duit akan nemplok disana”. nasionalisme yang terbentuk secara instan ya? :p

  80. fai_cong Says:

    jiakakkak…
    kalau wasitna yg kecebur bisa² enggak jadi pertandingan.
    untungnya belom ada stadion di negri tercinta ini….

  81. neng rara Says:

    assalamualaikum..
    kunjungan balik nih.
    waduuhh urusan ginian sy ga ngerti
    btw info menarik
    salam

    @ neng rara
    Waalaikumsalam ww. Makasih ya.

  82. alkatro Says:

    postingan kelas berat nih… properti ajaib dijamin aman asal ngantongin 3 trik : rajin bayar pajak dan retribusi resmi maupun retribusi siluman.
    kl hal ini terus-terusan dibiarkan semoga saja tektonik di haiti ga pindah ke negeri ini…

  83. didtav Says:

    mampir lagi pak

  84. cantigi Says:

    emang rumit ya, dilematis… ^^

  85. M Mursyid PW Says:

    Hallo . . .
    Absen berkunjung di tengah malam, ni!

  86. Vulkanis Says:

    Bferi juga yah kalo orang asing bisa memiliki 😛

  87. Vulkanis Says:

    Ngeri maksudnya,,semisal orang asing disa memiliki proferty di negara kita 😀

  88. Dangstars Says:

    Waw….Property bisnis yang menggiurkan..
    BTW modalnya Boz 🙂

  89. UmuKamilah Says:

    Mampir lagi setelah sekian lama tak ke sini.
    Wah..trik-trik orang-orang tertentu untuk memperkaya diri. mana sempat lagi memikirkan nasionalisme.

    Ah.. tak tahulah lagi mesti bicara apa.

  90. Erdien| Gara-Gara Candradot.com Says:

    Pemerintah itu kayanya bukan “kura-kura dalam perahu”, tapi “Kura-kura dalam tempurung”😆

  91. Erdien| Gara-Gara Candradot.com Says:

    Eh nyelonong aja ya!😀
    Salam kenal balik nih
    Makasih atas kunjungannya ke vierdiens’blog!

  92. Agung Pushandaka Says:

    Dengan demikian, orang asing akan semakin berkuasa di bumi pertiwi. Pribumi semakin terpinggirkan, cuma mengais cipratan-cipratan saja. Pemerintah kok sepertinya ndak pernah beritikad baik untuk melindungi warga negaranya!

  93. achoey Says:

    ya juga ya. kebayang kalo ada di jakarta ehehe🙂

  94. anistok Says:

    keren bangaet. sekarang ada stadion ngambang di air, kapan yah ada stadion ngambang diudara.

  95. Rock Says:

    Selamat sore sobat… Happy blogging.. Have a nice day..

  96. zulhaq Says:

    property bisnis…bisnis yang lagi in untuk saat ini

  97. Eka Situmorang-Sir Says:

    Duit emang tak bertuan! Juga tak bersaudara!!!🙂

  98. gak mutu Says:

    peluang bisnis sekecil apapun tapi menghasilkan pendapatan yang besar akan dilakukan pelaku bisnis walau dengan megakalin peraturan yang ada.

    seperti kata bang rhoma “sungguh gak mutu e’ terlalu”

  99. Huang Says:

    lippo karawaci?? mm.. sepertinya saya belum berjodoh sama perusahaan itu.😦

  100. richo Says:

    mampir lagi……

  101. mama vina Says:

    Waduh…mas klo mo ngomongin masalah itu ga ada habisnya, yg ada kta makin banyak tau lagi yg baru yg mana aja proprty kita yg dah dibeli/diambil/bisa dibilang balik nama gitu,wong benar tuh kata si bunda marshmallow aset sebagus itu hya 11%…

  102. maman Says:

    wah2 lumayan dah postingannya

  103. boby Says:

    datang lagii

  104. Gravisware Says:

    wow.. boros amit yah. hiks.. kasian mereka yg masih kelaparan.. btw, di blog-ku yg atunya ada kompetisi artikel nih.. ikutan yah…

  105. willyo alsyah Says:

    maaf sob…baru bisa berkunjung….soalnya ada problem nih

  106. kidungjingga Says:

    hmm… jadi ingat kuliah kebijakan perumahan kemarin2 nih…
    ngomongin perumahan hasilnya bisa panjang kali lebar kali tinggi… ya mas

  107. Syahroyni Says:

    Kalau masalah ginian . .
    saya tak tau lah mas . .

    mendingan saya belajar yang laen za . .
    kan dah mau ujian . .
    wong saya masih sma . .

  108. Oi-Oi English Says:

    I don’t know about this problem.
    because i still senior high school ..

  109. ImUmPh Says:

    ekonomi ga ngerti mas… multiplier itu apa??😀

    tapi klo stadion terapung itu benar2 ada di Jakarta, gimana yach ga kebayang ntar klo dah jadi, bakal tetep terapung ato segera tenggelam gara kelebihan beban penonton.

  110. hanyanulis Says:

    Analisis yang cukup menarik dan cocok untuk bahan masukkan neh…Siipppp

  111. dinda27 Says:

    sy tdk begitu paham masalah beginian.
    yg sy ingat tentang kepemilikan oleh pihak asing sudah pernah terjadi pada masa belasan tahun lalu dibidang yg lebih besar cakupannya milik bumi Indonesia. Karena yg memiliki modal besar tentunya pihak asing. Tidak hanya modal, tapi pihak asing kala itu yg memang jauh lebih maju dalam ‘segala bidang’, memang mampu memajukan suatu daerah, mensejahterakannya. Selain itu cara pengelolaannya juga patut diacungkan jempol.
    Perlahan tapi pasti, kepemilikan kembali ke pada bumi Pertiwi lagi. Tentunya dg segala konsekwensi plus minusnya.

  112. wantoro Says:

    tapi kalo saya mbo ya jangan di kasih ijin kepemilikan, di beri ijin sewa aja seharusnya, entar semua properti jadi milik phak asing sedangkan kita akhirnya menyewa properti diatas tanah kita,(eh bener gak ya mas)
    munkin dalam waktu dekat memiliki efek ekonomi yang bagus namun untuk janka panjaaaaangnya apakah sudah dikirkan ya mas?….

    lapangannya kayaknya cocok buat para marinir itu.. heheh…

  113. wi3nd Says:

    mbyan9in superter yan9 kejebur abis tawuran:lol:

  114. executive Says:

    was here bro…

  115. mycorner Says:

    sudah kehabisan lahan rupanya negara tetangga kita ya.. sampai main bola di lapangan terapung😀

  116. Desri Susilawani Says:

    kenapa ya…saya ga bosen baca artikel ini? mungkin karena sedih jadi pribumi yang ga punya bumi/rumah kali yeee….

  117. Pustaka Eidariesky Says:

    saya baru az mau nulis udah ada yang comment… terimakasih atas kunjungan anda… salam kenal.. ini blog saya yang lain.

    http://eidariesky.blogdetik.com

  118. Belajar Edit Foto Says:

    mudah-mudahan negara kita aman, jangan sampai dikuasai oleh orang asing lagi…
    Artikelnya bagus mas, salut buat mas Alris…😀

  119. furniture minimalis Says:

    kalo ada stadion seperti itu di Jakarta, pasti bukan terapung lagi, tapi terendem karena banjir.

  120. Jabon Says:

    @ furniture

    he he saya setuju sama kamu menn

  121. jabon Says:

    @ Desri, bukannya sedih ga punya rumah…. pasti deh ada sebab lain….

  122. jabon Says:

    wah yang beginian iniharus dilenyapkan … masa dinegrisendirikaya gtu si he he eh pis

  123. fajar Says:

    nasib-nasib….

  124. Les Quercia Says:

    Your blog is perfect, and I like this article. I find the information I need. I think I can find more useful information here, thanks.

  125. Rudy Triplette Says:

    I didn’t see a link anywhere but do you have advertising? I have several blogs in the same niche and I’d like to add my banner somwhere on your site. This site seems to have a lot of discussion and visitors.

  126. online pinball Says:

    I normally don’t post in Blogs but your weblog drew me to, astonishing work,lovely!

  127. copper cookware Says:

    looking around for the best site to get one.

  128. mcdonalds monopoly Says:

    I really like the style of the website. I had a peek at your source code, hope you don’t mind, to check what theme you are using. Is it it a no cost theme or do I have to purchase it?

  129. penginapan di jakarta Says:

    katanya negara hukum kog masih banyak yang semena2

  130. bidanmandiri Says:

    yah.. namanya manusia… adakalanya.. hehe

  131. harly Says:

    ya kita sebagai warga negara indonesia seharusnya lah,,,

  132. Android stuff Says:

    many thanks my friends

  133. kacang teur Says:

    gx ngerti

    jual kacang telur

  134. agusfajars Says:

    wah nek koyo ngene ki njut pie?

  135. srilutena Says:

    au ah lap….

  136. stasiun Says:

    repot juga, ane aja ga punya masih numpang haha berharap

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: