Buku yang Menyenangkan

Satu penelitian di Inggris menyebutkan sebanyak 14,4% anak-anak yang gemar membaca untuk kesenangan mampu menguasai matematika, sementara 9,9% lebih gampang memahami kosa kata. Dan kesimpulan studi ini menyebutkan: “Pengaruh membaca untuk kesenangan lebih berpengaruh ketimbang latar belakang pendidikan orang tua.”

Membaca salah satunya tentu berhubungan dengan buku. Baik buku dalam bentuk hardcopy maupun buku yang kekinian dalam bentuk e-book. Masing-masing buku itu ada kelebihan dan kekurangannya. Anda tentu sudah paham apa kelebihan dan kekurangan buku hardcopy dan buku e-book. Tak perlulah saya uraikan kelebihan dan kekurangannya,๐Ÿ™‚

Tiap orang punya buku favorit. Saya juga. Buku favorit saya bukan buku berjenis yang kalau bacanya bikin mikir yang dalam, kalau bacanya ingat akan umur yang makin berkurang, kalau bacanya seolah dapat insight. Bukan. Bukan buku yang seperti itu. Saya sudah hampir bosan baca buku yang seperti itu. Ingat, hampir bosan lho, ya. Bukan bosan, kerena sesekali saya masih membaca buku yang serius, bikin mikir, dan ingat umur. Jadi apa buku favorit saya?, Eng..ing…eeeng…

Koleksi buku saya kebanyakan adalah novel. Novel jadul seperti Merantau ke Deli karangan Buya Hamka, sampai novel kekinian Ayah besutan Andrea Hirata. Novel yang lain juga ada. Tapi saya lebih suka novel yang berlandaskan pengalaman nyata, kejadiannya masuk akal, dan settingnya bisa kapan saja. Novel yang tak masuk akal, menghayal, cendrung saya tak suka. Novel teenlit saya juga kurang suka. Sedang booming novel teenlit sekalipun saya tak akan beli. Kalo diberi saya terima, hehe…

Buku yang juga saya koleksi adalah buku motivasi, buku psikologi populer, buku agama, buku sejarah, buku pelajaran bahasa Inggris & bahasa Jepang, buku populer tentang internet, buku tentang welding inspector, buku kiat menulis, buku biografi, buku tentang entrepreneurship, dan buku humor.

Dan buku favorit saya adalah, ini dia:

IMG_20160522_230754

Ya, buku favorit saya berjudul My Stupid Boss (MSB). Buku ini dibaca kapan saja bikin saya terhibur. Pengarangnya benar-benar gokil deh. Saya tak kepikiran sama sekali kelakuan boss dia ditulis dalam blog bisa menghasilkan buku laris sampai enam buku. Buku ini juga sudah dibuat filmnya dan sudah tayang di bioskop. Kemaren waktu ke Jakarta saya beli buku MSB 5. Di bulan Juni 2016 inilah salah satu buku yang akan saya baca. Semoga isinya tetap gokil seperti lima buku lainnya.

MSB5

Jangan remehkan ngeblog, karena blogger bisa menghasilkan karya yang akan dikenang sepanjang masa. Maka, teruslah menulis.

***

Posting yang lalu yang mendapat buku gratis dari saya adalah http://www.eviindrawanto.com danย http://flyonz.com. Selamat buat keduanya. Buku sudah dikirim ke alamat masing-masing. Posting ini juga menyediakan dua eksemplar buku gratis. Komentar paling oke menurut saya berhak mendapatkannya. Syarat dan ketentuan berlaku. Posting ini tidak disponsori oleh siapapun, termasuk penerbit buku MSB.

 

39 Tanggapan to “Buku yang Menyenangkan”

  1. ade_jhr Says:

    Di kantor ada perpustakaan mini tp yang pinjam buku sedikit sekali.. Yg hobi baca makin berkurang.. Sudah d buat program pinjam buku.. Bahkan dapat hadiah kalau banyak pinjam buku tp ngak banyak ngaruhnya.. Oya ak ngomongin buku ak lebih suka buku biasa daripada ebook lebih apdol aja rasanya baca buku cetak hehe.. Kalau buku kesukaan aku rasa masih rektoverso dee.. Buat ak Membaca itu lebih ke terapi pembuang jenuh ๐Ÿ˜„

    @ ade_jhr

    Keren itu kantornya sampai menyediakan perpustakan dan ada insentif buat yang banyak pinjam buku.
    Ada ungkapan “Buku adalah jendela dunia, membaca adalah kuncinya.” Saya suka ungkapan itu.

  2. denaldd Says:

    Saya selalu suka dengan postingan yang membahas buku, dan terus terang saya kagum sama Pak Alris yang konsisten memberikan buku-buku disetiap postingan blog. Kalau saya dengan beberapa kenalan yang tinggal di Eropa punya kegiatan tukar menukar buku (terutama buku-buku Indonesia). Jadi seperti perpustakaan keliling. Kami ada grup, jadi nanti ada yang akan menawarkan punya buku ini dan itu siapa yang mau pinjam. Jadi itu buku muter, tentunya dikirim lewat pos. Dengan cara tersebut mengobati kami akan bacaan berbahasa Indonesia. Memang benar ada ebook, tapi sensasinya beda kalau baca buku kertas, aromanya tak terkalahkan hehe. Makanya saya senang sekali kalau ada yg ke Belanda trus nanya “mau nitip apa?” Pasti saya nitip buku. Kalau sekarang saya sedang menyelesaikan 2 buku karangan Eka Kurniawan. Agak berat isinya, makanya disambi baca buku yg lainnya (biar ga pening haha) Tetap semangat membaca Pak Alris.

    @ denaldd
    Saya suka berbagi selagi bisa. Mungkin secara keuangan saya belum bisa berbagi yang banyak. Melalui buku inilah salah satunya saya untuk tetap berusaha menjaga semangat berbagi.
    Kalau saya pengen ikut klub baca buku. Nanti secara berkala bertemu untuk share masing-masing buku yang kita baca. Di Jakarta ada klub seperti itu. Oh, senangnya ikut klub itu.
    Membaca buku hardcopy bagi saya lebih “nancap” dibanding buku e-book.

  3. ekahei Says:

    Aku gemarr baca tapi sulit memahami pelajaran matematika –bahkan sempat bikin puisi waktu smp yg isinya ttg kebencian pada matematika. Heheheh

    Belum baca sih buku MSB, soalnya ndak suko genre humor bang. Sejauh ini masih menikmati novel genre metropop sbg hiburan. Dan… masih menjadikan rahasia meede karya e.s ito sbg buku keren.

    Akuuu juga pengemar karya Hamka… dibawah lindungan kabbah juara bikin pusing bacanya , soalnya waktu itu nggak sengaja nemu di perpustakaan versi ejaan lama. Heheheh.

    Semangat membaca bang๐Ÿ™‚

    @ ekahei
    Biasanya orang yang suka membaca memang kadang gak suka matematika. Matematika itu ilmu pasti. Sementara membaca dan mengarang termasuk orang otak kanan, katanya sih begitu.
    Saya biasa baca ejaan lama, karena Bapak saya dulu suka koleksi buku lama.
    Tetap semangat membaca.

  4. Jejak Parmantos Says:

    Selain buku sospol dan agama, saya juga suka baca komik *eh komik termasuk buku juga kan ya? hehe ada satu komik yang saya ikutin sejak SMA hingga kini belum tamat2 dan belum ngerasain bosan. Saya berencana mengkoleksinya dalam berbagai versi bahasa dunia (sekalian jalan2), sekarang sih baru dua yang saya ngerti bahasanya hehe

    Membaca itu rekreasi yang murah dikantong, termasuk dlm hal ini BW๐Ÿ™‚
    Selamat membaca!

    @ Jejak Parmantos
    Dulu saya suka komik si Doyok di koran Pos Kota. Tapi sekarang belum baca lagi, karena belum ketemu komik yang sreg.
    Betul, membaca adalah rekreasi murah. BW selain membaca, bagi saya juga menjalin silaturahmi.

  5. denaldd Says:

    Iya bener Pak Alris, buku dalam bentuk nyata itu lebih greget. Saya suka membaca dan menulis terutama cerpen dan puisi, tapi saya lulusan statistika dan teknik, senang banget pokoknya dengan yg namanya hitung2an. Buat saya, membaca dan menulis itu seperti bertamasya, menyeimbangkan otak. Oh iya, di perpustakaan Den Haag ini juga ada klub membaca, saya pernah datang 2 kali, tapi masih gagap bahasa, yg dibahas buku bahasa Belanda haha. Tapi saya ga kapok, pengen nyoba datang lagi, hitung2 latihan mendengarkan.

    @ denaldd
    Kata seorang pengarang, membaca dan menulis adalah sepasang kegiatan yang salin berkaitan. Kalau cuma hobi membaca doang tidak menulis ada hal yang perlu dipertanyakan atas orang itu. Bisa dianalogikan, orang banyak makan tapi tidak pernah bab, maka perlu dipertanyakan sistem metabolisme tubuhnya, hehehe…
    Banyak penyimpangan dalam karir seseorang. Perjalanan kepenulisan tidak linier dengan latar belakang pendidikan. Taufik Ismail seorang dokter hewan dari IPB akhirnya jadi sastrawan, Sudjiwo Tedjo adalah insinyur teknik sipil dan juga matematikawan ITB akhirnya jadi seniman, Cak Lontong tamatan teknik elektro ITS lebih dikenal sebagai komika.

  6. Adi Setiadi Says:

    Membaca memang membutuhkan energi. Semakin banyak membaca semakin luas wawasan dan pengetahuan kita

    @ Adi Setiadi
    Membaca bagi saya juga rekreasi.

  7. Hafidh Frian Says:

    Koleksi bukunya ga jauh beda dg yg ada di rak buku saya. Hm saya juga suka novel yg santai2, ga bikin berkerut keningnya, dan bukan imajinasi yg berlebihan. Based on true story lebih jos.

    Membaca buku bagi saya adalah refreshing๐Ÿ™‚ Selamat membaca๐Ÿ™‚

    @ Hafidh Frian
    Sama kita berdasarkan kisah nyata lebih oke. Membaca menyenangkan.

  8. jampang Says:

    dan buku di atas sudah diangkat ke layar lebar. saya punya dua atau tiga serinya.

    @ jampang

    Saya punya semua serinya, terakhir MSB 5 itu,๐Ÿ™‚

  9. Allisa Yustica Krones Says:

    Kayaknya memang bener ya, kesenangan membaca buku itu menurun ke anak2

    @ Allisa Yustica Krones
    Betul. Kalau ortu suka membaca biasanya anak-anak ikut.

  10. ganganjanuar Says:

    Saya malah baru tau filmnya adaptasi buku๐Ÿ™‚
    Saya suka buku yang “ringan-ringan”, favorit saya buku-bukunya Soleh Solihun๐Ÿ˜€.
    Selain itu saya juga punya buku-buku Pandji Pragiwaksono.
    Semoga anak saya punya minat baca tinggi.๐Ÿ™‚

    @ ganganjanuar
    Saking larisnya buku MSB maka dibuat film.
    Saya baru tahu Soleh Solihun juga pengarang buku,๐Ÿ™‚

  11. boyin Says:

    Berkunjung ke teman2 blogger lama…mas alris salah satunya ..salut masih rajin nulis mas…

    @ boyin
    Lama gak silaturahmi ya, bli Boyin. Menulis sebagai salah satu rekreasi, bli.๐Ÿ™‚

  12. mrs muhandoko Says:

    Saya kemarin dapet hadiah buku dari mas Alris. Dan saat buku tsb sampai di tangan saya, saya pas lagi galau galaunya. Bukunya seakan jadi jawaban atas pertanyaan saya ๐Ÿ˜Š
    Makasi ya mas. Hadiahnya bermanfaat sekali

    @ mrs muhandoko
    Wah, buku yang saya berikan seperti klinik tongfang ternyata bermanfaat. Saya ikut bahagia membaca komentar mba mrs muhandoko.

  13. Rissaid Says:

    Wah ternyata awal mulanya dari buku, jadi kepengen nonton walaupun Reza Rahardian jadi ‘beda’. Semoga budaya membaca sebagai hobi makin berkembang๐Ÿ™‚

    @ Rissaid
    Semoga membaca buku jadi budaya.

  14. winnymarlina Says:

    udah nonton lucu banget filmnya

    @ winnymarlina
    Good.

  15. jonathanbayu Says:

    Suka banget baca, tapi tergantung bacaannya sih..

    @ jonathanbayu
    Betul. Kadang ada buku yang kita tak ingin membacanya.

  16. Bila Says:

    Wah, ternyata MSB udah sampai seri 5 aja. Saya bukan termasuk penggemarnya sih, hanya pernah membaca sambil lalu saat masa SMP dulu. Kalo untuk buku saya lebih suka jenis novel-novel khas Tere Liye yang selalu maknyuss dan romansa menghanyutkan semacam Ilana Tan. Saya juga tidak pernah menolak jika disodori buku semacam Harry Potter maupun Percy Jackson. Hehe jadi merasa begitu kanak-kanak…

    @ Bila
    Setiap orang yang suka membaca pasti punya buku kesukaan sendiri-sendiri,๐Ÿ™‚

  17. tamanhijau90 Says:

    Saya punya beberapa buku yang hanya saya beli saja, tapi belum juga “sempat” Sambil kebas alasan… untuk membacanya.

    Selalu ada yang menarik dari orang2 yang suka membaca, pertama mereke yang sering membaca “Kaya” akan kosa kata

    @ tamanhijau90
    Saya juga belum sempat membaca buku-buku yang saya beli, ada belasan. Sebaiknya sesibuk apapun usahakan membaca satu atau dua halaman tiap hari, syukur-syukur punya waktu khusus untuk membaca.

  18. zaenudin Says:

    jujur saja saya termasuk orang yang terlambat suka baca,tapi meskipun terlambat saya sangat menikmati kesenangan saya membaca saat ini. banyak pengetahuan dan ilmu yang bisa saya dapat dari buku yang saya baca. untuk saat ini buku apapun saya baca dengan senang hati, karena semua buku pasti memberikan ilmu.
    saya lebih suka baca buku hardcopy daripada e-book, selain bacanya nyaman,setelah selesai baca bukunya juga masih bisa dibuat hiasan dan dibaca teman juga adik saya.
    semoga saya bisa terus konsisten baca buku ya mas alris. hehe

    @ zaenudin
    Mungkin tidak ada kata terlambat untuk sesuatu yang baik, termasuk membaca buku. Saya juga mulai suka membaca setelah memasuki dunia kerja.
    Buku hardcopy memang lebih baik, menurut saya. Kalo sudah dibaca bisa diwariskan,๐Ÿ™‚
    Aamiin, semoga mas Zaenudin juga konsisten baca buku.

  19. Tina Latief Says:

    membaca untuk kesenangan itu maksudnya gimana sih mas? saya kok rada kurang paham. Kayanya yang di BBC itu terjemahan yang menurut saya artinya kurang mengena..

    @ Tina Latief
    Sederhana saja bagi saya. Contoh, setelah membaca buku MSB saya bisa ketawa terpingkal-pingkal. Ketawa terpingkal-pingkal itu bikin saya senang.

  20. Ririe Khayan Says:

    Dari postingan ini, saya baru tahu kalau MSB itu awalnya adalah postingan di Blog. Sedemikian jarang BeWenya saya.

    Bahkan tulisan MSB sdh sampai seri 5?
    Sukses bikin saya pengen ketularan semangat menulis dan negblognya utk lebih baik:)

    @ Ririe Khayan
    Iya MSB dari hasil ngeblog. Maka, marilah aktif menulis di blog.

  21. prih Says:

    Kala membaca menjadi kebiasaan, serasa berjalan-jalan tanpa harus berjalan ya Uda. Salam

    @ prih
    Betul, mba Prih.

  22. ecky Says:

    MSB bagus mas?

    @ ecky
    Kalau bukunya bagus, menurut saya. Filmnya saya belun nonton.

  23. adelinatampubolon Says:

    sempat malas bangat nich mas baca buku. tapi berkat dorongan teman, tahun ini benar-benar diniatin dan syukur nya sudah beberapa buku habis ludes dibaca. ternyata membaca itu benar-benar kegiatan yang menyenangkan yach. kadang demi ngabisin satu buku sampai lupa waktu.

    @ adelinatampubolon
    Saya awalnya juga malas membaca. Tapi sejak awal tahun ini saya mewajibkan diri sendiri menamatkan minimal satu buku.

  24. Akhmad Muhaimin Azzet Says:

    Beberapa kali saya main ke penerbit yang menerbitkan buku ini. Mendapat cerita tentang proses hingga buku ini terbit, bahkan hingga difilmkan. Maka, mari kita semakin menyenangi menulis di blog ya, Mas๐Ÿ™‚

    @ Akhmad Muhaimin Azzet
    Wah beruntung ustad Akhmad Muhaimin Azzet bisa mengunjungi penerbitnya. Buku MSB bagi saya menarik.

  25. coklatkismis Says:

    Dulu saya pernah berkerja di sebuah toko buku. Bagiku, tempat itu adalah surga dunia. Ingin sekali rasanya memboyong semua buku dan memindahkannya ke perpustakaan pribadi. Tapi saya hanya bisa memilikinya sedikit. Sisanya saya pinjam karena memang ada fasilitas peminjaman buku.

    Selera bukunya hampir sama dengan saya. Novel, psikologi, humor.

    Btw, saya saya suka matematika.๐Ÿ˜€

    Salam kenal.๐Ÿ™‚

    @ coklatkismis
    Kerja di toko buku harus banyak ilmu yang bisa diserap. Lha, bekerja di gudang ilmu,๐Ÿ™‚
    Dengan novel bisa mnegembara kemana saja, dengan psikologi memahami manusia, dengan humor hidup tak kering.

  26. Timothy W Pawiro Says:

    Saya baru tau kalau MSB based on novel. Katanya lucu nih film, jd pengen nonton๐Ÿ˜‰

    Kl bicara soal buku/novel favorit, saya skrg lbh memilih buku fiksi, seperti novelnya Robert Ludlum, pengarang si Bourne.

    Dulu plg seneng baca self-help book, tapi kemudian mulai jenuh! Haha. Akhirnya ada yang belum kelar dibaca๐Ÿ˜€

    @ Timothy W Pawiro

    Keren itu MSB. Baca bukunya saja udah bikin ngakak. Semoga juga filmnya gokil.

  27. zilko Says:

    Hehe, aku juga suka membaca buku. Hanya saja, rutinitas kantor yang sudah mewajibkanku banyak membaca membuatku mengurangi banget aktivitas membaca untuk kesenangan/hiburan๐Ÿ˜ฆ . Rasanya waktu dan energiku lebih baik digunakan untuk kegiatan lainnya

    @ zilko
    Saya sekarang kalo ada gejala stress akibat beban kerja langsung baca buku humor. Biar release stress,๐Ÿ™‚

  28. Brad Says:

    buku favorit saya banyak. cuma satu yg saya benci: buku tabungan๐Ÿ˜ฆ

    @ Brad
    Buku tabungan benci tapi rindu,๐Ÿ™‚

  29. jarwadi mj Says:

    saya termasuk yang tidak gemar membaca waktu kecil. dulu sukanya mencari ikan dan menggembala.

    meski sudah tua skearang mulai belajar membaca dan sedikit2 menulis

    @ jarwadi mj
    Ayo budayakan membaca.

  30. Monda Says:

    uda, aku juga nggak suka teenlit…
    aku baca ulang lagi karya Buya, Tenggelamnya Kapal ….rasanya masih seperti dulu deh.., bacanya jadi terhanyut ..
    baca ini berharap aku bisa seperti dulu kembali baca buku dengan serius nggak lompat2

    @ Monda
    Faktor umur mempengaruhi minat baca seseorang,:)
    Sebaiknya memang gak baca buku melompat-lompat, karena akan kehilangan plot dan “rasa” cerita.

  31. Deddy Huang Says:

    Tulisan saya ada masuk di buku fanstories nya kerani hehe

    @ Deddy Huang
    Wuih, mantap. Baru tau saya, hehehe…

  32. bersapedahan Says:

    wah .. pantes dong kalau film ini masuk jadi box office … saya baru tahu kalau ini asalnya dari buku dahulu … gokil banget kelakuan bos-nya … bos bos saya sih ga stupid .. tapi galak galak … jadi kalau saya jadiin novel gimana ya .. hehehe

    @ bersapedahan
    Ide bagus, kang. Bikin cerita tuh si bos, tapi dengan gaya becanda, pasti laku bukunya.

  33. Anjar Sundari Says:

    Orang keren jaman sekarang adalah orang yang suka membaca dan membeli buku untuk dikoleksi. Syukur-syukur bisa membuat perpustakaan supaya orang-orang sekitar bisa membaca juga๐Ÿ™‚

    *saya ngga keren dong๐Ÿ˜ฆ

    @ Anjar Sundari
    Saya juga bermimpi dan berusaha untuk jadi orang keren, hehehe…

  34. johanes anggoro Says:

    aaaah saya jadi ingat sudah terlalu lama saya tidak membaca buku๐Ÿ˜ฆ

    @ johanes anggoro
    Ayo membaca buku lagi.

  35. Diptra Says:

    Untuk novel selera kita sama nih Mas hehe. Teen lit itu saya ga tahan membacanya.
    Klo genre buku favorit saya sih buku-buku tasawwuf karya Ibnu ‘Athaillah.

    Anyway ide giveaway booksnya setiap posting keren juga mas ๐Ÿ˜๐Ÿ˜ saya tiru yaa…

    @ Diptra
    Saya belum merasakan nikmat membaca buku tasawuf, mungkin perlu belajar lebih.
    Ayo berbagi selagi mampu dan mau. Saya merasa mampu berbagi buku gratis, maka saya lakukan.

  36. shohihati Says:

    Sayang dtempat kami msh jarang penyedia buku2 yang bagus. Cari yg dbthkan aj blm tntu ada kok,!๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

    @ shohihati
    Banyak buku bisa beli online. Saya sering beli online.

  37. baiqrosmala Says:

    Alhamdulillah ayat pertama yang turun dalam al-Qur’an adalah perintah untuk membaca๐Ÿ™‚

    @ baiqrosmala
    Ya, betul. Mari membaca.

  38. arinidm Says:

    Saya sekarang kurang suka buku fiksi, padahal waktu remaja dulu suka banget. Dulu saya rajin banget beli buku, sampe koleksi buku banyak banget satu lemari, sayangnya pas selesai kuliah pulang ke rumah nggak tahu lagi nasib si buku pada ke mana, hehe. ๐Ÿ˜‚ Sekarang mulai jarang beli buku, karena saya baru nyadar saya tipe yang kalo udah tamat baca satu buku nggak akan lagi saya buka kembali buku yang sama untuk sekedar dibaca ulang. Sekali tutup buku ya tutup buku selamanya deh. ๐Ÿ˜† Sekarang jadinya lebih suka baca apa-apa via internet aja yang lebih praktis dan nggak makan tempat. Duh salah nggak ya kalo gini Da? ๐Ÿ˜‚

    @ arinidm
    Dulu saya suka baca cerpen melalui internet. Tapi saya alihkan kesukaan membaca ke buku hardcopy. Radiasi dari layar kompi akan membuat mata cepat lelah, dan saya yakin radiasi dari kompi dalam waktu lama akan berpengaruh buruk buat kesehatan mata.
    Kalo saya suka membaca buku berulang-ulang. Apalagi novel yang saya suka bacanya bisa berkali-kali, meski tak harus runtut halaman per halaman. Jadi sedapat mungkin buku yang sudah saya baca saya rawat. Kalo buku sampai hilang atau dipinjam orang lalu gak dikembaliin saya suka kesel. Harganya mungkin gak seberapa. Tapi orang yang tak punya penghargaan terhadap buku itu yang bikin saya kesel.
    Bagi saya buku berbentuk hardcopy lebih berharga. Membaca buku hardcopy ada kenikmatan tersendiri.
    Mulai tahun ini saya mewajibkan diri sendiri menamatkan minimal satu buku sebulan. Dan beli buku minimal satu eksemplar sebulan, serta sedekah buku minimal 24 eksemplar setahun. Aamiin.

  39. mhilal Says:

    Saya ikutan komentar ah… ๐Ÿ˜๐Ÿ˜‚

    @ mhilal
    Silahkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: