Saya Suka Andrea Hirata

Salah satu yang saya suka dari novel-novel karya Andrea Hirata adalah cara dia mendeskripsikan dan mengungkapkan sesuatu. Cara dia mengungkapkan sesuatu itu dalam bentuk kalimat membuat saya terkesima, takjub dan kagum. #padahal takjub dan kagum itu artinya sama lho, menurut http://kbbi.web.id/ ,🙂  Kata-kata yang digunakan standar bahasa Indonesia, tidak banyak menggunakan bahasa asing, paling menyisipkan bahasa Melayu sebagai bahasa ibu dan bahasa Inggris. Tapi selipan kata-kata dari bahasa Melayu dan Inggris litupun sedikit. Jadi memang banyak menggunakan bahasa Indonesia yang baku. Juga saya suka karena Andrea menulis kisah ironi menjadi parodi dan menertawakan kesedihan dengan balutan pandangan intelegensia. Kalimat yang berwarna oranye bergaris bawah dan miring itu saya copot dari wikipedia. Ya, saya suka ironi yang dijadikan parodi itu, karena Andrea menuliskannya dengan cara tidak kasar.

Saya sudah membaca novel Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor, Maryamah KarpovPadang Bulan & Cinta di Dalam Gelas,  dan Ayah yang merupakan novel terbaru beliau. Yang belum saya baca adalah novel Sebelas Patriot, karena mau beli belum ketemu,🙂 Beberapa dari novel yang saya sudah baca itu saya baca ulang beberapa kali. Saya baca beberapa kali karena memang bikin nagih🙂 Kenapa bikin nagih? Banyak alasan bisa dibuat. Tapi sebaiknya anda baca saja novel-novel Andrea Hirata, nanti setelah anda baca beberapa kali mungkin kita bisa jadi punya persamaan pendapat kenapa baca novel karya Andrea Hirata bikin ketagihan.

Nah, kembali ke apa yang tertulis di paragraf pertama tadi tentang mengungkapkan sesuatu, saya tulis dibawah ini cuplikan dari novel Cinta di Dalam Gelas. Saya ambil dari Mozaik 8 berjudul Kopi, Sebuah Kisah di Dalam Gelas. Tidak semua isi dari Mozaik 8 itu saya tulis, hanya sekitar 3 halaman. Selamat membaca.

***

       Mereka yang menghirup kopi pahit umumnya bernasib sepahit kopinya. Makin pahit kopinya, makin berlika-liku petualangannya. Hidup mereka penuh intaian marabahaya. Cinta? Berantakan. Istri? Pada minggat. Bisnis kena tipu. Namun, mereka tetap mencoba dan mencipta. Mereka naik panggung dan dipermalukan. Mereka menang dengan gilang-gemilang lalu kalah tersuruk-suruk. Mereka jatuh, bangun, jatuh, dan bangun lagi. Dalam dunia pergaulan zaman modern ini mereka ini disebut para player.

       Mereka yang takaran gula, kopi, dan susunya proporsional umumnya adalah pegawai kantoran yang bekerja rutin dan berirama hidup itu-itu saja. Mereka tak lain pria ‘do-re-mi’, dan mereka telah kawin dengan seseorang bernama bosan. Kelompok antiperubahan ini melingkupi diri dengan selimut dan tidur nyenyak di dalam zona yang nyaman. Proporsi gula, kopi, dan susu itu mencerminkan kepribadian mereka yang sungkan mengambil resiko. Tanpa mereka sadari, kenyamanan itu membuat waktu, detik demi detik, menelikung mereka.

       Pada suatu Jumat pagi, mereka berangkat kerja berpakaian olahraga. Usai senam kesegaran jasmani, ada upacara kecil penyerahan surat keputusan pensiun.

       Itulah SKJ-nya yang terakhir.

      Itulah hari dinasnya yang terakhir.

      Tamatlah riwayatnya.

      Sering kutemui, orang seperti itu mengatakan hal begini di warung kopi.

      “Aih, rasanya baru kemaren awak masuk kerja.” Kemaren itu adalah 30 tahun yang lalu.

       “Tahu-tahu sudah pensiun awak, ni?”

       Dia memesan kopi dengan takaran yang sama seperti pesanannya pada kakekku -di warung yang sama- 30 tahun yang lalu. Wajahnya sembab karena tahu waktu telah melewatinya begitu saja. Masa mewah bergelimang waktu dan kemudaan telah menguap darinya, dan ia sadar tak pernah berbuat apa-apa. Tak pernah menjadi imam di masjid. Tak pernah naik mimbar untuk menyampaikan paling tidak satu ayat, sesuai perintah Ilahi. Tak pernah membebaskan satu jiwa pun anak yatim dari kesusahan. Duduklah ia di pojok sana menghirup kopi dua sendok gula yang menyedihkan itu. Kaum ini disebut para safety player.

       Ada pula satu kaum yang disebut sebagai semi-player. Cirinya: 4 sendok kopi, ini termasuk kental, tapi ditambah gula, setengah sendok saja. Orang-orang ini merupakan ahli pada bidangnya. Mereka bertangan dingin dan penuh perhitungan. Mereka bukan tipe pegang-lepaskan-pegang-lepaskan. Mereka adalah tipe pegang-cengkeram-telan. Namun, adakalanya mereka adalah pencinta yang romantis. Takaran kopi semacam itu membuat mereka merasakan pahit dekat tenggorokan, namun terbersit sedikit manis di ujung lidah. Bagi mereka, hal itu sexy!

       Mereka yang minum kopi dan hanya minta sedikit gula, lalu setelah diberi gula, mengatakan terlalu manis atau kurang manis, merupakan orang-orang yang gampang dihasut. Merekalah pengacau sistem politik republik karena suaranya gampang dibeli. Mereka ini kaum yang plin-plan! Petinggi-petinggi partai politik dan menteri-menteri kabinet banyak bercokol di wilayah ini.

       Mereka yang memerlukan susu lebih banyak umumnya bermasalah dengan kehidupan rumah tangga. Dalam keadaan yang ekstrem -misalnya tengah berperkara talak-menalak di pengadilan, mereka hanya meminum air panas dan susu saja, tanpa gula dan kopi. Orang-orang ini sering melamun di warung kopi. Tak tahu apa yang sedang berkecamuk di dalam kepala mereka. Mereka adalah para ex-player.

       Namun, ada pula yang suka minum air dengan gula saja. Tanpa susu dan kopi. Mereka adalah burung-burung sirindit. Sedangkan mereka yang meminta kopi saja, tanpa air, dan memakan kopi itu seperti makan sagon, adalah penderita sakit gila nomor 29. Adapun mereka yang sama sekali tidak minum kopi adalah penyia-nyia hidup ini.

***

novel ini gratis, silahkan berkomentar sepanjang mungkin...
novel ini gratis, silahkan berkomentar sepanjang mungkin…

Nah, supaya hidup anda tidak sia-sia, saya akan menyediakan kopi, eh, bukan. Saya akan memberikan dua eksemplar novel. Tersedia dua eksemplar novel berjudul Ning Anak Wayang karya Niken – Anjar untuk dua orang pembaca yang memberikan komentar paling panjang untuk posting ini.

84 Tanggapan to “Saya Suka Andrea Hirata”

  1. ~Sati~ Says:

    Saya punya Maryamah Karpov, tapi ga selesai selesai bacanya mas..🙂

    @ ~Sati~
    Bacalah sampai selesai supaya paham dan tahu jalan ceritanya, hehe…

  2. Evi Says:

    Andrea Hirata emang punya bakat khusus berbahasa ya Pak Alris🙂

    @ uni Evi
    Sepertinya begitulah, uni.

  3. Sandurezu サンデゥレズ Says:

    Wah…, udah baca semua novelnya ya mas? keren! saya setuju banget dgn kalimat mengubah ironi menjadi parodi.. emang ngena banget!😀

    @ Sandurezu サンデゥレズ
    Belum semua sih,🙂 Kata berita ada juga buku kumpulan cerpen, saya belum nemu.

  4. bukanrastaman Says:

    yang ayah gag ada ulasan mas, yang baru itu kan novelnya ya cmiiw

    @ bukanrastaman
    Saya cuma memberikan pandangan versi saya, kalo mengulas wah berat itu, hehe…
    Iya, AYAH adalah novel terbaru Andrea Hirata.

  5. ayanapunya Says:

    saya dari keempat seri laskar pelangi paling suka sama edensor. soalnya settingnya di luar negeri. sama laskar pelangi-nya malah agak susah namatinnya. trus sempat kecewa juga sama maryamah karpov tapi untungnya terobati pas baca cinta di dalam gelas. penasaran juga nih sama novel ayah tapi belum sempat kebeli

    @ ayanapunya
    Kalo saya semua novel beliau saya suka.

  6. dani Says:

    Wahahahaaha.. Syaratnya harus komentar yangbpaling panjang ya Mas. Gatahu deh ini cukup panjang atau nggak tapi saya belom coba lagi baca bukunya Andrea Hirata Mas. Percobaan pertama dulu pas laskar pelangi meledak. Waktu itu saya gak bisa nyambung sama feel bukunya. Karena terlalu mainstream kali ya waktu itu saya jadi ilfil duluan. *digaplok. Sama kayak waktu baca Tere Liye pas dia populer banget, males. Eh pas gak rame lagi orang baca bukunya saya malah jatuh cinta sama Serial Anak-Anak Mamak punya belio. Mungkin saya cuma harus kasih kesempatan lagi buat lebih kenal Andrea Hirata.
    Tentang kutipan yang ditulis di sini, saya jadi penasaran baca bukunya. Hahaha. Suka banget sama apa yang ditulis dan penasaran apakah premisnya itu berdasarkan kenyataan/riset atau opini pribadi. Masa sih orang bisa dinilai sebegitu dari jenis kopi yang diminumnya? Padahal saya suka kopi item pait tanpa pake apapun, yamasa hidup saya seperti itu. Hahaha. Nantangin bener isinya. 😀

    @ dani
    Haha..comment mas Dani panjaaang, semoga nanti gak ada yang ngalahin, sehingga kebagian buku gratis dari saya.
    Saya malah belum pernah baca novel Tere Liye, padahal sudah membagikan novel beliau ke beberapa orang.
    Menurut link ini: https://www.youtube.com/watch?v=cRssx6Cz1PE Andrea Hirata dalam menulis novel menggunakan waktu 90% untuk riset dan 10% untuk menulis. Ayo beli bukunya mas,🙂

  7. Rifqy Faiza Rahman Says:

    Wah ini,, panjangnya seberapa ini… :3

    @ Rifqy Faiza Rahman
    Seperti yang di tulis mas Dani, hehe…

  8. jampang Says:

    wah… saya bukan penikmat kopi…. jadinya….. hiks….😦

    @ jampang
    Maka segeralah minum kopi, hehe…

  9. Orin Says:

    Aku punya dan baca semua bukunya Andrea Hirata mas. Buku Cinta di dalam gelas aku tinggal di rumah ortu, dan setiap pulang Lebaran pasti aku baca ulang hahaha.
    Si Ayah novel terbarunya kemarin habis terbaca cuma 2 hari aja padahal cukup tebal, menyalip novel2 lain yg lagi kubaca. emang suka sih sama gaya bahasa dia yg sederhana, lucu, tapi ‘dalem’ itu hehehehe. Tapi kabarnya, menurut teman2 terpercaya yang berhubungan langsung dengan AH, secara pribadi pakcik ikal ini agak2 … gimana ya menjelaskannya, ya gitulah ya hahaha *mbulet*. Jadi intinya aku ngefans sama karya-karyanya, tapi nggak sama beliau-nya hihihihihi.

    @ Orin
    Dua hari setelah lebaran idul fitri kemaren saya ketemu novel Ayah di salah satu toko buku di kota Metro, Lampung. Novel Ayah itu saya selesaikan membacanya sehari semalam. Kepengen mengulang membacanya lagi, apa daya novelnya ketinggalan di Jakarta.
    Sampai saat ini saya baru cinta novel-novel Andrea Hirata. Saya belum kenal beliau secara personal, jadi tak bisa memberikan penilaian berdasarkan omongan orang lain. Kalo saya, sih, berbaik sangka saja.

  10. zaki19482 Says:

    Dalam satu kata, Andrea Hirata itu “Detail”. Ini menandakan bahwa dia melaksanakan riset dulu. Proses kreatif yang berpadu dengan metode ilmiah.
    Cerita tentang kopi itu menggambarkan dirinya sendiri. Andrea memilih kopi pahit. Dia yang keluar dari pekerjaan dan menjadi novelis. Dia berani merasakan nikmat pahitnya kopi. Semakin pahit semakin nikmat.
    Karena pahit itu nikmat. Nikmat atau eneg tergantung sudut pandang pemikiran kita. Kadang kita merasa merana hanya karena sudut pandang pemikiran kita meskipun orang lain melihatnya nikmat.
    Kita merasa nikmat meskipun orang lain mengasihani kita. Ini juga masalah sudut pandang pemikiran.
    Mengapa kita tidak merubah sudut pandang. Agar hidup kita nyaman dan kopi pahit terasa nikmat
    Pahit itu tetap pahit
    Nikmat atau eneg itu masalah sudut pandang pemikiran.

    @ zaki19482
    Untuk mengeluarkan satu novel, Andrea Hirata melakukan riset bertahun-tahun. Buka link ini di youtube untuk mendapatkan tips menulis dari Andrea Hirata : https://www.youtube.com/watch?v=cRssx6Cz1PE
    Ya, dia keluar dari zona nyaman. Banyak orang berduyun-duyun ingin jadi pegawai telkom, sementara Andrea Hirata keluar dari perusahaan itu untuk memilih jadi novelis.
    Tiap orang punya sudut pandang sendiri. Saya menghargai pilihan mereka.

  11. prih Says:

    Ramuan kata Andrea Hirata sungguh elok, kosa kata yang jarang digunakan dipadupadankan dengan ciamik. Tetralogi karya yang dialihbahasakan bukti nyata prestasinya.
    Ayo man teman dilanjut komennya, buku Ning Anak Wayang bagus banget filosofinya (saya sdh baca shg posisi ngompori….)
    Salam

    @ prih
    Kalo boleh diibaratkan, bahannya sama tapi cara Andrea Hirata meramu sungguh ajaib. Sehingga dengan kata yang sama beliau bisa menghasilkan kalimat yang menakjubkan.
    Wah, saya sendiri belum baca novel itu,🙂

  12. nanangrusmana Says:

    hehehehe tersindir nih sama andrea hirata, pergi pagi pulang petang , SKJ🙂 makasih sharenya…menarik sekali

    @ nanangrusmana
    Sayapun masih pergi pagi pulang petang. Tapi gak ada skj,🙂

  13. shiq4 Says:

    Wah pingin komen panjang tapi tidak tahu harus bilang apa ha ha ha. Semoga bukunya nanti jatuh ke tangan orang yang tepat. Saya sudah pernah dapat buku jadi saya memberi kesempatan buat yang lain.

    Novel Andrea Hirata cuma Laskar Pelangi saja yang pernah saya baca. Bukunya bagus.

    @ shiq4
    Saya boleh berasumsi yang berkomentar panjang memang serius pengen dapat buku itu, dan mereka pecinta buku. Semoga.

  14. Datuk Toman Says:

    blum pernah bca novelnya bang andre h. Tp kalo nonto laskar pelangi memang bagus, antara sedih yang beneran tapi kok agak keliatan lucu gitu, hehe. Kalo saya sih penggemar novel2 jadulnya agatha c, sydney sheldon n novel2 sherlock h. Yang modern mungkin karya2nya dan brown… Hehe…

    @ Datuk Toman
    Bacalah novel Andrea Hirata, supaya ada rasa yang beda, hehe…
    Saya ada beberapa novel sherlock h tapi membacanya gak senikmat membaca novel2 pribumi,🙂

  15. Akhmad Muhaimin Azzet Says:

    Membaca yang Mas Alris kutipkan, saya jadi kepingin nyeruput kopi neh, hehe… pagi ini belum buat kopi. Dan, memang sengaja tidak buat kopi. karena tadi malem di tempat pengajian, disuguh tiga jenis minuman, ada kopi, teh, dan air putih, lalu saya memilih kopi. Dengan alasan itulah akhirnya tadi pagi saya memutuskan untuk tidak membuat kopi karena tadi malam sudah ngopi. Tapi, membaca kutipan Mas Alris, saja jadi kepengin ngopi. Apalagi, dijelaskan soal rasa kopi segala, hehe… Dalam soal rasa, saya termasuk yang tidak suka kopi pahit. Takut hidup pahit sebagaimana paparan Andrea Herata di atas🙂 Selain itu, memang saya pada dasarnya memang suka kopi yang ada rasa manisnya. Diseruput sedikit demi sedikit itu terasa nikmatnya, di samping kopinya masih kuat terasa, juga ada rasa manisnya. Begitulah kehidupan menurut saya. Hal yang pokok jangan sampai hilang oleh karena hal yang bukan pokok. Contoh konkretnya kehidupan di dunia ini, hal pokoknya adalah persiapan menuju kehidupan abadi di akhirat kelak. Hal yang pokok ini jangan sampai terbalik: mencari dan mencintai dunia dengan berlebihan sehingga melupakan akhirat. Pokoknya adalah kehidupan akhirat. Itu yang kita tuju. Manisnya dunia boleh dirasa, tapi rasa pokoknya adalah bergiat dengan banyak kebaikan demi kehidupan akhirat. Hal ini juga bukan: hanya mengejar yang pokok dan sama sekali tak merasakan dunia. Ini sama dengan ngopi pahit tanpa gula. Tentu tidak demikian, karena kita hidup di dunia. Itulah dalam firman-Nya, kita manusia ini disebut oleh Allah Swt. sebagai khalifah fil ardh. Itulah juga kita diajari juga dengan doa, fid dunya hasanah, wal fil akhirati hasanah. Namun, karena kehidupan dunia yang sementara, dan akhirat yang abadi, maka porsi utamanya adalah menuju kehidupan akhirat. Semoga kita selamat dalam mengarungi kehidupan di dunia ini. Semoga kita bahagia dalam kehidupan di akhirat kelak. Allaahumma aamiin…

    @ Akhmad Muhaimin Azzet
    Saya juga gak suka kalo minum kopi tanpa gula, pahit soalnya, hehe…
    Benar apa yang ustad sampaikan. Semoga apa yang baik yang kita kerjakan yang sesuai ajaran Allah swt kita niatkan sebagai ibadah buat bekal di alam yang abadi setelah kehidupan duniawi, aamin.
    Komentar ustad mencerahkan di Jumat berkah ini.

  16. Dee Says:

    semoga novelnya jatuh ke tangan orang yang tepat🙂 hehehe
    soal perumpaan kopi itu, unik juga, asal bukan yang bagian makan kopi seperti makan sagon yah.. hahahaha.

    @ Dee
    Novelnya didapat sama pecinta buku. Saya yakin karena yang mendapatkan novel itu sudah mengarang buku, dan bukunya dikirimkan juga ke saya,🙂

  17. mikekono Says:

    saya juga suka andre dan alris…

    @ mikekono
    Lama gak muncul, apa kabar bang?

  18. dewi nur fitriana Says:

    belum apa-apa sudah down duluan ngeliat komentar diatas yang super panjang🙂
    walaupun saya bukan penikmat novel karya-karya beliau AH, tapi ada perasaan senang. soalnya waktu itu, beli bukunya hampir berebutan sama 3 orang🙂

    @ dewi nur fitriana
    Tetap semangat mba,🙂
    Wah, senang ya akhirnya bisa beli novel AH, walau berebutan dengan kawan.

  19. Jati Solomon Says:

    Susunan kalimat karya Andrea Hirata sudah tidak diragukan lagi. Laskar Pelangi

    @ Jati Solomon
    Memang istimewa.

  20. ded Says:

    Saya sudah punya dan membaca novel Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor, Maryamah Karpov, tapj Padang Bulan & Cinta di Dalam Gelas, serta Novel Ayah justeru saya belum tau (saya kudet alias kurang update), malahan ada yang terbaru novel Sebelas Patriot.

    O ya saya juga telah nonton film film nya seperti Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi, bahkan karena itu juga yang menjadi alasan saya membawa anak anak dan keluarga berkunjung ke pulau belitung (belirong).

    Setelah tau bahwa Alris bisa membaca novel novel tersebut lebih dari satu kali. Saya jadi termotivasi juga, kenapa saya gak begitu juga ya?
    Baca lagi ahhh…..

    @ uda Ded
    Wah, uda Ded sudah menyambangi Belitong, lokasi dimana cerita itu bermula, saya baru berkelana dengan bantuan novel. Mudah-mudahan saya juga berkunjung kesana. Kalau film, yang telah saya tonton baru Laskar Pelangi.
    Bagi saya, membaca novel AH menjadi candu. Ayo, baca lagi da Ded.🙂

  21. Lidya Says:

    waduh kalah sebelum berperang, gak terbiasa kasih komentar panjang hehehe. Aku baca buku Andrea Hirata baru dua judul aja itu juga dua novel awal aja, kesininya kok ya jarang baca dari pengarang lainnya juga🙂
    aku gak bisa menikmati kopi soalnya pencinta teh

    @ Lidya
    Yang pentingkan sudah komentar,🙂
    Saya memang suka yang akut akan novel AH,🙂
    Saya suka teh, sedikit suka kopi.

  22. Ririe Khayan (@ririekayan) Says:

    Dari novel – novel Andrea Hirata, novel Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor, Maryamah Karpov, Padang Bulan & Cinta di Dalam Gelas, dan Ayah, baru tiga yang saya punya yaitu: Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor. Jadi kalau ada yang mau menambahi, jangan kuatir gak bakal ditolak lho? Membaca Laskar pelangi, membuat saya ingat akan impian untuk mondok selepas SMA tapi karena banyak hal keinginan utk mondok di pesantren tidak bisa terlaksana. Alhamdulillah, saat ini anak-anak dengan suka rela mau sekolah di pondok. Setidaknya bisa saya anggap mewujudkan impian saya melalui mereka. Hehehehe

    Utk Novel Ayah, kenapa saya jadi ingat Iwan Setyawan ya? Kalau gak salah, saya pernah baca jika beliau mau bikin novel dgn tema yg mengangkat lakon bapaknya (tapi entahlah, saya kurang up date gimana akhirnya)

    Tak banyak, penulis novel yang membuat karyanya dengan dominan riset. 90% riset dan hanya 10% menulis? Jadi ngebayangin tentu edisi petualangan beliau ke berbagai daerah, bertemu banyak orang yang beragam dan menikmati serunya proses traveling. Dan kemudian menuangkannya dalam bentuk cerita/naratif yang mengalir indah dengan bertumpun pada tata bahasa Indonesia, sungguh skill menulis yang menakjubkan. Sepertinya ini yang memperkuat kisah-kisah yang ditulis AH menjadi “hidup” dan bukan tak mungkin akan menjadi novel yang ever green seperti Para Priyayi karyanya Umar Kayam. NOvel yang berapa kalipuns aya baca, rasanya tetap ada hal baru yang belum saya ketahui. Tata bahasanya mengalir indah dengan kata-kata yangs sederhana tapi memiliki makna yang dalam banget.

    Juga saya suka karena Andrea menulis kisah ironi menjadi parodi dan menertawakan kesedihan dengan balutan pandangan intelegensia. Eniwei, saya juga suka ironi yang dijadikan parodi karena bisa menyampaikan pesan-pesan dalam nada yang lebih lembut dan berkesan, sehingga bisa lebih diterima oleh siapa saja, bahkan oleh kalangan yang berada dalam ironi tersebut. Menyindir tanpa membuat orang yg di sindir merasa tersindir.

    Mengenai kopi pahit, berarti tanpa gula. saya pun penikmat kopi tapi pakai gula. Saya juga pernah makan serbuk kopi saja, tanpa air tapi di campur gula, semacam kembang gula (karena gak bisa kembang gula saat itu). Dan Duluuuu, saya pernah buatin kopi pahit utk bapak saya karena di rumah kehabisan gula. Tapiii…saya yakin sepahit apapun kopi, tetap terasa nikmat daripada minum jamu pahitan lho? Hehehehee..

    Eh, jadi penasaran dengan novelnya yang 11 Patriot.

    @ Ririe Khayan
    Wah bersyukur anaknya mau mondok. Soalnya sekarang banyak anak, kerena pengaruh internet dan tv, gak mau sekolah berbasis agama. Pengen yang mentereng.
    Saya dulu ada dua novel Umar Kayam, berjudul Jalan Menikung dan Seribu Kunang-Kunang di Manhattan.

    Itulah salah satu yang saya suka dari AH, kepiawaian dia meracik kalimat sungguh mengagumkan. Kemudian menjadikan ironi menjadi parodi itu. Saya sesekali juga minum kopi, tapi bukan kopi pahit tanpa gula, apalagi makan kopi kayak makan sagon, hehe…
    11 Patriot berhubungan dengan sepakbola, saya juga belum baca novelnya,🙂

  23. Ririe Khayan (@ririekayan) Says:

    Oia, maaf komentarnya pakau akun twitter karena gagal melulu saat saya pakai alamat blog:)

    @ Ririe Khayan
    Ok, gpp, yang penting sudah komentar🙂

  24. cK Says:

    Gyahaha mesti nulis yang panjaaaang. =))

    Aku sendiri merupakan pembaca novel Andrea Hirata (walaupun belum semua novelnya aku baca. Tapi emang novel Laskar Pelangi itu kece banget sih…

    @ cK
    Bagi saya semua novel AH kece mantabs,🙂

  25. mastaqi Says:

    buku nya andrea hirata memang keren2 cak Alris, saya termasuk yg suka membaca resumenya (nunggu ada yg resumein hehehe), tp saya baca laskar pelangi sampai habis… mantabb d^__^b

    @ mastaqi
    Memang cak, sampai laris di luar negeri.

  26. zakisetiawan Says:

    Itulah kopi yang mantap. Semakin pahit maka semakin nikmat. Baca saja di tulisan mas ALRIS tentang filosofi kopi menurut Andrea Hirata. Itu kopi sejati.

    @ zakisetiawan
    Kalo saya gak suka kopi pahit,🙂

  27. bersapedahan Says:

    bikin tulisan yang enak di baca itu suseh ….
    kalau saya copy paste copy paste jadi yang terpanjang .. menang ga … kan ga ada aturan tertulisnya 🙂

    @ bersapedahan
    Emang susah.
    Ya, gak menang, karena copas,🙂

  28. monda Says:

    aku punya semua serial Laskar Pelangi, dulu nggak sabar nungguin terbitnya tetralogi itu .. juga Padang Bulan (hadiah dari teman blogger)
    iya bener bahasa Melayu.., dan cara dia menggambarkan seperti membawa kembali ke jaman sastra Pujangga Baru yang deskriptif juga.., halus, dan santun..

    @ monda
    Novel-novel AH emang keren. Mungkin juga karena dia sebelum menulis banyak riset. Jadi sebenarnya yang dia tulis fakta yang disastrakan.

  29. winnymarch Says:

    cuma punya bukunya semua serial laskar pelangi nya padahal msh banyak buku yg lain

    @ winnymarch
    Ayo beli yang lainnya Win,🙂

  30. Travelling Addict Says:

    saya lebih suka melihat hasil jadinya dijadikan film daripada membaca novelnya.

    jgn lupa mampir ke blog alay aku ya kak di http://www.travellingaddict.com

    @ Travelling Addic
    Kadang film melenceng jauh dari isi di novel, contoh: Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck

  31. jakartabahasatmc Says:

    Saking semangatnya, nulis komen tentang Belitung ditempat yang salah he3x. Harusnya di sini Uda

    @ jakartabahasatmc
    hehe…

  32. zilko Says:

    Aku malah belum pernah membaca karyanya😦

    @ zilko
    Segera beli buku novelnya, hehe..

  33. cumilebay.com Says:

    Aku ngak suka minum kopi hahaha

    @ cumilebay
    Sukanya touring sama daihatsu, pemakai setia xl dan bank cimb wuhaha…

  34. setia1heri Says:

    idem…saya juga suka novelnya😀

    @ setia1heri
    Novelnya emang “yummy” hehe…

  35. Akhmad Muhaimin Azzet Says:

    Alhamdulillaah…, terima kasih banyak ya, Mas.
    Jazakumullah ahsanal jaza’.

    @ Akhmad Muhaimin Azzet
    Aamin.

  36. arip Says:

    Setelah ikutan “The International Writing Program” di Universitas Iowa Amrik sana, bang Andrea Hirata makin piawai aja bikin ceritanya. Kerasa banget di novel Ayah. Padahal saya sendiri belum tuntas sih baca yg tetraloginya.

    Terutama yg Laskar Pelangi ini asyik banget, bikin Belitung naik pamor. Bisa disamain lah kayak Penari Izu-nya Yasunari Kawabata atau Dubliners-nya James Joyce, yg novelnya ini bisa bikin pariwisata di latarnya makin menarik.

    Oh ya, kalau penulis Indonesia favorit saya sih Eka Kurniawan.

    Soal kopi sih, saya setuju sama slogannya orang Seattle, “Espresso est, ergo cogito!” Baru bisa mikir kalau ngopi dulu. Dan saya penyuka kopi, apapun itu, mau sachetan, Americano, Cappucino, kopi item Nusantara semacam Lanang dan Gayo, semuanya saya sikat. Tapi sebagai anak muda sih sukanya yg manis dan pahitnya pas.

    Wah kayaknya kurang panjang nih, tapi bingung mau komen apalagi.

    @ arip
    Iya makin karaos, hehe…
    Benar, Belitong jadi naik daun alias makin terkenal, tempat wisatanya makin banyak dikunjungi karena novel AH.
    Saya gak addict kopi, hanya suka bikin sesekali.
    Tenang wae kang, walaupun kurang panjang komennya, kalo rejeki gak kemana,🙂

  37. cumilebay.com Says:

    Yaaa Olloh kakak … jangan lah disebut merek2 itu, kan aku pemalu hahaha

    @ cumilebay
    Manatau nanti yang punya merek juga memanggil saya untuk bergembira seperti yang cumi lakukan, hehe…

  38. Lulu Says:

    Harus sepanjang sungai nil kah mas? 4 buku edensor, laskar pelangi, maryamah karpov satunya apa saya lupa itu semua novel yang saya suka. Hanya maryamah karpov saja yang itu terlihat fiksi sekali yang saya kurang suka. Over all karena saya dulu sangat suka pelajaran geografi, ketika diceritakan bagaimana ia menjadi bagpacker, saya seolah sedang diajak berkeliling dunia sama andrea hirata. pokoknya te o pe be ge te tulisannya. Walaupun saya belum tau isi kedua tersebut, saya yakin bukunya pasti mendidik dan bagus isinya.
    Dan biar novelnya tidak sia-sia mending dikasih sama saya saja. Insya Allah saya akan beri untuk perpustakaan pesantren🙂

    @ Lulu
    Ini juga sudah panjang, hehe…
    AH mungkin sudah menjalani bagpacker selama kuliahnya di Eropah. Jadi dia tinggalkan menuliskan saja apa yang sudah dijalaninya.
    Kalo ada buku nanti akan salurkan ke pesantren melalui Lulu, semoga.

  39. nuzulul Says:

    Saya penyuka kopi pahit. Alhamdulillah, hidup sy tak sepahit kopi yg sy sruput. Hehehe….

    @ nuzulul
    Keren bisa minum kopi pahit mas, saya belum doyan.🙂

  40. Fahmi Anhar Says:

    LOL ! syaratnya harus komentar paling panjang hahaha. Baru kali ini nemu giveaway dengan syarat beginian.

    Tadinya kepikiran mau iseng copas naskahnya Andrea Hirata disini biar jadi comment paling panjang hahaha. Tapi nggak jadi.

    @ Fahmi Anhar
    Mau posting tulisan ini saya dulu kepikiran mau memberikan hadiah buku gratis kepada tiga orang pengomentar pertama, tapi saya rasa gak adil. Jadi saya buat saja aturannya, yang berkomentar terpanjang mendapatkan hadiah buku gratis,🙂

  41. Emakmbolang Says:

    baru tahu takjub dan kagum sama, kelihatan kalau jarang buka KBBI, hehehe. Bukunya memang luar biasa, yang membaca bisa hanyut dalam rangkaian kalimat yang beliau gunakan.

    @ Emakmbolang
    Rangkaian kalimat AH memang keren.

  42. Alid Abdul Says:

    Bentar harus komen yang panjang yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

    @ Alid Abdul
    Ya, begitulah.

  43. jodieisme Says:

    Harus komen yg panjang..?
    Tapi ane bingung apa yg harus dikomen, Andrea Hiratanya ato kopinya..?
    Berhubung ane cuma baca tetraloginya doang, mendingan ane komen tentang kopinya aja. Well, mungkin tepatnya bukan komen, tapi curcol, haha. Tentang awal perkenalan ane dg kopi. Haha!

    Kadang ane heran sama orang yg bilang bahwa kopi itu harus pahit, fatwa kalo gak pahit berarti bukan kopi malah mempersempit paradigmanya mereka yg telanjur percaya bahwa kopi itu harus pait. Hidup aja gak selalu pait, lantas kenapa kopi mesti-harus-selalu pait..?

    Makanya waktu baca pendapatnya Andrea ttg kopi, ada beberapa hal yg mau gak mau gak bisa sependapat. Mau gimana lagi, rasanya kopi gak cuman pait aja kok. Kecuali robusta, tipikal kopi yg biasa dijualin di pinggir jalan via kopi sasetan. Robusta emang terkenal pait, lain halnya dg arabika.

    Khazanah rasa arabika yg lebih berwarna pertama kali ane rasain waktu masi di Papua, medio 2007-2011. Gegara DL nyari objek pembanding sampe ke biak timur, akhirnya ane berkesempatan buat nyeruput kopi hidangan gegedug (sesepuh) di Marauw. Kopi yg disajiin pace Agus di gelas belimbing standar itu aromanya lebih membius dari kopi sasetan yg biasa ane seduh di kosan. Wanginya wangi nangka, bukan kopi biasa, aneh kan..?

    Bulu hidung ane sempet ada yg rontok barang sehelai dua helai. Mungkin mereka gak tahan sama aroma kopinya yg nikmat pisan. Mungkin juga mereka sadar kalo ane bentar lagi mimisan. Yang jelas, aromanya bikin arah pembicaraan jd pengen cepet diselesaikan, bukan apa-apa, Ane uda gak sabaran. Pengen cepet ngerasain macem mana pula ni kopi kalo ane seruput, telan dan habiskan.

    Eh, kenapa pula kalimat ane jadi pada berakhiran -an..?

    Obrolan ttg data pembanding & objek jaminan berlangsung sekejap aja jadinya. Maklum, rupanya senior ane, yg sekarang jadi kasi di Manado (selamat ya kang! :D) bener-bener pengertian. Dia tau kalo juniornya itu calutak & sedikit gak sopan. Terutama utk urusan minuman & makanan.

    Pelan-pelan, ane seruput kopinya pace Agus. Rasanya kayak SRIKAYA! Sadis ini kopi. Pengkhianat rupanya. Bermuka dua. Pantesan tadi bulu hidung pada kabur, mereka tau kalo kopi ini tricky, penuh tipuan. Rasanya manis-manis asem kayak srikaya, gak kayak kopi-kopi robusta khas sumatra ato bahkan kopi bulukumba yg paitnya luar biasa. Viskositasnya pun gak sekentel kopi-kopi biasa. Kopinya pace Agus ini, viskositasnya sama kayak teh tawar yg bisa kita dapetin di mana aja. Gak kekentelan, gak keenceran, paslah pokoknya tapi yaaa itu, rasanya beda.

    Kang Gunardi, senior ane, akhirnya nanya ke si pace, ini kopi apa. Pace Agus akhirnya ngejelasin sambil senyum-senyum, senyum kemenangan seolah berhasil ngusir penjajah dg tangan kosong, sendirian. Ini kopi di dapet dari sodara sepupu istrinya yg tinggal di Wamena. Ini kopi racikan (blended), campuran kopi tolikara sama kopi welesi. Ane ma senior ane cuman manggut-manggut aja, biar keliatannya paham, biar gak keliatan kyk orang awam. Rupanya pace satu ini lebih paham tentang ilmu-ilmu di dunia hitam.

    Bisa ditebak, arah pembicaraan berlanjut lebih dalam tentang perkopian. Mulai dari masa panen 3-4 bulanan, proses fermentasi, pengeringan, penyangraian sampe penyeduhan. Dan utk pertama kalinya ane liat alat kopi yg namanya syphon, yg bentuknya lebih mirip tabung-tabung di lab kimia ketimbang alat seduh itu disana, di Papua. Dia ngajarin kami cara make alatnya itu gimana. Keren.

    Sampe akhirnya, sebelum pulang, kami dikasih oleh-oleh kopi racikan keluarga sepupu istrinya itu, kopinya blm digiling. Tapi kami juga diajarin gimana caranya nyeduh kopi yg belum digiling.

    Skip. Skip.

    Balik di kantor, di depan PC, ane bukannya ngerjain laporan malah langsung googling tentang kopi. Arabika. Wamena. Syphon. Tubruk. Dan kenapa tradisi ngopi di Indonesia itu cenderung lebih merakyat kopi sasetan yg gak sehat ketimbang kopi beneran. Padahal di Vietnam sana, sama-sama negara Asia Tenggara, budaya ngopinya lebih canggih ketimbang kita. Walopun sama-sama ngopi di emperan, kopinya mereka itu kopi beneran bukan kopi sasetan. Tapi gak dosa juga kok kalo masi betah kopi sasetan, toh ane aja kalo nongkrong di batmer, Taman Ismail Marzuki, ngopinya sasetan, kopi item. Pake es. Ngopi benerannya kalo lagi di kantor aja. Sama-sama murah.

    Ah rupanya kopi itu lebih dari sekedar minuman biasa yg disajiin di warung kopi pinggiran maupun kafe-kafe kelas atas. Yaaah, bolehlah dibilang, sedikit banyak, kopi itu, kayak salah satu judul bukunya Andrea, cinta di dalam gelas.

    @ Jodieisme
    Komentar paling panjang, anda berhak dapat buku novel gratis dari saya.
    Saya penasaran dengan kopi yang Jodie sebutkan yang berasal dari timur Indonesia itu. Penasaran saya, kopi di-blended tapi menghasilka rasa srikaya. Itu kopi apa srikaya, hahaha… Tapi tak apalah, kalau memang itu rasanya, pecinta kopi yang membaca posting ini akan tahu, bahwa rasa kopi bukan cuma pahit.
    Saya juga sangat jarang minum kopi sachet, kalo gak kepengen sekali. Soalnya kopi sachet itu saya gak percaya 100% asli kopi. Bisa jadi ada bahan tambahan tertentu berharga murah berakibat pemakaian kopi asli secukupnya saja, sehingga kopi sachet bisa dijual murah dengan banyak hadiah.
    Minum kopi, baik itu kopi asli maupun kopi sachet, salah satunya sebagai social drink, -seperti kata Andrea Hirata- telah membuat banyak orang bersilaturahmi.

  44. jodieisme Says:

    Maap kalo komennya gak nyambung om. Maklum, lagi baca blog-blog ttg kopi, tiba-tiba nyasar disini. Dan tiba-tiba jadi inget kalo Andrea HIrata juga sesama pegiat ukhuwah qahwahiyah a.k.a dunia hitam a.k.a perkopian garis keras juga, hehehe..

    Salam olahraga!

    @ jodieisme
    Saya baru tahu kalo AH pegiat “dunia hitam” juga hehe…
    salam sejahtera dan bahagia

  45. jodieisme Says:

    @alrisblog: Alhamdulillah, dapet buku euy, hehehe.. Kopinya pasti masi ada om, cuma akses ngedapetinnya yg lumayan susah, kontak-kontak ane di Papua uda pada mutasi. Tapi untungnya, ane pernah ngicipin kopi kicro lotnya Join Kopi di Bulungan, Blok M. Itu ajib juga kopinya, wanginya kyk gula aren gitu, rasanya kyk nangka. Seinget ane itu dari Kepahiang, Sumatra.

    @ jodieisme
    Iya dapat buku, mohon alamatnya ya. Saya sudah kirim email menanyakan alamat tapi belum dibalas.
    Kalo ke Jakarta nanti saya coba kopi kicro itu.

  46. bayutrie Says:

    yah…. saya terlambat😦

    @ bayutrie
    Lain kali ada lagi pembagian buku gratis.🙂

  47. Firman Says:

    Karya2 Andrea Hirata memang selalu sukses membuat kagum.

    @ Firman
    Dia memang maestro.

  48. arinidm Says:

    Waduh kayaknya saya nggak bakal dapat novel nih Mas, komentarnya nggak panjang. Saya malah jadi penasaran pengen nanya ma Andrea Hirata, suami saya sukanya minum air pake susu pake gula, kira-kira termasuk tipe yang mana ya?? Hehehe

    @ arinidm
    Lain kali ada lagi pembagian novel gratis,🙂
    Kalo minum air+susu+gula, gak disebutkan Andrea Hirata masuk tipe apa. Mungkin masuk tipe penyayang, kan sayang sudah manis harus ditambah yang pahit,🙂

  49. Fahmi (catperku) Says:

    saya suka laskar pelanginya andrea hirata, seneng banget pas udah bisa dateng ke museum kata buat liat karya-karyanya😀

    @ Fahmi (catperku)
    Saya juga pengen datang ke museum itu.

  50. SITI FATIMAH AHMAD Says:

    Assalaamu’alaikum wr.wb, mas Alris….

    Saya juga pencinta novel-novel Andrea Hirata. Buku novelnya juga banyak dijual di Malaysia dan saya sudah membaca semua buku novelnya. Memang tidak jemu mengulang baca novel Andrea. Malah filemnya juga saya suka lihat. Dapat ditonton melalui YT.

    Sangat menakjubkan kerana Andrea bisa memainkan emosi pembacanya. Indonesia beruntung mempunyai novelis yang hebat dan penuh dengan kasih sayang kepada bangsa dan negaranya. Saya turut berbangga.

    Salam sejahtera dari Sarikei, Sarawak.

    @ SITI FATIMAH AHMAD
    Andrea Hirata memang sastrawan yang cemerlang. Walaupun umur masih lagi muda tapi hasil karya dia teramat fenomenal. Saya juga bangga dengan dia, walau bagaimanapun dia salah satu sastrawan Melayu yang berjaya.

  51. Rullah Says:

    Aku juga senang baca novelnya Bang Hirata, pernah bertemu dengan beliau, foto bareng, ngobrol bareng. Ahh, bahkan salah satu review-ku novel Ayah, beberapa saat paling populer. Banyak yang nunggu karya beliau, namun beliau sengaja tidak terus-terusan menerbitkan karyanya dalam setahun.

    @ Rullah
    Wah beruntung ya bisa ketemu dan ngobrol sama AH. Saya setuju dengan strategi AH tidak menerbitkan novel tiap tahun. Kalau banyak nanti bikin pembaca cepat bosan. Dan lebih parah kalau mutunya menurun karena kejar tayang.

  52. evrinasp Says:

    semua novel yang disebutin di atas sepertinya ada di rumah, kebanyakan koleksi suami, dia suka Andrea Hirata, kalau saya penyuka komik hehe

    @ evrinasp
    Wah lengkap juga koleksi suami evrinasp. Saya belum punya 11 Patriot.
    Dulu waktu masih kecil suka juga komik🙂

  53. Ririe Khayan (@ririekayan) Says:

    Obrolan tentang kopinya super menarik dari Bang Jodi, jadi tahu kalau kopi tak harus berasa pait, spt hidup yg tak selalu pait. Sebagai penyuka kopi, tapi khasanah perkopian saya masih cethek. Bisa dibilang masih monoton, lha minum kopi seadanya. Belum sampai yg greget utk hunting berbagai jenis kopi. Bahkan antara kopi robusta dan kopi arabika, saya belum pernah nyobain aslinya spt apa. Kopi daerah timur yg saya cobain baru dari wilayah Banyuwangi.

    @ Ririe Khayan
    Sekarang banyak minuman kopi dengan beragam rasa. Saya juga belum nyobain banyak kopi, kebanyakan masih kopi robusta.

  54. Nunung Yuni Anggraeni Says:

    Saya suka novel-novelnya Andrea Hirata dari Laskar Pelangi dan teman-temannya sudah saya baca semua. Pengin baca novelnya yang terakhir yaitu Ayah. TApi dari kemarin cuman dibolak-balik aja di Gramedia gak jadi dibawa ke kasir. Hihi..

    @ Nunung Yuni Anggraeni
    Sama. Saya belum baca 11 Patriot.

  55. Febriyan Lukito Says:

    Seru juga nih GA-nya mas. Komen paling panjang. Kirain Dani udah paling panjang tapi ternyata ada yang lebih panjang lagi. Untuk Andrea Hirata, saya dah agak lupa seperti apa tulisannya kalau gak diingatkan oleh mas di sini. Dulu pas masih di bank, saya koleksi bareng2 sama sekretaris divisi. Kadang jadi tuker2an kado dah tahu deh kasihnya apaan. Entah ke mana koleksi itu.
    Ning sendiri saya ada bukunya dan belum selesai baca (mulai dari tahun 2013 akhir sampai sekarang gak selesai bacanya).

    @ Febriyan Lukito
    Lama juga baca novelnya ya, bertahun belum selesai haha… Saya ada novelnya tapi belum pernah baca🙂

  56. rangtalu Says:

    wuih samo da, ambo suko caronyo bacarito, bahasanyo ringan, tuturnyo mengalir lancar, kesukaannyo menggunakan sisipan bahaso melayu mambuek carito2 nyo tu dakek dg jiwa yg minangko, minang-melayu tu dakeklah..
    ciek lai, urutan panyakik gilo tu iyo mambuek awak acok tagalitik, sampai kini ambo alun juo tuntas mengurutkan nomor panyakik gilo tu dari satu sampai habis, hehehe😀

    *) wak ndak berharap novel itu doh da, wak nio novel yg lain se la kalo berkenan hehe🙂 bia yang iko untuk komentar terpanjang se.

    @ rangtalu
    Antah dari ma paja tu (AH) mandapek ide iyo sabana manyalinok bilo AH bacarito. Novel2 nan sarupo iko nan katuju disalero awak.

  57. Noe Says:

    Haai mas, baca cuplikan novel cinta dalam gelas yg mas tulis itu kok jd pingin punya bukunya. Hihi…

    @ Noe
    Sok atuh dibeli, teh.

  58. Ricalinu Says:

    keren jadi pengen beli novelnya

    @ Ricalinu
    Ayo dibeli.

  59. Chichi Says:

    Panjang banget itu komentarnya yaaa.. Lebih panjang dari postingannya. Hehe..

    @ Chichi
    Salut saya buat yang komentar panjang itu.

  60. Beby Says:

    Akuuu punya beberapa buku Andrea Hirata Bang, tapi cuma Laskar Pelangi yang dibaca.. Hahah.. Sejak pindahan jadi jarang baca buku😛

    @ Beby
    Ayo baca yang lainnya. Ada kemana sekarang?

  61. eda Says:

    aku punya laskar pelangi, maryama karpov dan ayah.. dari ketiganya, AYAH yg tuntas bacanya, trus bikin nangis.. laskar pelangi ga tuntas, keburu main di bioskop. kalo maryama marpov gak tuntas karena dari awal baca, udah gak klik di hati😀

    @ eda
    Semua novel AH, menurut saya, mencampur aduk semua emosi: gembira, sedih, simpati, kabeh perasaaan🙂

  62. Shudai Ajlani Says:

    Wehehe satu kata untuk Andra Hirata, favorit! Aku nggak ikutan komentar panjang ya mas, komentar terpanjang sudah diwakili oleh mas jodieisme😀

    @ Shudai Ajlani
    AH memang yahud,🙂
    Terima kasih sudah berkunjung.

  63. agoesman Says:

    Saya suka juga Novel Andrea H tapi belom sempat baca…maklum sering di hutan…heee….btw salam kenal kunjungan perdana..

    @ agoesman
    Kan enak baca novel di hutan sambil istirahat, hehe…

  64. Hafidh Frian Says:

    Meskipun sudah lama dan banyak tayang di layar lebar, novel karya Andrea Hirata belum pernah aku baca sama sekali, cuma sampai pada keinginan doang. Padahal memang karyanya inspiratif, menurut banyak orang, termasuk tulisan diatas.

    @ Hafidh Frian
    Ayo dibaca supaya tahu karya AH memang bagus, beda dari yang lain.

  65. Meiy Piliang Says:

    Andrea bikin trance! ini tulisan uni dulu ttg doi: https://putirenobaiak.wordpress.com/2008/12/10/cinta-gila-dan-mimpi/

  66. Meiy Piliang Says:

    https://putirenobaiak.wordpress.com/2008/09/18/andrea/

    @ Meiy Piliang
    Mokasi ni, ambo maluncua kasinan🙂

  67. diar nurhakim Says:

    Saya juga suka karya Andrea Hirata mas.. saya udah membaca laskar pelangi, sang pemimpi, edensor, maryamah karpov.. iya baru itu aja mas, yang lainnya belum saya baca, iya betul karya andrea hirata humor yang cerdas ya, inspiratif, mantabs, memberi ilmu dan menghibur, wkwkwkwkw, wah kayaknya udah ada yang panjang komennya tuh ya, jadi saya gak akan menang nih ya,,, hehehehehehehehehehehehehehehehe🙂

    @ diar nurhakim
    AH selalu memukau dengan cara dia mengungkapkan sesuatu. Setidaknya bagi saya cara dia menulis memukau. Lain kali semoga dapat buku gratis dari saya, walau tanpa komentar panjang🙂

  68. reni judhanto Says:

    Wah aku telat nih baca tulisan ini dan pastinya novel Ning Anak Wayang sudah dikirim pada 2 orang yang beruntung ya?

    Aku juga suka Andrea Hirata, namun sampai sekarang aku belum membaca novel Ayah yang dia buat. Entah mengapa aku batal terus mau membelinya, semoga lain kali aku benar2 bisa membelinya.

    Baguskah novel ayah itu? Terakhir aku membaca tulisannya yang Sebelas Patriot itu. Jadi kangen baca tulisannya lagi.

    @ reni judhanto
    Novel ayah bagus juga, bicara tentang cinta, kesetiaan dan banyak lagi. Seperti biasa gaya penulisan AH pasti memikat,🙂

  69. Tuxlin Says:

    Pada dasarnya, saya suka membaca… Tapi akhir2 ini dikejar deadline skripsi dan kerjaan, udah jarang baca buku… apalagi novel😦

    @ Tuxlin
    Manajemen waktu dengan baik, pasti ada waktu untuk membaca buku, apapun bukunya.

  70. SITI FATIMAH AHMAD Says:

    Assalaamu’alaikum wr.wb, mas Alris….

    Alhamdulillah, dapat bersilaturahmi lagi di tahun baru islam 1437 Hijriyyah. Semoga beroleh semangat baru untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. aamiin.

    Salam Maal Hijrah dari Sarikei, Sarawak.

    @ SITI FATIMAH AHMAD
    Waalaikumsalam wr wb, kak Siti,
    Semoga di tahun 1437 H ini kita dapat lebih baik lagi dalam kehidupan dan mengabdi pada Allah Swt, aamin.
    Salam dari Ambon

  71. Ariesusduabelas Says:

    Edensor kocak! paling lucu. hhahaha

    @ Ariesusduabelas
    Saya suka semua. Rata-rata novel AH ada sesi lucunya.

  72. spekgame Says:

    saya dulu suka novelnya. tapi sekarang saya ga ada waktu buat baca novel😦

    @ spekgame
    Pasti ada waktu buat baca asal bisa manajemen waktu dengan baik.

  73. zamroni Says:

    ayah, sebelas patriot, padang bulan belum baca. yg lainnya udah baca dan yang paling aku suka dari novel Andrea yang pernah aku baca tuh Maryamah Karpov. duh, novel itu lucu banget dah.

    @ zamroni
    Saya juga baca semua. Memanglah novel-novelnya AH keren.

  74. Eat for Life Says:

    saya juga kagum dengan andrea yang tidak terjebak dengan “keadiluhungan” sastra yang seolah dipuja puja supaya tidak keluar pakem. oleh karyanya yg tampak ringan, bahkan sampah menurut segelintir sastrawan, namun dengan indahnya andrea berhasil menyeret anak-anak sekolah yg sama sekali belum pernah baca novel, apalagi novel indonesia, mendadak menjadi mencintai buku. bagaimanapun, sulit sekali untuk mencipta karya yang kelak disukai banyak orang. namun andrea bisa.

    @ Eat for Life
    Kita tentu kasih apresiasi buat Andrea Hirata. Salah satu penyebab majunya wisata di Belitong adalah juga berkat novel Laskar Pelangi.

  75. firafirdaus Says:

    yang sebelas patriot nggak sebagus novel2 sebelumnya mas, saya sudah pernah baca. Hanya menceritakan mengenai si andrea dulu pernah gabung bola, pernah nyaris masuk tim, terus dengar cerita bahwa ayahnya dulu salah seorang patriot sepak bola jaman belanda. Gitu aja mas, maaf spoiler🙂

    @ firafirdaus
    Saya belum baca yang 11 patriot. Saya suka gaya penyampaian Andrea.

  76. mysukmana Says:

    saya dulu waktu nonton laskar pelangi rada mau nangis gimana gitu..tp ya gak jadi (cowok gitu loh mas wkwkw)

    @ mysukmana
    Nangis ya nangis aja mas, cowok kan juga manusia hehe…

  77. cumilebay.com Says:

    Beberapa kali kesini tapi blm ada postingan baru #AkuSedih hahaha

    @ cumilebay.com
    Orangnya lagi kena asap,😦

  78. Akhmad Muhaimin Azzet Says:

    Buku yang panjenengan kirimkan sangat bermanfaat, Mas. Sungguh, saya senang sekali. Makasih banyak ya. Jazakumullah ahsanal jaza’.

    @ Akhmad Muhaimin Azzet
    Alhamdulillah. Saya juga senang jika bermanfaat, aamin.

  79. Idah Ceris Says:

    Pengacsu sistem politik, plin plan dan suka protes yg ngga penting.😀

    @ Idah Ceris
    Siapakah itu?

  80. Agusman Rizal Says:

    blom ngupdate lagi ni gg…..pa khabar ??

    @ Agusman Rizal
    Orangnya sesak napas kena asap, haha…

  81. Ecky Agassi Says:

    Suka sastra juga mas?😀

    @ Ecky Agassi
    Suka novel dan sejarah lama.

  82. Henny Faridah - Penipuan Buku Voucher Says:

    Hanya dari sebuah kegiatan minum kopi bisa dilihat hidup seseorang, lalu bagaimana yang gak suka kopi hehehe….

    @ Henny Faridah
    Seperti kata AH, orang yang gak ngopi adalah penyia-nyia hidup, hahaha… just kidding

  83. berjubel.net Says:

    Saya jauh lebih suka Ayu Utami🙂

    @ berjubel.net
    Setiap orang beda kesukaan novelnya.

  84. ar syamsuddin Says:

    Assalamu’alaikum mas Alris…
    Terima kasih mas bukunya bagus sudah saya terima sebagai tambahan referensi buat saya.
    Andrea Hirata, sastrawan kita yang satu ini memang pantas menjadi sebuah fenoma. Saya hanya bisa berkata seperti itu, sebagai kesimpulan. Karena novel-novelnya yang sudah menjadi buah bibir banyak orang serta sudah banyak tayang di layar kaca maupun layar lebar. Sayangnya, belum satupun saya miliki apalagi membaca karya-karya beliau ini. Ada sih hasrat utk beli tapi kayaknya konsen saya selalu teralihkan ke hal-hal lain yang akhirnya ga jadi…Terima kasih.
    Salam dari saya di Dompu

    @ ar syamsuddin
    Waalaikumsalam wr wb, bang AR Syamsuddin
    Alhamdulillah, kalau buku itu bermanfaat.
    Cara Andrea Hirata bercerita memang beda dengan novelis lain. Bahasanya bergaya Melayu. Penuturannya dicampur dengan pengetahuan luas Andrea Hirata.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: