Archive for the ‘Uncategorized’ Category

Makan Malam

Januari 14, 2017

Sejak beberapa bulan lalu saya berusaha untuk menghentikan makan malam yang mengandung karbohidrat seperti nasi dan mie. Ini bertujuan untuk mengurangi  bertambahnya berat badan yang saya rasakan meningkat akhir-akhir ini. Sebagaimana  yang dijelaskan dalam tabel  Indeks Massa Tubuh (IMT), saya sudah termasuk ke dalam klasifikasi gemuk. Menurut tabel itu klasifikasi gemuk adalah orang yang mempunyai IMT 25,0 – 29,9. IMT saya sendiri saat menulis posting ini adalah 28,22. Saya merasakan bertambah berat badan akibatnya gerakan tidak lincah, mudah sesak napas kalau naik tangga (ini sangat menyiksa, karena saya harus naik turun tangga sampai lantai 12 untuk keperluan gawe proyek), mudah ngantuk, dan membuat malas  olahraga. .

Diawal-awal memulai kerja di Ambon karena tuntutan kerja yang sering sampai larut malam membuat saya sering makan berat di malam hari. Lha, bagaimana gak makan malam perut terasa lapar sangat. Maka seringlah saya di malam hari makan nasi Padangnasi goreng, mie goreng dan nasi pecel lele. Sementara jarak waktu saya tidur dengan makan malam itu rata-rata sekitar satu jam. Artinya saya tidur satu jam kemudian setelah makan malam. Jelas hal ini tidak baik. Pagi sewaktu bangun saya merasakan perut masih begah. Kadang juga malas bangun pagi. Apakah ada korelasi perut begah, malas bangun pagi dengan makan malam?  Bisa jadi iya. Saya merasakannya. 

Sekitar bulan Oktober 2016 kemaren saya sudah mulai membatasi makan malam ini. Kalau sebelumnya hampir setiap malam saya makan malam. Maka sejak bulan itu boleh dibilang dengan jari tangan jumlah saya makan malam. Ini bisa saya laksanakan karena saya mengganti makan malam dengan makan buah-buahan. Buah-buahan yang yang saya jadikan pengganti makan malam adalah pepaya, pisang, bengkuang, dan jagung rebus. Tidak semua buah itu saya makan sekaligus. Kalau sudah makan dua porsi pepaya dengan ukuran satu porsi 9 x 8 cm   saya sudah merasa kenyang. Berapa besar ukuran 9 x 8 cm? Ini liat fotonya di bawah.

antukau1

Nah, kalo makan bengkuang sebanyak porsi dibawah ini saya sudah merasa kenyang.

bengkuangfoto dari internet

Jika makan dua buah pisang ambon biasanya saya juga sudah merasa kenyang. Lalu bagaimana jika lapar setelah makan makanan diatas? Saya akan banyak minum air putih. Sesekali saya minum susu rendah lemak, atau minum teh manis dengan pemanis madu atau sari kurma untuk mengatasi rasa lapar yang timbul dimalam hari.

————————————————————————–

Faktor Risiko Terkait Obesitas

Jika dalam kondisi gemuk atau obesitas, Anda memiliki risiko terhadap beberapa kondisi kesehatan di seperti di bawah ini :

  • Penyakit jantung
  • Hipertensi (tekanan darah tinggi)
  • Kolesterol LDL tinggi (kolesterol “jahat”)
  • Kolesterol HDL rendah (kolesterol “baik”)
  • Trigliserida tinggi
  • Diabetes (glukosa darah tinggi)

—————————————————————————-

Hari minggu 8 Januari 2017 kemaren saya pergi memancing bersama teman-teman. Pulang memancing sudah jam 12 malam. Perut terasa keroncongan, padahal saya sudah makan satu porsi pepaya. Dijalan pulang menuju tempat tinggal akhirnya kami berhenti disalah satu tukang jual nasi kuning yang sudah pemes di kota Ambon. Lokasinya berada di Jl. AM Sangaji dekat ujung Jl. Philip Latumahina. Nasi kuning yang jualan di depan ruko itu hanya buka pada malam hari. Lauk-pauknya beraneka ragam: ayam goreng, telor goreng, ikan goreng, ikan gulai, cumi goreng pedas, perkedel jagung, telur bulat gulai pedas, udang goreng, dan ikan teri basah goreng tepung. Setidaknya itulah lauk-pauknya yang saya lihat malam itu. Dan malam itu saya pesan nasi kuning dengan menu cumi goreng pedas seperti penampakan dibawah ini.

whatsapp-image-2017-01-14-at-2-22-59-pm

*******************************************************

Orang yang mendapatkan buku gratis dari saya untuk posting First Scuba Diving: Ngeri-ngeri Sedap dan Menakjubkan Alam Bawah Laut adalah: emakmbolang.com dan khoirurosida.com. Silahkan kirim alamat lengkap dan nomor hp via japri untuk keperluan pengiriman buku. Batas pengiriman alamat adalah tanggal 23 Januari 2017. Lewat dari tanggal itu hadiah buku saya alihkan ke orang lain.

*******************************************************

First Scuba Diving: Ngeri-ngeri Sedap dan Menakjubkan Alam Bawah Laut

Desember 13, 2016

Tak terbayang sama sekali bagi saya suatu saat akan menyelam dengan peralatan  penyelam. Jangankan membayangkan, mimpipun saya belum pernah hal diving ini. Dan diving pertama saya terjadi secara tiba-tiba, tanpa ada perencanaan dan tanpa pelatihan terlebih dahulu. Mungkinkah dimasa lalu saya membayangkan diving, mengendap dalam alam bawah sadar, dan terus terpelihara? Lalu hari ini (12 – 12 – 2016) Tuhan mewujudkannya.

Memanfaatkan liburan 12 Desember 2016, kami tim pengawas pembangunan proyek ada waktu untuk liburan walau tidak seharian penuh. Dari pagi sampai jam dua belas masih kerja seperti biasa. Jam 12 siang sampai jam 18 sore ada waktu free. Berembuklah kami mau piknik dadakan kemana. Yup, semua setuju untuk pergi diving. Ada tempat kece badai yang orang doyan piknik divingpun belum tentu tahu. Tempatnya berada disatu desa di Morela Kecamatan Leihitu, Maluku Tengah.

Lalu bagaimana dengan peralatan untuk menyelam? Alat bantu yang bernama SCUBA (Self Contained Underwater Breathing Apparatus) berharga mahal kalo mau beli tapi lagi bokek, 🙂  Kalau sudah ditakdirkan untuk diving ada saja jalannya. Teman kerja saya punya satu set peralatan, ditambah peralatan dari teman-teman dari Lantamal IX, maka terkumpul empat set alat scuba. Perbanyaklah teman baik dan jalin silaturahmi urusan jadi dimudahkan. Itulah jalannya.

scuba-equipment-diagramgambar dari sini

Cuuss, kami berangkat dari kota Ambon sekitar jam 12.00 wit. Perjalanan ke lokasi ditempuh dalam waktu satu jam memakai kendaraan roda empat. Memakai mobil Toyota Avanza tahun 2014, tentunya. #takmausebutmerek. Kondisi jalan dari kota  Ambon ke lokasi beraspal mulus. Ada beberapa tempat aspalnya tidak baik. Maklum saja ini di daerah, lha, wong yang dekat dari Jakarta saja banyak jalan rusak parah. Ya, kan. Inilah rute yang kami tempuh dari kota Ambon. Tanda kuning itu tujuannya.

morella-121216

Sampai di lokasi tanpa basa-basi langsung persiapan untuk menyelam. Penjelasan penggunaan peralatan menyelam, tips dalam menyelam dan langkah-langkah penyelamatan jika terjadi suatu bahaya diberikan oleh anggota marinir. Dari enam orang teman saya, hanya satu orang yang sudah biasa menyelam. Walaupun dia belum punya sertifikat menyelam, dia sudah sering menyelam, bahkan pernah menyelam sampai kedalaman 45 meter. Lima orang lainnya ujug-ujug seumur hidup baru kali itu mau diving, termasuk saya.

morella121216serius mendengakan penjelasan penggunaan alat menyelam

whatsapp-image-2016-12-13-at-4-23-07-pmDeep Gauges dan Presure Gauges

Setelah mendapatkan penjelasan dari instruktur cara penggunaan alat, langkah-langkah dalam menyelam bagi pemula, tanda-tanda yang digunakan untuk keselamatan dan minta bantuan, dan teknik lainnya yang berguna dalam menyelam, kitapun segera nyebur ke laut untuk praktek. Yuk, mari…

morela1212siap beraksi. deg-degan euy…

morella121216-alris

whatsapp-image-2016-12-13-at-2-20-02-pmdi kedalaman 9 meter dengan latar belakang jurang kedalaman ratusan meter

Sebagai pemula dan baru pertama kali diving kedalaman sembilan meter bagi saya sudah merupakan rekor. Pada saat mulai menyelam sampai  pada kedalaman lima meter masih oke, tidak terjadi apa-apa. Memasuki kedalaman enam meter telinga sudah mulai terasa sakit. Dengan teknik/cara yang diajarkan oleh instruktur akhirnya sakit di telinga bisa dihilangkan. Bertahan di kedalaman enam meter sekitar tiga menit, penyelaman dilanjutkan sampai kedalaman  sembilan meter. Nah, di kedalaman sembilan meter ini telinga lebih sakit dari kedalaman enam meter. Telinga terasa berdenging dan sakit. Sekali lagi teknik/cara yang diberikan oleh instruktur sebelum menyelam sangat membantu. Apa teknik/cara menghilangkan sakit telinga itu? Anda ikut pelatihan diving nanti caranya diberi tahu. Atau kalau pengen tahu juga baca ini. Nama tekniknya adalah Ekualising. Bagi orang yang baru pertama kali diving dianjurkan untuk melakukan Ekualising setiap pertambahan kedalaman satu meter.

Pengalaman pertama diving ini bagi saya sangat berkesan. Amazing. Dunia bawah laut sangat indah, penuh warna, juga ikannya pun warna-warni. Ini salah satu contoh.

*******************************************************

Yang mendapatkan buku gratis dari saya untuk posting lalu adalah:djangki.wordpress.com dan bersapedahan.wordpress.com. Silahkan kirim alamat lengkap dan nomor hp untuk keperluan pengiriman buku sampai tanggal 21 Desember 2016. Lewat dari tanggal itu, maka hadiah buku saya alihkan ke orang lain.

*******************************************************

Laut Indonesia Memang Kaya, Tapi Ekspor Hasil Lautnya Peringkat Bawah

November 25, 2016

whatsapp-image-2016-11-23-at-18-54-16Teman mancing saya dapat strike ikan layaran di teluk sebelah pltu Waay, Ambon

Garis pantai Indonesia 54.716 kilometer, terpanjang kedua di dunia setelah Kanada. Dengan laut yang begitu luas produksi hasil kelautan dan perikanan Indonesia mencapai 13 juta ton per tahun. China mencapai 50 juta ton per tahun (sumber disana).

Kalau kita merujuk kepada angka yang dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang, -misal disini– hal ekspor ikan terbesar di dunia, kita merasa miris. Indonesia adalah penghasil ikan terbesar di dunia setelah China. Tapi dalam hal ekspor Indonesia ada di urutan ke 12 dunia, dan urutan nomor 5 di Asean.

Lalu darimana negara Asean lain, macam Thailand, mendapatkan ikan untuk di ekspor, sehingga ekspor ikannya mengalahkan negara kita? Selain dari laut mereka sendiri, ternyata mereka mengeruknya dari laut Indonesia yang begitu luas. Gak percaya? Kalo saya percaya. Karena kita akan mudah menjumpai begitu banyak para pelaut asing seperti dari Thailand, Taiwan dan negara lainnya yang melabuhkan kapalnya di Teluk Ambon untuk diisi ikan. Ada yang mereka tangkap sendiri, tentunya setelah mengantongi perizinan dari pihak berwenang, ada juga dibeli dari pelaut lokal.

Kenapa negara dengan laut tak seluas laut Indonesia bisa jadi pengekspor ikan mengalahkan Indonesia. Thailand itu contohnya. Menurut saya selain mereka memakai teknologi penangkapan ikan lebih maju dari kita, mereka juga mau berusaha lebih keras. Saking kerasnya usaha mereka sampai memasuki perairan laut Indonesia yang banyak ikannya. Bisa jadi juga negara mensubsidi nelayannya dengan bermacam subsidi, misal subsidi bahan bahan bakar untuk kapal penangkap ikan. Atau negara menyediakan kredit murah untuk para nelayannya.

Terlepas dari bermacam kendala yang ada di negara Indonesia tercinta, untuk memajukan dan mendukung ekspor komoditi perikanan diperlukan kerjasama yang baik antara nelayan, penambak, pengusaha dan pemerintah. Pemerintah tidak hanya sebagai regulator tapi juga harus berusaha keras memberikan kemudahan kepada nelayan dalam negeri dalam bentuk perizinan, memberikan kredit murah, menyediakan infrastruktur memadai dan membangun pelabuhan perikanan yang dilengkapi sarana pendukung yang layak. Pelabuhan yang layak misal tersedianya cold storage, listrik yang stabil dan sarana bongkar muat.

Tulisan ini pendek ini lahir dari hasil obrolan ngalor-ngidul dengan security proyek yang punya pengalaman melaut menangkap ikan belasan tahun dengan kapal dari Thailand, Taiwan dan China.

*******************************************************

Posting lalu yang mendapatkan buku gratis dari saya adalah: adelinatampubolon.com dan omnduut.com. Silahkan kirim alamat lengkap dan nomor hp untuk keperluan pengiriman buku sampai tanggal 5 Desember 2016. Lewat dari tanggal itu maka hadiah buku saya alihkan ke orang lain.

*******************************************************

Makan Gadang : Gulai Itiak Lado Mudo

Oktober 21, 2016

Sewaktu pulang kampung bulan Agustus 2012 saya menyempatkan diri untuk mengadakan Makan Gadang dengan teman sepermainan masa kecil, adik dan ponakan. Makan Gadang adalah makan bersama beralaskan daun pisang  (balanjuang, Padang); (bancakan, Jawa); (botram, Sunda). Dalam kegiatan makan bersama ini kalau di kampung saya yang bertanggung jawab dalam penyediaan konsumsi biasanya secara bersama. Kadang ada juga saat orang rantau yang pulang kampung “ditodong” untuk membeli bahan yang akan dimasak, khususnya bebek, entog, ikan, dan jengkol. Karena biasanya bahan yang akan dimasak itulah harganya sedikit mahal.

Posting kali ini biarlah gambar yang berbicara.

cimg2230

cimg2233

cimg2236

cimg2243

cimg2244

cimg2249

cimg2255

cimg2252

cimg2257

cimg2259

cimg2279

Gulai Itiak Lado Mudo versi kampung saya tidak memakai santan. Resep Gulai Itiak Lado Mudo bisa dibaca disini.

********************************************************

Posting lalu yang mendapatkan buku gratis dari saya adalah: barrabaa.blogspot.com dan agungrangga.com. Silahkan kirim alamat lengkap dan nomor hp untuk keperluan pengiriman buku. Selepas tanggal 30 Oktober 2016 apabila saya belum menerima alamat lengkap, maka hadiah buku saya alihkan ke orang lain.

********************************************************

 

Pohon Palaka: Bertahan Ratusan Tahun Menantang Zaman

Oktober 8, 2016

Sewaktu mengunjungi Pantai Liang beberapa waktu lalu saya tergakum-kagum melihat banyaknya pohon lurus menjulang tinggi dengan kulit luar berwarna coklat muda, seperti foto pohon dibawah ini.

img_20160814_142122_1

Ketika itu seorang teman yang berasal dari Ambon memberi tahu nama pohon itu adalah Palaka. Saya perhatikan dalam perjalanan menuju Pantai Liang ditemui beberapa pohon tersebut. Kebanyakan tumbuh di daerah yang berpasir yang berada dekat ke pinggir pantai. Saya menduga pohon ini mungkin cocok tumbuh di tanah berpasir yang berkadar garam. Minimal pohon itu harus mendapatkan asupan garam dari uap air laut yang dibawa angin di siang hari. Sehingga kecil kemungkinan pohon itu tumbuh di perbukitan yang tidak berpasir dan jauh dari laut. Saya berasumsi seperti itu karena di tempat saya tinggal saat ini  saya tidak menemui pohon tersebut. Daerah saya tinggal termasuk daerah sedikit berbukit. Zonasi vegetasi dimana pohon itu tumbuh termasuk teratur. Pohon Palaka itu tumbuh pada zonasi hutan pantai.

Karena penasaran saya googling tentang pohon ini. Ada beberapa nama untuk pohon ini, yaitu : benuwang, binuang (Sumatera); banuang, benuang bini (Kalimantan); benua, wenuang (Sulawesi); afu, bada, faara, palaka (Maluku); buwar, jare, kijare, senao, tina (Papua); takir (Jawa). Terdapat beberapa informasi tentang pohon Palaka. Salah satunya saya kutipkan deskripsi dari Wikipedia,Benuang laki merupakan pohon yang tinggi yang umumnya mencapai 45 m, dengan diameter 150 cm. Batangnya tegak, bulat torak, tidak berbanir, dengan panjang bebas cabang 25 m. Kulit batang berwarna abu-abu/coklat, beralur dangkal, sedikit mengelupas. Pepagan berwarna coklat hingga kuning muda, pada bagian dalam berwarna putih atau kuning muda. Tajuk membulat, percabangan agak mendatar. Ranting muda dan daun muda tertutup bulu coklat yang pendek dan lebat. Daunnya saling berhadapan, tunggal, tebal, kaku, bundar panjang hingga melanset, yang pada awalnya membentuk hati dan ujungnya melancip. Benuang laki berurat daun banyak dan  urat daun sekunder melengkung pada tepi sehingga membentuk urat daun pinggir. Urat daun yang lebih kecil tersusun seperti jala.

Bunga tersusun dalam perbungaan dalam malai yang tumbuh di ujunga ranting. Buahnya berupa buah kotak, yang bila sudah kering, akan pecah dan berbentuk bulat telur panjang. Musim berbunga sekalian berbuah terjadi pada Juli-Agustus. Buahnya kecil-kecil diisi dengan biji yang bersayap.”

Wikipedia menyebutkan bahwa pohon benuang tumbuh diantara ketinggian 60-1200 mdpl. Sedangkan pohon Palaka yang saya temui itu tumbuh pada ketinggian lebih kurang satu meter diatas permukaan laut. Barangkali pohon Palaka yang saya temui hanya masuk ke dalam golongan Duabanga Moluccana (nama ilmiah pohon benuang), tapi dengan punya kekhususan tersendiri. Barangkali.

Di wilayah Kecamatan Leihitu, Ambon ada pohon Palaka yang sudah berumur ratusan tahun. Diukur secara manual batang pohon paling bawah dibutuhkan 31 orang lelaki yang berdiri mengitar dengan posisi tangan terentang. Penampakannya sebagian pohon itu seperti dibawah ini:

pohon-palakasumber gambar detik dot kom

**********************************************************

Posting ini up-date blog setelah dua bulan gak di perbaharui isinya. Dari 4 blogger yang mendapat buku gratis dari saya hanya 2 yang mengirimkan alamat lengkap. Dua lagi tidak mengirimkan alamat, mungkin tidak berminat terhadap buku yang saya berikan. Buku sudah saya kirimkan seminggu lalu. Maaf terlambat buku gratis itu saya kirim. Posting ini juga masih menyediakan buku gratis. Orang yang memberikan komentar yang ke 5.500 (lima ribu lima ratus) akan mendapatkan hadiah istimewa.

Posting lalu yang mendapatkan buku gratis dari saya adalah : omnduut.wordpress.com dan febridwicahya.wordpress.com. Silahkan kirim alamat lengkap dan nomor hp untuk keperluan pengiriman buku.

**********************************************************

Saya dikirim lagu melalui grup WA oleh seorang teman.Lagu berjudul Nasi Padang yang dinyanyikan oleh Kvitland dari Norwegia itu ternyata dalam waktu tiga hari sudah di-klik oleh 500 ribu orang lebih pada saluran Youtube. Saya suka musik, melody  dan liriknya yang begitu sesuai. Lagunya memang enak, senikmat nasi Padang. Silahkan dinikmati.

Umur Sepotong T Shirt

Agustus 7, 2016

Berapa lamakah sepotong baju t shirt masih layak dipakai? Banyak faktor yang bisa mempengaruhi umur pakai sepotong baju t shirt. Kalau pemeliharaannya bagus, baju kaos t shirt bisa dipakai bertahun-tahun, seperti baju t shirt saya di bawah ini.

kaoscrop1.png

T shirt saya itu saya peroleh ketika ikut kegiatan pulang basamo tahun 2011. Tepatnya kaos itu saya peroleh seminggu sebelum lebaran idul fitri tahun 2011. Jadi tahun ini, -2016- t shirt itu sudah berumur lima tahun lebih. Sampai saat ini t shir ini masih bagus. Saya memakainya kalau dirata-rata sekali seminggu. Walau kadang saya pakai dua kali seminggu, tapi ada kalanya seminggu juga tidak dinggo.

Tulisan ini lahir setelah saya sering mendengar salah satu ceramah motivasi Ippho Santosa yang ada di youtube. Ketika mendengar ceramah motivasi itu, ya, saya tengah memakai kaos t shirt diatas. Ippho pernah mengatakan bahwa dia tak banyak punya pakaian. Hanya sekitar lima pasang. Kalaupun dia membeli pakaian baru pasti ada pakaian lama yang dihibahkan. Banyak pakaian tapi kalau tidak dipakai mubazir. Itu pemborosan dan tidak baik. Bahkan kadang kita lupa dengan pakaian baru, akhirnya cuma jadi penghuni lemari pakaian.

Kalau saya hitung selama dua tahun ini saya cuma membeli satu celana dan satu baju koko waktu lebaran kemaren. Apakah saya pelit? Tidak juga. Prinsip saya kalau memang butuh saya akan beli. Kalau pakaian lama masih banyak yang bagus kenapa harus beli?

Sebagaimana diajarkan oleh Ippho Santosa, saya tengah berusaha dalam hidup menjalankan berprinsip produksi sebanyak-banyaknya, konsumsi secukupnya, dan distribusi seluas-luasnya. Semoga bisa saya jalankan secara konsisten.

**********************************************************

Selamat kepada penerima buku gratis untuk posting lalu, mereka adalah : tehsusu.combaiqrosmala.com, tukangnyiyir.wordpress.com dan jejakharianku.com. Mohon kirimkan alamat lengkap dan nomor hp untuk keperluan pengiriman buku. Kirim via japri. Buku akan dikirim jika Anda mengirimkan alamat dan nomor hp dua minggu setelah pemeberitahuan ini. Lewat dari tenggat waktu itu alias tanggal 21 Agustus 2016 hadiah buku saya batalkan.

jmp pano.jpgdari ketinggian sekitar 30 meter saya foto jmp pagi ini 08-08-2016, cuaca mendung gerimis kecil sehingga hasil foto kurang memuaskan

Jogging di Jembatan Merah Putih

Juli 22, 2016

Posting ini terinspirasi oleh tulisan Cipu. Dia kalau berkunjung ke negeri orang lain alias luar negeri menyempatkan untuk olahraga lari. Cerita dia tentang lelarian di negeri orang salah satunya bisa dibaca di  http://cipuceb.blogspot.co.id/2016/07/lelarian-di-negeri-orang.html. Saya pikir, -mumpung saya lagi di negeri sendiri tapi beda propinsi- kenapa saya juga tidak menulis tentang menikmati olahraga lari di tempat ikonik di kota Ambon.

Sepanjang pengetahuan saya yang baru tiga kali umur jagung di kota Ambon, banyak tempat kece yang bisa dijadikan untuk ajang mejeng olahraga lari. Ada beberapa venue yang banyak didatangi para pecinta olahraga lari untuk mengeluarkan keringat dengan berlari. Diantaranya Lapangan Merdeka di depan kantor gubernur Maluku, lapangan sepakbola Stadion Mandala Remaja di Karpan (Karang Panjang) dan yang terbaru lagi ngehits Jembatan Merah Putih (JMP).

Jembatan Merah Putih Ambon.jpg

JMP diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo pada 4 April 2016 yang lalu. Jadi masih baru dan kinyis-kinyis alias still fresh. Sebagaimana barang baru banyak orang yang pengen melihat, merasakan, dan akhirnya selfie & wefie di JMP. Bagi yang suka olahraga lari juga memanfaatkan jembatan ini sebagai venue. Dengan panjang jembatan yang 1.140 meter cukup lari bolak-balik sebanyak lima kali di JMP saja dijamin baju Anda sudah basah kuyup oleh peluh. Jembatan ini bukan datar. Jembatan Pendekat di sisi Desa Poka (sisi utara) sepanjang 520 meter menanjak. Jembatan Pendekat di sisi Desa Galala (sisi selatan) sepanjang 320 meter juga menanjak tapi tak semenanjak sisi utara. Hanya Jembatan Utama sepanjang 300 meter yang cukup datar.

Saya terakhir jogging disana sekitar dua minggu lalu. Saya jogging jam 17.20 sampai pukul 18.20 wit. Jam segitu matahari masih bersinar terang, kalau cuaca bagus. Kalau sore hari banyak orang berfoto-ria di jembatan utama. Tidak hanya foto-foto, banyak juga yang menikmati sore hari sambil menunggu matahari terbenam.

jogging jmp.jpg

dari arah poka.jpg

 

kota dan teluk ambon.jpgsebagian kota dan teluk Ambon dilihat dari JMP

arah passo jmp.jpg

Jarak yang saya tempuh dari tempat saya tinggal sampai ke lokasi patung Dr.Johannes Leimena yang terletak di pertigaan Durian Pakah-Poka-Laha  dekat kampus Universitas Pattimura sekitar tiga kilometer. Jadi pergi pulang total jaraknya enam kilometer.

patung dr johannes leimena.jpg

depan rektorat univ pattimura.jpgdi depan rektorat universitas pattimura

Dibawah ini adalah rute saya jogging melewati JMP. Dimulai dari tempat saya tinggal (1) sampai ke pertigaan lokasi patung Dr. Johannes Leimena.

rute jogging.jpg

************************************************************

Dua buku gratis dari posting sebelumnya saya alihkan untuk posting kali ini. Karena mereka yang terpilih mendapatkan buku gratis tidak mengirimkan alamat untuk saya kirimkan buku. Mereka adalah rhanztheking.wordpress.com dan firstychrysant.wordpress.com. Jadi untuk posting kali ini saya sediakan empat eksemplar buku gratis. Silahkan berkomentar sesuai konteks. Saya akan memilih mereka yang berhak mendapatkan buku tersebut. Syarat dan ketentuan berlaku.

Yang mendapat buku gratis untuk posting lalu adalah: bersapedahan.wordpress.com dan arinidm.wordpress.com. Selamat kepada yang mendapatkan buku gratis. Mohon kirimkan alamat lengkap dan nomor hp untuk keperluan pengiriman buku. Kirim via japri.

 

 

Molana Island : Piknik Tanpa Direncanakan

Juli 15, 2016

Teman1 : “Eh, kemaren liat on the spot Trans7 gak?”

Teman2 : “Tentang apa itu?”

Teman1 : “Pantai tersembunyi paling Indah di dunia. Indonesia hanya punya satu, Molana Beach. Keren, deh.”

Teman2 : “Kapan kita kesana, ya? Kerjaan kan belum sibuk nih, gimana kalo hari sabtu besok kita rame-rame kesana.”

Teman1 : “Boleh juga itu. Kan dekat ini. Menurut on the spot hanya 45 menit dari Tulehu pakai speedboat.”

Bos : “Kenapa tunggu besok, sekarang aja. Besok pekerja kontraktor kan sudah mulai kerja. Kalo udah kerja kita gak bisa bebas kemana-mana.Sekarang aja…”

Saya : “Abis makan siang aja kita berangkat, pak. Udah nanggung nih, bentar lagi jam 12.”

Bos : “Oke, kita persiapan dulu. Yang mau makan siang, makan dulu deh. Sekalian persiapan berangkat. Jam satu kita langsung cabut.”

Saya & Semua Teman : Setujuuu…

Setelah persiapan ala kadarnya, -membawa celana pendek & baju untuk berenang, hp, kamera, cemilan dan minuman- maka kamis 14 Juli 2016 berangkatlah kami tujuh orang berpiknik dadakan yang tanpa direncanakan sebelumnya.

Perjalanan dimulai dari kota Ambon menuju Tulehu. Jarak dari kota Ambon ke Tulehu sekitar 26 km kami tempuh selama 40 menit. Kalau tidak ada sedikit kemacetan di Galala dan depan mal ACC di Passo jarak itu bisa ditempuh hanya 30 menit. Di Tulehu kami menuju pelabuhan yang melayani Tulehu – Pelauw. Karena teman kami yang orang Pelauw sudah memesan speedboat untuk mengantar kami pp ke Pulau Molana. Inilah penampakan speedboat fiber yang  kami gunakan menuju Pulau Molana.

IMG_20160714_135613_1sandar di Tulehu

IMG_20160714_153051tambat di Pulau Molana

Perjalanan kami langsung menuju Pulau Molana mengikuti garis merah seperti gambar dibawah ini.

Pulau Molana

Perjalanan menempuh jalur warna merah beresiko bagi mereka yang tidak tahan goncangan ombak yang bisa menyebabkan pusing, muntah bahkan mabok laut. Jalur itu memang jarak terpendek, tapi beresiko besar. Karena ombak laut di jalur itu cukup besar. Ombak ini berasal dari Laut Banda yang merupakan salah satu laut terdalam. Di Laut Banda juga terdapat palung laut dengan kedalaman lebih dari 7.000 meter. Untuk kenyamanan sebaiknya Anda mengikuti jalur kuning, sebab ombaknya kecil. Jika melalui jalur warna merah waktu tempuh dari Pelabuhan Tulehu ke Pulau Molana adalah 60 menit. Kalau melalui jalur warna kuning perjalanan memakan waktu 90 menit, bahkan bisa lebih.

IMG_20160714_153947.jpg

Molana merupakan pulau kecil nan elok yang berhamparan pasir putih halus nan lembut dan mempunyai terumbu karang yang indah.

IMG_20160714_153209.jpg

Untuk Anda pecinta diving saya sarankan untuk mengunjungi pulau ini karena wisata bawah lautnya sangat cantik. Karang lautnya masih subur dan masih alamiah yang merupakan tempat bermain ikan-ikan, berupa ikan hias dan ikan karang. Pulaunya juga masih alami belum mangalami perubahan dilihat dari berbagai macam pohon rindang serta tanaman bakau. Pulau ini tidak ada penghuninya.

IMG_20160714_162827.jpg

Dari banyak pantai yang sudah saya kunjungi, air laut pantai Molana terasa sejuk, tidak lengket dan sangat bersih.

IMG_20160714_152900_1.jpg

IMG_20160714_164525_1.jpg

  IMG_20160714_164449_1.jpg

Jika ingin menginap Pulau Molana kini sudah dilengkapi fasilitas untuk bermalam bagi para turis. Menurut sumber ini dua buah cottage dan sebuah restaurant sudah dibangun oleh pemiliknya, August Kaya. Disamping tiga bangunan itu masih ada bangunan rumah lain yang terdapat di sekitar cottage. Saya tidak tahu apakah bangunan rumah itu juga disewakan. Sewaktu kami kesana semua bangunan itu dalam keadaan terkunci dan tak berpenghuni.

IMG_20160714_173744_1.jpgsalah satu cottage yang disewakan

Jika Anda sedang beruntung akan menemukan sekelompok ikan lumba-lumba yang bermain bebas di seputaran pulau Molana.

Yuji-san orang Jepang membuat video tentang pulau ini tahun 2013.

Sedikit tentang Pulau Molana (dari Wikipedia)

Pulau Molana adalah sebuah pulau kecil di wilayah kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, Indonesia. Pulau ini merupakan gugusan karang yang mencuat ke permukaan laut dan menjadi daratan. Pulau ini berbatasan dengan Pulau Ambon di sebelah barat, dengan Pulau Haruku dan Saparua di sebelah utara dan Pulau Nusa Laut di sebelah Tenggara.

Kepemilikan Pulau Molana secara adat menurut sejarahnya dipegang oleh tiga marga dari Haria, yaitu

  • Marga Kaya
  • Marga Souisa
  • Marga Kainama

Pasir putih yang terhampar pada sisi utara pulau ini mempunyai keunikan karena berpindah sesuai dengan musim angin yang terjadi. Pada musim angin timur pantai berpasir akan berada di sisi sebelah barat, sedangkan pada musim angin barat pantai berpasir berpindah menjadi ke sisi sebelah timur. Pergerakan pasir secara masif ini diperkirakan terjadi karena butiran pasir Pulau Molana sangatlah halus seperti bubuk.

=====***=====

Yang mendapat buku gratis untuk posting lalu adalah: rhanztheking.wordpress.com dan cipuceb.blogspot.com. Selamat buat pemenang. Kirimkan alamat lengkap dan nomor telepon untuk keperluan pengiriman buku. Alamat dan nomor telepon bila melewati lebih dari seminggu belum dikirim, buku akan saya alihkan ke orang lain.

Saya masih menyediakan buku gratis. Buku gratis akan saya berikan kepada blogger yang memberikan komentar di posting ini. Silahkan memberikan komentar. Syarat dan ketentuan berlaku.

Tak Jadi Beli Kambing

Juli 7, 2016

Niat saya beli kambing untuk hadiah bagi pemenang pertama lomba tilawatil quran di kampung saya tak kesampaian. Tak apa. Kadang usaha itu gagal. Itu hal biasa. Tidak selalu niat baik kita itu didukung orang dengan memberikan donasi. Doa dan harapan yang disampaikan pembaca bagi saya sudah merupakan sokongan. Saya berterima kasih untuk dukungannya.

parlombaan

Lomba tilawatil quran di kampung saya tetap berlangsung meriah. Karena ini adalah kegiatan rutin saban ramadhan. Bahkan sepanjang yang saya tahu kegiatan ini sudah berlangsung sejak saya masih kecil. Menurut beberapa orang tua, kegiatan perlombaan baca ayat suci Al Quran antar kampung ini sudah berlangsung sejak tahun enam puluhan. Uniknya perlombaan ini hanya berlangsung di kecamatan saya saja (kecamatan saya ini setelah pemekaran menjadi tiga kecamatan). Kabupaten saja tidak mengadakan lomba tilawatil quran setiap tahun. Bahkan Propinsi Sumatera Barat tidak mengadakan lomba MTQ tiap tahun. MTQ tingkat propinsi ini diadakan sekali dua tahun.

Dana yang jadi faktor krusial selama ini yang sering jadi kendala bisa diatasi dengan jiwa gotong-royong. Semangat kebersamaan dalam menyokong lomba sosial keagamaan ini begitu kental hidup di tengah masyarakat kami. Secara sukarela masyarakat akan menyumbang dalam bentuk uang, beras, ayam, kelapa, cabe, minyak goreng, dll. Lho, kok ada bahan sembilan bahan pokok? Memang sembilan bahan pokok itu diperlukan untuk membuat singgang ayam. Beras yang terkumpul biasanya dijual dijadikan tambahan biaya lomba.

Panitia terdiri dari pemuda-pemudi yang masih dalam masa pendidikan. Kebanyakan masih dalam sekolah menengah atas dan mahasiswa-mahasiswi yang pulang kampung. Usia muda turut menggelorakan semangat mereka untuk menyukseskan kegiatan ini. Saya ketua panitia kegiatan lomba tilawatil quran antar kampung ini pada tahun 1992. Dan selama berpuluh tahun kegiatan ini masih tetap berlangsung tanpa dukungan dana bantuan dari pemerintah.

===***===

Dalam posting lalu saya berjanji akan memberikan buku gratis kepada orang yang memberikan donasi untuk beli kambing. Karena tidak ada yang memberikan donasi, maka hadiah buku untuk posting yang lalu juga tidak ada. Posting ini tersedia dua eksemplar buku gratis berjudul Rahasia Sukses Terbesar karangan Jennie S. Bev. Silahkan memberikan komentar, saya akan memberikan buku gratis kepada yang memberikan komentar. Syarat dan ketentuan berlaku.

Mari Beramal Lagi

Juni 28, 2016

Ramadhan tahun lalu, tahun 2015, saya menggalang dana dari pembaca blog saya yang gunanya untuk membeli kambing untuk hadiah pertama musabaqoh tilawatil quran di kampung saya. Saat itu dari target sebanyak dua juta rupiah,terkumpul dana sumbangan kurang dari satu juta rupiah. Alhamdulillah dana sebanyak itu masih bisa dibelikan kambing sebagaimana tujuan awal. Cerita selengkapnya ada disini.

27 - Kambing Kacang

Tahun ini saya sebenarnya rada malas menggalang dana lagi untuk tujuan yang sama. Saya sudah menyatakan ke panitia bahwa hadiah ketiga akan saya tanggung. Hadiah bagi pemenang kesatu dan kedua silahkan dicari orang yang bersedia memberikan donasi. Panitia berharap hendaknya hadiah bagi pemenang pertama sama dengan tahun lalu, seekor kambing. Dan panitianya berharap juga saya masih bersedia membantu mencarikan dana. Ini tujuan mulia. Setelah saya pikir, kenapa tak saya coba? Bukankah pembaca blog saya juga tak sedikit. Banyak juga yang mampu dan mau menyumbang. Begitu pemikiran saya saat memutuskan posting tulisan ini.

Berapa dana yang mau saya galang untuk dikumpulkan untuk membeli kambing sebagai hadiah bagi pemenang pertama musabaqoh tilawatil quran di kampung saya? Tak banyak. Tidak sampai ratusan juta, seperti yang di kumpulkan oleh Dwika Putra untuk membantu Bu Saeni pemilik warteg di Serang yang menghebohkan itu.

“Jadi berapa, dong..! Puluhan juta?

“Bukan.”

“Belasan juta mencukupi barangkali?”

“Wah, kebanyakan, mas dan mba yang baik hati.”

“To the point, berapa yang ente butuh, Ris?”

“Jadi malu saya mengatakannya berterus-terang.”

“Kamu malu, lha, kok minta sumbangan.”

“Nah, itu masalahnya. Saya malu meminta banyak. Tapi saya tak malu kalau ada yang mau menghibahkan uang banyak buat saya sendiri, hehe..”

“So, berapa uang yang kamu perlukan untuk membeli kambing itu?”

“Hanya 500 ribu rupiah saja.”

Hah, 500 ribu dapat beli kambing yang representatif? Tenang saudara-saudari.

Harga kambingnya mungkin mendekati satu juta rupiah. Saya sudah siapkan dari kantong saya sendiri uang sebanyak 500 ribu rupiah. Uang 500 ribu yang dari saya itu awalnya saya niatkan untuk hadiah pemenang ketiga. Artinya 50% dari biaya pembelian kambing itu sudah tersedia. Jadi tinggal menambah lima ratus ribu rupiah lagi.

Jadi, tunggu apalagi. Silahkan menyumbang berapapun Anda mau dan ikhlas. Sumbangan bisa ditransfer ke nomor rekening 09482 01359 BCA Rawamangun, Jakarta atas nama Yafni Alris. Mohon dua angka terakhir adalah angka 16. Jadi jika Anda menyumbang Rp.100,000, maka sumbangan Anda menjadi Rp.100,016. Jika uang sudah ditransfer mohon pemberitahuan via email ke alris587@gmail.com. Sebutkan nama dan jumlah uang yang disumbang. Saya tidak akan publish jumlah uang yang didonasikan, kecuali penyumbang menginginkan namanya dimuat di blog saya ini. Donasi paling lambat saya terima tanggal 30 Juni 2016, jam 24.00 waktu Indonesia bagian barat. Lewat dari tenggat waktu itu saya tidak menerima donasi lagi. Bila sumbangan melebihi jumlah yang dibutuhkan, sisanya akan saya donasikan ke Yayasan Anyo Indonesia.


Masih tersedia dua eksemplar buku gratis untuk posting ini. Saya akan memilih orang yang berhak mendapatkan buku gratis dari orang yang memberikan donasi. Syarat dan ketentuan berlaku.

Yang mendapat buku gratis untuk posting lalu adalah: rurohma.wordpress.com dan firstychrysant.wordpress.com. Selamat kepada yang mendapatkan buku gratis.


%d blogger menyukai ini: