One Day No Rice, Sulitkah?

Satu prestasi baik dari seseorang sudah sepantasnya kita apresiasi. Sehari tanpa nasi ini adalah salah satu cetusan ide bagus yang diimplementasikan dalam bentuk tindakan nyata. Benar, adalah Walikota Depok Jawa Barat, Nur Mahmudi Ismail yang membuat terobosan ini tahun 2012. Menurut wikipedia, “Program ini diawali dengan diterbitkannya SK Walikota Depok No. 010/27-um tanggal 10 Februari 2012 yang memerintahkan seluruh penjual makanan di kantin di Balai Kota Depok untuk tidak menjual nasi yang terbuat dari beras setiap hari Selasa, namun menyediakan makanan pengganti seperti kentang, singkong, dan umbi-umbian lainnya. Kebijakan ini muncul setelah diskusi antara Nur Mahmudi Ismail dan Profesor (riset) Djoko Said Damardjati mengenai kesuksesan program serupa di Korea Selatan. Melalui program One Day No Rice ini, masyarakat diminta untuk mengurangi konsumsi beras dan beralih ke makanan pokok lain seperti umbi-umbian yang sebenarnya tersedia dalam jumlah besar di pasar tradisional.”

Nampaknya program ini mendapatkan sambutan baik dari masyarakat. Terbukti setiap hari selasa para pegawai di lingkungan Balai Kota Depok mengikuti program ini, yakni sehari makan tanpa nasi dan tanpa makanan yang terbuat dari beras. Tak hanya pemda, perusahaan swasta yang berada di Depok juga banyak yang mendukung program ini. Tidak saja di Depok, banyak daerah lain yang mengadopsi program ini. Sedikitnya sudah berjumlah 15 daerah, yaitu daerah tingkat satu (propinsi) dan daerah tingkat dua (kabupaten/kota) yang sudah mengikuti program sehari tanpa nasi ini. Di Kota Padang untuk menurunkan permintaan beras yang begitu tinggi, karena kebiasaan penduduknya yang makan nasi minimal dua kali sehari, -kayak saya dulu- walikota mensiasatinya dengan program One Day No Rice. Produksi beras dari lahan pertanian yang ada di Kota Padang hanya mampu memenuhi 40% dari kebutuhan, sisanya impor dari Solok (penghasil beras paling enak, kampung saya lho,🙂 ), Pesisir Selatan dan Padang Pariaman.

Program One Day No Rice (ODNR) tidak hanya menurukan konsumsi beras perkapita, diversifikasi pangan, dan meningkatkan produksi makanan pokok lain seperti umbi-umbian, tetapi juga bisa menurunkan inflasi. Salah satu jurus untuk menurunkan inflasi yang begitu tinggi di Propinsi Bengkulu, pemdanya juga akan menerapkan program ONDR. Saya pikir kalo program ONDR ini diberlakukan secara massif dan nasional akan memberikan dampak penurunan konsumsi beras secara signifikan, sehingga pemerintah cq bulog dan menteri pertanian tidak akan pusing memikirkan stok beras nasional. Gak usah pusing, pak, kebutuhan pokok bisa dipenuhi dengan diversifikasi pangan. Tapi, ya, begitu deh, pemikiran pejabat pusat itu kadang tidak bisa saya pahami. Beras kurang, cari solusi yang enak : impor. Enak bagi pemberi kebijakan dan enak bagi pengusaha. Gak enak bagi end user macam saya, gimana mau enak beras bulog biasanya bau apek dan kadang ada ulat. Enak untuk pemberi kebijakan dan pengusaha karena simbiosis mutualisme, juga biasanya karena seperti kata pepatah lama Melayu : Kalau Tidak Ada-berada Takkan Tempua Bersarang Rendah, hahaha…

Oke, oke… kita akhiri saja sifat skeptis dan curiga seperti kalimat diatas. Saya khusnudzon saja sama pemerintah. Kalo sama papa minta saham saya, sih, su`udzon. Lha, dari transkrip percakapan dan rekaman audio sudah terang-benderang ada niat yang tidak baik, lebih tepat niat memperkaya diri sendiri. Weleh, weleh…malah melebar kemana-mana, nih. tulisan.  Stop, stop, kembali ke topik.

menu wajib tiap hari selasa

Sejak tiga bulan lalu saya sudah mengikuti program ODNR. Setiap hari selasa saya membiasakan diri saya sendiri untuk makan kentang rebus sebagai pengganti nasi. Menu makan siang saya adalah satu butir kentang rebus, sepotong ikan goreng/ikan gulai, dan sayur secukupnya. Sayur bisa berbentuk gulai, rebus atau goreng. Karena di lahan proyek ada tiga pohon rimbang yang selalu berbuah, maka hampir tiap hari selasa saya makan buah rimbang. Lalu untuk sore hari saya makan setengah butir kentang rebus dan satu butir telur rebus + satu gelas susu kental manis. Diawal memulai program satu hari tanpa nasi ini memang saya merasakan perut gak kenyang. Bagaimana mau kenyang, lha, wong sudah terbiasa makan nasi. Untuk makan sore, saya sudah hampir lima bulan tidak makan nasi. Sebagai gantinya saya makan salah satu dari makanan ini : roti, oat meal, buah-buahan, mie. Perasaan perut tidak kenyang hanya saya rasakan pada hari pertama menjalani ONDR. Setelahnya, sesudah berjalan tiga bulan ini saya merasa baik-baik saja. Tak sulit menjalankan sehari tanpa nasi. #yang sulit itu sehari tanpa kamu,🙂

Sampai saya menulis untuk posting ini, saya tidak merasakan ada kelainan dengan sistem pencernaan saya. Malah sekarang kalau BAB lebih lancar dari biasa, dan juga lebih teratur. Saya juga tidak merasakan badan saya lemas. Padahal saya tidak sarapan pagi. Kalo pagi saya minum segelas air  hangat + perasan air jeruk, jam 10.00 saya makan satu roti seberat ±100 gram. Suer, saya sekarang merasa lebih sehat. Anda pengen juga sehat? Anda bisa mencoba mengikuti pola makan saya. Kalo gak cocok, menu makan dan kebiasaan makan bisa ente modifikasi sendiri sesuai kenyamanan you. Saya tantang Anda untuk ikut berpartisipasi aktif menyukseskan ONDR. Minimal aktif untuk diri sendiri dulu. Anda ikut program ONDR berarti sudah ikut menurunkan konsumsi beras per kapita, artinya juga sudah ikut memperkuat ketahanan pangan. Nanti hilirnya ikut meniadakan impor beras. #katanya negara agraris tapi impor beras, malu sama Vietnam.

Konsumsi beras perkapita per tahun di negara gemah ripah loh jinawi sangat tinggi. Menurut Walikota Padang, rata-rata konsumsi beras warga Kota Padang, mencapai 121,6 kilogram per tahun per kapita. Sementara untuk tingkat nasional, menurut Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan, konsumsi beras sebanyak 130 kilogram per tahun per kapita. Dibanding Jepang konsumsi beras kita jomplang sekali. Konsumsi beras Jepang hanya 30 kilogram per tahun per kapita. Masyarakat Jepang banyak makan ikan. Okelah, terlalu jauh membandingkan kita dengan Jepang yang negara maju itu. Kita bandingkan dengan Vietnam saja. Vietnam menghabiskan beras sekitar 80 kilogram per tahun per kapita. Ada perbedaan sangat besar konsumsi beras antara masyarakat Vietnam dengan masyarakat Indonesia, yaitu 50 kilogram per tahun per kapita. Jadi hal yang mudah diterima akal sehat jika Vietnam mengekspor berasnya ke Indonesia. Ada kelebihan produksi beras yang sangat banyak di Vietnam akibat konsumsi yang rendah jika dibandingkan dengan Indonesia.

sesekali bolehlah makan enak

Hari selasa kemaren, 8 Desember 2015, saya dapat menu sedikit istimewa. Ada tambahan gulai kepala ikan, sayur gulai rebung, mie goreng dan sambal. Syukur sekali, Alhamdulillah. Kepala ikan itu kelihatan saja besar, padahal yang banyak tulangnya, hehehe…

***

Untuk Posting Kalau Tidak Ada-berada, Takkan Tempua Bersarang Rendah, yang mendapatkan buku gratis adalah: papanpelangi.wordpress.com; spreadthepearl.wordpress.com; dan ramadoni.com. Silahkan kirim alamat lengkap via email ke alris587[@]gmail dot kom. Masih ada buku gratis dari saya, silahkan berkomentar sesuai topik.

65 Tanggapan to “One Day No Rice, Sulitkah?”

  1. denaldd Says:

    Foto makanan yang terakhir membuat saya krucuk2 laper Pak, masih pagi disini plus dingin pula, jadi mbayangin makan gulai kepala ikan haha. Sejak saya dengar Depok mencanangkan program ini, saya setuju sekali. Berharap program tersebut menjadi kebijakan nasional. Karena berdasarkan pengalaman saya, kalo ga makan nasi ga akan mati kok. Tinggal disubstitusi dengan karbohidrat yang lain dimana Indonesia banyak sekali ragamnya. Pola makan Pak Alris hampir sama dengan saya. Sejak mengikuti metode food combining 7 tahun lalu sampai sekarang, saya sudah menerapkan untuk mengkonsumsi karbohidrat satu kali sehari. Pagi minum jeruk nipis anget dan buah sampai makan siang. Siang makan karbohidrat dan sayur. Malam makan full sayuran segar (sayur mentah). Dan protein hewani tidak saya campur dengan karbohidrat makannya. Jadi kalo mau makan protein hewani nyampurnya sama sayuran. Enak banget rasanya dibadan, ga gampang ngantuk, lebih fresh, bonusnya berat badan stabil. Sejak pindah, tambah saya jarang makan nasi. Mahal banget harganya. 1kg nyaris €3. Mudah2an masyarakat Indonesia mulai membiasakan diri untuk beralih ke sumber karbohidrat yang lain, dan mengurangi jumlah konsumsi karbohidrat per hari.

    @denaldd
    Mba Deni, di Belanda kan banyak ikan. Buat masakan gulai asam pedas kepala ikan cukup mudah, pakai bumbu biasanya saja, dan ditambahkan kemiri. Gulai kepala ikan di foto itu juga khas Jawa Timur, istri teman saya yang buat🙂
    Food combining yang saya lakukan gak berpedoman kepada rumusan tertentu, cuma ala-ala versi saya saja, hehehe…
    Saya, sih, berharap presiden yang mencanangkan ODNR. Diberlakukan dulu di lingkungan istana, kemudian lingkungan kementerian. Kalau langkah ini dilakukan pasti nanti pemda seluruh Indonesia akan mengikutinya. Syukur-syukur pihak swasta nanti juga ikut berpartisipasi.

  2. bersapedahan Says:

    saya pernah baca tulisan mengenai hal yang beginian …. mengganti nasi dengan jenis karbohidrat lain .. adalah bagaimana kekuatan pikiran atau semacam belief yang tertanam di pikiran kita … kekuatan belief/pikiran bisa mempengaruhi tubuh kita … kalau bukan nasi .. merasa tetap lapar …
    begitulah kata tulisan tersebut …🙂

    @bersapedahan
    Untuk membuktikan tulisan tersebut, ayo mas kita ODNR, kita ikut partisipasi.

  3. Emaknya Benjamin br. Silaen Says:

    Sejak tidak tinggal di tanah air lagi, saya sudah terbiasa tidak melulu makan nasi, alasannya krn beras mahal haha. Jadi nasi diganti dg mie dan kentang. Dalam seminggu ada tetap makan nasi paling 1x. Kalau awal2 pasti belum lengkap sptnya masih lapar klo perut ga ketemu nasi hehe.

    @Emaknya Benjamin br. Silaen
    Perut kita ini sangat fleksibel. Buktinya Emaknya Benjamin sudah membuktikan bertahun-tahun. Yang sulit itu memang merubah mindset. Saya akan coba mengurangkan konsumsi beras, mungkin nanti jadi TDNR (two day no rice)🙂

  4. Febriyan Lukito Says:

    Wahhh hebat mas. Bisa melakukannya. Lama pula sudah. :d
    Saya sendiri masih termasuk dalam golongan kalau belum makan nasi belum makan. Susah meninggalkan nasi.

    @Febriyan Lukito

    Biasa saja mas, hehehe… Semua orang bisa melakukannya. Yang susah itu merubah mindset.

  5. mrspassionfruit Says:

    Setujuuuu. Dulu tiap hr selalu makan nasi sekarang sudah bs siasati🙂
    Penggantinya mie, atau bihun (ini favorit) malah gampang goreng bihun aja trs lauknya oseng2 sayur dan ayam/daging bahkan telur dadar aja udah enak. Atau kentang tumbuk, ubi tumbuk juga enak

    @mrspassionfruit

    Kalo keinginan ada untuk sedikit berubah pasti bisa. Sebenarnya cuma alasan saja kita tak kenyang kalau gak makan nasi. Banyak orang sudah membuktikan, termasuk Mar. Saya nanti akan coba variasikan dengan bahan lain.

  6. mysukmana Says:

    Hahaha saya kok malah fokus di foto makanan terakhirnya..ak dl pernah makan kentang doang..tp skg pake nasi cuma porsi malam tak kurangi..renang sama joging dr 75kg jadi 69kg

    @mysukmana
    Hehehe… foto makanan terakhir itu juga bonus saya hari ini. Saya masih juga belum rutin untuk olahraga😦
    Saya juga pengen turun berat badan menjadi 65 kg saja. Kalo itu tercapai, oh, alangkah indahnya.

  7. Jejak Parmantos Says:

    Kalau saya malah sudah terbiasa makan tanpa nasi, makan nasi biasanya kl pengin aja. Bisa seminggu paling cuma tiga hari, selebihnya makan roti, bulgur, dan kentang… hehe. Soalnya disini nasi mahal, dan masaknya beda… jadi kadang males makannya hehe

    @Jejak Parmantos
    Bagi yang tinggal di negara bule makan tanpa nasi tentu hal biasa. Apa menu utama makan orang Turki, mas?

  8. kayka Says:

    salut uda, sampai sekarang saya masih usaha keras nih. harus disiplin ya. godaan beberapa lauk yang enaknya cuma dimakan dengan nasi itu lho kadang kuat sekali.

    salam
    /kayka

    @kayka
    Sama, mba Kayka. Apalagi saya godaannya juga berat, tiap hari melewati rumah makan Padang. Mana gulai kikil dan gulai otaknya seolah memanggil saya setiap saya lewat disana, hahaha…
    Memang beberapa masakan enaknya pool kalo dimakan sama nasi, apalagi nasinya dari beras Solok. Wah, mertua lewat sampai gak liat,🙂

  9. winnymarlina Says:

    saya udah 2 minggu tanpa nasi mas soalnya diet awalnya susah lama-lama bisa

    @winnymarlina
    Selamat Win, semoga habis diet tetap semakin sering makan tanpa nasi.

  10. shiq4 Says:

    Kalo saya sudah lama jarang makan nasi. Penggantinya biasanya buah-buahan, bakso, dan berbagai jajanan di pinggir2 jalan.

    Kebiasaan ini sudah lama saya jalankan sejak saya SMA kayaknya. Entahlah sudah lupa kapan pertama kalinya.

    @shiq4
    Siip, mas. Lanjutkan.

  11. zilko Says:

    Hehe, walaupun tidak ada program itu disini (ya iya lah😛 ), aku sendiri juga sudah lama mengurangi konsumsi nasi. Dikarenakan masalah kesehatan saja sih tapinya, hehehe😀 .

    @zilko
    Mengurangi makan nasi juga mengurangi pemasukan gula,🙂 Bagus buat kesehatan.

  12. denaldd Says:

    Bener Pak disini ikan segar melimpah ruah, saya langsung beli dipasar tradisional. Dan mereka jual kepala ikan murah banget. Yang sering beli ya yang punya catering makanan Padang. Saya pernah bikin gulai ikan, ala jawa timur juga haha. Tapi kangen juga kalo lagi pengen langsung beli, ga usah masak dulu haha.

    @denaldd
    Ditempat yang melimpah ikan segar seharusnya gak kesulitan mencari pengganti makanan pokok ya. Banyakin aja makan ikan, hehehe…
    Makan ikan ternyata membuat badan lebih sehat lho, apalagi ikan laut.

  13. Brad Says:

    Gak bisa menghindari nasi, oom. Paling banter saya cuma menakar aja, jadi gak terlalu banyak. Hehe.

    @Brad
    Ayo dicoba om, pasti bisa. Caranya makan nasi dikurangi gantinya kentang atau mie, atau apa bahan yang berkarbohidrat. Jadi setiap makan nasi dikurangi terus, sampai nanti tiap hari tertentu gak makan nasi lagi tapi diganti bahan lain. Kamu pasti bisa om Brad🙂

  14. kongtarapapa Says:

    Inspiratif… semoga saya bs menirunya.

    @kongtarapapa
    Ayo mas dicoba, pasti bisa.

  15. Gara Says:

    Saya masih tipe orang Indonesia yang belum kenyang kalau belum makan nasi Mas :haha. Tapi bagus juga ya dampaknya, dari satu hal kecil ini memang kalau dilakukan semua orang, dampaknya bisa besar banget. Dan sehat juga, soalnya karbohidratnya kan jadi yang katanya kompleks begitu sehingga dicerna lebih lama, menurunkan risiko diabetes :hihi. Mudah-mudahan bisa jadi kegiatan skala nasional betulan, ya :)).

    @Gara
    Ayo Gara kamu bisa.
    Saya awalnya juga begitu, sangsi gak kenyang kalo gak makan nasi. Hanya hari pertama saja saya merasa lapar, lalu saya banyakin minum air putih di hari pertama mengikuti ODNR itu. Setelah berjalan tiga bulan ini saya merasa biasa saja. Kalo lapar minum air putih yang banyak.

  16. Rifqy Faiza Rahman Says:

    Sebagai salah satu mahasiswa fakultas pertanian *ehem* , sudah sedari lama sejak saya masuk kuliah pertama kampanye mengurangi makan nasi (berbahan beras) digalakkan. Selain karena warisan swasembada beras yang malah mematikan khazanah pangan lokal, benar sekali, produksi beras tidak akan tertekan. Sudah banyak riset yang mengungkapkan manfaat bahan pangan pengganti beras. Kita merasa kurang kenyang kalau belum makan nasi itu karena sudah dibiasakan (membudaya) sejak lama. Karenanya, proses mendukung diversifikasi pangan ini butuh proses panjang dan tidak instan. Perlu dilatih pelan-pelan. Semakin lama, lahan pertanian (sawah) kita akan berkurang produktivitasnya, unsur haranya, jika ditanam padi terus-menerus. Perlu ada diversifikasi, perubahan pola, agar kita menuju kedaulatan dan ketahanan pangan🙂

    @Rifqy Faiza Rahman
    Kalo anak pertanian yang ngomong mantap dah.
    Sebenarnya kenyang itu cuma mindset saja. Lha,wong perut sudah keiisi penuh gimana gak kenyang? Memang perlu dilatih pelan-pelan supaya perut nanti gak kaget. Kalo ujug-ujug bikin kapok.
    Pemda yang smart pasti akan bikin program ODNR.

  17. jampang Says:

    jadi… di hari itu… warung nasi pada tutup donk yah?

    saya sudah tidak tinggal di depok

    @jampang
    Warung nasi swasta gak tutup. Hanya berlaku di lingkungan pemda Depok.

  18. Allisa Yustica Krones Says:

    Saya kalo lagi pengen nurunin berat badan (seperti sekarang), pilihannya adalah gak makan nasi. Dulu habis melahirkan dan menyusui anak pertama, saya gak makan nasi dalam sebulan langsung berat badan turun 10 kilo. Sekarang sudah hari ketiga gak makan nasi mudah2an berat badan bisa segera turun seperti dulu.

    Sebenarnya itu cuma karena masalah kebiasaan aja, begitu udah terbiasa makan tanpa nasi, malah aneh rasanya kalo harus pake nasi

    @Allisa Yustica Krones
    Kalo saya sih memang ingin mengurangi asupan gula dan karbohidrat. Jika berat badan juga ikut turun itu adalah bonus,🙂
    Saya kepikiran untuk menambah hari tanpa nasi, mungkin nanti bisa dua hari, tapi saya sukseskan dulu setahun sehari tanpa nasi ini.

  19. Evi Says:

    No nasi untuk satu hari tampaknya tidak signifikan. Tapi kalau dijalani dengan rutin akan terbentuk sebuah kebiasaan ya Pak Alris bahwa makanan pokok tak harus selalu nasi. Aksi juga menjamin keberagaman sumber pangan kita. Bagus juga untuk pertanian🙂

    @uni Evi

    Kalo sedikit orang yang ikut ODNR memang tak signifikan. Tapi kalau 100 juta penduduk Indonesia yang melakukan ODNR dikalikan 52 kali (setahun 52 minggu), bisa ribuan ton beras dihemat. Bisa jutaan dolar devisa dihemat.
    Periode Juli hingga Agustus 2014 saja, Indonesia mengimpor 500.000 ton beras dari Vietnam, dengan dana sebesar Rp 300 miliar. Sementara selama tahun 2015 Bulog berencana mengimpor beras sebanyak 1,5 juta ton. Kalo dirupiahkan dengan kurs dolar sekarang ini nilai impor beras 1,5 juta ton sudah triliunan rupiah.

  20. rynari Says:

    Woo Uda, pangeran dari Solok yah, markisanya muanis pool. Siip dengan ODNR nya (tetap dengan rimbang). Senada sumber karbo sy tidak harus nasi, kentang plus sayur ok pun pisang kepok rebus. Salam

    @rynari
    Bukan pangeran sih, tapi bangga aja dengan Solok, hehehe…
    Walau terlambat tapi saya mendukung ODNR ini. Setuju, banyak sumber karbo selain nasi.
    Bersyukur alam Ambon menyediakan saya rimbang gratis, setiap panen cukup untuk tiga hari,🙂

  21. cumilebay.com Says:

    Ah kalo cuman sehari cemen, aku bisa 4 hari ngak makan nasi hehehe

    @cumilebay.com
    Ah yang bener???
    Saya sudah 15 hari gak makan nasi, hehehe..

  22. jarwadi Says:

    Ini terobosan keberadaan pangan. Kalau di Gunungkidul harusnya singkong rebus sama thiwul

    @jarwadi
    Mungkin bisa disesuaikan dengan ketersediaan bahan karbohidrat di tiap daerah.

  23. ganganjanuar Says:

    Bisa nih program ODNR ini masuk list resolusi 2016 :))

    @ganganjanuar
    Semoga bisa dijalankan nanti.

  24. Ecky Says:

    wah luar biasa mas alris, semoga istiqomah😀

    @Ecky
    Aamin. Ecky juga bisa melaksanakan ODNR, ayo ikut berpartisipasi.

  25. arinidm Says:

    Wah wah bisa dipraktekkin idenya nih Mas, kebetulan gara-gara lagi promil saya dianjurkan dokter untuk ngurangin porsi nasi, tapi masih sebatas ngurangin sih belum ngilangin bener-bener kayak ODNR. Tapi emang iya sih Mas, semenjak ngurangin porsi nasi itu perut kayaknya jadi ga gampang begah, ga kayak biasanya kalo dulu saya nyendokin nasi ke piring aja langsung porsi besar gitu hehe, wah kalo dulu abis makan rasanya perut langsung berasa penuh.

    @arinidm
    Nah, ternyata ikut promil pun dianjurkan mengurangi asupan karbohidrat dan gula (nasi mengandung karbo dan gula). Menurut saya boleh dicoba sehari tanpa nasi. Saya merasakan sehari setelah ODNR perut terasa lain dari biasanya.

  26. HakikatBisnis Says:

    keren programnya, bisa langsung diterapkan jika sempat nantinya… hehehe

    @HakikatBisnis
    Sempatin aja, pasti bisa.

  27. Noe Says:

    One day no rice, ya… Such a good idea tuh supaya ngga perlu impor beras. Aku termasuk yg tahan tanpa nasi sih orangnya, bisa diganti roti, ubi, atau kentang. Eh tp kentang jg mahal. Jadi malah lbh seringnya pasta kayak spageti atau makaroni.😀

    @Noe
    Mantap, bisa ganti bahan pokok dengan bahan lain. Ayo ikut ODNR. Tidak harus kentang bisa diganti bahan pokok lain.

  28. Anis Hidayah Says:

    Kapan yaw saya bisa memulainya,,,, Bener orang dahulu makan pakai oyek (gaplek) yang terbuat dari singkong, jadi sehat – sehat. Sekarang malah makanan tersebut di anggap remeh malahan mas, bahkan lebih murah dari beras. Padahal oyek (gaplek) ditambah daun ubinya terus diberi sayur ikan santan,,, rasanya maknyusss, mantab banget

    @Anis Hidayah
    Ayo segera dimulai. Jangan menunggu, mulai sekarang saja🙂
    Tiap daerah punya bahan pokok alternatif lain selain nasi. Soalnya gak tiap kepala daerah ngeh dengan program ini. Kalo kepala daerah yang smart pasti akan mendukung program ODNR. Manfaatnya sangat banyak, salah satunya untuk kesehatan.

  29. Ar Syamsu Says:

    Ah,, ini komentar bukan krn ingin dapat buku gratisnya mas Alris ya,hehe… tapi posting kali memang saya salut dan setuju banget dengan program One day no rice ini, karena dampak positifnya bagi efisiensi konsumsi beras nasional dan juga peningkatan diversifikasi pangan masyarakat yang tentu saja berdampak positif pula pada kesehatan masyarakat…insya Allah saya akan coba mulai pada diri saya.

    @Ar Syamsu
    Hal buku gratis soal rejeki, kalo sudah rejeki gak akan kemana,🙂
    Semakin banyak orang yang sadar akan manfaat ODNR semakin baik juga buat kesehatan, karena satu hari kita mengurangi asupan gula melalui nasi. Kita juga ikut mengurangi impor beras dengan ikut ODNR kalau diberlakukan massif. Ayo kita ikut berpartisipasi. Diversifikasi pangan kebutuhan pokok bisa dengan bahan pangan yang bermacam-mcam, sesuai ketersediaan pangan di daerah masing-masing.

  30. Adelina Says:

    Toss dulu mas. Aku sudah nga mengkonsumsi nasi 2 bulan. Rasanya badan lebih enteng dech. Dan kelar makan nga ngantuk. Berbeda kalau makan nasi, perut berasa begah dan ngantuk.

    @Adelina
    Memang beda rasa badan kalo makan nasi jika kita bandingkan kalau makan makanan pokok lain. Salut deh buat Adelina yang sudah gak makan nasi selama dua bulan ini. Semoga berketerusan.

  31. dinasulaiman Says:

    Pak Alris tinggal di Padang rupanya? Saya dan suami juga berusaha mengurangi karbohidrat, kalau makan nasi porsinya sesedikit mungkin; tapi belum pernah ada program ODNR di rumah. Btw, disertasi saya ttg rejim pangan internasional, jadi kebijakan impor pangan termasuk yg sedang saya teliti.

    @dinasulaiman
    Saat ini saya tinggal di Ambon.
    Dari beberapa bacaan yang saya baca ternyata asupan karbo dengan bahan berbeda bagus buat kesehatan. Saya berusaha juga meningkatkan variasi sumber karbo, tidak bergantung 100% pada nasi. Mengurangi konsumsi nasi juga berarti mengurangi asupan gula,🙂

  32. Ariesusduabelas Says:

    Saya baru tau kalau di Depok ada program sehari tanpa nasi. Padahal setahun saya sempat bekerja di sana di salah satu pabrik alat-alat farmasi. Hahaha. Program One Day No Rice sendiri saya sepertinya sudah melakukannya minimal sehari dalam seminggu. Penggantinya ya Mie Rebus, yah ini mah pasti, dan singkong balado. Kalau di balik ke desa, pasti beli nasi jagung. Dan sepertinya, buat saya, nasi jagung itu pilihan paling enak dan sehat kalau mau jalanin program ini. Kurangnya cuma satu, nasi jagung tidak bisa dimakan dengan sayur atau yang ada kuah-kuahnya. Paling mentok cuna sambel tumpang.

    @Ariesusduabelas
    Di Depok program ini sudah lama berjalan.
    Jangan banyak makan mie instant, bisa batu ginjal. Adik teman saya doyan mie instant, sewaktu dirawat di rumah sakit sebelum meninggal ditemukan 5 buah batu dalam ginjalnya.
    Nasi jagung juga (jagung yang dibuat seperti nasi) juga bagus. Variasikan dengan sambal lain, misal goreng ikan.

  33. febridwicahya Says:

    Akusih bisa mas one day no rice, asal ada cemilan aja :p wwkkwk

    @febridwicahya
    Cemilannya jangan berbahan dasar beras,🙂

  34. Rahmah Chemist Says:

    Wah telat tahu kalau ada bagi2 hadiah🙂
    Saya sudah biasa kurangin porsi nasi bahkan gak makan nasi…

    @Rahmah Chemist
    Setiap posting, -Insya Allah- bagi-bagi buku gratis.
    Coba dibuat teratur ada satu hari makan tanpa nasi.

  35. Akhmad Muhaimin Azzet Says:

    Bagus sekali bila diprogramkan gini ya, Mas. Setiap Selasa tanpa nasi. Saya juga sering tanpa nasi, tapi tak pernah terprogram. Jadi, hanya ketika ingin saja. Siiippp… Semoga saya bisa nyoba yang terprogram seperti ini.

    @Akhmad Muhaimin Azzet
    Apalagi berlaku massal ditiap daerah, pasti memberikan dampak yang bagus lagi. Ayo dicoba program ODNR ini, pak ustad.

  36. Pendar Bintang Says:

    Saya bisa karena sering juga beberapa hari gak makan nasi, Saya termasuk orang yang ga wajib makan nasi sih ya….

    @Pendar Bintang

    Bagus juga gak harus makan nasi. Tapi konsisten pada satu waktu tertentu gak makan nasi lebih bagus.

  37. shanty Says:

    kita ini kalo belum ketemu nasi dibilang belum makan😀
    kalo sudah bisa ODNR sekalian ngikut program FC (food combining) hehe

    @shanty
    Sebagian besar orang Indonesia memang begitu.
    Saya belum ikut FC.

  38. bukanbocahbiasa Says:

    Iyah, aku juga coba untuk gak makan nasi. Udah berhasil semingguan ini sih. Diganti kentang, atau mie atau roti.

    Sekarang kalo makan nasi, jadi mual hahahahah

    @bukanbocahbiasa
    Wah mantap tuh gak makan nasi,🙂 Kayak bule dong hehehe…
    Kalo saya baru sebatas ODNR, mungkin nanti ditingkatkan jadi dua hari tanpa nasi.

  39. kekekenanga Says:

    wahh.. perut aku masih Indonesahh banget nih.
    Udah makan kentang dan roti ajah masih bilang belum makan. Krena belum masuk nasi🙂

    @kekekenanga
    Kalo gak kenyang juga minum susu.

  40. abah shofi Says:

    Lagi berusaha juga nih mas, program One Day No Rice. lg coba di ganti dengan kentang atw roti… mudh2an bisa😀

    Salam kenal ya mas..

    @abah shofi
    Harusnya bisa, lha saya sudah jalan tiga bulan lebih.

  41. Travelling Addict Says:

    mungkin sugesti sama kaya yang lain kalo ga makan nasi itu artinya belum makan bawaannya lemes kaya orang puasa, padahal udah makan 1 roti buaya

    btw salam kenal dari http://www.travellingaddict,com

    @Travelling Addict
    Ya, hanya sugesti gak kenyang.

  42. iman Says:

    saya doyan makan ubi rebus dan ubi goreng untuk pengganti nasi kadang-kadang kalo lagi bosan. Ibu saya pake beras merah juga, cuma nggak terlalu enak rasanya…

    @iman
    Coba dibuat teratur, jadi tidak hanya lagi bosan doang gak makan nasi,🙂

  43. SITI FATIMAH AHMAD Says:

    Assalaamu’alaikum wr.wb, mas Alris…

    Alhamdulillah, mengurangkan makan nasi amat bagus untuk sihat dan diet. Walau hanya sehari dalam seminggu tetap memberi impak baik jika terus diamalkan.

    Saya pernah tidak makan nasi selama 2 tahun ketika kuliah master kerana ingin menjaga kesihatan. Selama itu saya turun berat badan sebanyak 13 kg. Alhamdulillah, ia sangat baik untuk kesihatan apabila usia semakin meningkat. Kita kelihatan lebih muda dari usia. Cubalah.

    Salam sejahtera dari Sarikei, Sarawak.

    @SITI FATIMAH AHMAD
    Waalaikumsalaam wr.wb ka Siti,
    Iya manafaatnya banyak tak makan nasi. Saya cuba amalkan sejak tiga bulan yang lalu. Alhamdulillah badan terasa makin sihat.
    Salut untuk kak Siti tidak memakan nasi selama dua tahun. Memang semakin meningkat usia sebaiknya konsumsi nasi dikurangi.
    Salam

  44. Titik Asa Says:

    Duh, saya mah belum kepikiran nyoba di keluarga ODNR ini…
    Tetep ajah nasi nih Mas…

    Salam,

    @Titik Asa
    Ayo dicoba atuh kang, ikut partisipasi. Percayalah bisa ODNR dan bagus bagi tubuh.

  45. Elisa Says:

    Saya termasuk orang yang pantang kenyang kalau belum makan nasi. Makan tiga kali sehari aja kadang masih berasa lapar. Alhamdulillah saya dikaruniai keajaiban yang “makan besar dan badan pantang lebar” jadi biarpun makan saya banyak, badan saya ya cuma segitu-gitu aja. Tapi.. Diet makanan nggak melulu soal berat badan, untuk menerapkan hidup sehat juga perlu diet makan atau lebih tepatnya mengatur pola makan. Dan saya belum juga bisa menerapkan pola makan sehat.😦

    @Elisa
    Kenyang kalo sudah makan nasi hanya soal mindset. Saya sudah menajalani tiga bulan lebih, makan nasi sehari cuma sekali, ditambah ODNR.
    Saya kalo sering makan malam, -makan diatas jam enam sore- badan saya cepat melar🙂
    Pola makan sehat + olahraga rutin + istirahat cukup, menurut saya itu yang buat kita sehat.

  46. Ari Says:

    Kalau lagi lapar malam, sy biasa cari lontong malam karena malas makan nasi.. mungkin bisa juga dibilang sebagai salah satu upaya perwujudan ‘one day no rice’.. hehehe..

    @Ari
    Itu bukan one day no rice karena lontong terbuat dari beras. ODNR gak berat semua orang bisa asal punya niat dan niatnya dilaksanakan.

  47. ded Says:

    Semoga minggu dpn bisa sy coba.
    Terinspiraai stlah membaca ODNR

    @uda Ded
    Semoga bisa ODNR rutin da Ded. Kalo saya ada perubahan perubahan setelah ODNR ini, badan terasa lebih enak. Apalagi kalo rutin dua hari tanpa nasi mungkin lebih bagus lagi.

  48. Fahmi Anhar Says:

    sudah 3 hari ini saya nggak makan nasi, hanya sayur dan protein saja seperti daging & omelette. badan jadi lebih enak sih memang. tapi nanti minggu depan kalau sudah balik ke rumah lagi, ya kayanya mau nggak mau akan makan nasi lagi.

    tapi memang saya perlu menerapkan sedikit diet & pola makan sehat sekarang, secara berat badannya nambah 5 kg, celana jadi nggak muat semua:/

    *malah jadi curcol*

    @Fahmi Anhar
    Emang lagi dimana mas Fahmi? Coba terapkan ODNR, bagus buat kesehatan. Saya juga lagi berusaha menurunkan berat badan.

  49. Arif Rahman Says:

    Gak sulit kok, itu menurut saya. Sejak kecil udah terbiasa makan makanan selain nasi, seperti jagung, ubi (ada yang dijadikan kasoami), kentang, dan semacamnya.

    @Arif Rahman
    Kalo sesekali doang gak sulit. Yang sulit itu rutin dan teratur.

  50. Safitri Sudarno Says:

    Udah pernah nerapin ga makan nasi karena sebenernya makan sayur dan lauk aja juga bisa bikin kenyang. Rasanya ke badan juga beda, lebih segar. Tapi skrg lagi balik ke makan nasi lagi 😀

    @Safitri Sudarno
    Benar, makan lauk dan sayur bikin badan lebih sehat. Makan nasi kebanyakan bikin kadar gula meningkat, kalo gak ada pengeluaran energi yang memadai.

  51. Beby Says:

    Seketika aku menjadi laper.. ._. Kapan sih aku ngga lapernya? Wkwkwk😛

    @Beby
    Ayo, Beby dicoba ODNR, kamu pasti bisa.

  52. monda Says:

    kalau aku sih yang rutin makan nasi atau karbohidrat lainnya cuma siang aja,
    sama sekali nggak makan nasi seharian juga sering sih, gantinya kentang rebus

    @monda
    Sumber karbo banyak bisa dipakai sumber karbo lain selain nasi.
    Coba rutin ODNR, bikin secara terpogram.

  53. eda Says:

    3 kali seminggu, biasanya gak makan nasii… gapapa sih, so far biasa2 ajaa.. malah kadang kalo sering malesnya, bisa seminggu penuh tanpa nasi😀

    @eda
    Wah mantap itu. Saya baru sekali seminggu rutin tanpa nasi.

  54. andyhardiyanti Says:

    Pernah cobain sekali, sehari tanpa nasi. Dari pagi sampai siang aman dong… sorenya masihlah, makanan yang lain masih bisa tahan rasa lapar. Dan malamnya? saya nyerah. Hehehehe.. akhirnya makan nasi juga, walaupun sedikit. Haduh, belum bakat nih tinggal di luar negeri😀

    @andyhardiyanti
    Sebenarnya gampang ngatasin lapar itu, minum air putih saja yang banyak. Kalo sudah punya tekad yang kuat gak masalah ODNR, malah terasa enak di badan kalo sudah biasa.

  55. arip Says:

    Selama ada mie instan saya masih bisa hidup untuk sehari. Tapi ga sehat.
    Menurut pemikiran saya sih, tanpa bermaksud berburuk sangka, adanya program “One Day No Rice” ya karena ketidakbecusan pemerintah mengelola sistem pertaniannya. Saya kira, kultur “belum makan kalau belum sama nasi” ini sudah terlalu mengakar. Kalau dipikir-pikir, memperbaiki infrastruktur jauh lebih mudah ketimbang mengubah kultur.

    @arip
    Makan mie instant harus dengan cara “smart.” Banyak orang tidak menyadari mereka dengan sengaja memasukkan formalin ke dalam tubuh mereka melalui mie instant bikinan pabrik. Karena tidak bisa diurai, maka mengumpulah formalin itu di ginjal dalam bentuk batu.
    Usaha mengubah kultur dengan diversifikasi asupan karbo juga bagus. Membangun infrastruktur kalau tidak fokus tidak banyak berhasil. Contoh, dulu ada proyek sawah sejuta hektar untuk mengatasi impor beras. Karena sesuatu dan lain hal proyek ambisius itu gagal.

  56. Nur Susianti Says:

    saya belum pernah mencoba one day no rice, belum siap untuk merasakan lapar, hehehe. Tapi kalau anakku yg usia 4 tahun kalau ikut program ini pasti seneng ya, soalnya agak susah makan nasi😀

    @Nur Susianti
    Kita tidak akan pernah siap kalau tidak didesak keadaan. Dicoba pasti bisa.
    Anak kecil seharusnya diberikan asupan karbo yang sesuai walau tidak harus nasi.

  57. Budi Arnaya Says:

    maaf ODNR kan kang? bukan ONDR..wahhh….mantep kalau ODNR saya blm ngelakuin, tapi sarapan dengan ubi dan roti udah lama, makan dengan nasi cuman siang dan malam

    @Budi Arnaya
    Saya sudah lama gak sarapan pagi, tapi makan roti kecil sekitar jam 10 siang. Malam juga saya hindari makan nasi, ganti dengan yang lain.
    Coba deh bli ODNR, badan terasa enak.

  58. Sandi Iswahyudi Says:

    Bisa dicoba.kalau di Jogja ada tempat namanya Kampung Edukasi Watu Lumbung. Tempat ini memiliki beberapa lokasi. Lokasi yang unik terkait postingan bapak adalah Warung Mbah Boy. Di warung ini tidak ada nasi, yang ada umbi2an.

    @Sandi Iswahyudi
    Ayo ikut berpartisipasi ODNR.
    Baru tahu saya ada warung di Yogya yang cuma menyediakan umbi-umbian, keren. Boleh dicoba nih kalo ke Yogya.

  59. Ririe Khayan Says:

    Memang sudah saatnya digencarkan diversifikasi “karbohidrat”, bahwa yg disebut makan tdk harus ada nasi. Makan umbi-umbian, roti, buah, juga termasuk makan juga. Makan sayur juga bisa menggantikan nasi sebagai alternatif variasi.

    Alhamdulillah, saya sdh biasa ber mind set bahwa kalau makan itu tak harus ada nasi. Kadang ada rasa jenuh kalau tiap hari makan nasi mulu. hehehe

    @Ririe Khayan
    Nah, bagus itu kalau sudah bisa menggantikan nasi sebagai sumber karbo dengan bahan lain. Semoga konsisten.

  60. Ni Made Sri Andani Says:

    hi hi…saya pernah tuh beberapa hari tanpa nasi.Saya ganti dengan ubi-ubian..sebenarnya nggak laper sih.. tapi cuma masalah kebiasaan saja makan nasi..jadi memang terasa beda saja Pak Alris..

    @Ni Made Sri Andani
    Kalo perut sudah penuh sih gak lapar, yang lapar itu cuma di mindset🙂
    Memang beda terasa di badan kalo gak makan nasi, bagi saya badan terasa lebih enak.

  61. SITI FATIMAH AHMAD Says:

    Assalaamu’alaikum wr.wb, mas Alris…

    Ditunggu posting baru di tahun baru 2016. Sudah melangkau tahun ni pasti ada cerita menarik untuk dikongsikan. Mungkin kisah turun berat badan dengan program diet di atas ya. Salut 2 jempol jika sudah berjaya.

    Salam tahun baru dari Sarikei, Sarawak.🙂

    @SITI FATIMAH AHMAD
    Waalaikumsalam wr.wb kak Siti,
    Saya masih sempat posting di akhir tahun 2015. Selamat tahun baru juga, semoga tahun 2016 segala usaha dan kerjaya kak Siti lebih baik, aamin.

  62. Binibule.com [Tjetje] Says:

    Semenjak di Irlandia saya menerapkan banyak hari gak makan nasi Pak, kalau tiap hari makan nasi rasanya kurang kenyang. Harga beras disinipun tidak murah, jadi lebih baik eat locals, makan kentang.

    Patokan saya biasanya satu setengah kentang. Kadang saya kombinasi menjadi kroket ataupun perkedel. Tapi saya belum bisa bikin perkedel atau kroket yang sempurna. Ah kalau gini jadi rindu nusantara.

    @ Binibule.com [Tjetje]
    Orang lain malah kalau kurang makan nasi gak kenyang,🙂 Memanglah baiknya kita harus menyesuaikan diri dimana kita berada, ya, menysuaikan dengan makanan pokok penduduk setempat. Keren.
    Saya tiap selasa makan kentang siang hari, sore makan mie atau oat meal.

  63. Tanda Pagar Says:

    Programnya bagus.
    cuman kalo di daerahku agak sulit mungkin menerapkannya, karena emang masyarakat di sini sudah begitu melekat sama nasi kalo makan, bahkan kalo belum makan nasi belum dikatakan makan katanya, padahal sudah di suguh ketela pohon.
    ya harus di edukasi lagi sih kalo mau dijalankan program kayak gitu

  64. Yopie Pangkey Says:

    Gulai kepala ikannya aduhai sekali, bikin saya lapar 🙂

    @ Yopie Pangkey
    Hehe.. memang enak gulai kepala ikan.

  65. Dzulfikar Says:

    saya pernah coba, ganti pake ubi ungu🙂 lumayan badan jadi enteng

    @ Dzulfikar
    Coba rutin odnr, mantap buat kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: