Saya Suka Dengar Radio

Guglielmo Marconi

Ya, saya lebih senang dengar radio. Ini adalah hobi yang diwariskan oleh almarhum Bapak saya.         Karena Beliau adalah pendengar setia radio, -mungkin sejak muda- maka sejak kecil saya sudah mendengarkan siaran radio. Waktu saya kecil itu siaran yang sering didengarkan adalah siaran radio lokal yaitu RRI Padang. Memang pada waktu itu, tahun 80-an, itulah satu-satunya siaran radio yang cukup bersih didengarkan di kampung saya yang berada cukup jauh dari ibukota propinsi. Ada siaran radio dari stasiun lain yang bisa ditangkap oleh radio dua band milik Bapak saya waktu itu, yaitu RRI Bukittinggi, RRI Pekanbaru, RRI Jambi dan sesekali RRI Medan serta radio RTM (radio dan televisi Malaysia).

Jika pada waktu siang hari hanya siaran radio milik pemerintah seperti saya sebutkan diatas yang bisa didengarkan dengan cukup baik. Maka diwaktu malam hari ada beragam siaran radio yang bisa didengarkan dengan baik. Baik disini artinya suaranya cukup jernih dengan bunyi kemorosok yang timbul tenggelam. Ada tambahan siaran radio dari negara tetangga, yaitu Malaysia dan India yang bisa kami dengarkan. Kalau dari Malaysia biasanya malam hari yang bisa didengarkan selain siaran radio dari tanah semenanjung juga dapat ditangkap siaran radio dari Sabah dan Serawak. Dari India lebih banyak lagi, ada sekitar lima siaran radio dalam bahasa India yang gelombangnya dapat ditangkap oleh radio saya. Walau banyak pilihan siaran radio tapi kami cukup setia dengan RRI Padang karena acaranya yang kami suka. Kalau Bapak saya suka acara warta-berita, siaran pedesaan dan siraman rohani, maka saya suka acara pilihan pendengar dan kesenian daerah yaitu rabab pada waktu malam minggu. Pada pukul 20.00 wib wajib untuk menyetel siaran BBC London melalui gelombang SW, karena saat itulah Bapak saya mendengarkan kabar dunia melalu warta-berita. Saya masih terngiang-ngiang suara almarhum Hasan Ashari Oramahi dan Inke Maris ketika membacakan berita. Mendengarkan siaran radio BBC London ini nanti akan dengarkan lagi pukul 06.00 wib. Tetangga saya jika malam akan menyetel siaran radio dari India yang banyak memutar lagu-lagu Hindustan, dimulai jam 23.00 wib dan berakhir ketiga azan subuh berkumandang. Jadi tidurnya dihibur oleh nyanyian Hindustan sampai masuk waktu sholat subuh🙂

Zaman berganti. Kemajuan teknologi telah memudahkan saya untuk mengakses siaran radio melalui jaringan internet. Saya terkenang lagi hobi saya masa kecil dulu, maka hampir tiap hari saya mendengarkan radio online. Jika saya ingat akan kampung halaman saya akan live streaming radio Minang online. Banyak sekali radio Minang online yang bisa didengarkan yang memutarkan lagu-lagu Minang dan kesenian tradisional Minang yaitu berupa rabab dan saluang. Ada 82 stasiun radio online dari Sumatera Barat menurut http://erdioo.net  yang sebagian besar memperdengarkan lagu-lagu Minang. Kalau saya kangen suatu daerah yang pernah saya diami untuk bekerja, maka saya akan mendengarkan siaran radio online dari daerah tersebut, yang memang juga saya dengarkan pada radio transistor sewaktu bertugas di daerah tersebut. Jika saya ingat akan kenangan pada suatu tempat, maka saya akan mendengarkan radio online dari daerah dimana tempat tersebut berasal.

Dari sekian banyak radio online yang saya dengar saat ini, pagi hari saya mendengarkan Radio Damai FM untuk mendengarkan ciloteh yang diselingi lagu dua orang penyiarnya dalam bahasa Minang yang mengabarkan kejadian yang berlaku di Sumatera Barat secara umum khususnya Pariman. Walaupun saya bukan orang yang berasal dari Pariaman, tapi saya memilih radio ini karena penerimaan siarannya yang cukup bagus, serta serba-serbi sedikit kabar kampung halaman yang bisa saya dapatkan. Menyenangkan sekali pagi hari dihibur radio ini.

Diatas jam 15.00 wit, mata sudah lelah ada rasa kantuk menjelang, maka saya akan mendengarkan Radio Cakra (Cah Karanganyar). Ini adalah radio online yang khusus memutarkan lagu-lagu dangdut koplo dalam berbagai versi. Ada dangdut rock koplo, dangdut reggae koplo, dangdut campursari koplo dan banyak lainnya. Pokoknya kalau sampeyan mau goyang badan dan kepala menghilangkan kejenuhan cobalah live streaming online itu, dijamin asik bagi yang suka,🙂 Kalau malam hari dimana dibutuhkan suasana tenang untuk relaksasi tubuh saya suka mendengarkan radio Retjo Buntung Yogyakarta. Disamping tiga radio online diatas ada beberapa radio lagi yang saya dengarkan yaitu : Sushi FM Padang, Rama FM Bandung & Cianjur, Elpas Bogor, Serambi FM Aceh, Volare FM Pontianak dan beberapa radio online dari Malaysia. Juga beberapa radio online dari Purwokerto & Banyumas sering juga saya dengarkan kerena saya suka mendengarkan penyiarnya bicara ngapak,🙂

Entah mengapa saya tidak suka mendengarkan radio online yang mainstream seperti Prambors Jakarta, Elshinta Jakarta, Ardan Bandung dan lain-lain. Selera tiap orang memang beda.

***

Posting ini juga ada hadiah buku gratis bagi yang memberikan komentar. Selamat tahun 2016, semoga segala sesuatunya lebih baik lagi di tahun ini.

*foto diatas adalah Guglielmo Marconi, penemu radio. Sumber foto dari wikipedia.

58 Tanggapan to “Saya Suka Dengar Radio”

  1. shiq4 Says:

    Wah sama nih pak ama saya. Dulu waktu saya masih smp suka banget sama yang namanya radio. Terbiasa dengerin radio sambil berjualan.

    Tapi untuk beberapa lama saya ngak lagi dengerin radio. Baru2 ini saja mulai seneng lagi dengerin radio. Biasanya klo malam pasti nyalain radio di frekuensi 103.1 fm. Nggak pernah tahu nama salurannya. Yg saya tshu saluran tersebut memutar lagu2 hits indonesia dan bahasa inggris.

    @shiq4
    Mendengarkan radio kita bisa sambil melakukan aktifitas lain. Saya mulai rajin lagi mendengarkan radio karena banyak radio online🙂

  2. kayka Says:

    ngomong-ngomong soal radio jadi inget radio jadul yang bertengger di lemari almarhumah nenek nih uda dan salah satu sandiwara radio jadul nenek lampir.

    salam
    /kayka

    @ kayka
    Sandiwara radio memang terkenal akhir tahun 80-an. Saya dulu suka mendengarkan Tutur Tinular🙂

  3. ar syamsuddin Says:

    Assalamu’alaikum wr.wb…

    Iya benar mas, saya juga senang dengerin radio dulu sewaktu era2 Tv masih hitam-putih, Utk berita dan hiburan saya suka dengerin radio karena bisa sambil tiduran.

    Salam dari saya di Dompu

    @ ar syamsudin
    Waalaikumsalam wr wb,
    Iya, pak Ar Syamsudin, mendengarkan radio bisa sambil lebih santai dan bisa juga sambil mengerjakan sesuatu.
    Kini di zaman tv sudah berwarna dan canggih saya lebih suka dengar radio. Kadang saya prihatin liat acara tv yang gak mendidik.

  4. Gara Says:

    Dulu waktu kecil saya kagum banget melihat radio saya bisa menangkap siaran KBS dari Korea via gelombang SW :hihi. Dan radio-radio luar negeri itu ternyata ada juga ya Mas siaran bahasa Indonesianya, jadi bangga mendengar bahasa Indonesia disiarkan dari daerah-daerah yang jauh di luar negeri itu :hehe.
    Kalau radio online, saya belum coba… tapi kalau itu mendengarnya juga real time-kah, seperti radio biasa? Atau kita cuma bisa memilih siaran-siaran yang sudah diunggah ke dunia maya?
    Selamat tahun baru 2016, semoga makin sukses :)).

    @ Gara
    Tahun 80-an banyak sekali radio berbahasa Indonesia yang disiarkan dari mancanegara.
    Radio online yang saya dengarkan real time. Selamat tahun baru 2016 juga, Gara. Semoga sukses selalu.

  5. Lidya Says:

    waktu aku jaman kuliah sampai tengah malem belum aku matikan radionya, dulu sukanya prambors

    @ Lidya
    Sekarang masih suka dengar radio gak?

  6. Ridha Tantowi Says:

    Setuju sekali, saya juga suka dengerin radio sekalipun di zaman serba digital sekarang ini. Alasannya karena saya gak punya bank lagu yang cukup untuk terus dilantunkan sembari mengerjakan tugas kuliah. Hehe. Makanya, radio menjadi alternatif hiburan utama, selain mudah, gratis pula dibandingkan harus streaming youtube mas.

    @ Ridha Tantowi
    Kalo saya suka radio disamping lagunya, juga informasi yang disampaikan oleh penyiarnya.

  7. denaldd Says:

    Pak Alris, saya baca ini sambil nostalgia. Dulu suka sekali dengan suara Hasan Ashari Oramahi. Adem rasanya. Bapak saya punya radio kecil, hiburan beliau pasti dibawa kemana2. Kalau tugas luar kota, radio itu juga dibawa. Akhirnya kebiasaan itu nurun ke anak2nya. Kami jadi ikut2an suka dengar radio, terutama RRI. Dengar berita harga cabe keriting, kol, lobak haha. Duh beneran nostalgia ini.

    @ denaldd
    Orang tua dulu memang suka radio, karena itulah salah satu sumber hiburan dan informasi utama masa itu. Dulu, mungkin yang diutamakan dalam merekrut penyiar adalah cara membaca yang benar dan keempukan suara🙂
    Sampai sekarang di RRI nasional masih ada dibacakan harga kebutuhan pokok dari bahan pertanian dan harga daging.
    Gimana radio di Belanda?

  8. Datuk Toman Says:

    Dulu pernah punya cita2 jadi penyiar radio.. Tapi gak kesampaian… Di Jakarta dengerin radio masih jadi gaya hidup banyak orang bang.. Beda sama dikampung yang biasanya cuma kalangan bapak2 aja yang dengerin radio..

    @ Datuk Toman
    Kebanyakan di Jakarta dengar radio di mobil pribadi pergi dan pulang kerja. Di kampung juga sudah jarang bapak-bapak dengar radio, sudah terpengaruh tv.

  9. Agung Rangga Says:

    terakhir saya mendengarkan radio, mungkin pas masih awal tahun 2000-an kayaknya. saat itu bapak saya membelikan saya walkman, yang walaupun cuma bertahan selama 2-3 bulanan gara-gara tombolnya rusak.😦 (maklum, masih anak SD)
    dan yang saya suka dari mendengarkan radio, bukan musik dan lagunya, melainkan celotehan lucu yang dibawakan oleh penyiarnya. ahahaha~😆

    @ Agung Rangga
    Itulah kelebihan radio selain lagu kita terhibur juga dengan celotehan penyiarnya,🙂
    Sambil membikin tugas juga asik mendengarkan radio.

  10. ridu Says:

    Saya juga punya hobi yang sama, sejak SMP saya suka denger radio, karena bosan dengan acara TV yang gitu-gitu terus, sejak itu saya mulai suka lagu-lagu barat dan saya jadi merasa paling gaul di antara teman-teman saya yang seangkatan, karena lebih tau duluan istilah gaul masa kini.

    Sekarang saya denger radio Jakarta aja, pagi pas berangkat kantor denger OZ Radio atau Mustang FM, kalo di kantor dengernya Lite FM (streaming) karena lagunya dari pagi sampe sore bagus2 dan gak ngulang2, terus kalo malem denger Delta FM atau Female Radio, karena lagunya slow-slow.

    Sebelum tidur, saya dengar lagu-lagu slow dari radio dan men-set volume di 5 dan set timer ke 60 menit, jadi pas saya tidur radio pun akan mati otomatis di menit yang saya set.. Hehe

    *semoga menang buku*

    @ ridu
    Memang banyak orang yang lebih suka menyita waktu dengan melihat siaran tv. Tapi saya juga seperti Ridu lebih suka mendengarkan radio yang tidak perlu dipantengin terus sehingga membuat mubazir waktu,🙂
    Semoga menang buku ya, hehehe…

  11. ariesadhar Says:

    Yang nggak tergantikan itu waktu “mendengarkan” pertandingan sepakbola via RRI. Pertandingan 0-0 di Stadion Mandala Krida pun bisa jadi kayak final Liga Champions kalau lagi di RRI.

    @ ariesadhar
    Mendengarkan siaran langsung pandangan mata pertandingan badminton dan sepakbola punya keasyikkan tersendiri. Saya teringat almarhum Sambas dari RRI Jakarta kalau sudah menyiarkan siaran langsung pertandingan badminton serasa kita berada di arena pertandingan.

  12. Ni Made Sri Andani Says:

    Hi hi hi.. ternyata sama. Saya juga waktu kecil di Bangli mendengarkan siaran radio RRI Denpasar…sampai-sampai ingat setiap kali mendengar suara Arja (salah satu kesenian Bali) di radio… saya tahu itu artinya sudah siang..dan artinya ibu saya akan segera berangkat kerja ke penyosohan beras..

    Sekarang rasanya tidak pernanh dengerin siaran RRI lagi… masih ada nggak ya?

    @ Ni Made Sri Andani
    Dulu saya kalau sudah dengar berita jam tujuh pagi dari RRI saatnya berangkat ke sekolah,🙂
    RRI sekarang makin maju, banyak programnya. Ayo dengarkan lagi RRI.

  13. khsblog Says:

    Ijin nyimaks gans…

  14. rynari Says:

    Teringat masa hit tangga lagu, saling berkirim lagu serta berita RRI sekaligus untuk pencocok jam weker nih Uda. Masa Ernie Johan dengan tembang Teluk Bayur.

    @ rynari
    Dulu acara tangga lagu acara yang ditunggu-tunggu. Juga berkirim lagu sangat mengasikkan,🙂

  15. febridwicahya Says:

    Eng… aku udah cukup lama sih nggak dengerin radio. Kalau ibukku masih sering. cuma ndengerinnya lagu-lagu sama ceramah :))

    @ febridwicahya
    Ayo dengerin radio lagi sambil bikin tugas kuliah,🙂 Pasti asik karena ada hiburan.

  16. Ety Abdoel Says:

    Radio dulu juga jadi favorit saya, sekarang nggak pernah lagi mendengarkan radio. Nggak tau kenapa..Salam kenal

    @ Ety Abdoel
    Coba lagi mendengarkan radio. Sekarang banyak radio yang bagus dan asik,🙂
    Salam kenal juga.

  17. Ariesusduabelas2 Says:

    Sekarang saya sudah ndak terlalu sering dengar radio, Pak. Dulu saya suka sekali dengar radio di frekuensi 92.9 FM, Soloradio namanya. Karena di sana ada acara Indielsm yang memutar lagi lagi band cutting edge gitu, Pak. Karena sekarang acaranya dipotong jadi males dengar. Soloradio penyiarnya juga berkualitas dan berkarakter gitu, obrolannya juga asyik. Pokoknya Soloradio bisa merangkul pendengar. Bukan cuma di udara tapi juga saat acara temu pendengar yang mereka buat.

    @ Ariesusduabelas2
    Saya jadi ingat temu pendengar yang diadakan radio pemda kota Bogor belasan tahun lalu. Kami mengadakan acara piknik bersama ke Pantai Anyer,🙂

  18. adelinatampubolon Says:

    Jadi ingat masa kecil dulu dech mas, hanya aku lupa radio apa yg sering aku dengarin. Waktu kecil aku tinggal di Duri, Pekanbaru jadi sering banget dengerin lagu dan berita dari negara tetangga.

    @ adelinatampubolon
    Kalau dulu siaran yang ada di daerah hanya siaran RRI lokal. Kalau di Sumatera memang banyak siaran yang bisa ditangkap, terutama dari Malaysia dan Singapura.

  19. Akhmad Muhaimin Azzet Says:

    Waah, kesukaannya kok sama, Mas, saya juga senang mendengar radio. Ohya, sudah pernah dengar Radio Al-Hidayah belum, Mas? Bila belum, ini linknya ya: radio dot alhidayahfm dot com, siapa tahu suka🙂

    @ Akhmad Muhaimin Azzet
    Saya suka dengar radio warisan dari almarhum Bapak. Tiap daerah yang saya diami saya suka mendengarkan siaran radionya.
    Terima kasih sudah memeberikan link radio Alhidayah Solo, saya dengarkan untuk menambah ilmu agama Islam.

  20. arinidm Says:

    Dulu pas kuliah saya juga selalu denger radio, bahkan tidur pun radio harus hidup, jadi tidur sambil denger radio, hehe. Tapi sekarang udah nggak bisa lagi, ntah kenapa di daerah saya kok susah banget nangkap sinyal radio, bahkan kalo lagi di jalan juga suka nggak ada siaran juga kecuali kalo lagi di ibukota provinsi. Tapi kalo lagi dapat sinyal wifi saya juga suka dengerin radio via applikasi di android, namanya TuneIn Radio, wah seneng banget rasanya bisa denger radio dari seluruh dunia, kadang suka iseng denger radio bahasa Spanyol atau Swedia, walopun nggak ngerti juga bahasanya apa hehehe

    @ arinidm
    Saya kalo di Jakarta juga dengerin radio sambil tidur🙂
    Sekarang zaman internet bisa dengar radio dari mana saja asal nyambung internetnya. Saya suka mendengarkan radio darimana saja, terutama dari daerah yang pernah saya tinggali.
    Kalau radio transistor sepertinya masih bisa didengarkan di daerah, terutama siaran RRI lokal.

  21. imvalta.com Says:

    Blog gado gado…salam kenal

    @ imvalta.com
    Saya suka gado-gado,🙂
    Salam kenal.

  22. Irawati Hamid Says:

    Almarhum Papa saya juga suka banget dengar radio Mas, beliau lebih suka mendengar berita dari radio dibandingkan harus menontonnya di televisi🙂
    sampai saat ini radio kenangan itu masih tersimpan rapi di lemari..salah satu benda kenangan yang jika melihatnya akan membuat kami terkenang dengan kebiasaan papa..

    @ Irawati Hamid
    Orang tua dulu memang suka dengerin radio ya. Saya sekarang juga lebih suka denger radio,🙂

  23. momogrosir Says:

    saya juga suka dengar radio. walau kuno tapi seru banget.

  24. vizon Says:

    Zaman kuliah dulu, satu-satunya hiburan saya di kosan adalah radio. Ada kesenangan tersendiri dalam mendengarkan radio. Imajinasi kita bisa bermaiin-main, terlebih ketika mendengarkan drama..🙂

    @ Vizon
    Anak kuliahan zaman baheula tahun 80-an sampai pertengahan 90-an memang kebanyakan cuma dengar radio sambil belajar.
    Saya dulu malah kalau sudah jam 9.00 sudah standby di kost-an teman untuk mendengar sandiwara radio Satria Madangkara,🙂

  25. Pendar Bintang Says:

    Saya sampai sekarang juga suka dengerin Radio di samping dulu sempat di Radio, sekarang paling suka The OZ Radio😀 musik aja sih….

    @ Pendar Bintang
    Saya juga mempertahankan untuk selalu mendengarkan radio. Kalo liat tv menyita waktu.

  26. denaldd Says:

    Saya sekarang tiap hari mendengarkan radio Belanda, bukan karena apa, tapi buat melatih telinga mendengarkan cara orang Belanda melafalkan kalimat dengan berbagai macam aksen. Soalnya ujian bahasa Belanda sudah semakin dekat, jadinya sering2 dengarin radio. Radio Belanda yang populer ya radio isinya Musik Pak Alris. Ada radio2 tertentu yang berbau politik dari dewan tertentu. Dan sama dengan Indonesia, masing2 kota punya channel masing-masing. Juga channel Nasional. Saya seringnya dengar siaran berita buat mengupdate pengetahuan sama lagu2 Belanda. Bagus juga sering2 mendengarkan lagu Belanda, biar tahu mereka sebenarnya menyanyi tentang apa haha.

    @ denaldd
    Saya juga mau mengikuti cara Deni, mendengarkan radio untuk belajar bahasa Inggris🙂
    Mendengarkan radio juga buat update pengetahuan dan perkembangan terkini.

  27. bersapedahan Says:

    kalau saya sih masih selalu dengar radio secara offline hampir tiap hari … sudah terbiasa …. sekarang anak saya juga jadi tertular .. senang mendengarkan radio …

    @ bersapedahan
    hehe..semoga anaknya jadi penerus pendengar radio.

  28. winnymarlina Says:

    saya malah dengar prambors bang cuma gk sering

    @ winnymarlina
    Masing-masing orang punya kesukaan ya Win,🙂

  29. mfadel Says:

    Yang nggak bisa didapat oleh media lain adalah program-program seperti bincang2 penyiar. Biasanya saya mengincar ini kalau buka radio🙂

    Seringnya Jak FM Jakarta sih

    @ mfadel
    Ya saya suka bincang-bincang bisnis dan motivasi.

  30. Febriyan Lukito Says:

    Ah jadi kangen radio. Dulu mah dengerinnya rutin. AMKM, terus drama di radio – pokoknya yang keluarga gitu deh.
    Kalau sabtu, waktunya latihan bahasa inggris di Sonora – catet lirik lagu barat (sampe ada 2 buku lagu kalau gak salah yang entah ke mana).

    @ Febriyan Lukito
    Iya dulu kalo udah siang sampai sore Sonora ada AMKM🙂 Gak tau sekarang apa masih ada gak ya?

  31. andripoernawan Says:

    Saya waktu zaman SMA malah gak bisa tidur klo gak ditemanin siaran radio, terutama Prambors

    @ andripoernawan
    Saya sekarang pun masih sering stel radio sambil tidur,🙂

  32. SITI FATIMAH AHMAD Says:

    Assalaamu’alaikum wr.wb, mas Alris….

    Saya juga penggemar radio semasa kecil. Saya memliki radio sendiri yang dibeli oleh Bapak. Senang dapat mendengar lagu kesukaan sendiri. Wah… tidak sangka siaran Sarawak dan Semenanjung Malaysia juga sampai ke sana ya. Sekarang jarang dengar radio hanya sekali sekali mendengar berita melalui radio di dalam kereta sahaja. Radio online pula tidak pernah.

    Salam sejahtera dari Sarikei, Sarawak.

    @ SITI FATIMAH AHMAD
    Waalaikumsalam wr wb kak, Siti
    Tahun 80-an memang radio yang jadi hiburan. Apalagi di kampung saya tv termasuk barang mewah saat itu.
    Cubalah mendengar radio online. Banyak radio online masa ini. Saya masih suka mendengar Sinar FM online yang disiarkan dari KL.
    salam

  33. Ecky Says:

    wah keren mas hobinya, sy jarang banget denger radio, biasanya pas dimobil aja, hehe

    @ Ecky
    Dengar radio gak perlu mantengin terus, bisa sambil kerja,🙂

  34. BaRTZap Says:

    Seingat saya, terakhir kali jadi penggemar setia radio itu di masa SMA, setelah itu dunia berubah karena MTV menguasai dunia anak-anak muda Indonesia. Dan setelah kerja, boleh dibilang saya jarang dengarkan radio, kecuali masa-masa sering bolak balik Jakarta Bogor bawa mobil, waktu itu radio bisa dikatakan sebagai teman setia di perjalanan.

    Yang paling saya ingat dari siaran radio masa kecil sampai dengan SMA adalah sandiwara radio semacam Saur Sepuh, Tutur Tinular dan Ibuku Sayang Ibuku Malang. Sepertinya kalau disbanding-bandingkan sandiwara radio pada jaman tersebut jauh lebih menyenangkan dibandingkan dengan sinetron-sinetron masa kini. Dan masih cukup takjub juga bagaimana dengan hanya mendengarkan suara saja kita bisa cukup terbawa suasana, padahal tanpa visual nyata apapun. Mungkin karena visualnya tergantung imajinasi masing-masing pendengar kali ya, jadi sandiwara radio itu terdengar lebih asyik🙂

    Ah jadi kangen masa-masa radio masih Berjaya🙂

    @ BaRTZap
    Saya kalau bekerja di kantor sambil dengar radio online. Mendengarkan radio membuat suasana lebih santai.
    Saya dulu pendengar setia sandiwara radio Saur Sepuh. Mendengarkan sandiwara radio membuat imajinasi lebih bebas. Ayo denger radio.

  35. Vhoy Syazwana Says:

    Dari kecil sy juga suka dengerin radio. Apalagi pas ada sandiwara radio itu. Mantengin terus. Saat kuliah di Jogja, radio juga jadi teman setia di kamar. Bisa dibilang hidup 24 jam. Orangnya tidur, radionya tetap hidup hehehe! Yg paling suka sy dengar Swaragama Jogja. Anak kuliah banget isi siarannya. Sampai akhirnya, sy juga berkesempatan kerja di radio. Sayang karena satu dan lain hal skrg udah berhenti, padahal sy suka banget siaran hicks. Jadi kangen siaran :((

    @ Vhoy Syazwana
    Sandiwara radio memang mengasikkan, membuat kita bertanya-tanya kelanjutan jalan ceritanya🙂
    Siaran di radio mana dulu?

  36. Rifqy Faiza Rahman Says:

    Setiap masa memiliki orang-orangnya, setiap orang memiliki masa-masanya. Dan radio bisa menjadi satu pengikat antara masa dengan orang-orang.🙂

    @ Rifqy Faiza Rahman
    Ya, betul. Sekarang jamannya internet, segala sesuatu jadi mudah. Memudahkan saya untuk kembali mendengarkan radio sebagai hobi.🙂

  37. Ferdy Lpu Says:

    Wah banyak banget radio favoritnya mas, kalo saya biasa nyetel radio yg suka muter lagu2 favorit aja hehe.
    Tapi semenjak semua lagu udah dikoleksi jadi jarang denger radio

    @ Ferdy Lpu
    Saya memang gak terpaku pada satu radio saja. Saya suka mendengarkan ciloteh pendengarnya,🙂

  38. Binibule.com [Tjetje] Says:

    Saya tak terlalu suka mendengarkan radio. Eh tapi kemaren ada pembahasan di kelas tentang radio, di Perancis ternyata ada minimal berapa banyak lagu Perancis yang diputar supaya orang tak terlalu banyak mendengarkan lagu-lagu non Perancis. Coba di Indonesia seperti itu.

    @ Binibule.com [Tjetje]
    Saya lebih memilih dengar tv daripada nonton tv.
    Di Indonesia orang banyak lebih suka dengar lagu barat, biar kelihatan keren, padahal belum tentu juga ngerti,🙂

  39. annosmile Says:

    saya juga suka mendengarkan radio cuma akhir-akhir ini mulai jarang..mungkin mulai bosan kemasan radio lokal mulai menjiplak radio mainstream..khususnya dari segi logat yang mulai condong ke logat ibukota ketimbang logat daerah sendiri..hihihii

    @ annosmile
    Kalo mendengar radio lokal tapi bergaya ibukota saya juga gak suka. Saya lebih suka radio lokal dengan gaya lokal juga, karena itu adalah ciri khasnya.

  40. abah shofi Says:

    Jaman SD waktu belum ada tipi, kadang dengerin saur sepuh atw brama kumbara… hahaha heroik bgt ceritanya.

    waktu waktu SMP suka dengerin prambors, waktu itu ngehits my father’s eye nya eric clapton

    Kalo sekarang BBC online😀

    @ abah shofi
    Sandiwara radio zaman dulu memang dahsyat, mengagumkan.
    Saya juga suka mendengarkan BBC.

  41. Linda Leenk Says:

    radio sekarang udah digantikan dengan playlist😐

    @ Linda Leenk
    Saya lebih kepada ciloteh penyiarnya, jadi walau ada playlist pilihan saya radio online yang ada cakap-cakapnya🙂

  42. Noel Says:

    Saya juga sukanya dengerin radio dulu, tapi sekarang sudah mulai jarang. Dulu malahan kalau mau tidur mesti dengerin radio dulu. hehe

    @ Noel
    Ayo denger radio lagi,🙂

  43. cumilebay.com Says:

    Aku jarang banget dengerin radio kecuali di mobil dan akhir2 ini kalo di mobil pun lebih suka ngobrol di bandingkan dengerin radio hahaha

    @ cumilebay
    Kalo ada teman tentu lebih sip ngobrol, masa diam-diaman hehehe…

  44. Allisa Yustica Krones Says:

    Dulu waktu SMP nih suka denger radio, sekarang udah jarang banget, paling cuma kalo pas lagi nyetir aja, itu pun kadang2…hehe…

  45. Sandi Iswahyudi Says:

    hihi,, saya juga suka mendengarkan radio, terutama saat SMA mendengarkan lagu-lagu anak muda. saat ini pun maish suka, tapi sudah berkurang intensitasnya pak, lebih banyak online soalnya hehe

  46. bukanrastaman Says:

    alahmadulilah saya di kantor masih dengerin radio mas😀
    menyenangkan

    @ bukanrastaman
    Saya juga diwaktu senggang di kantor sering dengar radio,🙂

  47. andyhardiyanti Says:

    Saya dulu senang sekali dengar radio. Malah tidak pernah nonton tv. Akrab sama para penyiarnya dan hafal betul jam-jam siaran favorit saya.

    Sekarang? Aihh, saya belum tahu betul stasiun radio yang keren di Mataram hehehe

  48. zilko Says:

    Hehehe, aku kurang begitu suka dengar radio. Dulu sih biasanya menyalakan radio ketika saatnya mereka memainkan musik. Asyik aja rasanya mendengarkan musik tanpa kita tahu lagu apa yang akan dimainkan. Rasanya nikmatnya jadi double, haha. Tapi sayangnya hanya sebatas itu saja sih interaksiku dengan radio…

    @ zilko
    Dicoba lagi dengar radio. Radio di Belanda sini kan banyak, lumayan memperlancar bahasa dan nambah kosa kata baru,🙂

  49. Liberto Amin Says:

    Wahhh jaman skrg dahh langka orang suka dngr Radio hehehe^^

    @ Liberto Amin
    Masih banyak pendengar radio online,🙂

  50. Orang Padang Says:

    sejak zaman saya masih SMA, saya lebih suka mendengarkan RSI (Radio Singapura International) yang penyiarnya nyentrik banget dan lucu, tapi sayang, sudah tutup. Dan banyak dari penyiar migrasi ke VOA, NHK, dan ada juga yang balik ke Indonesia.

    Sekarang saya lebih intens dengar VOA Indonesia, bukan bermaksud untuk merendahkan martabat radio lokal, saya lebih suka mendengarkan radio berbahasa Indonesia dari luar karena cara pembawaannya yang asik banget. Kalau kamu pernah acara berita di RRI lalu bandingkan dengan VOA, itu jelas banget berbeda intonasinya, entah kenapa kok bisa beda padahal yang bacain orang Indonesia juga.

    Ups, saya juga pernah dapat bingkisan dari RSI dan VOA, lumayanlah sebagai sovenir, hehehehe

    @ Orang Padang
    Waktu dulu saya juga pendengar setia BBC London, terbawa kebiasaan Bapak saya.
    Penyiar yang sudah terbiasa mengucapkan dengan benar suatu bahasa pasti lebih enak dengarnya daripada penyiar yang kadang suka slengek-an,🙂

  51. reni dwi astuti Says:

    wah saya jadi ingat dengan bapak saya…hobbynya dengar radio. kalu pagi jam 5 kalo nggak salah mesti setel gelombang BBC London…kalo siang suka dengar campursari, kalo sore dan malam sukanya dengar pengajian… bahkan beliau ikut perkumpulan para pendengar radio dan rutin ketemuan atau arisan yaa…

    @ reni dwi astuti
    Ikut Komunitas radio juga menyenangkan. Saya beberapa tahun lalu juga ikut acara komunitas radio.

  52. ilmueksak Says:

    di radio .. aku dengar … hehehe malah nyanyi… tapi inget radio jadi pengen balik ke masa lalu di mana kirim-kirim salam bisa jadi pelepas rindu paling syahdu pas dibacain ama penyiarnya …🙂

    @ ilmueksak
    Masa lalu memang banyak acara lagu pilihan pendengar dan kirim-kirim salam. Saya dengar radio juga pengen nostalgia masa lalu,🙂

  53. Blogger Indonesia Says:

    Radio selalu mengingatkan saya pada masa SD mas, sekira tahun 99/2000an, waktu itu saya hobi banget merekam lagu yang diputar di radio dengan kaset pita bekas, hehehehe

    @ Blogger Indonesia
    Banyak orang yang punya kenangan dengan radio,🙂

  54. Satu Jam Says:

    sayang banget ya sekarang sudah gak populer lagi radio, ya masih ada sih cuman hanya beberapa saja yang masih eksis. padahal acara di radio rata-rata mendidik lho, gak kayak sinetron TV yang kebanyakannya bisa merusak akhlak anak-anak remaja kita.

  55. Fahmi Anhar Says:

    jaman kecil dulu, saya sering dengerin radio kotaknya mbah putri yang kalau diputer tuningnya masih ada bunyi kresek-kresk. paling membekas dengan drama radio trinil, kisah pembunuhan seorang ibu oleh anaknya sendiri. serem!

    tapi dari situ aku jadi ketagihan dengan radio. jaman SMA belajar malam pasti sambil dengarin radio. hingga akhirnya, jaman kuliah malah saya yang gantian ada di balik microphone dan mixer. dari pendengar, jadi penyiar. selama 4 tahun saya menghibur orang-orang melalui gelombang suara.

    dan 4 tahun hidup di radio menjadi fase penting dalam perjalanan hidup saya.

    *la kok malah jadi curhat sih?*
    *abaikan*

    @ Fahmi Anhar
    Wah, gak nyangka ya, mas Fahmi dari pendengar menjadi penyiar radio. Mantap. Siaran di radio mana dulu?
    Mungkin juga berbekal pengalaman selama 4 tahun sebagai penyiar radio itu yang menjadikan mas Fahmi seperti sekarang.

  56. Beby Says:

    Lama ngga maen ke sini. Wkwkwk..😀

    Aku jugak sukak denger radio, Bang. Kadang sukak penasaran penyiar tuh ngga abis abis ngomongnya😛

    @ Beby
    Saya juga sudah lama gak main ke blog Beby,🙂
    Mari terus lestarikan dengar radio.

  57. Yopie Pangkey Says:

    Jadi ingat jaman2 request lagu di Radio lewat telpon atau bahkan kita harus datang ke radio dan mengisi form yang disediakan, karena jangankan handphone telpon rumah pun masih jarang😀

    @ Yopie Pangkey
    Iya betul. Dulu kalau pengen kirim-kirim lagu di radio harus isi form yang sudah disediakan radio. Form permintaan lagu itu juga harus beli, kalau di kota saya dulu harganya Rp.500,-🙂

  58. Aditya Wanto Says:

    saya suka semua radio fm yg ada format dangdut nya (dangdut is music my country) , dangdut musik asli indonesia

    @ Aditya Wanto

    Saya juga suka dangdut,🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: