What the Next. Yes, Move On

Dulu aku mulai menulis lagi karena ada hal yang harus aku ketahui. Harus didalami dan dimengerti. Karena memang lagi butuh bidang itu untuk dipahami. Itu tentang tulisan ini. Lalu setelah tulisan itu ada satu tulisan lagi. Tentang jogging di perbatasan Indonesia dan Malaysia. Itulah tulisan terakhir aku di blog ini. Bertarikh 22 November 2018. Wadidaw….. lama nian aku tak menulis di blog ini. Dua tahun satu bulan 11 hari. Hiks. Blog aku mati suri selama itu. Kemana saja seorang Alris selama itu?

Lalu kalau saat ini aku menulis kembali pasti ada trigger yang membuat tulisan ini di awal tahun 2021. Menurut J. Haryadi ada 11 alasan orang menulis. Mungkin salah satu alasan itu yang membuat aku menulis lagi di awal tahun ini. Yaitu, menghilangkan stress. Saya ingin melampiaskan perasaan senang dan sedih aku ke dalam tulisan. Ketika sedang dilanda masalah kita dapat menuangkan perasaan ke dalam tulisan. Apalagi sedang dilanda masalah berat, yang tidak mungkin diungkapkan ke orang yang paling dipercaya sekalipun. Kalau dipendam, ditelan sendiri bisa menambah sress. Orang stress berkelebihan bisa menimbulkan pemikiran bermacam-macam. Orang patah hati berkelebihanpun bisa menimbulkan pemikiran negatif beragam-ragam. Menulis adalah salah satu bentuk pelarian positif untuk orang stress dan orang patah hati yang masih berfikiran sehat. Menulis adalah terapi.

Ada alasan lain kenapa aku harus menulis lagi. Ya, aku pengen move on. Move on dari kemalasan menulis. Move on dari persoalan hidup yang melanda. Aku pernah ditimpa prahara, pernah ditikam cinta, pernah dilemparkan badai. Tapi aku tetap berdiri. Begitulah kata Iwan Fals dalam lagunya Nyanyian Jiwa. Dan aku harus berdiri menatap masa depan dengan semangat dan berfikiran positif.  Husnuzon kepada takdir Tuhan, Allah Swt. Allâhumma anta rabbî

Masa lalu adalah kenangan. Masa sekarang adalah kenyataan. Masa depan adalah misteri. Masa lalu tak akan mungkin datang kembali. Baik dan buruk masa lalu sudah terjadi dan tak bisa dirubah. Pahit dan manis masa lalu jadikan sebagai pelajaran untuk merencanakan masa depan. Masa sekarang adalah saatnya untuk dinikmati. Jangan karena memikirkan masa lalu kita tak bisa menikmati saat ini. Sambil menjalani hidup saat sekarang kita rencanakan planning untuk masa depan. Masa kini adalah masa yang paling penting. Karena perencanaan dan tindakan masa kini akan menentukan mau jadi apa, mau seperti apa di masa depan. Jika saat ini berjuang, berusaha, bekerja keras, – dan sebagai umat beragama tentu berdoa menyerahkan hasil kerja keras kepada Tuhan yang maha segalanya. Untuk membuka pintu misteri masa depan itu saat sekarang inilah kita buat kuncinya. Semoga masa depan semuanya cerah, berjaya, gilang-gemilang.

Selamat mengenang masa lalu, menikmati masa kini dan membuat rencana untuk masa depan. Minimal dibuat planning untuk tahun 2021. Planning tahun ini sudah selesai direncanakan, ditulis, ditandatangani dan tempelkan dimana mudah untuk dilihat. Lakukan evaluasi terhadap planning tahunan secara berkala.

aku suka desain stasiun LRT ini. LRT salah satu moda transportasi yang diandalkan di masa depan.

Tersedia buku gratis berjudul, “The Richest Man in Babylon” bagi beberapa orang yang memberikan komentar untuk tulisan ini.

18 Tanggapan to “What the Next. Yes, Move On”

  1. Rifqy Faiza Rahman Says:

    Tetap semangat dan jangan berhenti berkarya di tahun yang baru, Mas!

    @ Rifqy Faiza Rahman
    Terima kasih atas semangatnya. Demikian juga buat mas Rifqy. Sukses selalu.

  2. kayka Says:

    Selamat mengawali tahun baru da, selamat move on ya 🙏🏻
    tahun yang udah berlalu untuk kebanyakan orang merupakan tahun penuh penderitaan, penyakit, kesedihan, kesepian. begitu juga dengan saya selain tahun yang dipenuhi dengan kesedihan juga diwarnai kegembiraan didalamnya. apa yang menghadang kita tahun ini gak ada yang tau ya but mudah-mudahan sesuatu yang bisa kita tanggung dan hadapi. semoga tahun ini juga menjadi tahun yang lebih baik, penuh kegembiraan, kekuatan, kesehatan dan kedamaian, amin yra 🤲🏻

    @ kayka
    Selamat mengawali tahun baru juo uni. Akhir tahun 2020 tahun berduka mendalam bagi ambo uni. Nanti ambo carito ka uni lewat email.

    Semoga uni bahagia selalu.
    Keep healthy

  3. dani Says:

    Wah iya baru inget dulu sering baca tentang QA di sini. Selamat datang kembali Mas Alris! Selamat menulis lagi 🙂

    Saya penasaran deh suatu saat pengen bisa naik LRTnya Mas 😀

    @ dani
    Saya usahakan untuk menulis lagi. Ternyata menulis lagi setelah lama gak dilatih cukup sulit. Ide yang menumpuk di kepala susah dituangkan dalam bentuk tulisan. Harus punya effort berlebih. Semoga saya saya sanggup.
    Sukses selalu mas Dani.

  4. rynari Says:

    Selamat hadir kembali Uda Alris, mari kobarkan semangat menulis. Terima kasih ya sudah berbagi.
    Salam sehat

    @ rynari
    Terima kasih mba Prih. Semoga saya konsisten menulis lagi.

    Saya jadi teringat kata Pramoedya Ananta Toer : “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tdak menulis, ia akan hilang dalam masyarakat dan sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” Kalimat itu juga menjadi motivasi saya untuk menulis lagi.

  5. Avant Garde Says:

    Selamat tahun baru pak Alris, move on memang susah, apalagi kalau yg saya alami bertahun2 tinggal di pulau sumatera dan jujur rasa kehilangan itu ada, tapi kini harus beradaptasi di pulau lain, tapi kata orang rasa kehilangan itu akan sirna seiring berjalannya waktu … tetap semangat pak!

    @ Avant Garde
    Selamat tahun 2021 kang Isna. Semoga di tahun 2021 segala sesuatunya lebih baik daripada tahun kemaren. Iya, betul. Tetap harus semangat dan menatap masa depan dengan optimis.

  6. Nasirullah Sitam Says:

    Ada banyak rencanya di tahun 2021 ini, semoga semua rencana tereliasasikan dengan baik

    @ Nasirullah Sitam
    Sukses selalu untuk mas Nasirullah Sitam. Saya juga mau banyak rencana di 2021. Minimal, rencana itu saya tuliskan.

  7. kutukamus Says:

    Konon, menulis itu seperti olahraga. Menyehatkan. 🙂 🍸

    @ kutukamus
    Saya berharap, sih, begitu. Minimal mengalihkan saya dari masalah hidup yang ruwet, walaupun sesaat, tapi fokus otak bisa ke tulisan.

    Sehat selalu.

  8. maipura Says:

    hahaha, sama saya juga sering kena penyakit malas menulis..

    @ maipura
    Obat malas hanya satu: Paksakan. Begitulah pesan orang bijak.

  9. LJ Says:

    selamat menulis kembali, da Alris… semangat!

    @ LJ
    Tarimo kasih uni LJ. Tatap sumangaik.

  10. Rudi G. Aswan Says:

    Selamat kembali menulis lagi, Kang. Yakinlah semua yg terjadi walaupun sangat pahit itu akan membentuk diri kita, ya hasbunallah wani’mal wakiil. Saya sendiri lagi diuji dg sakit. Semoga sehat dan semangat terus ya Da…

    @ Rudi G. Aswan
    Benar, kang. Semua kejadian masa lalu anggap sebagai obat. Pahit memang. Tapi dilalui dengan ikhlas dan sabar semoga jadi obat.
    Semoga cepat sembuh, Kang Rudi. Hasbunallah Wani’mal Wakil Ni’mal Maula Wani’man Nasir.

  11. bersapedahan Says:

    yeayyyy … kang Alris menulis lagi. Tahun baru semangat baru …. semoga terus berenergi untuk menulis …. ide ide terus bermunculan.
    life up and down …. the sun always comes up … yang artinya … terus semangat menulis kang Alris … haha

    @ bersapedahan
    Iya, kang. Kembali menulis untuk healing. Tak mudah melalui tahun 2020 kemaren.
    Semoga ide di kepala bisa dituliskan berbuah tulisan. The show must go on. Never give up.

  12. Jejak Parmantos Says:

    Selamat datang kembali pak Alris, ~semoga semangat menulisnya ikut menular ke saya juga hehe. Udah lama juga tidak nulis, tiap kali mau memulai tapi berakhir jadi draft aja #curhat hehe

    @ Jejak Parmantos
    Yup, mari menulis lagi Mas Slamet. Sudah bagus jadi draft, nanti tinggal di edit dan jadilah tulisan, 🙂

    Semoga di tahun 2021 segala sesuatu lebih baik. Tetap optimis.
    Tetap jaga kesehatan.

  13. Messa Says:

    Selamat menulis kembali Pak Alris. Semoga keadaan semakin membaik buat bapak ya. Tetap tabah & sabar pak. Salam.

    @ Messa
    Terima kasih Messa. Harapan kita semua semoga di tahun 2021 keadaan makin baik. Optimis masa depan pasti cerah.

  14. Agung Pushandaka Says:

    Selamat datang kembali. Semoga tidak perlu menunggu selama 2 tahun untuk tulisan berikutnya. Hehe.

    @ Agung Pushandaka
    Terima kasih mas Agung Pushandaka. Tulisan berikutnya tidak menunggu lama. Malam ini saya posting tulisan baru.

  15. ysalma Says:

    Semangat move on, ajo Alris.
    Selamat merangkai kata kembali melalui tulisan yg memberi inspirasi pembacanya.
    Btw, foto LRT-nyo rancak bana.

    @ ysalma
    Iyo, uni ysalma. Semoga ambo konsisten manulis.
    Sehat dan sukses selalu,uni,

    Iyo rancak. Ambopun suko stasiun LRT tu.

  16. kayka Says:

    bener ya uda memang butuh trigger untuk bisa nulis lagi. siiip uda semoga di tahun ini banyak tulisan-tulisan baru yang bisa lebih memotivasi 🙏🏻

    soal mengenal uang lebih awal, memang sebaiknya begitu ya uda supaya lebih bisa menghargai uang. gak hanya mengenalkan uang tapi juga memanage uang tersebut. misal kalau dapet uang sakunya katakan 100 ribu per minggu. gimana ngebaginya termasuk untuk menabung,

    @ kayka
    Betul uni Kayka. Kebetulan saya trigger-nya jauh sama sekali dari rasa enak. Tapi justru itulah yang memicu saya untuk menulis lagi.

    Saya merasakan betapa susahnya cari uang setelah tamat sekolah. Padahal dari sekolah menengah pertama saya sudah dibiasakan untuk kerja keras. Tapi memang untuk melek uang, cara mendapatkannya, mengelola dan menghargainya saya peroleh setelah bekerja. Andaikan dari awal saya melek uang…. Tapi tetap bersyukur apapun kondisinya.

  17. adelinatampubolon Says:

    Terima kasih uda sudah berbagi keluh kesah nya disini. Setidaknya setiap kita pernah mengalami masa kelam dan juga masa bahagia. Yang penting semuanya disyukuri dan diambil hikmah nya saja yach Uda.

  18. morishige Says:

    Wah, selamat datang kembali setelah hiatus panjang, Bang 🙂

    @ morishige
    Terima kasih. Semoga saya bisa konsisten menulis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: