Kalau Tidak Ada-berada, Takkan Tempua Bersarang Rendah

Judul posting ini adalah sebuah peribahasa lama Melayu. Ketika penulis masih sekolah dasar dan sekolah menengah lanjutan pertama peribahasa ini cukup sering didengar, karena harus dihapalkan dan kadang diujikan dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Kalau jaman saiki, coba deh tanya anak sekolah setingkat smp tahu gak peribahasa itu dan artinya? Saya yakin banyak yang akan menggeleng, teu wawuh alias gak tau.

Diwaktu saya kecil ketika di kampung, burung Tempua ini memang bersarang rendah. Kebanyakan yang saya temui waktu itu dia akan bersarang di pohon Cangkiang. Pohon cangkiang adalah sejenis pohon dadap dimana pohonnya berduri, daunnya juga berduri terutama pada tulang daun. Pohon cangkiang ini biasanya tumbuh di tanah pematang sawah. Sehingga banyaklah burung Tempua yang bikin sarang di pohon itu, karena bahan sarang yang mudah didapatkan berupa rumput dan daun padi, juga karena sumber makanan yang berlimpah di area sekitar dia membuat sarang.

Kenapa burung Tempua bersarang rendah? Dia bersarang rendah karena ada-berada tadi. Sepanjang yang saya tau kalau burung Tempua bersarang rendah di sekitar pohonnya pasti ada sarang ular, lebah atau penyengat. Kalau tidak ada yang melindungi burung Tempua akan membuat sarang di tempat tinggi seperti pohon kelapa, atau pohon lainnya yang tinggi.

Di samping kantor proyek sejak dua bulan lalu burung Tempua ini membuat sarang di pohon yang tinggi. Dia membuat sarang di ujung dahan. Nah, saya yakin pohon itu gak ada sarang ular, lebah atau penyengat. Pangkal pohon itu tumbuh di dekat sebuah warung yang merangkap tempat tinggal, di dahan atau pohonnya saya tidak menemukan ada sarang lebah atau sarang tawon.

di pohon tinggi dan di ujung dahan

bersarang di pohon tinggi dan di ujung dahan

Dulu di kampung sering juga saya menjumpai burung Tempua membuat sarang di ujung daun pohon kelapa. Kalau membuat sarang seperti itu tentu sulit untuk diambil, sudahlah pohon kelapanya tinggi sarangnya di ujung lagi.

sarang burung tempua di pohon kelapa

sumber gambar dari sono

Supaya anda tidak penasaran dengan pohon Cangkiang di bawah ini adalah bentuk pohon tersebut. Sayang sekali gambarnya agak kecil. Saya sudah gugling tapi belum ketemu gambar pohon Cangkiang yang lebih jelas. Nama latin untuk pohon ini saya juga belum tahu, mungkin ada yang bisa bantu.

sumber gambar dari sini

sumber gambar dari sini

Tonton video yang saya ambil dari Youtube berikut ini, betapa mengagumkan cara burung Tempua jantan membuat sarang. Selama pembuatan sarang, sang betina akan memperhatikan si aa membangun rumah impian. Ternyata burung Tempua jantan adalah pekerja keras dan arsitek yang mumpuni.

—————————————————————————————————————-

Silè berpantun sikit makcik:

Burung tempua bersarang rendah
Sarangnya elok dipandang mata
Hajat bersua di malam indah
Semoga mimpi menjadi nyata

—————————————————————————————————————-

Posting yang lalu berjudul Arrrggghhh… Susahnya Rutin Olahraga, yang mendapatkan buku gratis dari saya adalah : edu4bali.wordpress.com; hensamfamily;  dan pwgara.wordpress.com. Silahkan kirim alamat lengkap via japri ke alris587[@]gmail dotkom. Buku akan saya kirim setelah alamat lengkap saya terima. Tersedia buku gratis bagi tiga orang yang memberikan komentar untuk posting kali ini.

***

Sis & bro, sekarang kan lagi ribut-ribut tuh kasus pembagian divestasi saham Freeport Indonesia sampai menjual nama dan melibatkan banyak petinggi negeri ini. Kasus itu terjadi karena ada-berada juga, hehehe…

29 Tanggapan to “Kalau Tidak Ada-berada, Takkan Tempua Bersarang Rendah”

  1. kayka Says:

    hehehehe saya juga gak tau artinya nih da😀

    belajar dimana ya itu si aa? hebat harus bikin sarang yang bagus untuk bisa membuat burung betina memilih sarangnya…

    salam
    /kayka

    @ kayka
    Nah, sekarang sudah tau maksudnya kan,🙂
    Si aa dulu belajar sama bokapnya, hehehe…

  2. Rifqy Faiza Rahman Says:

    Waah menarik banget tulisannya! Saya baru tahu peribahasa itu dari tulisan ini pula, begitupun jenis burung dan sarangnya. Ahay, betul juga ya kasus ‘ada-berada’ itu😀

    @ Rifqy Faiza Rahman
    Lain daerah lain lagi nama burung itu. Kalau di Ambon dinamakan burung merah, karena matanya berwarna merah.
    Kasus itu cocok situasinya dengan pepatah diatas, hehehe…

  3. dani Says:

    Baru tahu Mas si burung ini. Tapi bisa memahami latar belakang dari pepatahnya. Hihihihi. Nyangkutnya ke kasus itu. Memang cucok sih😀

    @ dani
    Di Jawa nama burung ini kalo gak salah namanya burung manyaran. Jika di Sumatera hampir rata menyebutnya burung tempua.

  4. shiq4 Says:

    Saya sudah baca artikelnya tapi tetep nggak paham arti “kalau tidak ada-berada, takkan tempua bersarang rendah” ha haha

    Di zaman saya kayaknya nggak ada deh peribahasa seperti itu. Kalau boleh tahu mohon penjelasannya pak…

    @ shiq4
    Maksud pepatah itu adalah: Segala sesuatu terjadi ada sebab musababnya.
    Peribahasa itu sudah ada sejak jaman dahulu kala, mungkin saja guru bahasa indonesia shiq4 juga tidak tahu sehingga tidak diajarkan.

  5. Ar Syamsu Says:

    Coba menebak makna, “Kalau tidak ada-berada, takkan tempua bersarang rendah” itu artinya, kalau tidak ada sarang ular dan penyengat, tempua tak akan berani bersarang rendah, karena tidak aman dari gangguan….too simple mungkin?..hehe

    @ Ar Syamsu
    Kalo gak ada jagoan yang melindungi gak akan mungkin preman memalak sesukanya, hehehe…

  6. SanG BaYAnG Says:

    Wah.., saya gak tahu juga tuh artinya peribahasa “Kalau tidak ada-berada, takkan tempua bersarang rendah”. Namun kagum dengan keberadaan burung Tempua yang masih bisa dijumpai hingga kini di daerah, Anda. O iya, di tempat tinggal saya burung itu diberi nama burung manyar dan dulu biasa bersarang pada rumpun bambu atau di kebun tebun, tapi sekarang sudah tidak pernah ada lagi.

    Salam..

    @ SanG BaYAnG
    Ya, kalo tidak sesuatu tidak akan terjadi sesuatu, begitulah.
    Burung ini akan berpindah mencari daerah yang banyak sumber makanannya.

  7. Evi Says:

    Cerdas benar nenek moyang kita dahulu kala ya Pak Alris. Memgamati alam kemudian membuat alegorinya dalam sebentuk peribahasa. Kalau tidak ada berada, takan tembua bersarang rendah. Kalau tak ada apa-apanya gak mungkin lah burung tembua membangun sarang yg mudah dijangkau manusia.

    Ohya ngomong2 dulu saya juga sering melihat burung tembua bersarang di paran rumah gadang, di tempat yg sulit dijangkau dari bagian rumah. Pintar benar burung ini melindungi diri

    @ uni Evi
    Saya rasa banyak pepatah yang dibuat orang dulu adalah pelajaran dari alam.
    Kalo tempatnya tinggi juga disukai burung ini untuk membuat sarang.

  8. denaldd Says:

    Pak Alris, seingat saya dulu waktu SD atau SMP tidak pernah diajari peribahasa ini. Peribahasanya ya yang sudah biasa kita dengar. Makanya saya baru tau ada peribahasa ini. Terima kasih infonya Pak. Tulisannya selalu memberi pengetahuan baru. Saya juga baru tahu nama burung Tempua🙂

    @ denaldd
    Peribahasa ini saya dapatkan waktu belajar di smp. Kalo bagi orang Sumatera Barat dan Riau memang banyak diajarkan peribahasa, tapi itu dulu ya. Kalo sekarang saya juga gak tau, karena sudah 21 tahun gak tinggal di kampung halaman.
    Bisa jadi juga anak-anak sekarang gak tau karena kurikulum yang dibuat tiap mentri punya kurikulum sendiri,🙂

  9. Gara Says:

    Tidak ada sesuatu yang terjadi tanpa suatu maksud. Tidak mungkin ada yang mencatut nama Presiden kalau tidak ingin minta upeti saham #eaaa. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan selalu didasari dengan maksud baik ya Mas, supaya akhirnya juga menjadi sesuatu yang baik :)). Terima kasih atas hadiah bukunya ya Mas, alamat sudah saya kirim ke surel, semoga sudah sampai :))

    @ Gara
    Setuju, segala yang kita lakukan harus dengan niat baik. Kalo papa minta saham juga maksud baik mungkin, baik buat dia pribadi, wkwkwk…
    Tunggu saja ya, buku dalam proses pengiriman,🙂

  10. Asop Says:

    Di kota2 besar saat ini udah sulit ya menemui sarang burung yang seperti itu. Dulu saya masih ingat pas saya masih SD di Surabaya. Di depan rumah saya ada pohon palem tua, tinggi sekali. Di atasnya ada sarang burung. Mirip seperti itu sarang burungnya. Nggak sama persis sih, tapi mirip. Saya juga lupa2 ingat.:mrgreen:

    Lalu sarang itu jatuh entah karena apa, dan di dalamnya ada anak burung. Sama tetangga depan rumah burung itu dipeliharanya sampe besar.😀

    @ Asop
    Kalo di kota baru saya temui di Ambon ini. Mungkin karena gak jauh dari dia tempat bersarang ini ada perbukitan dan kemungkinan disana banyak makanannya. Setahu saya berdasarkan pengalaman waktu kecil, biasanya burung tempua akan membuat sarang tak jauh dari sumber makanan dan bahan untuk sarang.

  11. rynari Says:

    Cerdasnya burung manyar…. Teringat buku Burung burung manyar karya Rama Mangun. Trim Uda berbagi postingan elok. Salam

    @ rynari
    Saya penasaran sama novel Romo Mangun itu. Nanti saya cari kalo balik ke Jakarta.

  12. @HEYDEERAHMA Says:

    Cerdasnya burung Tempua membuat sarang🙂

    @ @HEYDEERAHMA
    Tiap makhluk hidup diberi kelebihan oleh NYA.

  13. Brad Says:

    Lompat-lompat si burung tempua,
    bangun sarang di pohon cangkiang.
    Jantung hati di lain benua,
    dalam doa disayang-sayang.

    @ Brad
    Lompat-lompat burung tempua
    selalu hinggap di pohon jati
    walau doi jauh dilain benua
    semoga dia tidak ke lain hati

  14. Allisa Yustica Krones Says:

    Hehehe..saya juga baru denger peribahasa ini😀

    Itu sarangnya keren yaa…tapi kalo udah banyak bergelantungan di pohon gitu kok liatnya agak geli gitu ya😀

    @ Allisa Yustica Krones
    Peribahasanya sudah lama. Orang Sumatera Barat dan Riau akrab dengan peribahasa ini,🙂
    Waktu saya kecil, dahan pohon cangkiang itu malah hampir penuh oleh sarang burung itu.

  15. jampang Says:

    saya jadi download filmnya nih buat sabiq

    @ jampang
    Bagus film itu buat anak bang,🙂

  16. Ecky Agassi Says:

    wah baru tau ada pribahasa itu😀

    @ Ecky Agassi
    Peribahasa lama.

  17. SITI FATIMAH AHMAD Says:

    Assalaamu’alaikum wr.wb, mas Alris….

    Saya tidak pernah melihat sarang burung tempua secara realiti di depan mata. Hanya membaca dari buku, melihat foto dan dokumentasi tentangnya. Sarangnya sangat cantik bagai dianyam seperti bekas lampu yang indah. demikianlah kecerdikan yang dianugerahkan Allah kepadanya untuk melindunginya dari mara bahaya. Peringatan juga buat kita.

    Salam sejahtera dari Sarikei, Sarawak.

    @ SITI FATIMAH AHMAD
    Saya melihat sarang burung tempua ini secara realiti sewaktu masih budak kecik dulu di kampung. Memang dia ni bersarang rendah kalau ada pelindungnya. Iya, kak Siti, dari burung itu juga kita bisa belajar.
    Salam dari Ambon.

  18. ramadoni Says:

    wah ilmu baru, saya juga baru tau yang namanya burung tempua, apalagi peribahasanya… hehehe

    @ ramadoni
    Ilmu udah lama mungkin baru Bagi Ramadoni,🙂
    Tiap daerah punya nama berbeda untuk burung ini, di Jawa namanya burung Manyar.

  19. ded Says:

    Ingat masa kecil di kampung banyak pohon kelapa di sekitar rumah. Tentu saja juga banyak sarang burung tempua bergantungan di pohon2 tsb

    @ uda Ded
    Wakatu ambo sakolah di Kampuang Kalawi tahun 1984 masih ado buruang ko. Adonyo di pohon-pohon dakek sawah,🙂

  20. bersapedahan Says:

    oooo …. sarang model begitu itu .. sarang burung tempua … baru tahu … saya pernah lihat di kampung istri … hebat ya … burung tempua ini .. membangun relasi sama ular atau lebah …

    @bersapedahan
    Sama juga kayak manusia, kadang membangun relasi sama musuh untuk keuntungan, hehehe…

  21. arinidm Says:

    Waduh saya kayaknya termasuk yang baru tau sama peribahasa di atas deh, beneran saya baru denger sekarang rasanya Mas:mrgreen:

    @arinidm
    Peribahasa lama Melayu. Coba saja cari pasti ada.

  22. Adelina Says:

    Baru tau ini pepatah dan jenis burung ini. Hebat yach nich burung keahliannya lebih dari tukang anyam.

    @Adelina
    Pepatah lama, dulu sering diajarkan di sekolah dasar. Sudah bawaan burung itu punya kepandaian seperti itu kayaknya.

  23. kutukamus Says:

    Baru tahu ini, jadi kalau mendapati ada sarang burung yang rendah malah sebaiknya hati-hati ya..

    @kutukamus
    Biasanya begitulah.

  24. Revorma Says:

    Emang siswa jaman sekarang pada gak ngerti peribahasa ya, apalagi bahasa melayu yang notabene bahasa nenek moyangnya.
    saya juga deng, baru denger peribahasa ini. hehe. tadi aja waktu baru baca judulnya masih ngeblang itu maksudnya apa

  25. alltags englisch online Says:

    Wie bereits erwähnt, ist es wichtig seinen Kunden relevanten und spannenden Conntent
    zu liefern, damit diese Ihren Neuigkeiten folgen und Ihr Unternehmen im
    Gespräch bleibt.

  26. Reise Gesundheit Says:

    Das Ferritin (und damit das Eisen) im Blut kann zu einem
    erhöhten Blutdruck führen.

  27. Bennett Says:

    Schreibe uns, wenn du auch Erfahrungen mit anderen, natürlich blutdrucksenkenden Mitteln gesammelt hast.

  28. sankonsultaustria.wordpress.com Says:

    Nur jeder zweite Deutsche mit erhöhtem Blutdruck erhält eine vernünftige Behandlung.

  29. Micah Says:

    Außerdem ist Essen etwas sehr Wertvolles, das man mit Genuss und Muße zu sicht nehmen soll.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: